
Osaka
Pukul. 10.33 Siang
Rabu
Di hari yang sama. Di jam istirahat makan siang sekolah. Nathan beranjak keluar kelas bersama Kenji. Keduanya hendak tidur cantik di atap sekolah seperti biasa. Tapi karena atap sekolah sudah di penuhi dengan gundukan putih salju .Akhirnya Kenji memutus untuk pergi dari sana. Dan kali ini bukan Nathan yang memimpin jalan, melainkan Kenji yang memimpin jalan .
Sampai beberapa menit berjalan keduanya sampai di depan ruang UKS sekolah. Di sini Nathan sedikit bingung, karena tidak tahu tujuannya mau apa ke ruang UKS sekolah. Apakah untuk tidur, dan bersembunyi dari riuh ricuh luaran sana. Tapi bukankah tidak di perbolehkan tidur di dalam UKS ,kecuali untuk yang tengah sakit saja diperbolehkan.
Tidak ingin terlalu di berpikir ribet. Nathan beranjak masuk begitu saja menyusul Kenji yang sudah masuk ke dalam lebih dulu.
Yang ternyata di dalam sudah ada Benji dan Ryo yang tengah terbaring di atas brankar pesakitan UKS. Menyadari kehadiran Nathan dan Kenji, Ryo membuka kedua kelopak matanya."Kenapa kalian ke sini?Gue baik-baik saja, gue cuma demam biasa." Tegas Ryo yang masih di posisi yang sama.
Ketiga pemuda ini hanya terdiam bergeming, tidak ada kalimat merespon di sana. Melihat itu membuat Ryo membuang nafasnya dengan kasar ,ia berusaha untuk bangun dari tidurnya.
Melihat itu, Benji segera beranjak dari tempat duduknya untuk membantu Ryo bangun.
Kini Ryo yang sudah duduk dengan baik di atas brankar."Kalian tidak masuk kelas?".Kembali membuka pertanyaan.
"Masih lama masuk kelasnya, jadi biarkan kami di sini ."Saut Nathan yang baru saja membuka suara untuk merespon pertanyaan Ryo .
"Hemm."Ryo yang kini mencoba untuk turun dari brankar .
Benji yang melihat itu."Mau kemana, Ryo?".Guritan rasa khawatir masih terukir jelas di raut wajah Benji. Bagiamana Benji tidak khawatir dengan keadaan Ryo. Sebelum kesini tadi, Ryo sempat pingsan entah karena apa. Karena tiba-tiba saat jam pelajaran masih berlangsung. Ryo tiba-tiba saja terjatuh tidak sadarkan diri dari tempat duduknya. Membuat Benji yang duduk di bangku belakang Ryo, langsung melesat cepat membantu Ryo yang sudah pingsan.
Gurunya pengajar saat itu langsung menyuruh salah satu orang untuk membawa Ryo ke UKS sekolah.
Di saat itu juga Benji langsung menggendong Ryo dan membawa Ryo ke ruang UKS sekolah untuk segera mendapatkan perawatan.
Kembali ke sekarang.
Ryo yang sudah berdiri bersandar di pinggir brankar."Kelas, gue tidak suka sini."
"Tapi keadaan.......". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Benji."....Gue baik-baik saja, lu tidak perlu terlalu khawatir kayak gitu. Alay, Baka!".Ryo yang memperlihatkan senyum nya .
Kenji yang ingin berucap, namun dengan cepat Ryo menyela."Kalian alay sekali, gue beneran baik-baik saja. Gue cuma sakit biasa."Tegas Ryo .
Selesai mengenakan sepatu khusus sekolah .Dengan di tutun oleh Benji, Ryo beranjak pergi meninggalkan ruang UKS ini .
Di luar ruangan ."Kalian ke kelas saja, gue sama Benji juga langsung ke kelas ."Kata Ryo .
Mendengar itu Nathan dan Kenji hanya mengangguk kepalanya. Fokus keduanya masih memperhatikan punggung kedua pemuda di depannya yang berjalan semakin menjauh dari tempatnya berdiri .
Bahkan Nathan yang masih di posisi yang sama, dan perhatian yang sama ."Ken, seriusan Ryo baik-baik saja?".Nathan menjadi ikut curiga dengan keadaan kesehatan sebenarnya Ryo .
Di posisi yang sama seperti Nathan."Seperti tidak .Ryo terlihat tidak dalam keadaan baik-baik saja."
"Apakah dia sakit parah?".
"Tidak, tidak mungkin Ryo punya penyakit parah .Selama ini dia orang yang paling berenergi di antara kita ."Elak Kenji tidak mempercayai, jika Ryo sampai memiliki penyakit ganas dalam tubuhnya.
"Hemm."Dehem Nathan.
"....Ke kelas, Ken. Ngapain disini."Ajak Nathan .
"Ehmm."Balas Kenji berputar badan untuk kembali berjalan naik ke lantai atas kelasnya berada .
Saat ini Nathan dan Kenji tengah berada di lorong lantai kelas Bahasa. Yang berarti keduanya harus naik ke lantai atas di mana lorong kelas MIPA berada .
++++++++
Keduanya berjalan beriringan menaiki tangga sekolah ini. Tangga yang lumayan lebar, yang cukup muat di lalui tiga sampai empat baris orang sekaligus.
Kenji yang tengah berjalan beriringan dengan Nathan."Nat nanti....". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Kenji."....Nanti gue nginep di rumah lu lagi."Nathan yang memang sudah mengetahui maksud Kenji. Dikala saat ia begini baju tadi pagi, ia tanpa sengaja mendengar percakapan antara Kenji dan Yoshi. Jadi tidak heran, jika Nathan mengetahui maksud dari perkataan yang belum terselesaikan Kenji.
Tetap berjalan."Bukan, O'on!".
Berpaling cepat melihat Kenji ."Weeww!!".
"Nanti Hiro mau mengadakan pertemuan setelah pulang sekolah. Hiro mau kita jemput Bang Hanam dan bang Takumi ,mengajak mereka untuk ikut bersama kita ."
"Oh."
"Lu hubungi bang Hanam biar nanti tidak ribet ,Baka!".
"Hemm."Nathan yang langsung mengambil ponsel di saku celana panjangnya.
^^^Nathan.^^^
^^^*Bang nanti ikut saya bentar, ajak bang Takumi sekalian. Bang Hanam tidak sibukkan hari ini?".^^^
Isi Notifikasi Chat yang Nathan kirim untuk bang Hanam di seberang sana .
Setibanya di kelas .Nathan dan Kenji langsung duduk di bangku kelas sendiri-sendiri. Namun tidak seperti biasanya, yang biasa duduk langsung molor .Kali ini keduanya memilih untuk terdiam bermain ponsel .Sembaring menunggu guru pengajar berikut datang .
+++++
Pukul. 10.46 siang
Hanam yang baru saja keluar dari lap komputer segera menyalahkan ponselnya yang tadi sempat bergetar. Namun belum sempat ia buka dan lihat .Berhasil menyalahkan layar ponselnya, ia melihat mendapat notifikasi Chat dari siapa.
Nathan.
*Bang nanti ikut saya bentar, ajak bang Takumi sekalian. Bang Hanam tidak sibukkan hari ini?".
^^^Hanam.^^^
^^^*Ada acara apa?".^^^
Nathan.
*Entah! Hiroyuki yang mau ketemu Abang."
^^^Hanam.^^^
^^^*Kenapa tidak langsung, sepulang sekolah."^^^
Nathan.
*Hiroyuki tidak masuk, bang."
Takumi yang baru saja selesai dengan urusan bersama guru pengajar hari ini."Ayo balik ."Ajaknya kepada Hanam yang fokus berbalas chat .
Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Bentar."
^^^Hanam.^^^
^^^*Jam berapa?".^^^
Nathan di seberang sana langsung bertanya kepada Kenji ."Ken, nanti jam berapa?".
Tanpa hilang fokus dari game di ponselnya."Sepulang sekolah langsung berangkat."
Nathan.
*Sepulang sekolah langsung gas, bang."
^^^Hanam.^^^
^^^*Abang tunggu di parkiran sepeda kelas mu."^^^
Nathan.
*Beres, bos."
Obrolan chat berakhir.
Hanam segera memasukkan benda pipih kecil ini kembali ke dalam saku celananya ."Ayo."Ajaknya kepada Takumi .
++++++++
Pukul. 14.34 siang
Sesuai dengan janji .Nathan, Kenji, Benji, dan Ryo datang ke parkiran sekolah kelas 10-11.
Sebelum ini Ryo sebenarnya tidak di perbolehkan ikut oleh Benji. Benji ingin Ryo langsung pulang dan beristirahat saja. Akan tetapi keras kepala Benji tepat kalah dengan Ryo lebih keras kepala darinya.
Ryo tetap memaksa untuk ikut, dan Ryo tetap saja bilang jika dirinya baik-baik saja. Yang nyatanya tidak terlihat baik-baik saja sama sekali. Itu dapat dilihat dengan sangat jelas oleh siapapun, dari penampilan wajah Ryo yang terlihat pucat. Tapi keras kepalanya, yasudah Ryo tetap akan ikut .
Sesampainya di parkiran sekolah kelas 10-11.Keempat pemuda ini sudah mendapati Hanam dan temannya Takumi sudah berdiri di dekat tempat masuk parkiran menunggu kedatangan keempat pemuda ini .
Tanpa basa-basi ,Hanam, Takumi ,dan keempat pemuda ini langsung berangkat ke tempat tujuan atau kurang lebih tempat janjian .
Beberapa menit di dalam perjalanan Ryo beberapa mengalami batuk-batuk yang sulit berhenti dan terlihat sangat sakit ,juga terlihat sangat menggangu pola pernafasan.
Benji yang berjalan beriringan dengan Ryo tidak henti-hentinya di buat bersikap khawatir sekali dengan keadaan Ryo. Tapi tetap saja Ryo dengan senyum manis dan entengnya, berkata."Gue baik-baik saja, alay lu!".
Sampai sekian kalinya ia merasakan hal yang sama ,dan kalimat yang sama tetap ia ucapkan .Akhirnya Hanam dan Takumi sebagai yang tertua di antara mereka bertindak. Hanam lah yang bertindak dengan memberikan syal panjang warna merah miliknya kepada Ryo .
Hanam melilit syal panjang itu di leher Ryo."Belikan minum hangat di toko sana, Nat."Suruh Hanam kepada Nathan yang langsung melesat berangkat.
Selepas kepergian Nathan. Hanam masih terfokus memakai syal miliknya di leher Ryo."Kalau punya asma seharusnya jangan memaksakan diri untuk keluar."Kata Hanam membuat Kenji dan Benji terpaku tidak percaya.
"Ryo!Lu punya penyakit asma?".Benji yang langsung membuka pertanyaan.
Yang di tanya hanya membalas dengan senyum meringis nya.
Dengan entengnya Ryo, berkata."Ini hanya asma ,santai saja."
"Memang hanya asma, tapi kalau sudah kambuh rasanya sangat sesak. Bahkan bisa membuat kamu sangat sulit bernafas."Saut Takumi menampilkan ekspresi wajah datar. Membuat Ryo tertunduk, tersenyum masam."......Sampai rumah banyak-banyak lah minum air hangat, itu sangat bangus untuk melancarkan pernafasan."Takumi memberi saran dengan ekspresi wajah yang tetap datar .
"Adik bungsu Takumi memiliki penyakit asma, jadi dia sangat faham betul cara mudah merendah kesulitan bernafas saat penyakit asma kambuh."Saut Hanam menjelaskan sedikit tentang lantar belakang keluarga Takumi yang memiliki dua adik perempuan dan laki-laki.
Bersamaan dengan itu. Akhirnya Nathan kembali menghampiri dengan membawa beberapa gelas kopi hangat dan satu minuman hangat khusus untuk Ryo .
Memberikan minuman khusus untuk Ryo."Yang ini untuk kamu."Memberikan yang ada di dalam kantung bawaan."..Ini untuk kalian."
"Kamu tidak beli?".Tanya Hanam .
"Sudah habis di sana."Nathan yang di susul senyum sumringah nya .
"Dasar."Hanam sembaring meminum sedikit kopi hangat pemberian Nathan .
Yang lain membawa minuman hangatnya masing-masing, kecuali Nathan. Ryo juga lebih membaik setelah mendapatkan tambahan syal penghargaan tubuh pemberian Hanam, di tambah dengan minuman hangat pemberian Nathan.
Sesampainya di tempat pertemuan. Ketujuh pemuda ini langsung di sambut oleh beberapa anggota geng Hiryojin .
"Itukan ."
"..Hanan anak anggota Monsutafaia."
"Kenapa dia sini?".
"Dia akan buat rusuh."
"Mungkin dia mengkhianati gengnya ."
Suara gunjingan beberapa orang di sana, saat melihat kedatangan Hanam dan Takumi bersama ke empat pemuda ini .
"KALIAN ANGGOTA BRANDAL, BUKAN ANGGOTA WANITA BERGOSIP."Tegur tegas Hiroyuki .
Hanam yang sudah berkumpul bersama mereka."Kalian tidak perlu risau, dari awal gue tidak pernah ikut anggota geng apapun."Kata Hanam membuat semua orang membelak .
"Ada apa memanggil kami?". Takumi bertanya kepada Hiroyuki.
"Langsung pada intinya."
"Nanti!?".Kaget Nathan ."Mati gue, mati gue ,sampai kak Riska tahu mati gue ."Suara hati Nathan yang meronta-ronta, frustasi .
Tidak terima dengan penjelasan ini ."Kenapa bisa begini!?".Berpaling kepada Nathan yang sudah kebingungan sendiri."Kamu berulah apa kepada mereka, Nathan?".Tanya tegas Hanam.
"Saya tidak tahu apa-apa, Bang. Bang gimana ini ,gimana kalau kakak saya tahu, bang. Bang Hanam ,gimana?".Merengek meminta tolong kepada Hanam, adalah jalan satu-satunya Nathan saat ini.
Nathan bukannya takut dengan geng Monsutafaia ,ia justru takut dengan kak Riska yang bisa sewaktu mengetahui ulahnya lagi. Pasti sudah tidak bisa di tebak lagi ia akan menjadi apa .
Hanam terdiam sesaat untuk memikirkan jalan keluar."Ada mata-mata kakak kamu disini?".
Kenji dengan senyum lebarnya."Otou-san".
"Jangan pernah memberitahu anata no Otou-san tentang ini, sebisa mungkin jangan sampai tahu .Nathan kamu harus ikut gabung dengan mereka, sampai masalah kamu terselesaikan. Jika kamu lari bersembunyi sekalipun, Monsutafaia akan tetap mengejar-ngejar kamu."
"Merepotkan."Dengus kesal Nathan .
Memukul ubun-ubun Nathan. Plakk ......".MAKANNYA KALAU CARI TEMAN LIHAT-LIHAT DULU, BE**GO!".Bentak Hanam dalam bahasa Indonesia.
"Anjing bang***sat."Dengusnya.
"TUTUP MULUT KOTOR MU."Gertak Hanam menatap tajam .
Sementara yang menyimak, hanya bisa menyimak tanpa mengerti dengan bahasa percakapan kedua makhluk bumi ini .
Kembali serius ."Ada informasi apa lagi?".Tanya Hanam kepada Hiroyuki.
"Karena Nathan menjadi tujuan utama mereka ,makah Nathan benar-benar dalam masalah besar."
Bersikap santai ."Aahh santai saja, mereka hanya ngebadut".Nathan yang bersikap acuh.
"Jangan samakan ancaman ini dengan ancaman brandal-brandal yang biasanya kamu hadapi .Brandal di sini keras-keras, Nat. Lengah sedikit saja, melayang nyawamu ."Hanam yang menatap sangat serius manik hitam lekat Nathan .
Namun Nathan tetap saja bersikap tenang."Semua sama saja, bang. Tidak ada yang beda, mereka keras dalam bertindak. Dan saya lembut meremukkan."
Membuang nafasnya dengan kasar."Aahhh.....susah sekali ngatur anak orang."Gumam Hanam dalam bahasa Indonesia.
Hanya Nathan yang mengerti arti gumaman kalimat yang Hanam katakan. Mengerti itu Nathan langsung tertawa terbahak-bahak.
"Eehh!! Bang."Menatap takut dengan keadaan Nathan.".... Cebong cerewet, baik-baik saja?".Kenji bertanya kepada Hanam.
"Apa yang lu bilang tadi?COBA ULANGI."Minta Hanam yang berekspresi menahan tawa.
"Cebong cerewet."
"Hhhhhhhh......".Kini giliran suara tawa Hanam yang terdengar sangat bergema .
"DASAR LU, KECIPIR KERING!!".Teriak Nathan yang langsung melayangkan bogem mentah kepada wajah Kenji .
Berhasil menghindar."Tidak kenan ,weeekkk....".Ledek Kenji menjulurkan lidahnya.
"KECIPIR KERING KAU!!!".Teriak Nathan bersiap menyerang kembali . Menyadari itu Kenji segera berlari menghindar .
Tingkah kekanak-kanak kedua pemuda ini menjadi hibur gratis untuk anggota Hiryojin. Jadi pertemuan yang harus menegangkan, justru berubah menjadi gelak tawa. Hanya karena dua makhluk bumi yang tidak memiliki akhlak.
Hiroyuki yang sudah lelah melihat tingkah kedua makhluk bumi ini."Ara, ara, ara, ara, kapan mereka berdua berubah?".Sampai entah kepada siapa Hiroyuki bertanya .
Menarik kerah pakaian kedua pemuda ini."Sudah berhenti." Minta Hanam menatap datar kedua pemuda ini .
Syukur ada Hanam yang dapat melerai kedua makhluk bumi ini.
Keduanya kembali berkumpul dengan yang lain,dan kembali membahas beberapa rencana kecil.
+++++
Pukul. 18.20 malam .
Hari sudah mulai gelap. Malam hari telah datang, begitu juga dengan suhu dingin yang semakin meningkat. Dan ke empat pemuda ini belum sampai di kediaman rumahnya masing-masing.
Keempat pemuda ini masih dalam perjalanan pulang ke rumah menerabas suhu dingin. Di tambah dengan turunnya salju di malam hari ini .Membuat suhu dingin malam ini benar-benar sangat dingin. Hampir semua jalanan sudah tertutup dengan gundukan putih salju.
Bahkan nafas yang keluar dari mulut keempat pemuda, sudah berupa menjadi asap putih. Tidak perlu susah-susah merokok, karena tanpa melakukan itu mulut keempat mulut pemuda ini sudah mengeluarkan asap .
"Aahh.... mulutku berasap."Nathan yang menghembuskan nafas nya .
"Kedinginan itu, cepat jalannya. Sampai rumah buatlah minuman hangat."Kata Hanam .
"Kalau di Indonesia, hanya saat hujan deras saja suhunya dingin. Itupun tidak sampai sedingin ini."Nathan mengingat negara kelahirannya.
"Rindu kampung halaman."Saut Hanam .
Meringis."Hehe.....iya, bang."
"Kenapa tidak ke sana saja, ada pesawat pribadi juga. Terbang kemana-mana tidak perlu ribet kan."Kata Hanam membuat Kenji dan Benji serentak menatap lekat Nathan .
Merasa mendapat tatapan bertanya-tanya."Nani!?".
"Lu anak orang super kayak raya."Tebak Benji yang sangat kepo tidak seperti sifat asli dari dirinya.
Membelah jalanan di antara kedua pemuda yang menghalangi jalannya."Gue anak manusia .Minggir-minggir ."
"Serius, Nat!?".Kenji yang kembali menghalangi jalan Nathan.
Mencengkram ubun-ubun kepala Nathan."Nathan memang anak manusia."Kata Hanam menarik Nathan untuk ikut berjalan beriringan dengannya kembali.
Bersikap kekanak-kanakan karena jiwanya ketukar dengan Nathan. Benji mengikuti Kenji yang berkata."Serius, tanya serius."
"Diam!".Hanam berucap dengan nada suara dingin, membuat kedua terdiam membisu."...Kamu harus segera kembali, Benji. Saya akan antar kamu."Kata Hanam .
Benji menyadari maksud perkataan Hanam ,mendengus kesal.
Di perempat jalan keempat pemuda ini menghentikan langkahnya."Hem, Kenji menginap di rumah kamu?".
"Iya."
"Oh! Titip Nathan, Ken. Kamu pasti tahu kalau Nathan lebih muda dari kalian berdua kan."Hanam menatap berganti Benji dan Kenji .
"Weew...Kenapa banyak sekali yang belum saya tahu tentang kamu."Benji menatap serius Nathan yang berlagak tak mengerti apa-apa.
Mengelus bahu Benji."Sabar, Benji. Nathan emang lebih muda dari kita, tuh anak seharusnya kelas 9 SMP ."Tutur Kenji .
Memang ekspresi wajah sangat kaget."Hah! NANTI??".Benji meninggalkan nada suara.
Sementara di tengah ketegangan ini. Hanam dengan santainya menarik kerah pakaian Benji untuknya ajak pulang.
Nathan yang masih melihat ekspresi wajah seram Benji."Hem, Ken."Serunya .
"Hem."
"Gue besok baik-baik saja kan? Bang Benji kelihatan ingin sekali menelanku hidup-hidup."
"Yasudah jangan banyak bicara, cepat jalan .Semakin dingin, gue sudah tidak kuat."Ajak Kenji berjalan lebih dulu .
+++++++++
Pukul. 21.36 Malam .
Malam semakin larut. Tapi Nathan dan Kenji masih bergulat dengan tugas sekolah. Keduanya belajar bersama di kamar tidur Nathan.
Awalnya Kenji ingin langsung belajar di kamar sebelah, supaya saat selesai belajar nanti dirinya bisa langsung tidur lelap. Tapi karena ada tugas Matematika, Nathan terus saja memaksa dirinya untuk belajar bersama dengannya, di dalam kamarnya .
Itu karena PR Matematika, yang sudah jelas jika Nathan sangat benci sekali dengan materi ini.
Seperti sekarang saja, walaupun sudah belajar bersama Kenji. Nathan masih tidak henti-hentinya mengeluh pusing, lelah, ngantuk, dlll. Begitu banyaknya alasan agar ia tidak perlu mengerjakan tugas ini, dan ia bisa cepat istirahat. Dan untuk tugas sekolah nya, mungkin Nathan akan menyalin jawaban Kenji, jika di perbolehkan.
Mengacak-acak rambut kepala yang memang sudah berantakan."Sulit!!! Matematika lebih rumit dari rumus hidup gue."
Kenji yang sibuk menyelesaikan tugasnya."Lebay."Ujarnya.
"Dahlah, gue menyalin jawaban lu."Nathan langsung mengatur posisi bermain game di ponsel nya.
"Hem."Dehem Kenji yang tetap serius mengerjakan soal Matematika ini.
Beberapa menit berlalu. Nathan tiba-tiba melempar buku tugas Matematika miliki kepada Kenji."Salin jawaban gue."
Kenji sudah terfokus kepada Nathan."Ko bisa!".
Iya, sebenarnya tadi Nathan tidak sekedar bermain game di ponsel. Melainkan ia juga tengah berkonsultasi dengan Kevin si kawan jenius di seberang sana.
"Teman ku baru saja kerjakan 10 soal ini, dan dia sudah selesai."Nathan berucap santai."....Salin saja tidak perlu takut salah. Dari pada lu mikir sampai pagi, tapi tidak ada hasilnya."Lanjut sembaring beranjak dari tempat duduknya.
"Eh! Iya juga."Kenji tengah melihat tulisan rumit di buku tugas Matematika Nathan .
Sementara Kenji menyalin jawaban Nathan. Sang pemilik buku justru sudah menjadi bangkai di tempat yang tidurnya meninggalkan Kenji terjaga seorang diri .
+++++
Pukul. 22.03 Malam .
Merasakan pergerakan di samping tempat tidurnya. Nathan sayup-sayup membuka kelopak matanya. Yang awalnya setengah sadar, setelah melihat samping Nathan langsung tersadar."Weew, weww, weeeewwwww......".
Yang di bentak bersikap acuh, dengan tetap melanjutkan tidur cantiknya .
"Ken kamar sebelah sudah kosong, lu pindah ke kamar sebelah SEKARANG!Sempit o'on, kalau lu tidur disini."Nathan yang kini sudah terduduk.
Di posisi tidur tengkurap membelakangi Nathan."Terlanjur melekat."
"Hem."Nathan menghempaskan tubuhnya untuk kembali tidur. Karen dari pada debat, akhirnya Nathan memutuskan untuk kembali tidur dan memberikan Kenji tetap tidur bersamanya.
Belum beberapa menit memejamkan mata."Nat, lu tidur?".Kenji yang kini sudah di posisi tidur terlentang.
Di posisi tidur miring membelakangi Kenji."Mati."Saut Nathan .
Mendengar itu yang berarti Nathan belum tidur dengan benar."Nat, lu dulu pernah jadi anak brandal."Tebak Kenji. Merasa tidak ada jawaban."...Nat, Nat."
Berpaling cepat."Pindah, Ken. Pindah ke kamar sebelah, Ken. CEPAT!".Tegas Nathan yang sangat terusik .
"Gomen, Nat. Gue cuma bertanya, setelah lu jawab gue janji langsung pergi."
Menatap datar Kenji."Kalau gitu pergi sekarang."
"Lu belum jawab pertanyaan gue tadi."
Menghembuskan nafas kasar."Merepotkan!".
Nathan menatap langit-langit kamarnya yang membosankan.".....Memang benar, gue dulu anak brandal. Gue anak jalanan dulu."
"Hem."
"Sudah gue jawab. Lu! cepat! out!".
"Oh! Bentar."
"......Lu anak miliader kayak raya?".
"Gue anak manusia."
".....Sudah, Ken. CEPAT PERGI, GUE MAU TIDUR, LU CEREWET SEKALI, KECIPIR KERING!".Nathan meninggikan nada suara marahnya .
"Okeh."Kenji beranjak dari tempat tidur Nathan."....Gue pergi, cebong cerewet."Berjalan berlalu pergi ke pintu keluar kamar Nathan.
"Ken."Panggil Nathan .
Berpaling dengan ekspresi wajah datar."Tutup pintunya lagi."Pesan Nathan .
"Yeh."