My Salvador

My Salvador
Eps.228



Waktu makan malam telah tiba. Namun Nathan dan Ezawa belum kunjung pulang ke rumah. Sementara Riska sudah menyiapkan banyak sekali makanan.


"Kak Riska."Seru Noemi memanggil Riska yang tengah sibuk memainkan layar ponselnya.


Fokus pada Noemi,"Ayo makan duluan suami saya dan Nathan akan pulang terlambat."Kata Riska mempersilakan Noemi untuk makan lebih dulu.


Riska mengambil nasi untuk Noemi. Kedua akhirnya menikmati menu makan malam hanya berdua.


Next.....


Dalam perjalanan pulang dengan Ezawa yang mengemudikan mobil pribadi Nathan,"Jovan dan Kenji ikut saja ke rumah. Makan malam bersama."Kata Ezawa yang fokus mengemudikan mobil.


"Saya tidak bisa istri saya menunggu kepulangan saya."Kata Kenji.


"Iya lu."Jovan mendorong kasar tubuh Kenji.


Yang di balas dengan Kenji tidak kalah kuat mendorong nya sampai tubuh bibir Jovan mencium kaca jendela mobil.


Mobil ini pergi ke apartemen rumah Kenji lebih dulu untuk mengantarkan Kenji.


Next...


Jam 10 malam Kedua tuan rumah dan satu tamunya baru sampai di kediaman rumah nya. Ketiganya berjalan berlahan masuk ke dalam rumah. Namun sayangnya, Riska tiba-tiba keluar dari dapur dengan beberapa camilan dalam pelukan nya.


Riska yang melihat kedatangan suami dan adiknya,"Makan malam kalian panaskan sendiri."Kata Riska berlalu pergi ke arah ruang keluarga.


Menghembuskan nafas lega,"Yokatta."Ucap bersamaan Ezawa dan Nathan.


Sementara Jovan sudah nyelonong hilang pergi ke ruang makan.


++++++


+++++++++++


Hari Minggu telah tiba. Yang seharusnya rebahan seharian full. Justru di suruh untuk memperbaiki pintu kamar mandi di kamar Noemi yang selip.


Awalnya Nathan ingin menyuruh tukang kebun untuk memperbaiki. Namun kakak perempuannya terus memaksa, karena Nathan bisa dan kenapa menyuruh orang lain.


Bersamaan dengan itu Noemi yang baru masuk tidak melihat gulungan tali yang Nathan taruh sembarangan. Membuat kaki Noemi terlilit yang akhirnya kehilangan keseimbangan. Brugkk....


Nathan yang berniat membantu justru ikut jatuh bersama Noemi. Noemi jatuh di atas Nathan, sementara Nathan langsung membentur lantai. Yang membuat nya langsung terdiam terpaku dengan pandangan menatap lurus langit kamar mandi. Merasakan betapa mumetnya bagian kepala belakang yang membentur ubin keramik kamar mandi.


Masih di posisi yang sama. Noemi yang tidak berdiri justru hanya menepuk-nepuk pipi Nathan,"Tuan, Tuan, maafkan saya, Tuan, Tuan baik-baik saja kan?".Noemi yang sangat khawatir dengan keadaan Nathan.


Mengangkat tangannya mengisyaratkan Oky,"Kau bisa minggir."Ucap Nathan pelan.


Baru sadar kalau dirinya masih menindih Nathan. Noemi langsung beranjak ke sisi lain.


Nathan langsung bangun mendudukkan dirinya sembaring memegangi kepala bagian belakang nya. Ia meringis sekilas menahan nyeri.


"Maafkan saya Tuan."Menundukkan pandangan.


"Itu bukan salah mu, itu salah saya yang ceroboh menaruh sembarangan."Kata Nathan hendak melanjutkan pekerjaannya lagi.


Next....


"Terima kasih Tuan."


Menghela nafas panjang,"Bisakah kau tidak manggil ku dengan sebutan Tuan. Saya sangat lelah mendengar Panggil itu."


"Panggil saya Nathan."


"Tap.....".


"Kau sudah baca kamus bahasa Indonesia yang saya berikan?".Tanya Nathan yang memang pernah memberikan Noemi kamus itu.


Noemi membalas dengan anggukan ringan.


"Di situ ada banyak sekali nama panggil. Kau bisa pilih salah satu kecuali Tuan, Aden, Bos."Nathan sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar Noemi dengan membawa berkaskas tadi.


Next......


Kembali rebahan di kamarnya seperti orang tidak berguna. Itu yang tengah Nathan lakukan sekarang. Walaupun sebenarnya isi pikirannya tidak setenang dan sesantai yang ia lakukan sekarang. Karena tugas kantor masih sangat menumpuk. Di tambah lagi dengan masalah kemarin, yang syukurnya dapat secepatnya ia selesai dengan Ezawa, Jovan, dan Kenji.