My Salvador

My Salvador
Eps.192 Hanya Jovan Yang Faham



Indonesia


Pukul. 11.19 Siang


Selasa


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya sampailah ke tiga pemuda ini di kampung halaman bi Rani. Sekaligus tempat jazad bi Rani di kebumikan.


"Bibi di makamkan di sini".Nathan yang fokus melihat maesan yang bertuliskan nama Bi Rani sesosok ibu pengganti yang sangat berjasa merawat Nathan dari kecil sampai tumbuh menjadi pemuda dewasa .


Selesai menyelesaikan kirim doa yang di pimpin oleh Panji. Kenji dan Panji beranjak dari tempat nya lebih dulu ."Saya akan menunggu di mobil."Kenji berlalu lebih dulu meninggalkan makam .


Panji yang masih berdiri di depan Nathan yang masih berjongkok."Pasti sulit untuk kamu menerima kenyataan ini. Namun kamu harus mengikhlaskan kepergian bibi ,supaya bibi bisa beristirahat dengan tenang."


"Jika kau tau itu sulit untuk ku ,lantas kenapa kau tidak memberitahu ku .Dan di mana kak Riska?Dia juga tidak memberitahu ku sama sekali."Nada bicaranya Nathan yang tidak bersahabat."Kalian semua sama saja ,hanya perduli dengan kehidupan kalian masing ,hanya sibuk mencari keuntungan di dunia."


Tanpa mengeluarkan air mata kesedihan. Nathan terus berucap mengutarakan semua isi pikirannya .


"Sudah lah tutup mulut mu."Nathan beranjak dari sana meninggalkan Panji yang masih terdiam mematung. Tanpa berucap apapun lagi .


Sementara Panji yang masih terdiam di tempatnya berdiri."Jika bi Rani ada di sini apa yang akan bibi lakukan?Maaf bibi saya bukan bibi yang bisa memahami apa yang selalu di rasakan Nathan. "Batin Panji yang fokus masih terfokus pada nisan di depannya."Saya pamit bi."Pamit Panji berlalu meninggalkan pusaran tempat peristirahatan bi Rani.


Next.....


"Nathan?".Panji yang melihat di luar mobil hanya ada Kenji seorang.


"Ada di dalam mobil mas ."


"Um ."Dehem Panji rendah ."Ayo masuk kita langsung pulang."Ajak Panji beranjak masuk ke dalam mobil.


Panji langsung menyalahkan mesin mobil untuk segera tancap gas meninggalkan area pemakaman. Sebenarnya ini di luar rencana Panji .Yang seharusnya Panji ingin mengajak Nathan kekediaman keluarga Bi Rani. Akan tetapi situasi berkata kali. Yang membuatnya mengambil ke putusan untuk langsung melanjutkan perjalanan kembali pulang .


++++++


Pukul. 21.51 Malam


Tetap jam sembilan malam .Nathan yang sudah sampai di kediaman rumah nya langsung beranjak naik ke lantai atas .Mengabaikan semua orang karyawan rumah nya yang menyambut kepulangan nya.


"Mas Panji langsung balik ,jika ada apa kamu langsung telfon emas ."Pesan Panji kepada Kenji yang di balas anggukan kepala oleh Kenji.


Selepas kepergian Panji. Kenji yang hendak melangkahkan kakinya naik ke lantai atas harus urung dengan kehadiran Jovan .


"Ken ,di mana Nathan?".Tanya Jovan yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Atas ."


Tanpa mengucapkan apapun. Jovan langsung berlalu naik ke lantai atas melewati Kenji .Seakan-akan berlari ,langkah kaki cepat Jovan menaiki tangga rumah ini


"Den."Seru bi Mina kepada Kenji ."Semua baik-baik saja kan den?".


"Semua baik-baik saja. Saya permisi dulu bi mau mandi ."Kenji berlalu meninggalkan bi Mina yang masih terlihat khawatir dengan situasi ini .


Next.....


Di depan kamar Nathan. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Jovan langsung nyelonong begitu saja masuk ke dalam kamar .


"Nathan ,Nathan ,NATHAN."Teriak teriak Jovan membuat Nathan yang benar-benar badmood duduk di teras kamar nya ,langsung berpaling membuka kasar gorden kamarnya."CK ,diam bang***sat ."Tanpa merubah ekspresi raut wajah datar nya .


Berjalan mendekat duduk di kursi kosong balkon kamar Nathan ."Kalau gue tidak teriak lu mustahil akan membalas ."Kata Jovan .


Hening kembali .Sampai fokus Jovan yang meneliti sekitar balkon .Membuat fokus melihat ke atas meja di depannya ,melihat asbak rokok yang penuh dengan batang rokok. Lantas Jovan berucap ."Anjing!lu ngerokok lagi?".


Yang di ajak bicara tidak memberikan respon apapun. Karena yang di ajak bicara sedang asik dengan game online di ponsel nya.


"Nathan serius ,lu ngerokok lagi?Jawab anjing?".


"Lu ada masalah apa?".Jovan yang mengerti betul apa yang di rasakan Nathan.


"Tidak perlu sok tahu .Lu juga sama seperti mereka ."Balas jutek Nathan tanpa melihat lawan bicaranya.


Bruakkk.....Sett.....Memukul meja sekuat mungkin ,di susul menarik kerah pakaian Nathan dengan cepat .Sampai ponsel yang Nathan genggam terjatuh dari genggaman tangannya."Kalau gue bertanya itu jawab baik-baik anjing ."


"Lu ada masalah apa? Ceritakan dengan baik-baik. Jangan ujung-ujung lu lampiaskan dengan kembali seperti dulu .Ingat!Gue sudah berhenti karena lu .Jadi jangan harap lu kembali ke dunia kita yang dulu. Dan jangan coba-coba mancing emosi gue."Melepas kasar kerah pakaian Nathan. Jovan kembali duduk di tempat nya semula."Coba cerita."


Lama terdiam. Akhirnya Nathan berlahan-lahan mulai bercerita dari awal pertama kali permasalahan ini di mulai .


"Gue datang dan ikut pemakaman bi Rani. Dan waktu itu kak Riska bilang lu sudah tahu, akan tetapi lu tidak bisa hadir karena lu sedang ujian yang tidak bisa di tinggal."Jelas Jovan."Lu masih ingat, waktu itu gue pernah telfon lu dan gue terlihat khawatir sekali sama lu .Di waktu itu gue khawatir dengan lu yang terpukul karena kepergian bi Rani dan sedih tidak bisa mengantar bi Rani ke peristirahatan terakhir nya .Waktu itu gue khawatir lu berbuat aneh-aneh".


"Kak Riska bilang seperti itu."


"Lu jangan salah faham dulu ,mungkin kak Riska memiliki maksud lain demi kebaikan lu."


"Kebaikan apa? Kebaikan sampai dia tidak pernah menghubungi adiknya ."Nathan yang mulai tersulut emosi.


Jovan hendak berucap kembali .Namun ia urungkan, ia memiliki untuk diam tenang. Karena emosi akan semakin memanas jika ia membalas sekarang. Untuk mendinginkan itu .Jovan berucap."Keluar Nat,"memperagakan menyetir motor,"jalan-jalan mumpung gue bawa motor."


"Ti...".Ingin menolak. Namun Jovan sudah lebih dulu menarik paksa pergelangan tangan Nathan untuk ikut bersamanya.


"Kalian mau kemana?".Tanya Kenji yang sedikit berteriak, baru keluar dari dapur .


"KELUAR BENTAR ."Balas teriak Jovan tetap berjalan cepat sembaring menarik pergelangan tangan Nathan.


Masih fokus memperhatikan kepergian dua sahabatnya."Tap.....tapi Nathan belum makan sejak kemarin."Kata Kenji yang mustahil di dengar oleh siapapun dengan nada bicara rendah nya .


+++++++


Brumm....Brumm......Jovan memacu cepat motor nya .Melebihi kecepatan normal.


Nathan yang awalnya tenang-tenang saja tidak berpegangan .Ia yang baru menyadari kecepatan motor semakin tidak normal. Di saat itulah tangan ajaib nya melesat cepat Ngemplak helm Jovan cukup kuat .Pakkk.....Sett....."Anjing".Beruk....."CK kening ku ."


Mengerem mendadak membuat Nathan yang tidak berpegangan langsung membentur helm Jovan cukup keras .Dan untung saja Nathan mengenakan helm .Coba saja jika tidak ,mungkin akan tumbuh makanan bulat di jidat Nathan .


"KALAU MAU MATI JANGAN AJAK-AJAK BE**GO."Bentak Nathan."GUE MASIH PUNYA TUJUAN UN....".Menghentikan ucapan nya .


Jovan melepas helm yang ia kenakan."Sudah gue duga mustahil untuk lu membenci kak Riska dengan semudah itu .Lagian tidak mungkin kak Riska melakukannya alasan ."


"Walaupun lu belum mengetahui alasannya. Gue harap lu tidak berburuk sangka dulu .Kalau lu kayak gitu ,lu kayak bukan Nathan yang gue kenal."


"Menurut gue Nathan yang gue kenal adalah anak keras kepala yang tidak pernah goyang dengan pendirian nya .Maksud gue....".Memotong ucapan Jovan ."Gue harus mencari tahu apa yang terjadi selama kepergian gue ."Saut Nathan .


"BUKAN BE**GO."Jovan mendorong kasar kepada Nathan."Lu harus fokus sekolah agar lu cepat-cepat bisa membantu Kak Riska .Ngomong-ngomong soal itu ,gue dengar di Jepang akan di adakan lomba akademik .Pemenang lomba itu bisa langsung lulus dengan nilai terbaik tanpa harus melanjutkan ujian apapun lagi ."


"Di mana itu?".


"Wah.....gue lupa. Lu cari saja nanti di situs olimpiade akademik Jepang ."


Sementara Nathan mengingat-ingat itu ."Di urus nanti saja be**go ."Kembali mendorong pelan kepala Nathan ."Lu mau tidak bonceng gue ,gue capek banget tadi di sekolah banyak buangettt tugas gue ,ADUH CAPEKNYA."


"CK masih hidup saja sambat ."Nathan beranjak dari tempat duduk nya ."Biar gue yang nyetir."


"Aduh pinter nya ."Jovan berpindah tempat dengan semangat duduk di boncengan belakang motor.


Kini giliran Nathan yang duduk di depan ."Sebenarnya kita mau kemana?".


"Tongkrongan biasa ,anak-anak sudah menunggu di sana ."


"Hem."Memasang helm nya dengar benar ,menaikan jagang motor sebelum akhirnya tancap gas melanjutkan perjalanan.