
Indonesia
Pukul. 10.10 Siang
Minggu
"Bi saya berangkat dulu ."Teriak Nathan berlalu berlari kecil keluar rumah.
Bi Mina yang baru keluar dari dapur ."Hati-hati di jalan, jangan ngebut den."Nada suara sedikit berteriak.
Menaiki motornya Vario favorit nya ."Terimakasih pak ."Ucap Nathan kepada seseorang yang mengantikan pekerjaan pak Tedi.
"Sama-sama tuan ."
Selepas memakai helm dengan benar Nathan langsung tancap gas meninggalkan pekarangan rumah nya .
++++
Tadi nya Nathan mau mengajak Jovan jalan-jalan tapi ia baru ingat jika Jovan tengah sibuk dengan persiapan pernikahan .
Karena tidak memiliki tujuan .Nathan memutuskan untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk ia bawa ke kediaman rumah pak Tedi yang masih satu daerah .
Next.....
Tokk.....Tokk.....Tokk....."Assallamuallaikum pak Tedi."
"Bentar,"Ckelekk.....Sesosok wanita muda seusia Nathan membukakan pintu depan rumah,"Wallaikum'salam."
"Cari siapa mas?".Tanya perempuan ini.
"Pak Tedi nya ada?".
"Ada. Tunggu sebentar biar saja panggil kan."Perempuan ini berlalu masuk ke dalam rumah.
"Manis."Gumam Nathan pelan.
Sesaat kemudian."Kenapa duduk di depan den?".Tanya pak Tedi.
Mendengar suara pak Tedi Nathan langsung bangkit dari tempat duduknya dan mencium punggung tangan pak Tedi.
"Tidak di persilahkan tidak baik main masuk-masuk saja pak."
Menepuk bahu Nathan .Pak Tedi yang sangat akrab dengan Nathan langsung mengajak Nathan masuk ke dalam rumah nya .
Sudah duduk satu kursi di Sova panjang."Sepi ,bibi dan paman di mana pak?".
"Putra saya melihat kebun kelapa sawit nya yang panen .Istrinya menyusul ke sana tadi malam."
"Pak Tedi sendirian di rumah."
"Tidak ada cucu perempuan saya tadi ."
"Itu tadi cucu pak Tedi......Saya pikir dia istri muda pak Tedi."Di susul tertawa ringan .
"Ngawur ."
"Kapan sampai di Indonesia?".
"Baru kemarin ."
"Mbak Riska juga ikut?".
Perempuan tadi kembali dengan membawakan nampan berisi kan dua cangkir kopi.
"Salma kenalin .Dia anak majikan kakek ."Kata pak Tedi.
Nathan mengulurkan tangannya."Nathan ."Yang di balas oleh Salma ."Salma ."
"Manis."Ujar Nathan.
"Apa den?".Tanya Pak Tedi yang kurang mendengar jelas .
Mengakhiri salaman tangan perkenalkan ini ."Kopinya tidak kemanisan kan."
"Tidak ,Seperti."Balas ketua Salma .
"Baliknya kapan Den?".
"Setelah pernikahan Jovan pak ."
"Den Jovan mau nikah ."
"Iya tuh anak buru-buru takut keduluan saya ."
"Terus den Nathan kapan?".
Mengetuk-ngetuk Surai rambut kepalanya yang tidak terasa gatal ."Belum kepikiran nikah, mau bantu kakak ngurus perusahaan dulu."
"Iya, Aden adalah pewaris perusahaan Salvador tanggung jawab Aden pasti akan semakin berat."
"Katanya kalau berat berarti perjuangan kita sudah ada di jalan yang benar ."
"Nanti jaga kesehatan nya dengan benar Den."
"Iya ."
Melihat keranjang buah tadi ."Dan ini kenapa pakek bawa keranjang buah ."
"Buat camilan pak Tedi biar makin kuat ."
"Hahah.....udah tua den ya gini-gini aja kekuatan nya".
"Bagi saya masih muda ko ."
+++++++
Nathan yang baru sampai di kediaman rumahnya .Berjalan mendekati Sova ruang tamu untuk rehab melepas penat sejenak. Tiba-tiba mendapat panggilan telepon seluler dari seberang sana .
...Tersambung....
*Sudah sampai di Indonesia?".
*Sudah."
*Kapan ke Korsel?".
*Setelah resepsi pernikahan Jovan selesai. Kak Riska juga tidak perlu khawatir, jika saya sudah di Korsel saya akan langsung menjalankan perusahaan."
*Hem....jangan lupa makan."
Panggilan telepon seluler langsung di akhir sepihak oleh Negara di seberang sini .