My Salvador

My Salvador
Eps.156 Hanya halusinasi



Indonesia


Pukul. 14.10 Siang menjelang sore


Rabu


Masih di kantor polisi untuk mengikuti meeting .Yang tengah di lakukan Nathan ,Kanji ,Panji, dan Iyslam juga rekan-rekan terpilih kepolisian lakukan.


Dua jam berlalu meeting membahas tentang kronologi penangkapan dan peledakan bom yang ada hubungan eratnya dengan penjual barang haram telah selesai.


Kini Nathan dan Kenji tengah bersiap pulang .Keduanya hanya tinggal menunggu Panji keluar dari ruang kerja pribadi Isylam.


"Yok."Ajak Panji .


Memutar manik hitam malas ."Lelet ."


"Setelah mendengar ini sepertinya mas tidak jadi traktir kalian makan."


Nathan langsung fokus pada Panji ."Lahh...tidak gitu mas .Udah janji harus di tempati."


"Tapi saya tidak pernah janji ."Panji berjalan keluar mendahului kedua pemuda ini .


Urusan perut Nathan paling semangat .Ia bergegas menyusul Panji ."Masss saya laper .Mas mau saya mengadu ke kak Riska."Mengeluarkan gawai nya."Saya telfon se....". Ucapan Nathan langsung terpotong dengan Panji yang merebut paksa benda pipih ini dari tangan Nathan."Merepotkan."Umpatnya .


Mengembalikan ponsel ini pada pemiliknya."Yasudah cepat masuk mobil ."


"Cari makan kan mas. Dari siang nihh belum ke isi ."Nathan begitu bersemangat.


"Iya ."


Nathan bergegas masuk ke dalam mobil Panji lebih dulu."Harus sabar mengurus anak perempuan ."Ucap Kenji dengan enteng sembaring berjalan melewati Panji untuk menyusul Nathan masuk ke dalam mobil.


++++


Dalam perjalanan. Nathan yang duduk di samping Panji dan Kenji yang duduk seorang diri di kursi tengah penumpang.


Lama hening sepanjang perjalanan menuju rumah makan .Ponsel Nathan tiba-tiba bergetar .Lantas ia segera mengambil ponsel nya dari dalam saku celana panjangnya.


...Terhubung Panggilan telepon....


*Assallamuallaikum."


*Wallaikum'salam."


*Kamu masih berusaha dengan kepolisian?".


*Heheh...masih kak."


Terdengar hembusan nafas panjang dari seberang sana .


*Kamu yang hati-hati, jaga diri baik-baik saat membantu mereka .Ingat keselamatan diri sendiri harus di utamakan."


*Egois dong kak."


*Terkadang kita harus bersikap egois demi menjaga diri kita sendiri. Karena tidak semua orang yang sudah kamu tolong kembali berbuat baik sama kamu ......Bisa jadi orang yang kamu tolong adalah orang yang sangat ingin melihat mu menderita."


*Hem.....jahat y kak."


*Itulah kerasnya kehidupan. Yasudah kakak akan lanjutkan bekerja ."


*Iya ." Panggilan di akhir Riska sepihak dari seberang sana .


Panji yang masih fokus menyetir mobil ."Dari kakak kamu?".


"Iya."


+++++


Pukul. 15.58 Menjelang Sore.


Sang surya berlahan-lahan mulai tenggelam di ufuk timur. Suasana yang awal terang berlahan-lahan mulai gelap .


Gerimis rintik-rintik sempat mengguyur kota ini .Membasahi tanah kering kota ini. Sangat enak jika hujan gerimis seperti ini meminum kopi hangat .Begitulah yang tengah Nathan, Kenji ,dan Panji lakukan di salah satu kedai sederhana pingin jalan di salah satu kota S.


"Kedua kalinya ke nasi bebek ini."Ucap Nathan yang sangat bersemangat segera menikmati menu nasi bebek penanya .


"Cepat makan cepat pulang ."Saut Panji melanjutkan kegiatan makan malamnya .


Mengangkat pandangan."Tidak jalan-jalan dulu atau menikmati kopi ini dulu."


"Kamu sudah habis tiga gelas kopi Nathan, dan kamu masih pesan kopi lagi. Mas khawatir kamu tidak akan tidur selama setahun ke depan."


"Ngeri."


"Lambung kamu aman?".Kini giliran Kenji yang bertanya pada Nathan .


"Aman."


"Cepat habiskan .Lihat Kenji.....Kamu harus mencontoh nya Nathan .Dia habis dua piring Nasi ,bukan tiga gelas Kopi ."


"Bodoamat."Nathan sibuk menikmati enaknya nasi bebek. Tidak jauh berbeda dengan Kenji yang sangat lahap memakannya. Maklum belum pernah kenal nasi bebek sejak dini .


"Ingat besok kita harus berangkat pagi-pagi."


+++++++


Di tempat Yudha .


Yudha masih terduduk di kursi panjang depan kamar rawat IGD Asta ."Pulang saja Al .Istirahat."


Alyah yang duduk di samping Yudha .Berucap"Tidak .Kamu akan sendirian di sini ."


"Ada ayah Al .Lu pulang dan istirahat lah .Adik-adik saya pasti sangat khawatir sekarang .Tolong sampaikan ke pada mereka ibu baik-baik saja .Bilang ke mereka doakan saja semoga ibu dan Asta lekas sembuh.....Juga Tante Nini ."Yudha merendahkan nada bicaranya akhirnya.


"Bang Alwi."Seru Alyah mendongak melihat kakak laki-laki nya .


*Mohammad Alwi Aldevaro atau Alwi .Ia adalah kakak laki-laki Alyah .Anak tertua keluarga Aldevaro .*


Menyodorkan kotak makanan ."Dari ibuku .Jangan lupa di makan ."


Yudha menerima kotak bekal itu ."Sampai terimakasih untuk tente."


"Iya ."Hening sesaat."Bagaimana keadaan tante?".


"Belum tahu .Saya belum melihat nya ."


Manik mata Alwi yang sudah fokus dengan adik perempuan nya."Ayo Al pulang .Besok kamu harus kesini lagi bawakan sarapan untuk Yudha dan om."


Alyah hanya terdiam."Pulang Al ,istirahat."


"Hem."Alyah akhirnya mengalah ,ia beranjak dari tempat duduknya."Baiklah pengusir ."Berlalu begitu saja .


"Saya pikir dia sudah dewasa setelah menikah .Ternyata..."Gumam Alwi yang masih dia di tempat memperhatikan tingkah adiknya .


Sementara Yudha yang ikut memperhatikan pun jadi menyungging senyum tipis di sudut bibirnya.


"Kalau gitu saya permisi, Yud .Jangan lupa di habiskan makan malam nya .Ayah kamu juga suruh makan. Jangan biarkan beliau telat makan ,di usinya yang sudah tidak muda lagi .Ayah kamu tidak boleh sampai telat makan ."


Yudha bangkit dari tempat duduknya."Hem .Makasih sudah membantu keluarga saya."


Alwi menepuk bahu Yudha sekilas ."Kita memang keluarga Yudha ."Ucapan terakhir sebelum berlalu meninggalkan lorong rumah sakit ini .


Selepas kepergian kakak iparnya dan istrinya .Yudha segera berjalan ke kamar rawat IGD ibunya yang tidak terlalu jauh dari kamar rawat IGD Asta .Walaupun beberapa lorong rumah sakit.


Tokk...Tokk..."Yah ."


"Sebentar Yud."Kebetulan Faktur tengah melepas pakaian khusus sebelum berlalu keluar ruangan.


"Bagaimana keadaan ibu Yah?".


"Sudah jauh lebih baik .Ibu kamu sudah melewati masa kritisnya .Sebentar lagi ibu kamu akan di pindahkan ke kamar rawat inap jalan .... Nunggu prosesnya saja ."


"Lalu bagaimana dengan keadaan Asta ,adikmu baik-baik saja kan?".


"Asta masih koma .Dokter bilang Asta akan koma selama empat sampai lima hari. Dokter juga bilang dia harus segera mendapatkan donor ginjal secepat nya."


Mendengar penjelasan putra sulungnya. Faktur langsung menunduk pandangan muram .


Yudha yang mengetahui betul sulitnya di posisi ayahnya saat ini ."Ahhh iya. Brian sudah di perbolehkan pulang ke rumah dan Beril juga sudah sembuh. Tadi Brian sempat telfon saya ."


"Astaga. Ayah sampai hampir lupa dengan anak-anak ayah yang lain ."Faktur meminjam pelipis kepala nya .Ia hampir kehilangan keseimbangan tubuh. Namun Yudha dengan cekatan menopang tubuh ayahnya ."Ayah."


"Ayah pasti belum makan sejak pagi .Ayah harus makan sekarang, tadi bang Alwi bawakan makanan dari rumah."Yudha memapah tubuh ayahnya agar duduk di kursi panjang depan kamar rawat inap ibunya .


Setelah membantu ayahnya duduk dengan baik .Yudha yang tadi menaruh kotak makan di dekat ayahnya mulai membukakan kotak bekal itu .


Melihat kotak makanan yang sudah terbuka ."Di makan, ayah jangan sampai sakit ."Yudha yang berjongkok di depan ayahnya.


Faktur tersenyum tipis."Kamu juga tidak makan."


"Yudha sudah makan di kantin tadi. Ayah yang belum sama sekali."Yudha berkata bohong. Ia belum makan dari siang .Terakhir kali ia makan tadi pagi .


Di tengah-tengah itu dua perawat wanita dan pria menghampiri Yudha dan ayahnya ."Selamat malam ,permisi pak, mas .Kami akan memindahkan ibu Dania ke kamar rawat inap."


"Silakan ."Ucap Yudha beranjak dari tempat duduknya.


"Permisi ."Kedua perawatan ini berlalu dengan mendorong brankar pesakitan dorong .


"Ayah lanjutkan saja makanan nya .Saya yang akan menemani ibu ."


Tidak ada penolakan dari Faktur yang masih merasakan lemah pada tubuhnya yang sangat kelelahan .


Yudha berlalu menyusul dua perawat tadi masuk ke dalam ruang IGD.


+++++++


Pukul. 02.30 Malam .


"Ampun .Tidak bisa tidur ."Ujar Nathan yang tidur terlentang di tempat tidurnya.


Ia yang sudah capek muter-muter berusaha untuk mencari tempat nyaman agar bisa tidur .Namun kedua kelopak matanya tidak kunjung terpejam .Lantas ia beranjak turun dari tempat tidurnya .


Nathan berlalu keluar kamar .Untuk berkeliling rumah .Mungkin saja dengan cara itu ia bisa merasa lelah dan bisa tidur .


"Kenapa tidak tidur .Kopinya kurang banyak."Ucap seseorang dari arah dapur .


Nathan yang sudah fokus pada sumber suara ."Saking kurangnya saya tidak bisa tidur ."


Panji berjalan menghampiri Nathan dengan membawa poci air dengan dua gelas dalam genggaman tangan nya .


"Mas tidak tidur?".


"Sudah bangun ."Panji tanpa menghentikan langkah kakinya berjalan keluar rumah.


Nathan mengikuti langkah kaki Panji ."Mau tambah lagi kopinya?". Tanya Panji tanpa menghentikan langkahnya.


"Tak ,saya sudah habis lima gelas pun cukup ."


"Ya semoga saja lambung kamu baik-baik saja."


"Aman."


Nathan akhirnya ikut nimbrung bersama dengan penjaga rumah nya dan Panji di pos keamanan rumahnya .Sampai menjelang adzan subuh .


Dan perlu kalian ketahui kalau Nathan ikut meminum kopi lagi. Yang sangat cukup membuat dirinya strong terjaga .