
Seoul
Pukul, 23.29
Sudah hampir larut malam .Namun sebagian kantor di daerah ini masih banyak yang beroperasi .Termasuk kantor milik perusahaan keluarga Nathan.
Dan di sinilah Nathan sekarang, mengemudi mobil Kim Yong-dae membelah jalanan kota yang tidak terlalu ramai di daerah ini .
Iya ,di awal keluar rumah sakit tadi. Nathan menawarkan diri untuk mengemudi mobil Kim Yong-dae .Dan tanpa rasa curiga dengan umur Nathan ,Kim Yong-dae memberikan begitu saja kunci mobilnya kepada Nathan .Pemuda yang berumur belasan tahun ,yang seharusnya belum di perbolehkan untuk mengemudi mobil .
Nathan sendiri menawarkan diri untuk mengemudi mobil agar Kim Yong-dae dapat menceritakan apa saja yang terjadi di perusahaan kepadanya dengan jelas tanpa harus kehilangan fokus menyetir mobil.
Dan Kini .Nathan yang tengah menyetir mobil Kim Yong-dae ,sembaring mendengar semua penjelasan yang terucap dari mulut Kim Yong-dae .Setelah sekian lama mendengarkan semua yang terjadi di dalam perusahaan sekarang."Hyun Jun-su ,sudah tua banyak tingkah."Gumam Nathan dalam bahasa Indonesia tanpa hilang fokus kearah depan ,menatap dengan dingin nan mengerikan .Manik matanya memancarkan aura yang sangat mengerikan ,sangat .
Sesaat dengan lamanya menempuh perjalanan ,akhirnya sampailah mobil Hyundai Sonata hitam ini di dalam parkiran mobil yang tersedia di sekitar gedung ini .
Selesai memarkir mobil ini dengan baik Nathan ataupun Kim Yong-dae segera beranjak turun dari dalam mobil .Keduanya berjalan beriringan ,tidak lupa Nathan untuk mengembalikan kunci mobil kepada sang pemilik .
Cukup beberapa menit melangkah kini duanya ada di lobi bawah gedung ini, lobi yang cukup luas menurut Nathan yang baru pertama kali kesini .Gedung Salvador .Iya, Nathan menatap sekeliling yang terlihat beberapa pekerja karyawan hanya terdiam membisu tanpa anda yang membuka percakapan ,selesai membicarakan soal pekerjaan ,bahkan sebagian dari mereka lebih fokus dengan pekerjaannya yang menumpuk di atas meja kerja .
Tanpa merubah ekspresi wajah, berniat menyapa atau membuka percakapan .Nathan justru hanya terdiam dengan ekspresi datar dan aura sorot mata yang dingin penuh kegelapan berjalan melanjutkan langkahnya .
Di tengah langkah kakinya ."Di mana ruang kerja kakak?".
Kim Yong-dae yang berjalan tidak terlalu jauh dari Nathan."Lantai 20 ,Tuan muda ."Balasnya .".......Bisa naik Liv Tuan muda ,ada di sebelah sana ."Menunjukkan arahnya dengan sopan .
Bersamaan dengan percakapan kecil itu ,beberapa karyawan mulai menyadari kehadiran Nathan .Pemuda yang belum mereka kenal sama sekali .
Di saat keduanya sudah sampai di depan liv ,bersamaan dengan itu pintu liv terbuka .Nathan yang masih terdiam di sana ,dan melihat dengan jelas siapa seseorang di dalam liv ,saat pintu liv di depannya sudah terbuka lebar .
"Hyun Jun-su."Celetuk Kim Yong-dae kaget melihat seseorang yang ada di dalam liv .
Nathan mendengar jelas kalimat yang terucap ter celetuk dari mulut Kim Yong-dae .Namun ia tetap terdiam hanya sorot manik hitam lekat nya saja yang terfokus memperhatikan pria paru baya yang kini ada di depan .Pria yang sekarang sudah berumur 42 tahun ,di tahun ini .
Dengan penuh ke sombong ."Minggir ,pantaskah kalian sebagai karyawan bersikap seperti ini kepada atasan."Hyun Jun-su sedikit meninggikan nada bicaranya.
Masih di posisi yang sama ."Seharusnya saya yang bertanya seperti itu kepada anda ,Hyun Jun-su."Ucap Nathan dengan suara beratnya yang menggema dan menyebutkan nama Hyun Jun-su tanpa kata "Tuan" .(Terlihat tidak sopan memang .Namun saya tidak melihat rasa bersalah di raut wajah pemuda ini).
"SIAPA KAMU BERANI BERTANYA HAL SEPERTI ITU KEPADA SAYA ."Hyun Jun-su yang membentak Nathan ."...Karyawan baru?Belum tahu siapa saya?".Lanjutnya sembaring menarik kerah jaket Nathan sampai Nathan yang tinggi badannya belum seberapa ini sedikit terangkat .
Akan tetapi dengan ekspresi wajah yang sama ,Nathan tetap terlihat tenang tidak ada guritan rasa takut di wajahnya ."Anda punya kaki?Jika ada, cepat pergi."Ucap Nathan .
"Ho!?Saya tidak salah dengar .Kamu tadi ingin mengusir saya ."Hyun Jun-su yang masih berucap dengan posisi yang masih sama, mencengkram kerah jaket Nathan .
"SAYA BILANG PERGI!ANDA TIDAK BERHAK MEMIMPIN PERUSAHAAN KELUARGA SAYA .SAYA JUGA TIDAK SUDI PERUSAHAAN KELUARGA SAYA DI PIMPIN MANUSIA BIA**DAB SEPERTI MU!".Nathan yang sudah terbawa emosi membentak pria paru baya di depan cukup keras bahkan semua karyawan kantor di buat ikut terdiam tertunduk .
Sedikit mendorong tubuh Hyun Jun-su agar menjauh dari nya ."Saya adik Nona Riska ,Nathan Salvador ."Ucap Nathan dengan suara beratnya ."....Saya yang akan menggantikan kakak saya sampai kakak saya bisa memimpin perusahaan ini kembali ."Sambungannya menjelaskan.
Brugk.......
Hyun Jun-su yang tidak terima langsung melontar bogem mentah ke muka Nathan .Nathan hampir saya tersungkur karena kerasnya pukulan .Akan tetapi ia berhasil mengimbangi yang membuat tubuhnya hanya sedikit membungkuk saja .
Menatap tajam ke arah Nathan."AKAN SAYA PASTIKAN PERUSAHAAN YANG KAU BANGA-BANGA INI, HANCUR DI TANGAN SAYA ."Ancam Hyun Jun-su yang ancaman selalu tidak main-main.
Nathan kini sudah berdiri tegak kembali ,tanpa abah-abah apapun langsung memukul keras wajah pria paru baya di depannya sampai tubuhnya hampir saja tersungkur jika saja tidak ada pintu liv dibelakang .Hyun Jun-su di pastikan akan benar-benar tersungkur di lantai ubin kantor ini .
Setelah berhasil membalas Hyun Jun-su ,Nathan menatap pria ini tidak kala dingin penuh kegelapan."Apapun yang ingin kau lakukan ,lakukan!Saya akan melayani tantangan mu."Menyungging senyum mengerikannya.
Tanpa ingin berkata-kata lagi ,dengan ekspresi kesal Hyun Jun-su berlalu pergi begitu saja bersama dengan beberapa anak buah bawahannya .
Semua karyawan di sana bisa tersenyum tipis melihat kepergian Hyun Jun-su .Bahkan untuk karyawan yang di atas pun tersenyum bahagia di kala mengetahui itu dari beberapa karyawan yang menyebarkan berita kepergian Hyun Jun-su dari kantor .Bahkan untuk berita Nathan yang menjadi pemimpin perusahaan ini pun sudah tersebar ke seluruh kantor ini.
Sementara untuk Nathan ,kini sudah ada ruang kerja pribadi milik kakaknya bersama dengan Kim Yong-dae .Nathan yang sudah di dalam melihat sekeliling ruangan yang tertata sangat rapi ini .Walaupun di atas meja penuh berkas-berkas ,meja kerja ini tetap terlihat rapi karena semua tertata dengan baik .Hal itu membuat Nathan kembali bisa tersenyum walau hanya senyum tipis ,sangat tipis .
Ia yang ingat kembali membalikan badannya menghadap Kim Yong-dae ."Hyung Kim Yong-dae."Kata yang membuat Kim Yong-dae sedikit membulatkan matanya menatap Nathan juga sedikit terdiam loading.
Nathan yang melihat itu kembali berucap ."Hyung Kim Yong-dae?Anda baik-baik saja?". Sedikit tegas .
Loading yang lama akhirnya ter buyar."An...ada apa tuan muda?".
Menatap lawan bicaranya."Hyung bisa lembur malam ini karena banyak hal yang harus saya kerjakan ,dan saya masih sangat membutuhkan bantuan anda untuk membantu saya ."Ucap Nathan singkat padat .
Mengangguk ringan ."Ya ,iya Tuan muda ."Ucap gugup sembaring memalingkan pandangannya ke arah lain dan bergumam ."Kenapa Tuan muda memanggil saya Hyung?Saya menjadi kalau saya sudah tua".Gumam yang masih dapat Nathan dengar dengan jelas .
Tanpa melihat lawan bicaranya ,dan dengan perhatian yang kembali melihat sekeliling sekalian dengan sedikit mendekati meja kerja kakak ."Saya lebih muda dari anda ,sudah seharusnya saya sedikit menghormati anda. "
Mengerutkan keningnya."He!?".Ujar Kim Yong-dae menatap bingung .
Masih tanpa menatap lawan bicaranya."Ayo mulai mengerjakan tugas kantor ,agar anda tidak pulang terlalu larut malam ."Ajak Nathan .
"Iya tuan muda ,saya akan ambil laptop saya terlebih dahulu .Permisi ."Ucap Kim Yong-dae beranjak pergi meninggalkan ruang kerja pribadi bosnya .
++++++++++
Pukul, 23.59 Malam
Paman Baek Dae-hyun masih setia menunggu di sini ,di kursi panjang depan kamar ICU tempat Riska di rawat .Bahkan sebelum selarut ini tadi ,Dr.Jee Ghie-hye yang mengawasi keadaan Riska .Baru saja selesai memeriksa Riska kembali .Dia juga sempat berkata kepada Baek Dae-hyun, jika Riska sudah lebih membaik .Dan jika besok pagi keadaan semakin membaik makan Riska akan segera di pindah tempatkan ke kamar rawat inap .Baek Dae-hyun yang mendapat kabar baik, ia langsung tersenyum manis dan bisa bernafas lega karena Riska baik-baik saja.
Dan sekarang paman Baek Dae-hyun masih setia terduduk di kursi yang sama ini menemani sang majikan .Bersama dengan dua anak buah bawahannya .Karena sebelum ini Baek Dae-hyun juga sempat pergi dari sana untuk mengisi daya baterai ponselnya yang habis .Karena ia harus segera mengirim kabar baik ini kepada Nathan .Oleh sebab itu ia memanggil dua anak buah ini untuk menjaga ruang ICU yang di tempat Riska selama ia pergi dari sana .
Dan iya perlu kalian ingat ,di awal tadi Baek Dae-hyun pernah menelepon Nathan .Telfon yang di pergunakan Baek Dae-hyun adalah telfon yang disediakan rumah sakit .Karena ponsel miliknya benar-benar mati kehabisan baterai .Ia bahkan sempat kesal karena tidak seharusnya di saat seperti ini ponselnya yang sangat di butuhkan justru harus mati.
Namun sekarang selesai mengisi daya baterai ponsel ,ia yang sudah ada di sini hanya terduduk diam bersama dengan dua anak buah bawahannya .
Hingga salah satu dari dua anak buah bawahannya yang sudah sangat ia percaya membuka suara."Ajeossi tidak pulang saja ,biarkan kami yang menjaga Nona Riska di sini."Ucap Jen Xin-ki ,pemuda yang duduk di sebelah kanan Paman Baek Dae-hyun.
"Tidak perlu ,lebih baik kalian saja yang pulang .Kalian besok banyak perkejaan ,belum juga adik kamu yang besok harus kuliah ."Baek Dae-hyun menatap lawan bicaranya.
"Tap....".Belum juga melanjutkan kalimatnya Baek Dae-hyun sudah lebih dulu memotong ."Kalian berdua pulang saja ,saya akan baik-baik saja di sini ."Katanya .
Dengan berat hati Jen Xin-ki , mengiyakan di kala ia berpaling sekilas melihat adiknya yang sudah hampir mampus (Hampir tertidur) .Jan Job-nya ,nama adik laki-laki pemuda ini .Adik yang sembaring tadi terduduk tersandar di bahu kanannya karena tak sanggupnya menahan kantuk .
Jen Xin-ki pun beranjak dari tempat duduknya yang di susul oleh adiknya juga ,keduanya berpamitan dengan paman Baek Dae-hyun sebelum keduanya beranjak pergi dari sana .
*Jen Xin-ki ,pria berusia 24 tahun ini memilik seorang adik laki-laki bernama ,Jan Job-nya .Pemuda yang masih berusia 20 tahun ini adalah seorang mahasiswa ,di salah satu universitas di daerah ini .Keduanya adalah seorang anak yatim piatu(tidak memiliki kedua orang tua) .Sedangkan yang berkerja di bawah naungan Baek Dae-hyun adalah Jen Xin-ki ,sementara adiknya hanya sesekali membantu kakaknya jika sedang tidak ada tugas kuliah.
Baek Dae-hyun bertemu dengan Jen Xin-ki di rumah sakit ini ,saat di mana .Hari hancurnya dunia Jen Xin-ki karena kedua orang tuanya yang mengalami kecelakaan mobil di malam itu meninggalkan dunia .Namun di saat itu juga ia sangat-sangat bersyukur karena adiknya yang saat kecelakaan bersama dengan orang tua baik-baik saja .Bersamaan dengan itu ,Jen Xin-ki juga sangat beruntung karena di pertemuan dengan Baek Dae-hyun pemuda yang membantunya merawat adik nya .Walau saat itu Baek Dae-hyun juga sedang kesulitan merawat istri dan putrinya yang lahir prematur .
Di usia 18 itu lah ,Jen Xin-ki mulai memutuskan untuk ikut bekerja bersama Baek Dae-hyun .Dan selama itu lah Baek Dae-hyun berlahan-lahan mulai mempercayai Jen Xin-ki dan memberikan sedikit kepercayaan nya ke pada pria ini .
Pria berkulit putih ,bermata sipit dengan tinggi badan yang sekarang di atas rata-rata ,183 Cm .Seorang pria yang merawat adik nya ,Jan Job-nya .Yang sekarang sudah tumbuh dewasa menjadi pemuda jauh lebih tampan darinya .Pemuda tampan dengan tinggi badan 184 cm ,dengan senyum manis yang selalu ia junjungan tinggi .*
Back to story
Setelah kepergian dua makhluk bumi tadi ,kini hanya tinggal Baek Dae-hyun seorang saja yang masih setia terdiam di sana .Sampai seseorang pria yang jauh lebih tua darinya menghampiri dirinya .
"Boleh duduk?".Tanya pria tua ini sembaring menyungging senyum ramahnya.
Mempersilakan dengan sopan."Tentu ,silakan kakek ."
Pria tua yang sudah terduduk ini ."Mau kopi?".Tanyanya menawari Baek Dae-hyun.
Menolak dengan sopan ."Tidak kakek ,saya tidak bisa minum kopi ."
Menaruh kembali kopi hangat yang ia beli di samping dirinya duduk ."Iya tidak papa ."Ucapnya.
"Kamu sedang menemani putri kamu yang sedang sakit ."Tebak Pria tuan ini .
"Tidak kakek ,saya sedang menemani majikan saya ."Menatap lawan bicaranya."......kakek sendiri sedang menemani siapa?".
"Istri saya ."
Baek Dae-hyun yang memperhatikan sembaring tadi ."Jadi rindu Yo-min ,sedang apa sekarang."Gumamnya.
+++++++++
Pukul, 02.29 Malam .
Akhirnya di jam ini .Nathan yang sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya di kantor, kini sudah berjalan keluar bersama dengan Kim Yong-dae .
Di dalam gedung ini hanya tertinggal kedua manusia ini saja ,karena semua karyawan sudah pulang .Dan kerena lembur ,keduanya menjadi pulang sangat larut malam .
"Sudah Hyung atur jadwal meeting untuk besok?".Tanya Nathan yang berjalan beriringan dengan Kim Yong-dae .
"Sudah Tuan muda ."Balas Kim Yong-dae .
"Kalau gitu kamu besok berangkat jam 8 ,saya akan urus yang lain bersama Nona Hana ."Jelas Nathan kepada Kim Yong-dae .
Kim Yong-dae yang sedikit senang karena ada sedikit lama untuk istirahat di rumah ."Beneran Tuan muda ?".
"Hem."Dehem Nathan yang tetap terfokus melihat jalan di depan nya .
Dengan ekspresi wajah yang bahagia."Astaga ada waktu lebih untuk istirahat sebentar." Batinnya memejamkan matanya dengan menyungging senyum lebarnya.
Sesampainya di lantai bawah ,Kim Yong-dae dan Nathan berpisah .Nathan memutuskan untuk naik mobil pribadi keluarga sendiri .Toh sebelum ini ia sudah sempat menghubungi pamannya untuk memerintah kan supir mobil tadi menjemput nya di kantor .
Namun di saat ,Nathan ingin beranjak masuk ke dalam mobil .Manik hitam lekat nya sempat berpaling memperhatikan Kim Yong-dae sekilas ."Ada yang aneh?."Batinnya .
Saat sudah masuk ke dalam ."Pak ikuti mobil ini berlahan ."Perintahnya kepada supir mobil pribadi keluarga nya .
"Baik ,Tuan ."Balas supir nya yang mulai menancap gas mobil Lexus LM putih ini mengikuti mobil Hyundai Sonata hitam milik Kim Yong-dae .
Dan benar saja dugaan Nathan belum juga mobil nya mengikuti mobil Kim Yong-dae .Ada mobil lain yang sudah menyela mobil nya terlebih dahulu ,memutus pandangan supir Nathan untuk melihat mobil Kim Yong-dae yang ada di depan sana ."Tua...".
Memotong perkataan Kim Yong-dae."Lanjut saja ."Ucap Nathan dingin .
Supirnya hanya mengangguk ringan ,sembaring terus menyetir mengikuti mobil di depannya .Yang entah kemana tujuan .Karena tujuan mobil ini sama dengan tujuan mobil yang sedang Nathan ikuti.
Membuat Nathan semakin percaya jika mobil ini memiliki niat buruk kepada Kim Yong-dae .
++++++
Semakin lama mobil Nathan mengikuti mobil Kim Yong-dae sampai tiba di dalam gedung parkiran penitipan mobil .Mobil asing yang mengikuti Kim Yong-dae ikut berhenti . Bersamaan dengan itu ."Berhenti pak ."Ucap Nathan untuk mengehentikan mobil milik nya di pintu masuk parkiran saja .
Supir pribadi nya menghentikan mobil ini ."Tuan akan keluar?".Tanya supir ini ragu."....mereka seperti ingin berniat buruk ,Tuan."
"Buka saja pintu nya ,pak .Bapak di sini saja ,biar saya seorang saja yang keluar ."Ucap Nathan .
"Ta.....". Sebelum melanjutkan kalimatnya Nathan sudah lebih dulu memotong."Cepat buka ,pak."Suruh nya tegas .
Akhirnya dengan berat hati ,supir ini menuruti keinginan majikan .Ia membuka pintu otomatis mobil ini .Selepas majikan berhasil keluar ,supir ini hanya bisa terdiam di dalam mobil .Dengan berharap tidak akan terjadi hal buruk yang menimpa majikannya .
Dengan tetap keberanian akhirnya supir ini menghubungi seseorang di seberang sana untuk meminta bantuan .
Sedangkan Nathan yang sudah di luar mobil ,berjalan berlahan lebih masuk lagi ke dalam gedung parkiran mobil ini .
"Be_ber_berhenti ,to....".Rintihan Kim Yong-dae yang sudah dibuat babak belur oleh lima pria yang mengeroyoknya .
Bahkan jas kerja yang dikenakan Kim Yong-dae sudah tidak seperti jas kerja lagi ,jas ini benar-benar kotor .Kemeja putihnya sudah banyak memiliki bekas darah di sana .
Menjambak rambut kepala Kim Yong-dae sampai pandangan di paksa mendongak melihat atas ."Ini balas karena kau berani melawan bos kami ."
Berugk.....
Kening Kim Yong-dae membentuk bagian atas mobil miliknya cukup kuat ."Aarrggghh...".Erangnya merintih kesakitan .Ia pegang keningnya yang sudah mengeluarkan darah segar .
Tidak perlu bertindak lagi , sedetik kemudian .
Bugk.....
Bugk...........
Bruk........
Nathan datang tanpa memberikan abah-abah apapun .Ia langsung menyerang kelima pria ini dengan brutal ,seakan jiwa brandal Monster kembali lagi .
Ia tidak perduli siapa pria di depan nya .la juga tidak perduli ,jika yang saat ini dia lawan memiliki ukuran tubuh lebih besar darinya .Intinya jangan pernah membangun monster yang sedang tertidur ,jika anda tidak ingin mati .
Nathan memberikan pukul dan tendangan kaki secara membabi buta .Sampai beberapa dari mereka terkapar tidak bergerak kembali ,sedang salah satu dari mereka sudah lari menyelamatkan diri .Meninggalkan mobil yang mereka tumpangi tertinggal di sini .
Tidak sampai di situ .Nathan mendekati salah seorang pria yang masih dapat bergerak namun tubuhnya sudah sangat lemah untuk melawan .Ia mendekati pria itu ,mencengkram dagu pria ini dengan kuat sampai padangan matanya dipaksa menatap kearah nya ."Siapa yang menyuruh mu?".Tanya Nathan dengan suara berat nya .
Pria itu justru tersenyum sinis menatap Nathan .Senyum terlihat mengerikan ,karena hampir sebagian wajah pria ini sudah dipenuhi dengan darah .Darah yang mengalir dari luka-luka kecil di wajahnya .
Sementara Nathan masih terdiam, menatap dingin ke arah manik hitam pria di depannya ."Siapa kau ,anjing tidak berguna seperti mu ,bisa apa?Bisanya hanya main kekerasan."Ucap pria ini dengan nada suara tertatih-tati .
"Saya lebih suka menikmati permainan ,dari pada harus bertindak licik seperti atasan mu ,BAJI***NGAN."Nathan berucap tidak kalah menakutkan dari pria ini .
Brguk......
Tanpa membuka percakapan lagi ,Nathan kembali melayangkan bogem mentah ke arah wajah pria ini .Sampai pria ini pingsan .
Selesai dengan itu ,ia bangkit dan berpaling melihat Kim Yong-dae yang sudah berdiri tersandar di samping mobil miliknya untuk menjaga keseimbangan tubuhnya yang hampir kehilangan kesadaran.
Nathan yang sudah ada di dekat Kim Yong-dae."Saya antar ke rumah sakit, Hyung."Ajak Nathan menuntun Kim Yong-dae yang jelas sudah tidak bisa menolak ajakan dari Nathan yang ingin menolong dirinya .Dan mana mungkin ia menolak dengan keadaan kepala ,tubuh yang sudah sakit semua karena di keroyok habis-habisan oleh ke lima pria tadi .
Setibanya di dekat mobil pribadi keluarga tadi ,yang berhenti di ambang pintu masuk gedung parkiran .Kim Yong-dae langsung di persilakan Nathan untuk masuk ke dalam lebih dulu sebelum di susul oleh dirinya .
"Ke rumah sakit ,Tuan ?".Tanya supir pribadi nya yang di balas anggukan ringan dari Nathan .
Supir itu melirik sekilas ke arah kaca kecil di atas sebelum akhirnya ia tancap gas meninggalkan tempat ini .
Bersamaan dengan itu , ponsel Nathan yang ia tinggalkan di mobil tadi tiba-tiba berdering .Nathan ambil ponselnya ,ia lihat nama seseorang yang menelfon dirinya ."Bapak tadi kasih tahu paman Dae-hyun ?".Tanya Nathan kepada supir nya.
Masih dengan posisi fokus menyetir mobil."I-iya ,Tuan .Saya tadi sa-sangat takut jika terjadi sesuatu dengan ,Tuan ."Balas dengan nada suara sedikit gugup .
Tanpa bertanya lagi .Nathan langsung menggeser gagang telfon yang bergetar-getar di dalam ponselnya.
Tersambung .
*Tuan muda ,tuan muda tidak papa? Saya sudah menyuruh anak buah bawahan saya untuk datang ke tempat tuan muda ."
Paman Dae-hyun dengan nada suara panik nya di seberang sana .
*Paman tidak perlu khawatir ,saya baik-baik saja .Hanya saja ,Hyung Kim Yong-dae terluka .Saya akan bawa Hyung ke rumah sakit sekarang ."
*Baik ,Tuan muda .Hati-hati di perjalanan ,jika ada apa-apa segera hubungi saya ."
*Hem."
Panggilan di akhiri oleh Nathan sepihak.
Ia kembali terdiam fokus melihat keluar jendela .Begitu juga Kim Yong-dae ,karena terlalu sakit untuk dirinya membuka percakapan dengan luka memar di bagian samping bibir yang terlihat cukup parah .
Nathan yang entah sejak kapan,ia sudah menatap Kim Yong-dae."Besok kamu tidak perlu kerja."
"Hem."
"....Tidak Tuan .Saya akan masuk kerja saja ,sakit ini bisa saya tahan ."Balas cepat Kim Yong-dae karena iya tahu perusahaan sangat membutuhkan nya saat ini .Dan ia yang sebagai karyawan terpercaya oleh Nona Riska tidak ingin merusak kepercayaan yang sudah beliau berikan tentunya.
Tanpa melihat lawan bicaranya."Baiklah ,terserah kamu."Nathan yang kembali bersikap dengan nada suara dingin.