My Salvador

My Salvador
Eps.176 Musuh Baru



Osaka


Pukul. 01.20 Malam


Minggu


Sayup-sayup Nathan membuka kedua kelopak matanya .Penglihatan yang masih kabur ,sayup-sayup Nathan memperhatikan sekeliling. "Kalian."Nathan langsung tersadar sempurna memperhatikan ke empat temannya sudah dalam keadaan setengah sadar .


Keempatnya di posisi yang sama. Yaitu kedua tangan terikat keatas, membuat tubuh mereka berempat tergantung. Sama seperti Kenji yang pertama kali Nathan Lihat .


Tidak hanya tergantung biasa .Tapi ke lima pemuda ini sudah sama-sama terluka .Wajah yang sudah babak-belur, pakaian yang sudah amburadul.


Nathan berusaha bangkit dari tempat nya duduk ."Sial!!Merepotkan sekali."Gumam Nathan bangkit dari tempat nya duduk .


Baru saja berdiri dengan benar .Nathan langsung di sambut oleh nada suara yang tidak asing untuk gendang telinga Nathan terima ."Bagaimana dengan permainan saya?Cukup menarik bukan."Ucap Reojin tersenyum miring kepada Nathan.


Mendapatkan senyum penghinaan, melihat keempat temannya sekarat .Tidak membuat Nathan gentar untuk menyungging senyum tidak kalah menghina untuk Reojin. Membuat Reojin menjadi geram dengan balasan tak terduga Nathan .


"Jihh......apa lu sudah merelakan mereka mati?".Reojin tidak menyerah untuk membuat Nathan terpojok.


Nathan terdiam cukup lama .Menatap lurus Reojin, tanpa menunjukan ekspresi wajah apapun (datar) ."Apakah lu takut dengan gue?".Nathan yang justru bertanya balik pada Reojin.


Entah sejak kapan Nathan bisa melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya. Yang jelas saat ini Nathan dengan tangan yang sudah tidak terikat tali mulai berjalan berlahan mendekati Reojin.


Masih terdiam di tempatnya."Lepas."Ucap Reojin tiba-tiba membuat Nathan bergerak cepat menghampiri salah satu temannya yang akan jatuh .


Berugkkk......Gerakan cepat Nathan ,membuat ia berhasil mendapatkan tubuh temannya. Secepat ia meletakkan dengan benar .


Mendongak pandangan nya tepat ke arah Reojin berdiri ."Sudah selesai permainan mu?".Nada suara berat serak menggetarkan Reojin yang masih terdiam .Namun ia menyadari betul dirinya mulai berkeringat dingin .


Nathan kembali berdiri di samping tubuh Hiroyuki yang terkapar ."Main keroyok, lu sebut itu sebagai permainan bagus .....tidak ."Raut wajah mengerikan Nathan mulai terlihat.


Serius! Untuk saat ini Nathan mulai serius, bukan hanya ingin segera selesai saja .Tapi ia juga ingin cepat-cepat membawa para sahabat ke RS.


Tanpa memalingkan fokusnya pada Reojin."Sekali kalian lepaskan tali itu. Akan ku pasti kalian pulang tanpa tulang.....Seperti ketua kalian."Nada suara tegas Nathan menggema .


"Lihat ini."Tanpa mengambil ancang-ancang .Nathan berlari secepat mungkin kearah Reojin.


Barugkk....Brukk....Sett..... Kedua saling bertukar pulang. Tanpa jedah istirahat. Keduanya bertarung sangat imbang. Walaupun terlihat jelas jika Reojin sedikit kewalahan menghadapi Nathan yang cukup gesit menyerang.


+++++


"Yoshi."Seru rekan kerja Yoshi memanggil namanya."Ada apa Yoshi?".


Fokus yang masih melihat layar ponselnya."Anak saya dan anak majikan saya tidak bisa saya hubungi .Perasaan saya jadi tidak enak tentang mereka ."


"Mereka sudah dewasa ,pasti mereka sedang sibuk bermain dan lupa waktu."Ucap rekan kerja mencoba menenangkan Yoshi yang telah sudah sangat cemas .


"Semoga saja Iya."Yoshi membalas ia dengan batin yang masih resah .


Menindih tubuh Reojin Brugkkk.....Brugkk......Nathan yang memukul terus menerus wajah Reojin brutal .Walaupun darah sudah mengalir deras Nathan tetap tidak menghentikan kegiatan nya .


Nathan berhasil membuat Reojin tidak berdaya .Membuat Reojin lumpuh dengan serangan Monster seperti Nathan .Bagaimana tidak berubah menjadi monster setelah sesuatu yang di sayangi di aniaya.


"Turunkan mereka semua.....dengan hati-hati."Suruh seseorang ini .Yang kehadiran nya membuat Nathan menghentikan kegiatan nya .


Pakaian penuh darah ,lusuh ,acak-acakan ,bahkan kedua punggung tangan yang masih melekat warna merah pekat .Nathan beranjak dari atas tubuh Reojin. Ia berdiri di samping tubuh tidak sadarkan diri Reojin.


Semua Kenji, Benji, Hanaki, Ryo di turunkan berlahan-lahan ke bawah, berbeda dengan cara menurunkan Hiroyuki tadi .


"Cukup di sayangkan, lu buang-buang tenaga hanya untuk menghajar alat permainan gue."Ucap Seseorang pemuda ini .


*Kisano Hawashina ,atau Sano .Pemuda berambut hitam panjang sebahu di ikat sebagian ,terlihat seperti seusai dengan umur Nathan .Sano adalah pemuda licik yang sulit untuk di jelaskan karakter nya .*


"Siapa lu?".Tanya Nathan menatap datar sesosok pemuda ini.


Masih dengan gelagat tenang ."Tidak perlu sok terlihat bodoh, lu pasti sudah mengerti dengan situasi ini." Kata Kisano ."Gue Kisano, Sano ."


"Sepertinya kita sama .Sama-sama cucu seorang Yakuza."Kata Kisano masih dengan ekspresi wajah datar tanpa ekspresi.


"Apa tujuan lu melakukan ini?".


"Senang-senang."Balas Kisano dengan entengnya.


Menyipitkan kedua kelopak mata sekilas .Nathan berucap."Oh!.....Lantas bolehkah lu membiarkan mereka di bawa ke RS? Karena gue ingin bermain dengan lu tanpa ada gangguan."


"Tidak."


"Ketua ada mobil polisi yang menunju ke sini."Ucap salah seorang anggota CB yang seperti mata-mata Kisano .


"Jih...sialan."Umpat Kisano ."Sepertinya bukan waktu yang tepat untuk melanjutkan permainan."Kata Kisano kepada Nathan .


Sementara Kisano membisikan sesuatu kepada anak buahnya. Nathan yang masih terdiam memperhatikan."Tidak gue sangka lu bisa panik juga ."Ujar Nathan."Jika ingin bermain dengan gue ,temui gue dan jangan pernah libatkan mereka .Sekali lu libatkan mereka ,mati adalah kebahagiaan terbaik permainan lu."


Kisano hanya menyungging senyum miring tipis sebelum ia berlalu bergegas meninggalkan gedung sekolah kosong ini bersama komplotan nya .


Next.....


Para kepolisian mulai berdatangan ,mengamankan tempat kejadian .Mereka juga datang dengan membawa beberapa ambulan untuk memberi penanganan pertama bagi yang terluka .


Entah siapa yang memberikan bantuan ini .Atau entah siapa yang menghubungi polisi dan ambulan-ambulan ini .Yang jelas bantuan ini sangat membantu Nathan dan teman-temannya .Untuk Nathan sudah sangat lemah dengan tenaga yang sudah terkuras habis melawan Reojin.


Jadi bisa di bayangkan apa yang selanjutnya terjadi, jika Nathan benar-benar melayani Kisano untuk berkelahi.


++++++