
Seoul
Pukul 20 .30 malam
Jum'at
Masih di hari yang sama .Namun kedua pemuda yang tengah berboncengan naik motor ini ,sudah banyak menghabiskan waktu nya berdebat bersama sepanjang perjalanan .Berdebat tentang hal-hal yang tidak jelas ,yang mustahil manusia normal akan memahami nya.
Siapa lagi orang itu kalau bukan sebongkah es yang semakin mengeras karena ulah satu raja lebah .Yudha ,pemuda yang tengah menyetir motor ini sembaring tadi di buat membara dengan ulah Kevin, si raja lebah yang nyerocos.
"DIEM O'ON ,lu ngerti bahasa diem tidak?".Bentak Yudha yang tengah fokus menyetir motor .
Kevin yang tengah di bonceng Yudha ."Tidak .Lu n**jir ,kenapa bawa helm cuma satu .Nanti kalau ada apa-apa, lu tega sama gue?".
"Tega saja ,lu bukan siapa-siapa gue ."
"Anjing lu."
"Gue bukan hewan ."
"Siapa bilang lu hewan ,tiang listrik."
"Hemm, ba**cot be**go mulut lu!".
"Cepat anjing lama banget lu naik motor ."Oceh Kevin kembali .
Masih dengan aktivitas yang sama ,tanpa merespon ocehan Kevin .Yudha langsung menarik gas motor nya , menambah kecepatan.
Kevin yang kaget dengan tindakan Yudha ."DUGONG ,GUE TIDAK PEGANG O'ON .LU MAU GUE JATUH ."
"Iya ,tapi sayang lu tidak jatuh ."Ucap dingin Yudha.
"Hem."
Sesaat setelah perdebatan panjang yang tiada artinya itu ,akhirnya motor Yudha memasuki parkiran motor rumah sakit ini .
Selepas memarkir motornya dengan baik .Baik Yudha ataupun Kevin segera berlanjut berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit .Untuk pergi ke kamar rawat temannya ,Jovan .
++++++++++++
Pukul . 20.39 Malam
Nathan dan Jovan masih di tempat yang sama. Di dalam kamar rawat inap Jovan .Jovan ,pemuda ini sudah agak lebih membaik setelah kedatangan Nathan sore tadi .Mungkin karena candaan dari Nathan yang membuat Jovan sedikit melupakan kesedihannya ,dan rasa sakit pada luka-luka di tubuhnya akibat kecelakaan mobil kemarin .
Jovan juga lebih banyak tertawa ,walau sekeras keras biasanya. Tawanya kali ini lebih murni karena ia benar-benar tengah senang .Jovan mungkin sangat beruntung karena memiliki seorang sahabat-sahabat yang selalu ada untuk nya .Walaupun memiliki sahabat tidak banyak, ia tetap senang bisa dekat dan mengenal mereka .Mereka yang gila-gila, tidak waras-waras ,dan bercandanya selalu tidak lucu .Namun mereka selalu hadir ,jika salah satu dari anggota mereka dalam kesusahan .
IYa ,mungkin itu yang namanya persahabatan sebenarnya .Saya memang tidak terlalu mengerti soal kalimat itu .Namun saya sedikit faham kalau ini lah persahabatan sesungguhnya .Selalu mendukung jika salah satu dari anggota dalam kesusahan .
Thanks ,lanjut ......
Jovan yang tengah memakan buah yang sudah kupas dan dipotong dadu-dadu oleh Nathan ."Lu tadi makan berapa piring ,o'on ?Tidak balik-balik."Tanpa melihat lawan bicaranya.
Memasang wajah julidnya ."Idih kangen sama istri sendiri, ya, ya?".
"Mata**mu ,Nat .Gue tanya serius ."Sedikit ngegas .
Mengeratkan kedua tangannya keatas kebawah."Santuy ,Santuy, bang!".
".........Gue cuma makan dikit ,emang pencernaan tersayang ku ini membutuhkan proses lebih lama buat memproses ."
"Hilih banyak ba**cot lu!".Sindir Jovan .
Tertawa terbahak-bahak ."Hhhhhhh.....". Sembaring memukul brankar pesakitan Jovan .
"ANJING ,ANJING .Lu mau tempat tidur ini rusak ,lu mau gue jatuh ,o'on!". Bentak-bentak Jovan yang panik dengan goncangan pada brankar tidur nya .Bagaimana tidak panik ,dengan kaki kanan yang masih di perban .Jovan ,pemuda ini bisa apa .Untuk bergerak pun sulit ,apa lagi untuk melompat turun .
Memasang wajah tanpa rasa bersalah ."I'm Corry ,I'm Corry ,Corry!!".
Jovan yang hampir kesal ."Sorry o'on ,bukan Corry ."
"Terserah gue!".
Mengelus dadanya ."Oh Tuhan tolong turunkan akal sehat untuk sahabat ku ini ,Tuhan .Saya sangat kasihan dengan diaaa!!!". Memohon seakan permohonan nya adalah pemohon yang paling harus di kabulkan.
"Apa itu akal sehat?".
"Sejenis otak orang normal."
"An***jing!".Memasang wajah julid .
Berganti berbicara serius ."Nat ."
"Hem??".Dehem Nathan yang fokus bermain dengan layar ponselnya untuk membalas beberapa pesan notifikasi Chat WhatsApp , aplikasi yang terdapat pada layar ponselnya.
"Gue mau minta tolong lu buat antar gue ke Gereja besok ,lu mau?".Tanya Jovan menatap lawan bicaranya.
Masih tanpa menatap lawan bicaranya .Nathan mengangkat tangan nya membentuk huruf O ,dengan di susul ."Beres."Katanya."....Btw jam berapa?".Lanjut sembaring menyimpan ponsel nya dan kembali fokus menatap lawan bicaranya.
"Jam 7 ,bisa?."
"Bisa aja kalau untuk suami tercinta ,selalu bisa."
"Mengada-ada, mengada-ada."
"WOYY AN**JING ,KEDUA ANAK KITA KUMPUL ,YAH!".Suara lantang Kevin menggelegar mengema di dalam ruang rawat inap ini.
"Be**go lu ,berisik an**jir ini rumah sakit .Turunin dikit volume lu ."Saut Jovan menatap tajam.
Berjalan melewati Kevin begitu saja ."Santai bentar lagi juga mati Volume nya ."Ujar Yudha pemuda berwajah datar ini .
Melihat Nathan yang sudah duduk di sana .Yudha yang sudah duduk di pinggir brankar tidur Jovan ."Lu kapan sampai?".
"Tadi sore ."
".......Kalian belum berubah be**go ,masih sama-sama tol***ol! Kek gue ."
"MATA***MU!!".Saut Kevin dan Jovan bersamaan .
"Santai-santai."Nathan mencoba meredakan hawa panas .
Keempat pemuda, saling bertukar celotehan terutama dengan yang sakit. Sampai kalian tidak akan bisa melihat siapa yang tengah sakit di sini .Karena terlalu riuh dan receh nya candaan mereka, hingga sang sakit ikut tertawa-tawa seakan benar-benar sudah pulih.
Di tengah-tengah obrolan keempat pemuda ini ,tiba-tiba pintu kamar rawat inap ini terbuka dari luar tanpa mereka sadari .Sesosok yang membuka pintu itu berucap sembaring berjalan masuk ."Aduh sudah ramai saja ,sampai tidak menyadari kedatangan Tante ."Ucap Nyonya Tian ,Mama Jovan .
Ketiga pemuda ini yang menyadari itu hanya terkekeh pelan ,sembaring menatap kehadiran sang mama Jovan .
"Loh ini Kevin masih pakek seragam ."Melihat Kevin ."
Tersenyum canggung ."Iya ,tente .Beru pulang langsung gas kesini ."
Melihat Mama Jovan yang akan mendekati brankar tidur putranya .Yudha dan Nathan pun beranjak dari duduknya untuk memberikan ruang untuk mama Jovan .
Nyonya Tian yang sudah dekat dengan brankar tidur putranya."Abang mau ganti baju sekarang atau nanti saja ,mama sudah bawakan baju ganti?".
Menatap manik hitam mama nya ."Nanti saja ma ,bahaya ada mereka."
Menyungging senyum manisnya ."Tadi dokter sudah kesini periksa Abang atau belum?".
"Sudah ,Ma .Kata dokter sudah lebih baik ,tiga atau empat hari lagi boleh pulang ."Balas Jovan .
"Wah bagus ,Jov .Cepat sembuh Jov tugas Matematika Joss ,Joss ."Saut Kevin .
"Lu bilang gitu sakit gue makin parah!!".Jovan memasang wajah masamnya .
"Mati lah .Matematika kayak gitu bentuknya ."Saut Nathan.
Menatap tajam ke arah Nathan ."Tidak perlu sok yes ,lu pinter Matematika!".Kata Kevin dan Jovan bersamaan.
Memotong perkataan keduanya dengan tersenyum manis, yang di susul berkata."Tante keluar dulu ,biar kalian lebih enak ngobrol nya ."
"Ya!!Mama mau kemana?".Jovan menatap manik hitam
"Ke kantin bentar ."
".......Lagian disini juga sudah ada Nathan ,Yudha ,dan Kevin .Mama tidak lama ,selesai dari sana langsung kembali ."Lanjut nya mengeluar pucuk rambut kepala putranya sebelum akhirnya beranjak keluar kamar rawat ini .Dengan berkata ."Titip Jovan, jangan main yang aneh-aneh ."
"Siap ,Tante ."Balas Nathan dan Kevin bersamaan .
+++++++++++
Pukul . 21.19 Malam .
Hari semakin larut malam .Namun keempat pemuda ini masih asik mengobrol bercanda riya di dalam kamar rawat inap ini .
Sampai akhir ketiga pemuda ini harus berpamitan untuk pulang karena hari sudah terlalu malam .Di tambah Yudha yang harus bekerja di bengkel nya ,dan Kevin yang belum pulang sejak awal pulang sekolah tadi .Sementara Nathan sudah sangat lelah ,karena dari awal datang ke Indonesia ia belum istirahat sedikit pun .
"Gue pulang dulu ,Jov .Besok pagi-pagi gue balik ke sini ."Pesan Nathan .
"Lu kapan balik ,Nat ?".Tanya Yudha menatap lawan bicaranya.
"Minggu sore gue pulang."Balas Nathan menatap balik lawan bicaranya.
"Cepat bener lu balik ."Saut Kevin .
"Gue harus sekolah an**jir ."Balas Nathan sewot .
"Oh ."
".......Jov gue pulang dulu ,besok sore-sore gue sama Yudha balik lagi ."Menatap lawan bicaranya.".....Nat besok gue titip jagain Jovan ."
"Beres ,makk ."
"Buset kalian, memperlakukan gue layaknya sakit berat saja ."Saut Jovan terletak kecil melihat tingkah ke tiga sahabat.
"Santuy bro ."Ujar Nathan .
"Gue pamit , Jov .Cepat sembuh lu ,gue capek kesini sama Kevin terus .Dia seperti raja lebah sepanjang perjalanan kesini ."Gibah Yudha di depan seorang yang tengah ia Gibahi .
"Woy ,Woy Woy ,be**go an**jir .Lu membicarakan gue ."Kevin yang merasa di bahas .
Menatap datar ."Sudah sadar ,ya bagus ."Balas dingin Yudha .
Menarik kerah jaket Yudha ."Udah Yud ,ayo antar gue pulang .Anjing lu!!".Paksa Kevin .
Sementara itu Nathan dan Jovan hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kedua sahabatnya ini ."An***jir gue capek lihat kalian berdua ,gue mau pulang saja ."Kata Nathan berpaling melihat Jovan kembali ."......Gue duluan ,Jov ."Beranjak keluar lebih dulu .
"Wokeh ."
"Gue duluan ,Jov ."Di sambung Yudha yang meninggal Kevin sendirian .
"Wokeh ."Balas Jovan dengan terkekeh pelan melihat tingkah ke empat sahabat yang berlahan menghilangkan dari hadapannya.
Di luar Nathan ,Yudha ,dan Kevin bertemu dengan nyonya Tian yang tengah terduduk di kursi panjang depan kamar rawat inap Jovan .
"Tante ,kami pulang dulu, besok kami kembali lagi."Pamit Kevin tersenyum ramah .
Beranjak dari tempat duduknya ."Hati-hati ya ,sudah malam jangan ngebut-ngebut kalau naik motor atau mobil ."Pesan Nyonya Tian.
Sama-sama tersenyum ramah ."Baik ,Tante .Permisi."Balas mereka bersamaan sebelum akhirnya beranjak berlalu pergi .
Selepas kepergian ke tiga pemuda ini .Nyonya Tian ikut beranjak pergi masuk ke dalam kamar rawat putranya .
+++++++
Pukul , 21.27 malam
Ketiga pemuda ini kini sudah ada di luar rumah sakit .Nathan yang sudah menghubungi Panji hanya tinggal menunggu saja .Sementara Yudha yang sudah mengambil motor nya kini tengah duduk di atas motor didepan kedua pemuda ini .
Yudha terdiam menunggu Kevin .Nathan yang sadar, jika Yudha harus bekerja .Berkata ."Lu duluan saja ,Yud ,Vin .Mas Panji bentar lagi sampai ko ."Walaupun tahu Yudha tidak memperlihatkan rasa ingin cepat-cepat sampai di tempat kerjanya .Nathan tetap saja merasa kurang enak dengan Yudha , yang seharusnya sudah waktunya kerja.
Menyadari kekhawatiran Nathan."Santai saja ,Nat .Gue sudah tidak kerja di sana."Balas Yudha .
Menatap lawan bicaranya."Lu sudah tidak kerja ."
"Yudha jadi juragan sekarang."Saut Kevin ikut mengambil percakapan.
Memasang wajah kaget ."An**jing ,apa itu benar Yud?".Tanya Nathan.
"Hem."Masih dengan wajah datarnya.
"Juragan apaan ,Yud?".Tanya Nathan yang masih di posisi yang sama .
Masih di raut wajah yang sama ."Cuma buka bengkel mobil motor ."
"Hem ,tapi itu lebih dari cukup Yud .Keren lu tinggal cari istri saja ,atau nikah saja sama Kevin."Mulai dengan ucapan ngelantur nya .
"Mata**mu ,Nat ."Kevin yang menatap tajam nan dingin .
Dan berbeda dengan Yudha yang hanya menatap tajam nan dingin ,seakan ingin menerkam mangsa nya .
Merasa tidak enak ."Corry uy ,gue kebablasan ."Ucap enteng Nathan .
"Gue sudah di jodohkan."Saut Yudha yang membuat kedua pemuda ini melotot sempurna ,seakan bola mata hitam keduanya akan meloncat keluar .
Masih di ekspresi yang sama ."CK, serius lu ?".Kevin bertanya seakan belum percaya.
"Hem."Dehem Yudha yang masih berwajah santai .
"Sama siapa ,n**jir?".Nathan yang masih syok dengan perkataan Yudha .
"Belum tahu .Tapi gue mohon jangan bilang ke siapapun ,gue sama dia masih ingin lanjut sekolah."Kata Yudha .
"Beres soal itu ,Yud ."Kata Nathan dan Kevin bersamaan.
"Lu sudah tahu siapa yang bakal nikah sama lu?".Tanya Kevin yang hanya di balas anggukan ringan dari Yudha .
"Kalian sangat kenal dengan dia ."Kata enteng Yudha .
"Siapa an**jir ,gue lupa sama cewek-cewek kelas kita dulu ."Ngegas Nathan .
"Tau lu, raja buaya saja lupa. Lalu apa kabar dengan gue!?".Saut Kevin.
"Nat ,sudah selesai?".Tanya Panji yang membuat ke tiga pemuda ini cepat menunjukkan wajah syok nya .
Masih dengan ekspresi canggung."Eh mas Panji ,sejak kapan?".
Tersenyum tipis."Baru saja .Kalian terlihat asik ngobrol jadi kepotong karena saya."
"Oh , tidak-tidak mas ."Balas Ketiganya bersamaan.
"Yasudah ,Yud ,Vin .Gue duluan ."Pamit Nathan beranjak pergi dari sana bersama dengan Panji .
"Duluan ,kalian hati-hati naik motor jangan ngebut."Kata Panji dengan berpesan sebelum akhirnya beranjak pergi dari sana bersama Nathan.
"Beres ,mas ."Balas Kevin mengacungkan jempol nya .
Selepas kepergian Nathan dan Panji .Kevin langsung beranjak naik ke atas motor Yudha .Yudha segera menyalahkan mesin motor nya untuk segera berlalu pergi dari halaman depan rumah sakit ini .
Di perjalanan ."Vin ."Seru Yudha yang fokus menyetir motor .
"Ho!?".
"Kira-kira mas Panji tadi dengar tidak ya?".Yudha yang masih teringat-ingat dengan kejadian tadi.
"Tidak kayaknya ,Yud .Yasudah santai saja ,Yud .Lagian mas Panji mulutnya tidak lentur ,kayak gue ."
"Hemm ,awas saja lu sampai bocorkan ini .Gue berhenti sekolah tidak masalah Vin, tapi tidak dengan dia .Gue harus menghargai perjuangannya yang sudah susah payah buat lanjut sekolah .Jadi gue pingin dia tetap lanjut sekolah."
"Emang dia siapa sih ,Yud ?".
"Nanti kalau udah lulus gue kasih tau."
"An***jing, masih kurang dua tahun lagi ."
Yudha yang masih fokus menyetir hanya mengedipkan bahunya membalas perkataan Kevin .
Percakapan itu berakhir ,keduanya fokus dengan perjalanan kearah pulang mereka.
+++++++++++
Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Panji yang tengah fokus menyetir mobil nya untuk mengantar Nathan pulang ."Nathan mau makan dulu ,biar saya traktir ?".Tanya Panji yang tetap fokus menyetir mobil .
"Tidak perlu ,mas ."Tolak Nathan.
"Tidak papa ,Nat .Mas Panji juga belum makan sejak tadi siang soalnya ."
"Oh Mas ,yasudah kalau gitu gass."
"Makan di pinggir jalan gimana ,nasi bebek ?".
"Mantap itu ,mas .Sudah lama saya tidak makan nasi bebek ."Nathan yang terlihat sangat bersemangat.
"Walah ,gasss ken kalau gitu ."Panji yang langsung tancap gas mencari tempat makan nasi bebek favorit nya .
(Ualah ,gass kan kalau gitu)
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh ,dan lama akhirnya sampailah keduanya di warung sederhana nasi bebek .
Selepas mobil sudah terparkir dengan benar di pinggir jalan .Panji dan Nathan segera beranjak keluar .Nathan langsung mencari tempat duduk untuknya dan mas Panji .Sementara Panji tengah memesankan dua porsi nasi bebek untuk nya dan Nathan .
Sesudah dengan pesanannya Panji langsung berjalan menghampiri Nathan yang sudah terduduk tenang .
Ia yang sudah duduk di samping Nathan ."Kakak kamu gimana keadaan nya?".
"Alhamdulillah sudah lebih baik ,mas ."Balas Nathan.
"Syukur ."
"Mas Panji masih kerja di perusahaan, kakak?".
Mematikan layar ponselnya yang sempat ia nyalakan."Sudah tidak ,tapi mas masih kadang-kadang ke sana untuk memeriksa .Soal nya mas juga sudah ada restoran yang harus di urus. "
"Hemm."
Tidak perlu menunggu terlalu lama ,setelah percakapan berakhir pesanan nasi bebek mereka sampai di meja mereka .
Dan bersamaan dengan itu keheningan terjadi di antara mereka berdua ,karena keduanya sibuk dengan makanan mereka masing-masing .Makanan nasi bebek yang bebeknya empuk dan sambal yang pedasnya mantap kesukaan keduanya .Tentu akan membuat keduanya membisu .
++++++++++
Pukul . 00.30 Malam
Tengah malam akan berakhir,namun pemuda ini masih setia terjaga .Pemuda ini tatap langit-langit kamar membosankan ini ,tatapan teramat seduh terlihat kesedihan mendalam di sana .Akan tetapi wajahnya tetap tersenyum tipis.
"Yang tenang dik ,di sana .Kamu sudah bebas sekarang ,kamu sudah bisa main basket sepuasnya ,main bola sepuasnya .Tanpa harus mengeluh kesakitan ."
".......Abang berharap kamu bahagia di sana ,bang Jovan sayang Richard .Makasih sudah menjadi adik terbaik untuk Abang selama ini ." Batin Jovan menitipkan air matanya dalam diam .
"Abang kenapa belum tidur?".Tanya Nyonya Tian yang sudah ada di dekat brankar tidur putranya .Ia memang sudah tidur tadi ,akan tetapi ia terbangun untuk melihat keadaan sang putra .
Melihat putranya yang tengah menangis .Namun Jovan menyembunyikan itu dengan senyum hangatnya ."Hem ,Abang baru saja nangis."Nyonya Tian mengambil tisu dan menghapus sedikit bui bening di sana .
Meras reaksinya mama nya ."Eh mah ,saya tidak menangis subell!!". Memperlihatkan dua jarinya membentuk huruf V .
"Ini basa karena apa? Karena liur kamu ."Nyonya Tian menatap serius ke arah putranya."Heheh iya mungkin ,Ma."Balas Jovan meringis memperlihatkan gigi gingsul nya .
Masih menatap serius putranya."Abang jangan terlalu banyak berpikir .Mama dan Papa tidak ingin sampai Abang sakit karena itu. Sekarang hanya Abang yang Mama dan Papa punya ."Nyonya Tian yang terlihat seduh .
"Em mama ,jangan sedih gitu .Jovan akan jaga kesehatan lebih baik lagi. Jovan janji tidak akan merokok lagi ."Jovan berusaha tidak membuat mama nya bersedih .Akan tetapi ia justru mendapatkan tatap tajam dari sang mama ."Abang merokok!".Suara tegas Nyonya Tian.
"Mati kamu ,kepeleset." Batin Jovan dengan memperlihatkan senyum canggung nya .
Masih menatap tajam lekat manik hitam sang putra ."Sejak kapan kamu merokok-rokok?Mama dan papa sering memberikan Abang uang jajan lebih bukan untuk membeli benda itu ,Abang Jovan .Merokok itu bahaya untuk kesehatan kamu ,kamu sudah tidak sayang sama mama dan papa .Kamu sendiri tahu kan ,kamu terkadang kesulitan bernapas jika kecapekan .Lalu kenapa masih merokok ,Bang Jovan? Itu sangat berbahaya untuk kesehatan paru-paru kamu ."Tuturkan panjang lebar Nyonya Tian yang tidak membiarkan putranya membalas perkataan nya terlebih dahulu.
Tertunduk seduh ."Maaf ,ma."
"Hem...Besok mama akan temui dokter pribadi organ dalam kamu .Kita lakukan pemeriksaan ."Kata Nyonya Tian langsung kembali berkata membuat Jovan langsung membisu ."Mama tidak terima bantahan!Mama dan papa sibuk dengan pekerjaan bukan berarti kami membiarkan kamu tidak terawat, ataupun sampai membiarkan kamu sakit-sakitan. Kamu satu-satunya harta berharga yang kami punya ,bang. Abang jaga kesehatan Abang sendiri dengan baik-baik."
Tertekuk lesung."Iyah ,Ma .Tapi besok saya boleh pergi bentar kan Mah?".
"Kemana? Keadaan kamu kan belum membaik .Masih belum baik untuk kamu jalan-jalan keluar RS".
"Cuma ke gereja jam 7 saja ,ma .Saya minta antar Nathan ."Balas nya tanpa menatap sang mama .
"Tapi Nathan kan Muslim ,dia mau antar kamu?".
"Mau ,Ma ."
".......Nathan apapun agama temannya tidak pernah mempermasalahkan ,Ma."
"Dia memang mirip dengan bunda nya ,baik .Namun sedikit keras sama seperti kakeknya ."Batin Nyonya Tian tersenyum tipis ,jika teringat kenangan kumpul-kumpul bersama-sama bunda Nathan di masa lalu .
Kembali terfokus melihat putranya,dan memperbaiki selimutnya ."Yasudah tidur ,selamat malam .Mimpi indah bang ,jangan bergadang besok katanya mau ke gereja .Biar kuat tenaganya buat ke sana ."Kata Nyonya Tian.
Memperlihatkan senyum ramahnya ."Baik ,Ma .Malam Too ."
Melihat putranya yang sudah memejamkan matanya .Tian pun beralih kembali ke sova panjang yang tersedia di dalam kamar rawat ini .Untuk merebahkan dirinya kembali dan melanjutkan berlayar ke dalam alam mimpi .