My Salvador

My Salvador
Eps.235



Masih merangkul Noemi dalam pelukannya. Nathan menatap lekat raut wajah memerah itu. Pandangan itu semakin dekat sampai ia bisa merasakan hembusan hangat nafas Noemi.


Mendorong,"Tu..Tuan....Maksud Nat...Nathan."Noemi meronta gugup dalam berucap.


Menjauh tak lupa tatapan datar,"Saya tidak suka dengan panggil itu."


Menundukkan pandangan nya,"Bu...bukan maksud saya tadi Nathan. Iya, Nathan."


"Iya?". Menunggu ucapan Noemi selanjutnya,"Tidak mau makan malam?".


"Tak."Nathan memperbaiki posisi tidur menyelimuti dirinya sebelum akhirnya berpaling membelakangi Noemi. Untuk menyambung tidur.


Sementara Noemi masih terdiam di tempat duduk, dengan fokus teralihkan melihat gorden kamar yang sudah tertutup rapat.


"Tidur."Nathan menarik Noemi ke dalam pelukannya.


Next....


Keesokan harinya. Noemi yang baru bangun, sayup-sayup dengan penglihatan kabur khas orang bangun tidur melihat sekeliling kamar. Ada yang hilang Batinnya. Akan tetapi tidak ia perduli, ia beranjak turun dari tempat tidur.


Masih dengan setengah sadar. Noemi merai ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja. Di sini ia baru sadar setelah memilih selebar kertas di bawah ponselnya.



"Kenapa tidak bilang pergi kemana?".Batin Noemi bertanya selepas membaca isi surat ini.


Next.....


"Sial kenapa datang?".Jovan menatap datar Nathan.


Nathan yang baru ikuti bersambung,"Urusan ku harus aku sendiri yang menyelesaikan."


Kenji, Nathan, Jovan, juga Ezawa langsung fokus pada inti tujuan pertemuan.


Next.....


Jam 9 siang. Nathan telah sampai di apartemen, ia melangkah keluar dari dalam Liv untuk berjalan ke arah rumah apartemen nya.


Sampai di depan pintu Nathan langsung melangkah masuk ke dalam. Tidak lupa dengan kebiasaan nya yang tidak pernah ia tinggalkan. Berucap salam dengan nada suara rendah.


Baru masuk ke dalam rumah, langkah yang baru masuk ke ruang tamu. Ia yang melihat Noemi tertidur pulas dengan posisi duduk di atas Sova. Nathan yang tidak ada niat membangunkan pun berlalu duduk Sova tunggal depan Noemi.


Next...


Pukul 11 siang. Noemi baru bangun tidur, akan tetapi langsung loncat dari tempat duduknya,"Udah Jam 11 siang."Fokusnya pada Nathan yang baru bangun karena kaget dengan suara Noemi.


"Ketinggalan pesawat, kenapa tidak membangunkan ku?".


"Lekas bersiap ayo ke bandara."


"Pesawat nya?".


"Pakek pesawat pribadi, pilot nya sudah menunggu."


"Oh."Noemi bergegas bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Ia begitu sangat bersemangat karena ia akan pergi ke Indonesia.


Next.....


Nathan yang mendengarkan itu, ia fokus mengemudikan mobil,"Emang kamu tau makanan itu?".


"Tau, kak Riska yang bilang dan katanya enak sekali. Saya akan mencoba semua makanan itu."


"Tidak takut gemuk?".


"Pulang dari sana langsung diet."


"Jangan diet."Kata Nathan,"Saya tidak suka melihat orang menyiksa tubuh hanya dengan makan satu kali sehari, itu pun hanya makan rumput."


"Rumput?".


"Sayuran....Jangan pernah lakukan diet apapun. Kalau mau kurus olahraga dan jaga pola makan bukan diet."Tutur kata Nathan,"Kalau pun gemuk juga tidak papa asal sehat."Lanjutnya.


Noemi langsung terdiam seribu bahasa fokusnya melihat keluar kaca mobil depan. Seketika semangat membaranya lenyap.


"Kenapa diam?".


"Tidak ada apa-apa."


Masih fokus mengemudikan mobil,"Saya punya rumah makan langan di Indonesia. Sampai di sana, mau ikut saya makan di sana?".


"Mau."Noemi kembali bersemangat,"Rumah makan apa?".


"Bakso."


"Ehmm....pasti enak."Mendekap kedua tangannya.


Tanpa terasa sudut bibir Nathan terangkat menyungging senyum tipis.


Next....


Setibanya di bandara. Nathan dan istirahat langsung di sambut oleh pihak bandara langsung. Mendapatkan pelayanan yang bagus bahkan sampai di dalam pesawat pribadi keluarga nya.


Di dalam Nathan sengaja membatasi pramugari yang akan ikut menerbangkan ke Indonesia. Supaya tidak terlalu menganggu momennya kebersamaan nya bersama Noemi.


Next....


Sudah duduk tenang di kursi depan Nathan, atensi Noemi yang masih memperhatikan sekitarnya,"Bagus."Ungkapnya melihat dalam pesawat pribadi keluarga Nathan.


"Pertama kali naik pesawat, sekali bisa naik dapat yang seperti ini."Ungkapnya kembali.


Melihat itu Nathan hanya terdiam fokus pada layar ponsel untuk membalas beberapa Notifikasi yang belum sempat ia balas.


Next....


Fokusnya yang sudah pada Noemi,"Kalau penasaran berkeliling saja."


"Boleh?".Fokus pada Nathan menunggu balasannya.


"Tentu boleh, pesawat ini juga milik mu. Kamu bagian keluarga ku."


Noemi menyungging senyum hangat merasa sangat senang bisa sangat di harga keberadaan nya oleh suaminya,"Saya akan lihat ke sana."Beranjak dari tempat duduknya. Berlalu melewati Nathan.