
Seoul
Pukul .15.01 Menjelang sore .
Rabu .
Masih di hari yang sama dan masalah yang sama ini tidak kunjung berakhir juga .Iya, masalah ini semakin memburuk .Di sini Bi Yong-see mencoba untuk tetap tenang ,akan tetapi dirinya begitu sangat cemas .
Bahkan untuk duduk tenang pun tidak ia lakukan sembaring tadi ,ia hanya berjalan ke sana kemari di dalam ruangan ini .Sampai warna hitam menutup awan-awan putih di luar sana .
Iya ,sekarang sudah menjelang malam .Malam yang mencekam nan sunyi ,guntur yang menyambar-Nyambar di atas sana .Membuat malam ini semakin mengerikan .Sungguh miris ,malam ini seakan menjadi saksi ,jika sesuatu yang besar akan terjadi kembali .
Bi Yong-see lihat keluar jendela melalui balik tirai yang hanya ia buka sedikit ini."Kenapa Guntur ini begitu sangat keras ,tidak seperti biasanya .Semoga tidak terjadi sesuatu dengan keluarga Salvador ."Gumamnya seduh.
+++++++++
Pukul ,15.10
Ditempat yang tidak sama .Pemuda yang baru saja beranjak turun dari dalam mobil ini .Bisa dengan jelas merasakan ,jika hujan rintik-rintik mulai berjatuhan .Hujan ini semakin deras ,dan deras mengguyur daerah ini .Daerah yang masih belum pemuda ini ketahuan.
Nathan ,pemuda yang kepalanya masih tertutup kantung kain hitam ini .Mendongak melihat atas merasakan banyak air hujan yang berjatuhan menimpa nya .Akan tetapi dengan cepat badan pemuda ini di tarik paksa masuk ke suatu tempat yang pemuda ini tidak tahu .
Plak....plak.....plak.....
Suara tepuk tangan Hyun Jun-su ."Akhir sampai."Dengan senyum mengerikannya."Buka penutup nya ."
Baik penutup kepala Nathan dan pamannya di buka .Baek Dae-hyun yang sudah siuman dari pingsan ."Yo-min ."Celetuk nya melihat istrinya di seberang sana yang terikat kuat pada kursi duduk .
Hyun Jun-su justru semakin tertantang .Ia mendekati istri Baek Dae-hyun .
"Aaa."Rintihan Yo-min di kala rambut kepalanya di tarik paksa ke belakang oleh Hyun Jun-su.
Baek Dae-hyun yang geram langsung saja berjalan mendekat ,ia tidak perduli dengan kedua tangannya yang terikat kuat .Ia sudah terbawa suasana ,ia tidak terima istri di perlakukan seperti ini .
Sementara itu ,Nathan .Manik hitam lekat pemuda ini kini terfokus melihat Jee Ghie-hye yang tatapan mata hanya terfokus pada satu sudut ruangan ini .Alhasil Nathan ikut paling perhatiannya melihat kearah pandangan Jee Ghie-hye .
Manik hitam lekatnya di paksa membulat sempurna ,di saat melihat pemandangan di depannya .Ia benar-benar sudah tidak bisa tinggal diam ,ini sudah di luar batas .
Nathan kembali berpaling ke arah lain .Ia lihat sekeliling nya ,sampai fokus tertuju kepada satu anak buah Hyun Jun-su .
Bugruk.......
Mendengar itu Nathan langsung berpaling ke arah Baek Dae-hyun .Pamannya yang saat ini sudah tersungkur di ubin lantai ini .
Nathan semakin mengeratkan kepalan tangan nya .Matanya kini menjadi memerah ,tatapan tajam nan mematikan tersorot .Ia kembali memutar badan ke arah pengawal tadi .Nathan mengambil ancang-ancang cepat berlari dengan kaki jengkal panjangnya .
Beberapa pengawal langsung mencoba menghentikan geraknya ,akan tetapi dengan langkah lincah .Nathan melompat dengan bertumpu pada salah satu dada pengawal ini ,sampai tubuh salah satu pengawal ini tersungkur karena tendangan keras dari kaki Nathan .
Nathan yang berhasil melompat memutar rotasi badannya ,semacam gerakan parkour .Nathan kembali turun dengan satu kakinya yang langsung mendarat di sebagian wajah pengawal yang sudah menjadi incaran sejak awal .
Burgkk.....
Tubuh pengawal ini tersungkur seketika ,tubuh langsung tertelungkup menahan panasnya pipinya akibat tendangan kaki Nathan .
Dep.....
Berhasil mendarat dengan baik ,bersama kedua kakinya .Nathan segera mengambil benda tajam pipih yang terlempar ini ,dan kini tergeletak tidak terlalu jauh darinya .
Dengan tangan yang masih terikat ,ia berjongkok mencoba mengambil pisau ini untuk memotong tali yang mengikat kuat kedua tangannya .
Berhasil terbebas ,pemuda ini segera beranjak kembali berdiri tegak .Kini manik hitam lekat nya menatap lulus ke arah Hyun Jun-su yang menatap penuh dengan marah .Bagaimana tidak marah ,lagi-lagi akan ada penghalang yang akan menghalangi jalan tujuan.
Tidak perlu basa-basi lagi. Nathan segera berjalan mendekati Hyun Jun-su yang masih terdiam mematung di sana .Sementara Hyun Jun-su yang melihat Nathan semakin mendekati nya ,ia pun mengangkat senjata apinya tepat mengarah ke mana Nathan tengah berjalan menghampiri nya.
Mengarah senjata apinya ."BERHENTI, BERHENTI BRE**NGSEK!".Hyun Jun-su yang mulai mengeluarkan sedikit kering dinginnya .
Dor....
Suara tembakan menggema di dalam ruangan ini .Namun pemuda ini tetap bermuka datar ,ia tetap fokus pada perhatian awalnya. Walaupun peluru tadi lewati tepat di bagian samping wajahnya .Bahkan angin peluru timah panas itu sempat mengeratkan rambut bagian samping kanan saat peluru ini lewat .
Baik Baek Dae-hyun ,istrinya ,juga Jee Ghie-hye di buat tercengang melihat tingkah pemuda di depannya ini .Pemuda yang tidak memiliki rasa takut sedikitpun.
Masih posisi yang sama ."BERHENTI BAJI***NGAN!!".
BUGRKK.......
Hantaman pukul keras mendarat di wajah pria setengah paru baya ini ,sampai tubuh nya tersungkur .Berlutut di depan pemuda ini ,si pelaku yang hanya menatap dingin pria ini .
Mengeratkan kembali genggaman tangan nya .Nathan langsung menarik paksa kerah baju ,Hyun Jun-su .Ia paksa pria ini untuk kembali berdiri depannya .
Brak.....
Wajah Hyun Jun-su membentuk tiang dengan cukup keras .
Iya ,Nathan menyodorkan dan membentuk wajah pria ini sampai membentur tiang besi ini .
Hyun Jun-su yang di perilaku seperti ini hanya bisa meringis menahan panasnya wajah kanan dan kirinya .
Masih di posisi yang sama .Nathan semakin menekan kepala Hyun Jun-su lebih kuat lagi."Telfon polisi ."Suruh Nathan tanpa melihat lawan bicaranya.
"Ba-baik ."Baek Dae-hyun langsung mengambil pisau yang digeletak Nathan di lantai tadi .
Setelah sudah terbuka ikatan talinya ."Ambil ponsel saya ,ada di dalam jas ."Saut Jee Ghie-hye yang masih di posisi yang sama , memalingkan wajahnya melihat jas nya yang tergeletak tidak terlalu jauh dari tempat ini .
Tanpa basa-basi lagi ,Baek Dae-hyun langsung berlari kecil menghampiri jas putih itu .Ia cari benda pipih persegi panjang di sana .Di rasa sudah dapat ia segera menghubungi bantuan di seberang sana .
Selesai dengan itu ,ia segera kembali lagi ke tempat semula .Mengambil pisau tadi untuk membantu melepaskan ikatan istri dan Jee Ghie-hye .
Sementara Nathan ,menundukkan paksa badan Hyun Jun-su sampai badannya benar-benar bertekuk lutut di depannya .
Badan yang sudah terkunci ,oleh Nathan .Hyun Jun-su hanya tertunduk pasrah ,namun bukan berarti dia menyerah .Karena ia masih kuat menyungging senyum miringnya .Seperti akan ada hal lain yang akan ia lakukan.
Nyonya Yo-min yang sudah terbebas dari ikatan tali langsung saja membantu Nathan dengan memberikan tali nya kepadanya .
Sedangkan sebagian dari anak buah Hyun Jun-su sudah berlarian dari sini .Hanya tinggal beberapa saja yang masih pingsan karena tindakan sederhana Nathan tadi.
Jee Ghie-hye yang sangat lemah ,kini bersandar di bahu Baek Dae-hyun yang membantunya agar tetap berdiri .
Di posisi ini lah ,Jee Ghie-hye berkata ."Paman bisa bantu saja mendekat ke ibu saya ."Minta Jee Ghie-hye.
Baek Dae-hyun yang masih memapah tubuh Jee Ghie-hye."Iya ."Balas nya singkat sembaring membantu Jee Ghie-hye mendekati ibu nya .
Ibu nya sudah berwajah pucat dengan pakaian yang masih penuh darah .Kini Jee Ghie-hye yang sudah dekat dengan tubuh tidak bernyawa ini lagi .Langsung melepaskan rangkulan dari bahu Baek Dae-hyun.
Dengan langkah berlahan menahan sakit di sekujur tubuh ,ia berjalan lebih mendekat lagi ke tubuh tidak bernyawa ini .Ia bawa tubuh tidak bernyawa ibunya ke dalam pelukannya .
Jee Ghie-hye peluk erat tubuh lemah tidak bernyawa ini lagi . Tangisnya pecah di sana ."AAARrgghh......hiks....hiks...!!!".
"........Maaf kan putra mu ini ,maaf putra mu yang tidak berguna ini ,Bu .Maaf, Maaf ."Ucap bergetar dalam tangisnya .
Baek Dae-hyun yang masih berdiri didekat sini ,tiba-tiba ada tangan kecil yang merangkul pinggang .Ia menoleh ke arah sang pemilik tangan .Yang tak lain adalah istri sendiri .
Nyonya Yo-min kini berdiri di samping suaminya dengan satu tangan yang melingkar di pinggang suaminya .
Baek Dae-hyun yang melihat itu ,membalas rangkulan istrinya dengan mengelus lembut lengan istrinya .
Belum lama setelahnya .Petugas kepolisian daerah ini mulai berdatangan bersamaan dengan tim medis .Di tengah kesibukan, Baek Dae-hyun melihat sekitar mencari keberadaan Nathan .Akan tetapi ia tidak kunjung menemukan Nathan .Di sini hanya ada polisi juga tenaga medis yang tengah bertugas .
Ia mendiamkan langkah sejenak ."Dimana Tuan muda?". Batinnya bertanya .
Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya yang membuat ia langsung berpaling melihat seseorang itu yang tidak lain adalah istrinya sendiri.
Melihat manik hitam istri nya ."Kamu kenapa kesini ,di sana saja biar tenaga medis mengobati kamu ."
Menatap manik hitam suaminya ."Tidak perlu ,saya baik-baik saja ."Balas Yo-min."....Kamu mencari nak Nathan?".
Baek Dae-hyun mengangguk ringan .
"Nak Nathan sudah pergi ,katanya ia harus segera kembali ke rumah sakit .Nona Riska sudah siuman ."Jelas Yo-min.".......Dia naik taksi ,bukan mobil ."Sambungnya .
Merangkul bahu istrinya ."Setelah saya mengurus ini saya akan mengantar kamu pulang ,sebelum saya menyusul Tuan muda ke rumah sakit."
Yo-min hanya membalas dengan anggukan ringan .
++++++++++
Pukul ,18.10 malam
Disinilah pemuda dengan pakaian yang sedikit berantakan ini .Duduk terdiam di kursi depan meja kerja dokter yang sekarang menangani kakak nya .
Pemuda ini hanya terdiam membisu seribu bahasa .Ia tidak dapat berkata apa-apa setelah mendengar penjelasan dari sang dokter. Walaupun Dokter ini bilang ,itu hanya diagnosa yang belum benar .Dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut lagi .Namun hatinya sudah tidak bisa menerima ini ,tidak bisa menerima kenyataan ini.
Hati pemuda sudah terlanjur kacau ,seakan benda keras memukul-mukul hati saat ini. Benda yang seakan ingin meremukkan hati kecil ini .
Dunia ini seakan berubah gelap ,cahayanya runtuh seketika .Ia sakit ,bukan fisik melainkan mentalnya .Mental pemuda ini hancur ,tidak ."Tidak bisa! ia harus kuat ".Gema dalam hati pemuda ini
Mata pemuda ini kini berganti menjadi suram ,aura sorot mata nya menjadi gelap .Dingin .Wajahnya tanpa ekspresi sama sekali (Datar).
"Besok pagi-pagi sekali saya akan melakukan pemeriksaan kembali kepada Nona Riska."Kata Dr.Gon Song-di .
Beranjak dari tempat duduknya ."Baiklah ,saya permisi ."Nathan tanpa menatap lawan bicaranya.
Nathan beranjak meninggalkan ruang kerja pribadi Dokter ini .Ia kini berjalan ke ruang kamar rawat inap ,kakak nya dengan tatapan kosong nya .Seakan saat ini ,ia sedang berjalan tanpa arah.
Di depan kamar ini Nathan yang di sapa oleh Jen Xin-ki .Namun ia tidak menggubris atau merespon nya .Ia tetap berlanjut berjalan beranjak masuk ke dalam kamar rawat inap ini .
Di dalam tanpa melihat Bik Yong-see ."Bik bisa tinggal kami ."Minta Nathan .
"Baik ,tuan ."Bik Yong-see membungkuk hormat sekilas sebelum akhirnya ia beranjak keluar dari kamar rawat inap ini .
Nathan dudukkan dirinya di kursi kecil dekat brankar pesakitan rumah sakit kakak nya terbaring .Ia genggam telapak tangan kakak nya dengan kedua tangannya .Ia menundukkan perhatiannya ,ia keluarkan semua tangisnya dalam diam .Sembaring mencium punggung tangan kakak nya ."Cepat sembuh kak ,adik kakak sangat merindukan kak Riska ."Nada suara rendah dalam tangisnya .
"Ehh!!".Kaget Riska menjauhkan tangan nya dari pemuda ini .
Iya ,Riska sudah siuman .Setelah sepanjang hari tadi tertidur karena obat penenang .
Riska lihat Nathan dengan ekspresi wajah tidak suka."Siapa anda? BIK YONG-SEE ,BIBI ,BI YONG-SEE."Riska yang berteriak-teriak memanggil-manggil nama pembantunya.
Bik Yong-see yang mendengar itu langsung beranjak masuk kembali ke dalam ruangan ini ,yang di susul oleh Jen Xin-ki yang mengikuti nya .
Riska berusaha duduk .Nathan yang melihat itu segera beranjak berniat membantu kakaknya .Akan tetapi dengan cepat Riska menepis tangan Nathan dengan kasar ."LEPAS ,ANDA INI SIAPA?".Bentak Riska .
Dengan susah payah akhirnya ia dapat mendudukkan tubuhnya kembali .Kini manik hitam Riska terfokus melihat sang pembantu."Bi dia siapa ,kenapa di sini Bi?".
"......Dimana bunda ,Bi?Kenapa bunda tidak ada disini?".Riska yang melihat ke sekeliling kamar rawat inap nya ."....Ayah juga ."
Di rasa tidak ada yang menjawab pertanyaan nya."BI JAWAB?".Riska dengan nada suara sedikit tinggi .
"An....ti...".Bi Yong-see yang bingung harus berkata mulai dari mana .
Nathan ,pemuda yang awal terdiam syok ini dengan respon kakak nya yang diberikan kepada nya .Berusaha untuk kembali tenang ,ia pun membuka suara ."Kak Riska tidak ingat dengan saya?".Menatap raut wajah kakak nya .
Riska berpaling melihat pemuda yang tidak ia kenal ini ."Kamu siapa?".Bertanya balik .
Dada terasa sangat sesak ,tangis nya ingin pecah saat ini .Akan tetapi pemuda ini tetap bersikap tenang ,ia menyungging senyum hangatnya .Lalu berjalan sedikit mendekat ke kakak nya."Saya adik kakak. Nathan ."
Riska menatap Nathan ekspresi yang sulit di artikan ,sampai sekian lamanya terdiam ."Adik saya masih di dalam kandungan bunda ."Ucap Riska .
"Sekarang sudah tahun 2021 ,kak Riska ."Nathan yang tetap bersikap tenang dan hangat menghadapi kakaknya .
"2021 ,lalu di mana bunda sekarang?".
"H!?".
"BOHONG ,KAMU BOHONG KAN .ORANG ASING SEPERTI KAMU MANA TAHU TENTANG KELUARGA KU ."Bentak Riska yang marah dan kesal dengan pemuda yang tidak ia kenal ini .
"Pergi kamu ,PERGI .Bi Yong-see usir dia bi ."Suruh Riska menunjuk-nunjuk kearah Nathan agar segera keluar dari dalam ruang rawat inap nya .
"Tapi Nona ,Tuan muda Nathan adalah adik Nona .Adik kandung Nona ."Kata Bi Yong-see ,menatap seduh ke arah Riska ."...Saat ini Nona hanya punya adik Nona .Ayah dan bunda Nona sudah tiada ."Lanjutnya menjelaskan.
Riska meremas rambut kepalanya ,tidak bukan hanya meremas melainkan menariknya .Sangat kuat .Nathan yang melihat itu langsung merangkul tubuh kakak nya ."Stop kak Riska ,ini akan melukai kulit kepala kakak ,stop kak."Mencengkram kuat kedua tangan kakak nya berharap kakak nya segera menghentikan ini .
Bik Yong-see yang sangat cemas ."Pa-panggil dokter ,nak Xin-ki panggil dokter ."Menepuk-nepuk bahu pemuda yang berdiri di samping nya .
Jen Xin-ki langsung berlari keluar ruangan .
Nathan yang masih berusaha menghentikan penggerak kakak nya ,yang belum dapat ia kendalikan ."Kak hentikan ,istighfar kak .Ikutin Nathan, Astagfirullah ,Astaghfirullah ."Nathan yang berhasil mengunci pergerakan kakak nya .Yang bisa di belikan tenaganya sedikit lebih kuat dari kakaknya .
Berlahan-lahan Riska sedikit tenang ,ia mengikuti apa yang di ucapkan pemuda yang memeluk tubuhnya .Pelan namun ,ia mengikuti perkataan pemuda ini ."Astagfirullah.., Astagfirullah ...".
Dirasa kakak nya sudah lebih tenang ."Ambilkan air ,Bi ."Suruh Nathan kepada pembantu nya .
Bi Yong-see bergegas melaksanakan perintah majikannya .Ia segera menuangkan air putih kedalam gelas yang sudah tersedia di sini .
Selesai itu ,ia berikan segelas air putih ini kepada Nathan .Nathan menerima gelas berisi kan air putih ini .
Menyodorkan gelas ini ke depan kakaknya ."Minum kak ,biar sedikit tenang ."Nada suara Nathan yang terlihat ramah .
Riska mengambil gelas itu ,dengan di bantu oleh Nathan sedikit demi sedikit Riska menegak air putih ini sampai habis.
Bersama dengan itu Jen Xin-ki dan Dr.Gon Song-di masuk ke dalam ruang rawat inap ini .
Dr.Gon Song-di kini sudah berdiri di dekat brankar Riska ,setelah di persilahkan untuk melakukan tugas nya ."Selamat malam ,Nona Riska ."Sapa nya ramah .
Tidak ada jawaban , yang di tanya hanya terdiam ."Nona ingat sesuatu?". Lanjutnya bertanya.
Lama tidak ada jawaban ."Mobil ayah saya mengalami kecelakaan ,saya terlempar .Ayah saya melempar tubuh saya keluar mobil ,lalu .....".Ucapnya dengan nafas terengah-engah ,ia berhenti dan kembali meremas rambut kepala nya .Dengan ekspresi wajahnya sangat ketakutan ,sangat .
"Tenangkan diri anda ,Nona .Ambil nafas panjang dan keluar berlahan ."Instruksi dokter ini mencoba menenangkan Riska yang mulai ketakutan ."Lepaskan tangan Nona ,ini akan melukai kulit kepala Nona ."Dokter.Gon Song-di mencoba menurunkan kedua tangan Riska .
"Saya tidak akan tanya lagi .Nona Riska istirahat saja ya ,biar tenang .Tidak perlu memikirkan sesuatu dulu ,Nona Riska aman di sini. "Kata Dr.Gon Song-di tersenyum ramah .
Kini ia berpaling perhatiannya menghadap Nathan ."Bisa bicara sebentar tuan ,di luar ."Ajak Dr.Gon Song-di beranjak pergi meninggalkan ruang rawat inap ini .Tidak lupa sebelum pergi ia juga melembarkan senyum tipisnya kepada Yong-see dan Jen Xin-ki .
"Bibi dan Hyung Xin-ki di sini saja ,temani kak Riska."Perintah Nathan sebelum akhirnya beranjak pergi mengikuti langkah Dokter tadi.
Selepas kepergian Nathan ,Bi Yong-see mendekati Riska yang sekarang sudah berbaring kembali .
Manik Riska yang kini terfokus melihat Bik Yong-see."Bi ,pemuda tadi benar adik Riska?".Riska yang masih belum percaya sepenuhnya.
Bik Yong-see mengangguk ringan ."Iya ,Nona ."
"......Adik Nona sangat menyayangi ,Nona Riska .Saat Nona sangat ,Tuan muda selalu menyempatkan diri datang ke sini .Terkadang ia sampai melupakan untuk sarapan pagi ,agar bisa sampai lebih awal di sini ."Lanjut sedikit bercerita.
Yang di ceritakan hanya terdiam ,mencoba mencerna kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Bi Yong-see.
Sampai Nathan ,pemuda yang sudah selesai dengan urusan ini kembali ke dalam kamar rawat inap ini ."Bi Yong-see bisa pulang ,besok pagi-pagi bibi ke sini lagi .Biarkan saya saja yang menemani ,Kak Riska."Kata Nathan fokus melihat kakak nya yang tengah memperhatikan dirinya dengan tatapan ragu .
"Baiklah ,tuan muda ."Balas Bi Yong-see , sembaring melihat Riska ."Bibi pamit ,Nona besok pagi-pagi sekali bibi akan kembali lagi ke sini ."Yang hanya di balas oleh senyum tipisnya oleh Riska .
Bik Yong-see beranjak ingin pergi ."Tunggu ,Bik ."Suruh Nathan melihat Jen Xin-ki."Hyun Xin-ki ,antar bibi pulang .Kamu juga pulang saja dan beristirahat lah .Terimakasih sudah membantu bibi menjaga kakak."Kata Nathan menatap tanpa memperlihatkan senyum di raut wajah yang datar .
"Baik ,tuan muda .Permisi ."Balas Jen Xin-ki membungkuk hormat sekilas sebelum akhirnya beranjak pergi bersama Bi Yong-see meninggalkan ruang rawat inap ini .
++++++
Pukul ,18.59 Malam .
Malam yang di temani dengan suara rintihan suara hujan di luar sana .Menemani keheningan kedua kakak beradik ini .
Iya ,baik Nathan ataupun Riska sama-sama terdiam diam .Tidak ada yang membuka suara di antara mereka .Sama-sama terdiam dan sama-sama sibuk dengan dunianya masing-masing.
Seperti biasa ,Nathan .Pemuda yang tidak suka suasana kecanggungan ini membuka suara lebih dulu .
Kini ia yang sudah terfokus melihat manik mata kakaknya .Kakak nya sembaring tadi menatap kosong langit-langit kamar rawat inap nya ini ."Kak!".Serunya yang tidak di restoran oleh kakaknya.
Masih menatap manik hitam kakak nya."Kak Riska mau buah ,biar Nathan kupaskan?".Tanya nya .
Berpaling sekilas menatap adiknya."Tidak!".
".....Tutup mulut dan tidur saja sana."Lanjut dingin tanpa menatap adiknya .
Hancur ,tidak dia sudah biasa mendengar kata-kata kasar kakaknya .Tapi ,tapi kenapa yang ini sangat menyakiti .
Pemuda ini hanya bisa menyungging senyum hangatnya ."Kak Riska mau lihat foto lama kita ,mungkin dengan itu kakak bisa berlahan-lahan mengingat nya ."Ucap Nathan .
Kembali menatap adiknya dengan dingin ."Tidak!".
"...SUDAH SAYA BILANG DIAM ,YA DIAM .KAU TIDAK PUNYA TELINGA ,ATAU TULI ."Sambung kembali mengucapkan kata-kata kasar dengan nada suara yang sedikit meninggi .
"Maaf."Nathan menundukkan kepalanya tidak berani menatap kakak nya kembali ,kakak nya yang terlihat sangat tidak menyukai kehadiran nya .
Masih menatap adiknya dengan dingin dan malasnya ."Kamu sendiri ,kenapa harus lahir sih?Karena kamu ayah dan bunda jadi meninggal .Seharusnya saat itu kamu tidak pernah ada, mungkin ayah dan bunda saat ini masih bersama saya ."Kata Riska memutar bola matanya melas melihat ke arah lain ."....Saya benci kamu ,dan jangan pernah panggil saya kakak lagi .Saya bukan kakak mu lagi ."Sambungannya .
Nathan yang menahan tangisnya ,mencoba menggenggam tangan kakak nya .Namun dengan kasar Riska langsung menepis tangan adiknya ."PERGI!!!".Bentak Riska .
"Kakak boleh memarahi Nathan ,tapi jangan pernah memutuskan hubungan persaudaraan kita. Apalagi tidak menganggap saya sebagai adik kakak lagi .Nathan hanya punya kak Riska .Maafkan Nathan kak ,biarka....".
Memotong perkataan adiknya ."SAYA BILANG PERGI TULI ,SAYA BUKAN KAKAK MU ,PERGI!!".Riska kembali membentak ia menarik rambut kepala adiknya dan mendorong kepala itu kebelakang dengan cukup kuat .
Sampai tubuh Nathan terjatuh dari atas kursi ,siku nya membentur ubin rumah sakit cukup kuat .Ia merintis kesakitan di sana ,dengan tangis yang sudah tak tertahankan lagi .
Iya , bendungan air mata Nathan sudah tidak tertahan lagi .Nathan menangis di sana ,sembaring berusaha bangkit kembali .
Kini ia yang sudah berdiri kembali ."Pergi ,jangan pernah kamu kembali lagi kesini ."Ucap Riska menatap Nathan.
"Yasudah ,Nathan pamit .Kak Riska jaga diri baik-baik, semoga lekas sembuh."Nathan mengalah,ia memilih pergi meninggalkan kakak nya seorang diri di dalam ruang rawat inap ini.
++++++
Dengan tatapan kosong ,tanpa arah .Nathan berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit ini .Sampai di lantai bawah rumah sakit .Masih dengan jangan tanpa arah ,ia keluar meninggalkan rumah sakit ini .
Hati pemuda ini terlalu sakit .Dia bisa menerima kakak nya memarahi nya,memukulnya ,menghukumnya .Ia bisa menerima itu semua ,akan tetapi untuk ."SAYA BILANG PERGI TULI ,SAYA BUKAN KAKAK MU PERGI!!".Tapi untuk kalimat ini ,kalimat yang terucap dari mulut kakak nya langsung ini .Ia sulit menerima ini .
Ia sendirian di dunia ini ,ia hanya punya kakak nya .Akan tetapi jika kakak nya sendiri memutuskan hubungan dengannya lalu dengan siapa dia saat ini .
Ia bisa bertahan sejauh ini karena dukungan semangat dari kakaknya ,tapi .Bagaimana jika sosok semangat itu sendiri yang menghancurkan dinding pertahanannya .Hancur ,hati pemuda ini sangat hancur .Pikiran sudah tidak terfokus lagi ,tatapan semakin redup ,suram menatap dunia permainan ini .
Bahkan pemuda ini tidak sadar ,jika diri sudah berdiri di tempat penyeberangan jalan .Penyeberangan yang belum di buka ,karena lampu masih menyalah hijau .Namun tidak ,apa yang sedang di pikiran pemuda ini .Pemuda ini tetap melanjutkan jalan nya .
Pemuda ini semakin berjalan ke tengah jalan."WAAAAWWW!!!".Sorak kaget semua orang yang akan menyeberang jalanan ini.
Cahaya terang menghantam pemuda ini Brekk.....tubuh pemuda ini terlempar jauh .Hingga akhirnya tubuhnya tergeletak di tengah jalanan dengan darah segar yang mulai mengalir dari sekujur tubuhnya. Kepala ,Hidung ,telinga ,semuanya mengeluarkan darah .
Telinga ini masih bisa mendengar suara bising di sekitar ."Maaf kak Riska." Batin pemuda ini yang pandangan mulai kabur .Berlahan-lahan semakin mengelap ."Nathan takut kak!".Batinnya kembali sebelum akhirnya kesadaran pemuda ini benar-benar hilang .
"Tuan muda bangun .Jen Xin-ki bilang, Tuan muda tadi pingsan."
"....Bangun ,Tuan muda Nathan!". Baek Dae-hyun yang menggoyang-goyang tubuh Nathan .Pemuda yang tengah tertidur di atas sova ini .Langsung meloncat dari tempat nya tidur tiba-tiba ,membuat Baek Dae-hyun .Pria setengah paru baya ini kaget setengah mati ,ia menggenggam jantung yang hampir berhenti karena respon Nathan yang sangat mengejutkan .
Nathan yang sudah berdiri ."Ajusshi ,Ajusshi kakak tadi sudah bangun .Kakak ingat saya kan , Ajusshi?". Pertanyaan beruntun Nathan dengan ekspresi wajah paniknya .
Belum juga paman nya menjawab .Nathan yang masih mengunakan pakaian yang sama seperti tadi sore ini .Pakaian yang sedikit kotor ini ,langsung beranjak mendekati kakak nya yang seperti sudah bangun dari efek obat penenang tadi siang.
Baek Dae-hyun yang melihat tingkah aneh majikan hanya menggosok tengkuknya yang tidak gatal .Sembaring berjalan menyusul Nathan ,yang kini sudah berdiri di dekat brankar pesakitan kakaknya .
Pemuda ini sangat dekat dengan kakak nya .Ia pantau ,menunggu kakak nya yang akan membuka matanya .
Berlahan-lahan Riska mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menghilangkan pandangan kaburnya .Dirasa pengelihatan sudah membaik ."Astaga , dik!". Ujar yang kaget ,karena tiba-tiba melihat wajah adiknya yang sangat dekat dengannya ."....Kemarin baru datang kamu sudah membuat kakak panik. Sekarang kamu mengusik istirahat kakak."Marah Riska.
Sembaring berkata begitu ,Riska juga mendorong kasar wajah adiknya agar menjauh darinya.
Di posisi yang sudah duduk di dekat tempat tidur rumah sakit kakak nya ."Kak Riska ingat Nathan?".
Riska yang mendengar itu menjinjing sebelah alisnya menatap bingung ke adiknya .
"Kak jawab ."Menggoyang tangan kakak nya yang ia genggaman .
"Tidak!".Belas ketus Riska .
Meninggikan nada suaranya."Kak Riska lupa dengan Nathan!?."Nathan yang langsung panik ."Paman panggil dokter ,cepat paman!".Suruh Tegas Nathan .
"Kamu ini kenapa ,dik? ."
".....Kakak baru bangun tidur ,kepala kakak masih pusing .Tapi kamu justru bertanya hal aneh seperti ini .Kalau gini lebih baik kakak tidur lagi ."Riska yang memalingkan perhatian ke arah lain .
Masih menggenggam tangan kakak nya ,bahkan sampai mencium-cium punggung tangan kakak nya ."Maaf kak ,maaf ,jangan tinggalkan Nathan lagi kak .Maafkan Nathan kak ,maaf ya kak ,peliss!".Nathan masang wajah gemoy nya .
Menjauhkan tangannya dari adiknya."Iya sudah ,dik .Jijik ihh!".
"Heheh....".Nathan yang terkekeh pelan karena melihat tingkah sendiri yang lebay .
Kini giliran Baek Dae-hyun yang berkata."Bibi Yong-see tadi sangat khawatir dengan keadaan ,Nona ."Masih terfokus dengan lawan bicaranya."....Pertama kali Noona Riska bang...."Memotong kalimat pamannya ."Dik ,mau belikan kakak salad buah tidak?Kak Riska pingin banget makan salad buat ,dik ."Mengalihkan pembicaraan ke arah lain .
"Emang ,kak Riska boleh makan?".Tanya Nathan yang kini sudah terfokus melihat manik hitam kakaknya .
Riska tersenyum tipis."Hemm ,kakak pingin dik .Nanti cuma kakak makan dikit ko ."kata Riska ."..Mau ya belikan?".Tanya Riska .
"Okeh ,okeh ,Nathan pergi dulu ."Beranjak dari tempat duduknya .
"Eh dik!".Seru Riska yang perhatian nya masih terfokus melihat adiknya .
Nathan terdiam menatap kakak nya ,sembaring menunggu pertanyaan yang akan kakak nya lontarkan untuknya .
Sedangkan Riska yang tengah meneliti penampilan adiknya dari bawah sampai atas ."Kamu dari mana tadi ,kenapa kotor sekali pakaian mu.Kamu tidak mandi berapa hari ?". Pertanyaan beruntun Riska kepada adiknya .
"Heheh....". Terkekeh kecil ."Ini tadi habis jatuh karena dokter tadi tiba-tiba panggil Nathan .Saya jadi buru-buru kesini , akhirnya saya jatuh di kubangan lumpur."Jelas Nathan bohong kepada kakak nya .
"Benar itu ,paman?".Riska yang kini berpaling melihat paman yang masih terdiam .
Ragu harus menjawab apa ,Baek Dae-hyun menatap Nathan."E...iya Nona ."Balas sembaring tersenyum ramah .
Kembali berpaling menatap adiknya ."Tadi dokter bilang apa saja?".
"Dokter bilang .Kak Riska mengalami Amnesia anterograde ,tapi kata cuma diagnosa sementara karena dokter belum benar melakukan pemeriksaan kepada kakak dengan baik ."Jelas Nathan singkat .
"Hemm."
"Yasudah sana pergi ,hati-hati di jalan .Sekalian pulang dulu ,ganti pakaian kamu."Kata Riska kepada adik nya .
Mengangkat kedua tangan nya membentuk huruf O ."Okeh ."Nathan beranjak pergi dari ruang rawat inap ini .
+++++++++
Pukul ,20.10
Pemuda ini berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit dengan bergumam ."Astaga syukur cuma mimpi ,astaga syukur cuma mimpi."Menghentikan langkah ."Eh tunggu ,jika tadi cuma mimpi .Lalu bagaimana saya bisa tiba-tiba tidur di sova .Bukankah tadi saya menyelamatkan Bi Yo-min bersama Ajusshi. "Gumamnya berbicara sendiri .
Yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian beberapa orang yang melewati lorong ini ."Yasudah lah ,yang penting kak Riska baik-baik saja ."Tidak ingin terlihat memikirkan lagi. Nathan langsung saja melajukan langkah kaki jengkelnya .Untuk membelikan makanan pesanan kakak nya .