
Osaka
Pukul ,04.20 pagi .
Minggu
Ini menjadi kali pertama Hiroyuki melihat gerakan aneh yang tengah di lakukan Nathan .Toh di hari kemarin sebenarnya Kenji dan Nathan lah yang bangun lebih awal bukan Hiroyuki .Oleh karena itu Hiroyuki belum mengetahui apa yang tengah di lakukan Nathan setiap ingin menjelang pagi.
Sebelum Hiroyuki bangun .Di saat Nathan bangun ,Kenji ikut bangun untuk berjaga-jaga, jika Hiroyuki tiba-tiba terbangun saat Nathan sedang mengerjakan kewajibannya .
Dan benar saja di malam menjelang pagi ini ,Hiroyuki terbangun dari tidurnya di malam menjelang pagi ini .Ia lihat pertama kali punggung Nathan yang tengah berdiri membelakanginya .
Pemuda yang tidur tidak terlalu jauh dari tempat Hiroyuki tidur ini, menyadarinya gerak gerik Hiroyuki."Ada apa ,Hiro?".Tanya Kenji yang melihat Hiroyuki sudah terduduk di atas tempat tidur .
"Nathan sedang apa ,kenapa dia pakek rok?".Hiroyuki yang kini sudah berpaling menatap Kenji.Pemuda yang masih tidur terlentang di tempatnya tidur .
Masih di posisi yang sama ."Nathan sedang sholat ,lu tidur saja lagi .Setelah selesai Nathan juga akan nyusul tidur lagi ."Jelasnya kepada Hiroyuki.
Hiroyuki kembali tidur terlentang."Sholat itu apa?".
"Semacam melaksanakan kewajiban menyembah kepada Tuhan ."
"Kayak lu yang tiap minggu pergi ke Greja ."
Kenji berpaling menatap Hiroyuki sekilas dikala mendengar kalimat ini ."Lu tahu dari mana gue tiap hari Minggu ke Greja?".
"Tiap gue ke bengkel bokap lu ,gue kan lewat situ, baka."Hiroyuki yang masih di posisi yang sama.
"Hemm."Dehem Kenji.
"Tapi perasaan gue orang-orang kalau ibadah ke Greja tidak seperti ini ."Hiroyuki yang masih bertanya-tanya.
"Di dunia ini tidak hanya ada satu agama saja."
"Benarkah ."
".......gue hanya tahu agama Kristen, ajaran Budha saja."Lanjutnya .
"Hemm."Dehem Kenji.
".....Lu tidak punya agama ."
"Hhhhh."Tawa Hiroyuki.
"Kecilkan suara mu ,Nathan akan terganggu."Ucap Kenji yang masih di posisi yang sama .
"Hai gomen ,gomen ."
Kenji yang masih di posisi yang sama ."Kenapa lu tidak menganut ajaran agama?".
"Entah ,ibu gue sudah menyarankan gue buat masuk agama Budha. Tapi gue tidak mau ."Ucap Hiroyuki yang masih tidur terlentang menatap langit-langit kamarnya.
"..........gue lebih percaya dengan diri gue sendiri dari pada ajaran semacam itu .Eh...tapi bukan berarti gue tidak mempercayai kalau agama itu tidak ada .Gue tetap percaya agama itu ada ,dan Tuhan juga ada ."
"Hem.....kalau gitu kenapa tidak menganut salah satu kepercayaan agama?".Suara yang membuat Kenji dan Hiroyuki langsung berbalik menghadap sumber suara.
Dari mana lagi sumber suara itu kalau buka dari mulut Nathan .Pemuda yang sudah tiduran memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Hiroyuki dan Kenji .
"Kapan lu ada di sini ?". Hiroyuki yang masih menatap ke arah Nathan .
"Barusan."Balas Nathan mengatur posisi tidur terlentang menghadap ke atas ,ke langit-langit kamarnya .
"Hem."Dehem Hiroyuki .
"Btw besok ada kegiatan apa saja?".Tanya Nathan yang masih di posisi yang sama.
"Jalan-jalan, keliling daerah sekitar ."Balas Hiroyuki tanpa menatap lawan bicaranya.
".......Besok kalian berdua awas saja jika sampai berbuat resek .Gue akan......".Lanjut oceh Hiroyuki yang terputus di kala mendengar dengkuran tidur dari sisi kiri dan kanannya .
Bukan dengkuran,tapi kedua kiri kanannya sudah tidak bergerak lagi ,bahkan untuk bernafas.Ya sudah-sudah lanjut.
Di saat menyadari itu Hiroyuki hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar ,sembaring mengatur posisi tidurnya kembali .Toh menjelang pagi hari masih kurang dua jam lagi .
++++++++++
Pukul ,07.00 Pagi
Semua siswa kelas D dan C MIPA sudah berkumpul di lapangan taman .Mereka berkumpul untuk berkomunikasi kapan jam mereka harus kembali ke lapangan ini .
Setiap regu yang berjumlah 6-5 orang ini di berikan satu telfon seluler jarak jauh untuk berkordinasi jika ada masalah tersesat jalan .
Selesai dengan itu baik kelas D ataupun C MIPA langsung bubar dari sana .Mereka mulai pergi meninggalkan tempat ini untuk berjalan-jalan keluar dari penginapan.
Hampir sama dengan kelas C ,kelas D tim dukungannya juga di bagi jumlah untuk memantau regu yang sedang jalan-jalan dari kejauhan.
Tuan Hajime membagi menjadi dua regu untuk tim pendukung .Regu satu berisi tiga orang ,regu dua berisi dua orang .
Selesai mendapatkan pemberitahuan itu ,kedua-duanya regu pun berlalu pergi dari sana .Ke lima makhluk bumi ini beranjak keluar dari penginapan bersama-sama.
Setibanya di luar gerbang .Mereka berlima menghentikan langkahnya .
"Nat ,Kenji kalian jangan menyusahkan Kalisa ."Kata Hiroyuki menatap kedua pemuda di depannya .
Memegang bahu Kalisa ."Tidak perlu takut sama mereka ,Alisa .Kalau mereka macem-macem tonjok saja yang kuat .Bereskan."Saran Mika si ratu singa betina .
Hiroyuki segera menarik kerah baju Mika untuk segera menjauh dari sana .Agar segera melaksanakan tugas mereka sebagai regu pendukung.
Sementara Hiroyuki dan Mika berjalan ke jalur kanan .Nathan ,Kenji ,dan Mika mengambil jalur lurus .
Kalisa yang awalnya berjalan di tengah jalan ,Nathan yang di tengah dan Kenji yang di pinggir jalan ."Kalisa ,lu pindah kesini ."Suruh Nathan bertukar posisi dengan Kalisa .
Selesai bertukar posisi."Biar lu tidak keserempet sama orang-orang yang jalan terburu-buru."Ucap Nathan tanpa menatap lawan bicaranya.
Kalisa ,perempuan yang tengah berjalan beriringan dengan dua tiang listrik yang mengapit kedua sisi jalannya hanya bisa diam membisu .Rasanya sangat canggung ,jika harus membuka suara .Toh ini juga pertama kalinya untuk dirinya berpergian keluar dengan laki-laki apalagi dengan dua laki-laki sekaligus .Seperti sekarang ,rasanya sangat tidak enak dan sangat tidak nyaman .
Di tambah lagi dia adalah gadis kutu buku ,bukan gadis seperti Mika yang langsung terbuka dengan apapun yang ingin dia ucapkan.
Di tambah lagi ,salah satu dari dua pemuda yang tengah berjalan bersamanya adalah pria dingin yang tidak suka terlalu banyak bicara .Yasudah lah ini benar-benar sangat canggung .
Seperti biasa ,Nathan adalah pemuda yang tidak menyukai ke canggung ini pun membuka suara lebih dahulu untuk menghilangkan ketegangan di antara suasana ini .
"Kalau kita langsung jalan lurus ,jalan di depan kayaknya bercabang?".Ucap Nathan tanpa menatap lawan bicaranya.
Lama tidak ada balasan ,akhirnya Kenji membuka suara ."Belok kiri, Nat .Di sana tempatnya bagus ."
"Oke ,gue penasaran sama tempat-tempat bagus di sini ."Ucap Nathan yang masih di posisi yang sama."Kalisa pernah ke sini? Kalau Kenji gue tidak perlu tanya ,dia lubang semut pun sudah pernah di kunjungi ."Lanjutnya .
Kenji yang mendengar jelas langsung berpaling menoleh ke arah Nathan ."Dengkul mu ,Cebong cerewet."
"Lu bilang apa, kecipir kering?".Nathan yang tidak terima .
Kalisa yang melihat ini langsung tersenyum paksa."En, en, en, kalian jangan ribut ."
"Dia mulai duluan ."Nathan yang malas menatap Kenji .
Kenji menyungging senyum miringnya."Idih!!".
"Aaa."Merintih Kalisa tiba-tiba membungkuk memegangi lututnya .
Kedua pemuda ini yang awalnya saling bertolak tatapan .Langsung berpaling melihat Kalisa yang tengah sedikit membungkukkan badannya .
Dengan posisi sedikit berjongkok."Kenapa Kalisa?".Tanya Kenji .
Nathan yang di posisi hampir sama dengan Kenji."Kaki kamu keram?".
Masih di posisi yang sama ,mengangguk ringan sembaring berucap ."Seperti iya ."Sedikit menegakkan badannya ."Maaf ya ,bisa kita istirahat sebentar ?".Bertanya sedikit tidak enak .
"Ya tidak papa ,kita duduk di bawah pohon situ saja."Ajak Nathan ingin menuntun Kalisa ,namun Kenji juga ikut menuntut Kalisa .
Alhasi ,Kalisa yang menyadari ini tersenyum canggung."Ne ,lebih baik saya jalan sendiri saja .Lagian dekat kan ,kaki saya juga tidak terlalu sakit ko."Ucap Kalisa .
Nathan dan Kenji mengangguk ringan ,sembaring melepas genggaman tangan mereka dari lengan Kalisa .
Dan untuk dua pemuda ini ,keduanya sama-sama mengikuti Kalisa dari belakang sembaring berjaga-jaga jika tiba-tiba Kalisa terjatuh .
Beruntungnya Kalisa ,gadis cupu ini .Di jaga dengan baik oleh dua pemuda tampan yang tengah bersamanya saat ini .Entah semalam Kalisa mimpi apa yang jelas di hari ini dia seperti ratu.
Kalisa yang kini sudah terduduk di tempat duduk yang tersedia di sana .Di ikuti oleh dua pemuda tadi yang duduk di sebelah kiri dan kanannya .
"Mau makan ,gue belikan makan .Kalau Kalisa mau?".Tanya Nathan menatap lawan bicaranya.
Kalisa menggeleng ringan."Tidak perlu , istirahat saja di sini ."
".........Mungkin kamu yang lapar?".Lanjutnya bertanya .
Masih di posisi yang sama ."Tidak ."Balas singkat Nathan .Perhatian yang sudah fokus melihat ke depan ."Eh iya ,Kenji gue lupa .Kemarin gue kan beli oleh-oleh bukan kita bertujuh .Gue lupa kasihan mereka ."
Kenji yang sudah berpaling melihat lawan bicaranya."Lebih baik kasihkan di sekolah saja."
"Hem."Dehem Nathan sembaring mengangguk ringan .
Lama ketiga makhluk bumi ini beristirahat di sini ,sampai salah satu dari ketiga makhluk bumi yang membawa telfon jarak jauh mendapatkan panggilan telepon.
Ketiga segera beranjak dari sana untuk segera menyusul sang penelepon yang tengah dalam masalah .
+++++++++++
Pukul .08.58
Sesampainya di tujuan ,ke tiga makhluk bumi ini langsung mendatangi tempat di mana teman sekelasnya sedang dalam masalah .
Ketiganya yang sudah sampai di dekat tiga anak-anak perempuan teman sekelas mereka .Yang tengah berteduh di kursi meja bundar.
Nathan yang melihat luka memar di kaki salah seorang perempuan di sana ."Kenji gendong dia kita bawa ke penginapan."Dengan entengnya Nathan berucap .
Kenji yang sudah menatap tajam ke Nathan ."Ho!?".
Nathan berpaling melihat Kenji yang tengah memandangnya dingin ."Nani?Punggung gue sakit .Lu kan tidak."Ucapnya kembali .
"Tunggu, saya akan membersihkan lukanya terlebih dahulu."Saut Kalisa yang berjongkok di depan perempuan yang tengah terduduk ini .
Namun tiba-tiba ."Aaa."Merintih Kalisa yang tubuhnya tiba-tiba terjungkal ke belakang cukup kuat .
"Gue tidak mau di bantu sama lu ."Ucap perempuan yang kakinya tengah tergilir ini .Perempuan yang mendorong tubuh Kalisa .
Nathan dan Kenji segera beranjak membantu Kalisa untuk berdiri kembali .Nathan yang sedikit emosi melihat perlakuan gadis ini membuka suara dengan fokus tajam bak mata elang yang tengah mengawasi mangsanya menatap gadis yang duduk di kursi didepannya."Lu masih beruntung Kalisa mau bantu lu ,lu cewek yang suka bully Kalisa bukan .Jihh....Jika gue di posisi Kalisa males sekali gue datang kesini membantu lu ."
Masih di posisi yang sama .".....Untung lu perempuan, jika laki-laki ."Gertak Nathan dengan nada suara beratnya.
Nathan berpaling melihat kedua temannya."Ayo pergi, kita tidak diperlukan di sini ."Nathan yang ingin beranjak pergi lebih dulu. Namun tangannya tertahan oleh Kalisa yang menggenggam pergelangan tangannya."Tunggu Nat ,ini sudah tugas kita untuk membantu teman-teman yang sedang teluk .Kita harus mengobatinya lebih dulu ,sebelum pergi dari sini ."Ucap Kalisa melepaskan genggamannya .
Nathan kembali berbalik dengan tatapan malas .Sedangkan Kalisa kembali mendekati gadis tadi .Ia kembali berjongkok untuk mengobati luka gadis itu .
Keduanya sama-sama membisu ,saat Kalisa tengah mengobati kakinya yang terluka.
Selesai mengobati luka gadis ini .Kalisa kembali berdiri ,kini ia berpaling melihat Kenji ."Kenji bisa kamu bantu dia ."
Masih di posisi yang sama."Kalian tidak mau?".
Kenji hanya terdiam menatap malas .Nathan yang sebenarnya sama dengan Kenji ,malas untuk menggendong gadis ini pun dengan berat hati membuka suara."Biar gue saja."Ucapnya dingin .
Nathan berjongkok membelakangi gadis ini .Kalisa segera beranjak membantu, namun dirinya hampir saja terjatuh kembali karena gadis ini sedikit mendorong tubuhnya .Ia tidak sampai terjatuh karena masih ada Kenji di belakangnya yang membantu keseimbangan tubuhnya .
Setelah gadis ini naik ke punggung Nathan."Kalian lanjut saja ,nanti gue nyusul .Gue akan kembali ke penginapan bersama mereka ,kalian tidak perlu ikut ."Ucap Nathan kepada dua temannya .
Kalisa mengangguk sembaring berpesan."Hati-hati Nat ."Yang di balas senyum tipis oleh Nathan .
Nathan dan ke tiga perempuan-perempuan ini pun berlalu pergi dari sana.
Dan disini hanya tertinggal Kenji dan Kalisa saja .Di bawah kursi meja bunda dengan payung melingkar lebar di atasnya .
"Lanjut ,Kalisa ."Ajak Kenji tanpa menatap lawan bicaranya.
Kalisa hanya mengangguk ringan, sembaring mengikuti langkah kaki Kanji.
++++++++++
Sementara itu Nathan yang tengah bersama dengan tiga perempuan yang salah satunya tengah cidera kakinya .Ini mulai berjalan menyusuri jalanan setapak di depannya .
Nathan hanya terdiam, begitu juga dengan tiga perempuan yang tengah berjalan bersamaannya .
Oh iya , posisi Nathan yang mengendong gadis kaki cidera ini berjalan lebih dulu. Sedangkan dua gadis lain berjalan di belakang Nathan .
Nathan terdiam bukan berarti dia tidak ingin membuka percakapan. Namun ia memang malas membuka percakapan dengan gadis angkuh seperti mereka .
Bahkan saat pertama kali datang ke tempat gadis-gadis ini berteduh. Nathan sudah sangat muak ,dikala ia tahu mereka adalah gadis-gadis yang sering menjahili teman-temannya yang lemah di kelas. Nathan tahu karena di selah tidurnya ia sering mencuri-curi perhatian memperhatikan sekitar kelasnya .
Nathan sendiri sempat berkata tadi ."Untung kalian perempuan."Hemm ,coba mereka laki-laki mungkin sudah menjadi bubur mereka .Karena kalian sudah tahu kan ,di dalam sisi bobrok dan manjanya Nathan .Ada sisi monster yang jika sudah terbangun jangan salahkan ,apapun akan dia buat hancur .
Sesaat setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh ,sampailah mereka di depan penginapan .Nathan membawa mereka masuk ke dalam .Di dalam sudah ada nona Ana , walikelas MIPA D yang tengah berjaga sendiri di aula .
Nathan bawa gadis terluka ini ke sana ,agar bisa beristirahat .Selesai itu ia segera berpamitan dengan Nona Ana untuk segera beranjak pergi dari sana untuk menyusul ke dua temannya tadi .
Nathan kembali ke sana dengan langkah berlahan ,nan santai .Ia juga sempat beristirahat sejenak di pertengahan jalan karena punggungnya tiba-tiba terasa sedikit nyeri .Namun setelah sedikit lebih membaik ia cepat-cepat melanjutkan perjalanan nya kembali .
++++++++++
Kenji dan Kalisa tengah duduk di salah satu kursi taman .Kenji juga sempat memainkan layar ponselnya yang pipih untuk memberikan kabar kepada Nathan .
Mereka berdua beristirahat di sana sembaring menunggu kabar dari gugurnya .Ada murid yang belum kembali atau tidak .Ini mereka berdua lakukan karena jam jalan-jalannya sudah berakhir dan saatnya untuk murid-murid yang lain kembali ke penginapan ,dan bersiap untuk memulai perjalanan pulang ke sekolahan .
+++
Selepas menunggu cukup lama, akhirnya Nathan sampai di sana .Dan kebetulan juga ada panggilan telfon dari gurunya jika semua murid sudah sampai di penginapan .
Nathan yang baru saja sampai mendudukkan pantatnya di atas kursi panjang yang tadi di duduki Kenji dan Kalisa ."Gue capek eee, astaga."Dengan mengatur nafasnya yang sedikit ngos-ngosan.
"Naik saja ke punggung gue ,gue akan gendong lu."Ucap Kenji .
"Ti-tidak...". Patah-patah Nathan berucap dengan melihat ke arah lain .
Menatap malas ke arah Nathan ."Harga diri lu tidak akan rendah hanya kerena lu naik punggung gue ."Ucap Kenji .
"Iih!".Nathan menjinjing sebelah alihnya.
"Kalau lu tidak mau ,tinggal saja Kalisa di sini."Ucap Kenji yang akan beranjak pergi.
"Lu ko maksa ."Gegas Nathan .Berpaling ke arah lain ."Gue naik ,gue capek jalan ."
Kalisa yang menyaksikan sejak tadi dibuat tertawa kecil dengan tingkah dua pemuda di depannya.
Kenji sedikit berjongkok membelakangi Nathan .Nathan yang ingin naik ke atas punggung Kenji ."Gue tidak perlu tandatangan jaminan keselamatan?".
"Lu mau naik kagak?".Kenji yang emosional.
"Perasaan gue tidak enak ,gue jalan saja."Nathan yang berjalan lebih dulu melewati Kenji yang sudah berjongkok lama menunggunya naik.
Kenji berdiri tegak lagi ,ia yang kesal langsung menyusul Nathan yang sudah berjalan lebih dulu."Aaww!".Terik kesal Nathan sembaring mengelus ubun-ubun kepalanya .
Berpaling melihat Kenji dengan Kesal ."Lu punya masalah apa sama gue ,dendam sekali sama gue idup lu."
Kenji yang sudah menatap manik hitam lekat milik Nathan ."Harusnya gue yang tanya ,lu itu manusia atau cebong .Berisik sekali ."
Nathan masih terdiam, namun tatapan matanya seperti sedang mengatakan hal menjulidkan kepada Kenji.
"Cepat jalan ."Ajak Kenji tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.
Nathan dengan cepat memukul punggung Kenji sebelum ia berlari secepat kilat dari sana .Kenji sudah emosi langsung berlari mengejar Nathan .
Keduanya saling kerja ,terutama Kenji yang ingin rasanya ia segera mendapatkan Nathan dan ingin rasanya dia segera mengemas Nathan kedalam karung dan membuangnya ke sungai .Itu karena muka julid Nathan benar-benar membuat Kenji sangat marah saat ini.
Sementara itu Kalisa yang ada di sana hanya bisa terdiam memperhatikan dengan sesekali tersenyum .Sembaring berjalan berlahan mengikuti langkah kaki kedua pemuda ini yang sudah meninggalkannya .