My Salvador

My Salvador
Eps.77 Jenguk Benji



Osaka


Pukul 20.22 malam


Rabu


Masih di hari yang sama ,di malam yang sama ,dan orang yang sama .Dua pemuda yang tengah terduduk santai di ruang tengah di sebuah rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sedikit letih .


Nathan ,sang tuan rumah akhirnya beranjak turun kembali ke lantai bawah rumah nya ,untuk menghampiri ke dua temannya yang tengah terduduk rileks mengatur posisi ternyaman.


Ia yang sudah dekat sova-sova ruang tengah ."Mau minum makan apa?".


"Terserah yang penting segar dan enak ."Balas Hiroyuki tanpa beranjak dari zona nyamannya.


"Okeh!Tunggu! ."Nathan beranjak pergi meninggalkan ruang tengah untuk pergi ke dapur .


Di dapur .Pemuda bercelana panjang olahraga dengan kaos panjang oblong ini .Tengah terfokus membuat suguhan makanan untuk kedua tamunya .Membuat tiga cangkir coklat hangat ,dan tiga kap pop-mie berkuah untuk suguhan di hawa dingin mungkin sangat penting bukan .


Sesaat setelah beberapa lama di sibukkan di dapur .Nathan kembali ke ruang tengah dengan membawa nampan berisi tiga minuman hangat dan tiga pop-mie ,juga sekantung plastik sedikit besar berisikan beberapa kemasan camilan yang juga ia bawa .


Menaruh nampan ini di atas meja ."Gua buat yang sederhana ,tapi menghangatkan ."Ucap Nathan sembaring menaruh kantung plastik ini di atas meja juga .


Mengambil salah satu pop-mie ."Yang penting kenyang ."Saut Hiroyuki .


Kenji juga ingin mengambil pop-mie ini ,namun mengurungkan dengan suara ponsel nya yang bunyi .Ia memilih mengurungkan niatnya demi untuk mengambil benda pipi di dalam saku celananya.


Ia nyalakan layar benda pipih ini .Yang terdapat satu notifikasi Chat di sana .


Ayah


*Kamu dimana ,Ken?Otuo-san sudah menunggu kamu di rumah makan biasa ."


Kenji yang baru ingat, jika ia ada janji dengan ayah nya untuk makan malam bersama ."Astaga!Kenapa bisa lupa?". Batinnya mengusap kasar wajahnya .


Nathan yang sudah memakan beberapa suapan pop-mie .Berpaling melihat Kenji yang tengah terfokus membaca pesan di ponsel ."Ada apa ,Ken?".Tanya Nathan .


Melihat lawan bicaranya."Gue lupa ada janji makan malam bersama Otuo-san, malam ini."Kata Kenji .


"Pergi saja , Ken. Kasihan Oji-san menunggu lu lama ."Saut Hiroyuki yang tetap terfokus menikmati pop-mie nya .


Beranjak dari tempat duduknya ."Kalau gitu gue duluan .Suruh saja Hiro menghabiskan makanan gue ,Nat .Pasti habis nanti ."Kenji melihat Nathan .


Yang di bicarakan hanya mengangkat jari membentuk huruf O .


"Ok ,hati-hati lu di jalan ."Balas Nathan yang kini tengah menikmati coklat hangatnya .


"Iya ."Kenji beranjak pergi meninggalkan kediaman rumah Nathan .


Di luar rumah .Kenji membalas pesan dari ayahnya .


^^^Kenji.^^^


^^^*Kenji dalam perjalanan ke sana ."^^^


Sesudah mengirim pesan singkat itu .Kenji segera mengayun sepedanya kembali pergi ke rumah makan tempat ayahnya tengah menunggu nya saat ini .


++++


Yoshi yang membaca balasan putra .Hanya tersenyum tipis sembaring menyimpan benda pipih ini kembali ke dalam saku mantel hangat nya .


Dan sembaring menunggu kedatangan putranya ,ia memilih untuk terduduk tenang dengan menikmati secangkir kopi hangat yang telah ia pesan .


+++++++++


++++++++++++++


Korsel


Pukul 06.20 Pagi


Kamis


Masih terlalu pagi .Namun kedua orang dewasa ini sudah memulai perdebatan mereka .Membuat seorang malaikat kecil ini terbangun dari tidur nyenyak nya .Karena terusik dengan suara keras yang memecah gendang telinga nya.


Menatap tajam lawan bicaranya."KENAPA KAU TAK FAHAM GHIE-HYE ,SAYA INGIN KEMBALI PADA MU KARENA SAYA INGIN MERAWAT PUTRA KITA BERSAMA-SAMA .KAU TAK FAHAM!!?".Bentak Seo Zhu-ye kepada sang suami .


Jee Ghie-hye sudah hampir kehabisan kesabaran ,namun ia mencoba tetap tenang dengan berkata."Kecil suaramu , Zhu-ye!".Sedikit mengertak .


"APA?APA KAU TAKUT ZON-JUN MENDENGAR PERKATAAN KITA ,HE???".Seo Zhu-ye yang masih meninggikan nada bicaranya .


Membuat Jee Ghie-hye kehilangan kesadaran ,ia angkat tangan .Hampir ia menampar istrinya ,akan tetapi ia urungkan di kala melihat sang putra kecil tengah diri di ujung pintu kamar tidurnya sembaring menatap kepada dirinya .


Ia turunkan tangan ,ia berjalan mendekati sang putra ."Zon-jun sudah bangun dari tadi?".Tanya Jee Ghie-hye yang sudah berjongkok menyamakan tinggi dengan tinggi badan sang putra .


Joo Zon-jun menggeleng ringan ."Appa ,dia siapa?".Joo Zon-jun melihat seseorang wanita yang tak pernah ia lihat .Joo Zon-jun memang tidak mengenal sang ibu dari kecil .Karena ulah sang ibu nya sendiri yang sering mengabaikan dirinya .


Belum juga Jee Ghie-hye menjawab .Seo Zhu-ye langsung saja menyaut ."Saya eomma kamu."Berjalan sedikit mendekati Joo Zon-jun untuk sedikit berjongkok menyamakan tinggi badan dengan sang putra ."Tidak mau peluk ,eomma?".Seo Zhu-ye merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kehangatan sang putra kecil .


Joo Zon-jun menatap sang ayah terlihat dahulu ,sebelum akhirnya ia berlari kecil mendekati sang ibu dan memeluk nya dengan erat .


Seo Zhu-ye membalas memeluk dengan mengelus lembut rambut kepala bagian belakang putranya."Maafkan Eomma tidak pernah mengurus kamu ,tapi Eomma janji mulai besok Eomma akan mulai merawat kamu dengan baik ."Kata Seo Zhu-ye.


"Eomma akan tinggal di sini?".Tanya Joo Zon-jun menatap manik hitam cantik sang ibu .


Seo Zhu-ye membalas dengan senyum manis ."Iya ,untuk Zon-jun ."Ucap Seo Zhu-ye.


Joo Zon-jun berpaling mendongak menatap sang ayah yang sudah berdiri tegak di tidak terlalu jauh darinya ."Appa ,Eomma akan tinggal disini boleh ya?".


Apapun masalah nya dengan sang istri ,Joo Zon-jun tidak tahu menahu soal itu .Dan mana mungkin ia melibatkan Joo Zon-jun kedalam pertengkaran nya dengan sang istri .Alhasil Jee Ghie-hye mengangguk ringan membalas perkataan sang putra .


Joo Zon-jun bersorak senang .Ia juga mengatakan ."Nanti Eomma antar Zon-jun ke sekolah ya ,banyak teman-teman Zon-jun yang di antar Eomma nya .Tapi Zon-jun tidak pernah ."Joo Zon-jun sedikit menunduk perhatian nya muram .


Mengelus lembut pucuk kepala putranya."Iya ,Eomma antar ."


".....Eh ,Zon-jun harus bersiap-siap ,sebentar lagi waktunya berangkat sekolah ."Lanjutnya .


"Hem iya ,Zon-jun mandi dulu Eomma ."Joo Zon-jun berlari kecil masuk kembali ke dalam kamar nya .


Jee Ghie-hye ikut mengikuti langkah sang putra kecilnya .Karena putra masih terlalu kecil ,jika di biarkan pergi ke kamar mandi seorang diri .


Walaupun pada akhirnya ,Joo Zon-jun tidak mau ia mandikan .Jee Ghie-hye tetap memaksa mengikuti sang putra ,karena ia yang masih takut terjadi sesuatu di dalam kamar mandi .Seperti terpeleset.


Sedang Seo Zhu-ye, memilih pergi ke dapur untuk membuat makan pagi untuk sang putra kecilnya untuk yang pertama kalinya .


+++++++++


Pagi ini menjadi pagi yang lengkap untuk Joo Zon-jun .Karena untuk pertama kalinya ,ia bisa makan bersama keluarga lengkap .Bersama ayah dan ibu nya .


Walaupun masih terselip pertanyaan kemana ibunya selama ini .Joo Zon-jun memilih menepis semua pemikiran itu .Mungkin karena ia masih terlalu kecil untuk memikirkan itu ,jadi ia sekarang lebih banyak memikirkan hal-hal menyenangkan di hari ini saja tanpa berpusing-pusing memikirkan hal-hal negatif nya.


Toh di lihat ,ayah dan ibu seperti tidak dalam pertengkaran .Keduanya terlihat akrab dari sudut pandang Joo Zon-jun .


Dan tidak dengan sudut pandang kedua orang tua nya ,yang terlihat masih belum saling akrab .Jee Ghie-hye masih sedikit mengabaikan kehadiran sang istri nya .


Mungkin ia masih menyimpan sakit hati dengan sang istri yang selalu mengabaikan ke hadiran sang putra ,dan sekarang tiba-tiba kembali yang membuat dirinya berpikir negatif dengan kehadiran sang istri yang mungkin tengah merencanakan sesuatu.


++++++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Riska tengah membantu Dae Chul-hyun yang baru saja di perbolehkan pulang untuk berkemas-kemas .


Sebenarnya tadi malam ,Dae Chul-hyun sudah di perbolehkan pulang .Tapi karena cuaca dingin di luar .Dae Chul-hyun memutuskan untuk tinggal di kamar rawat inap ayahnya terlebih dahulu untuk semalam .


Riska mengiyakan itu .Alhasil tadi malam ia hanya membantu berkemas-kemas saja .Dan untuk pagi ini ,ia hanya perlu membawa beberapa tas berisikan pakaian ganti Dae Chul-hyun saja untuk di bawa pulang .


Selesai berpamitan dengan ayahnya .Dae Chul-hyun ikut pergi bersama Riska yang hari ini sudah menjemputnya untuk pulang ke rumah.


Di luar sudah sangat dingin ,karena salju pertama di musim dingin ini sudah berguguran memenuhi sebagian jalanan, tempat-tempat di daerah ini .


Baik Riska dan Dae Chul-hyun sudah mengenakan pakaian hangat untuk melindungi tubuh dari serbuan hawa dingin yang menusuk kulit ini.


Tidak perlu menunggu lama ,ia yang sudah di luar rumah sakit langsung masuk ke dalam mobil yang sudah Riska siapkan untuk mengantar nya dan Dae Chul-hyun kembali ke kediaman rumahnya .


Jen Xin-ki yang melihat kedua majikan sudah duduk dengan baik di kursi tengah penumpang ,langsung saja tancap gas meninggalkan halaman depan rumah sakit ini .


Iya ,Riska memutuskan untuk mengajak Dae Chul-hyun tinggal bersamanya sampai batas waktu yang tidak di tentukan .Karena ayah Dae Chul-hyun masih sakit yang tidak memungkinkan untuk Riska membiarkan Dae Chul-hyun tinggal seorang diri di kediaman rumahnya sendiri.


Di dalam mobil yang tengah melaju membelah jalanan bersalju ini ."Nathan sudah kembali ke Jepang ,Nona Riska ?".


Riska yang awalnya terfokus memperhatikan luar jendela kaca mobil nya .Langsung berpaling melihat sang sumber suara dengan tersenyum tipis."Jangan panggil Nona ,panggil saja dengan sebutan kakak."Kata Riska yang bersikap ramah.


Merasa sedikit canggung karena untuk pertama kalinya ia satu mobil dengan Riska ,majikan ayahnya ."Aah ,iya no-kak Riska ."


Riska yang mendengar itu hanya tersenyum tipis ,sangat tipis ."Kamu sedang dekat dengan adik saya?".


Dek .Seakan di hempaskan angin tornado ,Dae Chul-hyun langsung terdiam seribu bahasa ,maniknya menatap lurus ke kursi di depannya dengan tatapan yang tak biasa .


Riska yang menyadari itu kembali berkata ."Santai saja ,kamu terlihat tegang ."Yang membuat Dae Chul-hyun semakin terdiam .Bahkan ia mulai memanas gerah ,keringan dingin mulai bercucuran .Menahan rasa malu bukan main .


"Jika benar kamu sedang dekat dengan adik saya .Saya harap kamu bisa menerima sifat nya yang terkadang kekanak-kanakkan ."Kata Riska yang terfokus melihat ke depan .


Dae Chul-hyun berpaling menatap Riska .Seakan ia tidak percaya dengan kalimat yang baru saja Riska ucapkan. Menurut nya ,sejak awal bertemu dengan Nathan .Pemuda ini terlihat diam dan menurut nya juga terlihat lebih dewasa darinya .Walaupun umur nya dan pemuda ini sepantaran .


"Kamu sudah sarapan pagi ?".Riska berganti bertanya hal lain .


"Belum."Balas singkat Dae Chul-hyun .


"Hemm ,nanti sarapan di rumah sama saya .Bi Yong-see dan bi Yun sudah masak makan yang enak-enak untuk kita ."Kata Riska tersenyum ramah .


Dae Chul-hyun mengangguk ringan membalas perkataan Riska .Dengan masih menatap wajah cantik wanita ini ."Nona Riska ,perempuan yang sangat baik."Batinnya tersenyum manis .


+++++++++++


+++++++++++++++++


Osaka


Pukul 10.20 siang


Kamis


Jam istirahat ini .Nathan hanya berdiam diri di kelas karena harus mengejar mengerjakan soal-soal tugas ini .


Sedangkan untuk Kenji dan Hiroyuki ,keduanya sudah lenyap entah kemana .Mungkin sekarang keduanya tengah di kantin mengisi bahan bakar .


Namun belum lama dari itu .Kenji dan Hiroyuki kembali lagi ke kelas untuk menghampiri Nathan yang hanya laki-laki sendirian sejak tadi di dalam kelas yang sekarang cuma di penuhi oleh perempuan-perempuan kelas mereka yang tengah bergosip ,makam siang ,dll.


Duduk di kursi kosong depan Nathan ."Sudah sampai mana ,Nat?".Tanya Hiroyuki .


Mendongak melihat lawan bicaranya."Baru fisika ,kalau yang biologi sudah beres dari kemarin malam ."Balas Nathan menunjukkan ekspresi wajah seperti kurang tidur .


"Buset ,lu tidak tidur semalam?".Tanya Hiroyuki yang memperhatikan kantung mata menggantung di sana .


Kenji yang mengetahui Nathan belum makan sejak pagi. Menyodorkan dua kotak ,dan satu gelas minuman ."Singkirkan dulu kertas-kertas itu ,makan dulu lu."Kata Kenji dengan ekspresi wajah datarnya.


Nathan membereskan kertas-kertas tugas nya .Sebelum ia menerima makanan ini ."Makasih ,kecipir kering ."Ucap Nathan tersenyum jahil .


Hiroyuki yang menyaksikan itu hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar ."Eehhmmm....Dimana pun kalian tetap tidak akan pernah akur ."Ujarnya memasang wajah malas.


Menatap berganti kedua pemuda ini."Oy ,katanya Ryo .Benji sudah pulang hari ini."Kata Hiroyuki .


"Nanti ke sana ,antar gue .Gue maksa!".Ucap Nathan yang tengah mengunyah makanan dalam mulutnya.


Menatap malas."Dasar ,Cebong!!".Saut Kenji sedikit kesal .


Yang di tegur hanya semakin menjadi-jadi .


Hiroyuki yang masih memperhatikan itu ."Udah be**go .Jangan bertengkar".Tegur Hiroyuki sedikit tegas ."......Nanti ke sana ,sekalian ngobrol soal masalah kemarin ."Lanjutnya berkata.


"Adik-adik lu?". Tanyanya Kenji .


"Adik-adik gue ada di rumah nenek hari ini ,jadi santai saja jemput nya ."Balas Hiroyuki tersenyum bangga .


"Lu punya adik berapa sih anjing .Gue belum pernah ketemu?". Berganti Nathan yang bertanya sembaring menikmati menu makan siang nya.


"Dua laki kembar ."Balas Hiroyuki .


"......lu datang saja ke rumah gue kalau mau kenal adik gue ."


"Ogak lah ."


"Kenapa?".


"Capek, rumah lu jauh ada di pinggir kota ."


"Ada kereta be***go."


"Sama saja ."


".......Nanti juga ketemu tanpa harus datang berkunjung."


"Bicara sama lu ngeselin anjing ."


"Santai ,santai ."


"Hemm."Dehem Kenji membuang nafasnya dengan kasar .


Waktu istirahat berlalu .Jam masuk kelas berbunyi dan jam belajar mengajar di mulai kembali .


++++++++++


Pukul 14.45 menjelang sore .


Setelah mendengar bel pulang tadi ,semua siswa berkemas-kemas untuk segera pulang ke rumah masing-masing .


Seperti ketiga pemuda ini yang tengah berjalan beriringan menuruni anak tangga sekolah dengan santai .Tak perduli dengan suasana sekolah yang sudah hampir sunyi sepi .


Di bawah ,ketiganya langsung di sambut oleh Ryo yang tengah menunggu kedatangan mereka bertiga di loker sepatu .


Ketiga pemuda ini langsung berganti sepatu khusus sekolah dengan sepatu biasa yang ia pakek untuk berangkat sekolah tadi pagi .


Tak perlu waktu lama lagi .Ketiga pemuda yang sudah selesai berganti sepatu ini ."Ke rumah Benji dulu ."Kata Hiroyuki memberitahu Ryo ,pemuda yang sembaring tadi menunggu ketiga pemuda ini .


"Ok."Balas Ryo singkat mengikuti langkah kaki ketiga pemuda ini .


Ryo jalan di belakang beriringan dengan Kenji .Sementara Nathan dan Hiroyuki jalan di depan keduanya .


Masih tetap berjalan."Musim dingin bentar lagi tiba ,kita jadi berkemah?".Tanya Ryo membuka percakapan .


Masih tetap berjalan , tanpa menoleh ke belakang."Iya ,cari-cari kesenangan .Tapi kalau kalian tidak mau ,tidak jadi juga tidak papa."Balas Hiroyuki .


"Emang kemah di mana?".Nathan berganti bertanya .


"Di pondok milik ayah gue ,dekat hutan Kalin .Sekitar sedikit masuk lah ke dalam hutan ."Jelas singkat Hiroyuki .


"Oh ,gue pikir kita bakal dirikan tenda ."Nathan sedikit memayungkan bibirnya.


"Tidak ,kita bermalam di dalam pondok saja sudah cukup .Di sana tidak hanya satu pondok ,ada beberapa pondok lagi yang tiap mau musim dingin atau panas pasti ke isi .Dan iya , pondoknya sedikit luas ko ,jadi cukup buat lima sampai tujuh orang."Kata Hiroyuki menjelaskan kembali .


"Jadi saja ,Hiro .Lagian awal musim dingin kita libur sekolah ."Saut Ryo .


"Kurang beberapa minggu lagi kita libur."Kenji yang ikut menyaut .


"Dua hari lagi, mungkin."Balas Ryo .


"Okeh ,gue ajak kedua adik gue tidak papa?".Tanya Hiroyuki.


"Ajak saja ,biar rame ."Balas Ryo .


"Lu ikut ,Nat ?".Tanya Hiroyuki kepada Nathan .


"Ikut saja kalau di perbolehkan gabung ."Balas Nathan.


"Ikut saja lu ,biar rame nanti ."Saut Ryo .


"Beres kalau gitu."


Percakapan berakhir ,keempat nya fokus dengan dunianya masing-masing .Sampai akhirnya langkah keempat pemuda ini terhenti di depan gerbang rumah yang menjulang besar .


Iya ,setelah menempuh perjalanan kaki, menaiki kereta ,dan berjalan kaki kembali .Akhirnya sampailah keempat pemuda ini di depan kediaman rumah Benji .


Hiroyuki segera menekan tombol bel rumah yang tersedia di depan gerbang warna hitam ini .


Tidak perlu menunggu lama .Seorang wanita setengah paru baya ,dengan raut wajah yang tetap terlihat cantik ini membuka sedikit pintu gerbang rumah ini .


Membungkuk sekilas memberi hormat."Kon'nichiwa ,Oba-san."Sapa sopan Hiroyuki kepada wanita ini yang tak lain adalah ibunda Benji .Yang juga di ikuti oleh ketiga pemuda ini .


Oba-san\=>Panggilan Tante bhs Jepang(keluarga tidak sedarah)


"Kon'nichiwa mo ."Balas ibunda Benji tersenyum ramah ."....Mau bertemu Jiro ,mari masuk ."Lanjutnya mempersilakan keempat pemuda ini untuk masuk ke dalam rumah.


Di dalam halaman depan rumah ini .Ibu Benji langsung mengajak keempat pemuda ini untuk langsung masuk ke dalam rumah .


Sesampainya di dalam ,ibu Benji yang memimpin jalan langsung mengajak keempat pemuda ini untuk langsung naik ke atas pergi ke kamar Benji.


Setibanya di sana ,ibu Benji mengetuk pintu kamar Benji terlebih dahulu sebelum ia buka ."Jiro ada teman kamu ,Oka-san buka pintu nya ."Tanpa menunggu jawaban Ibu Benji langsung membuka pintu kamar ini .


Di dalam Benji tengah tertidur di pinggir atas tempat tidur dengan tersandar di gamping atas tempat tidur nya ."Gue cuma sakit biasa tapi kalian datang menjenguk berkali-kali seakan gue sakit berat ."Kata Benji menatap berganti keempat pemuda ini ."Eh ,Nat!".Serunya melihat kehadiran Nathan di sini .


"Oba-san ambilkan minum untuk kalian ,kalian mau minum apa .Jus jeruk mau?".Tawar Ibu Benji yang terlihat sangat ramah.


"Terserah Oba-san ,apapun minuman kami akan habis nanti ."Balas Hiroyuki tersenyum ramah kepada ibu Benji .


Merasa senang dengan teman-teman putranya ."Baiklah tunggu ."Ibu Benji beranjak pergi meninggalkan kamar tidur putranya.


Selepas kepergian ibundanya."Lu kapan balik ,anjing? Lu tidak kasih kabar ke gue." Sedikit membentak kepada Nathan.


"Kemarin gue mau telfon ,tapi gue lupa bang."Balas santai Nathan .


Hiroyuki yang sudah duduk di atas tempat tidur Benji yang empuk ."Tuh anak habis di keroyok sama orang yang keroyok lu ."Kata Hiroyuki .


Mengerutkan keningnya."Serius!?Tapi lu ko tidak babak belur kayak gue?".Kata Benji mengerut-ngerutkan keningnya.


Membanggakan diri."Gue kan kuat ,anak didik bang Hanam gitu ."


plakk......Kenji yang sudah kesal melihat wajah julid Nathan langsung saja melempar bantal tepat pada muka ngeselin Nathan .


"Bidih ,tidak terima lu!?".Mengeram kesal menatap tajam Kenji .Yang di tatap hanya mengedipkan bahu tanpa rasa bersalah terukir di ekspresi wajahnya .


Melempar balik bantal tadi ke arah Kenji ."Mampus lu , kecipir kering."Geram Nathan .


Kenji langsung beranjak membawa guling untuk mendekap pergerakan Nathan .Kenji berhasil dengan itu .Namun Nathan tidak menyerah .Ia pelintir lengan Kenji sampai melintir ke belakang ."Mati lu mati!!".Kesal Nathan .


"BA**COT LU KECIPIR KERING!!".Kesal Kenji tak mau kalah .


Ryo dan Benji terfokus memperhatikan tingkah kedua pemuda ini .Sementara Hiroyuki ,kalian pasti tahu Hiroyuki .Dia pasti sudah sangat bosan melihat tingkah ulah kedua pemuda ini .


Alhasil ia menatap malas kedua pemuda bertengkar ini."Gue berasa mau gila, jika cuma sendirian di antara mereka berdua ."Ujarnya .


Membuat Ryo dan Benji akhirnya tertawa-tawa kecil .


"Hhhhhh.....bukan cuma kata gila ,tapi gila beneran lu ."Saut Ryo .


Sementara Benji hanya tertawa-tawa kecil melihat tingkah sahabat-sahabat nya .Tak terkecuali Nathan Kenji yang setiap tidak membicarakan hal serius keduanya pasti ada saja cara untuk memulai pertengkaran.


+++++++++++


Pukul 15.27 sore


Akhirnya keempat pemuda ini memutuskan untuk berpamitan pulang ,karena hari sebentar lagi menjelang malam .


Setelah berpamitan dengan Benji .Dan di lantai bawah dengan ibunda Benji .Keempat pemuda ini langsung beranjak pergi meninggalkan kediaman rumah Benji .


Di tengah perjalanan rumah ."Pemimpin Monsutafaia adalah Yasuhiro ."


"........Dan yang keroyok gue kemarin anak buahnya."Nathan sedikit meninggikan nada bicaranya yang kesal .


"Hemm."Dehem Hiroyuki.


"Tapi gue kan tidak ada hubungan dengan perselisihan geng kalian ,kenapa gue jadi ikut-ikut di keroyok?."Kata Nathan kesal sendiri .


"Lu memang tidak ikut dalam anggota geng kita ,tapi lu sering bareng sama kita be***go."Saut Ucap Ryo yang tengah berjalan di belakang nya .


"Ah ,tidak bukan itu permasalahan nya .Mungkin Yasuhiro dendam dengan gue ,karena waktu itu kakak gue membentak nya di depan bawahan nya ."Jelas Nathan yang langsung membuat ketiga pemuda ini ."H!?".Bersuara bersamaan .


"Maksud lu?".Tanya Hiroyuki menghentikan langkah nya untuk menatap lekat wajah pemuda ini .


"Gue pernah ,di tangkap sama anak buah Yasuhiro .Kata nya karena gue sering ikut campur dalam urusan pertengkaran kalian .Tapi waktu gue berkelahi dengannya .Kakak gue tiba-tiba datang ke sana ,bersama bang Hanam juga .Ya jadi gitu lah ,Yasuhiro di marahi habis-habisan sama kakak gue .Gue tidak bisa melerai ,karena kakak gue lebih menyeramkan dari pada jelmaan iblis ."Cerita Nathan sedikit menistai kakaknya sendiri .


"Wahh kalau gitu mereka benar-benar sudah menganggap lu jadi bagian dari geng kami ."Kata Ryo .


"NANI!?".Nathan membulat manik hitam lekat nya sempurna ."....Dame, dame, dame ,ini sangat tidak baik untuk gue .Karena jika sampai Oji-san tahu dan bilang ke kakak gue ,Ahh dame ,dame ,dame."Sambungnya yang tidak ingin memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Untuk Otou-san ,biar gue yang urus .Gue akan pastikan Otou-san tidak mengetahui ini ."Kata Kenji .


"Serius ,nanti kalau sampai tahu .Kalian mau apa?".Menatap berganti temannya ini .


"Hemmm."Hiroyuki hanya bersendawa .Sementara Kenji hanya terdiam memikirkan sesuatu .


Ryo ."Gue bantu jelaskan ."Ucap Ryo percaya diri .


"Serius?Nanti lu yang bakal lari duluan kalau beneran kakak gue datang."Kata Nathan sedikit mengejek .


"Tidak ,ba**cot .Serius gue bantu ."Ryo sedikit ngegas .


"Gue ikut kalian ,hanya sampai gue bisa terbebas dari ini .Karena gue berteman dengan kalian sebagai sahabat yang hoya-hoya .Bukan menyebabkan resiko diri gue terbunuh secara berlahan-lahan gini ."Kata Nathan sedikit kesal .


Menempuh bahu Nathan ."Beres ,yuk jalan gue harus jemput adik-adik gue ."Kata Hiroyuki .


Keempat pemuda ini melanjutkan perjalanan pulang mereka kembali yang sempat tertunda .