
Indonesia
Pukul 11.29 Siang
Sabtu
Masih di hari yang sama .Kedua pemuda yang masih di tempat yang sama ini ,masih saling berdebat dengan hal yang tidak seharusnya mereka berdua debat kan .
Nathan yang tengah mengendong Jovan di punggung belakang."ANJING DUGONG!!BERAT BANGET!!".
"Gue bilang juga apa!".Saut santai Jovan memutar bola mata melihat kearah sisi lain .
Mencoba berjalan untuk segera pergi ke tempat paman tadi ."Tidak perlu menunggu tua .Besok pagi ,saya akan jalan membungkuk!".Ujar Nathan yang langsung mendapatkan geplak ringan dari Jovan .
Tidak ringan sih karena berasa berbunyi ,KRETEK!!.....Di bagian leher .Tidak sampai di situ ."Jalan o'on, lu ba***cot muluk .Niat gendongan tidak?Kalau tidak gue jalan sendiri!".Kesalnya .
"Iya ,iya, bawel lu!."Nathan melanjutkan langkahnya kembali .
Keduanya sama-sama hening sampai di tujuan .Setibanya di sana ,paman tadi langsung mengantar kedua pemuda ini ke makam peristirahatan terakhir Lee Richard .Adik angkat Jovan .
Sesaat setelah menempuh perjalanan sedikit lebih lama .Keduanya yang sudah sampai di makam Richard."Ya kalau gini, tadi motor di bawa masuk saja, Jov ."Ucap Nathan berjongkok sedikit agar Jovan dapat turun dengan muda .
Ia yang sudah turun ."Lu ambil saja motor nya ,gue tunggu di sini ."Berpaling melihat paman tadi ."Terima kasih ,paman .Sudah mengantar kami ."
Menyungging senyum ramahnya."Sama-sama ,saya permisi mau lanjut kerja ."
"Iya ,paman ."Balas Keduanya bersamaan.
Paman ini berlalu pergi meninggalkan kedua pemuda ini ."Gue ambil motor ,lu jangan nangis di sini sendirian ,serem!".Kata Nathan yang ingin beranjak pergi .
Menjinjing bibir julidnya ."Ilih!!Sudah mau otw mewek ."Balas Jovan .
Terkekeh kecil ."Geli!!". Memasang raut wajah julid ."Gue ambil motor, dari pada sini serem."Nathan benar-benar meninggalkan Jovan untuk mengambil motor nya .
Iya,karena letak makam Richard yang berdekatan dengan jalan yang dapat di lalui satu mobil .Nathan memutuskan untuk mengambil motor nya ,ini juga untuk mempermudah Jovan nanti .Agar sahabat ini tidak berjalan terlalu jauh .
Sementara itu ,Jovan berusaha untuk berjongkok di dekat makan sang adik yang tanah merahnya masih terlihat basa .
Merawat kan bibir nya ,mencoba untuk tetap tegar ."Siang ,dik.....Maaf, Abang datang terlambat ke sini .Abang kurang enak badan beberapa hari ini ."Sapa nya .
Terdiam sesaat , sebelum berlanjut."Dik .Gimana kabar kamu di sana?Sudah makan atau belum?".
"Aahh pertanyaan bodo apa ini .Kamu pasti sudah bahagia di sana ,kamu tidak merasakan sakit lagi ."Terhenti sejenak untuk mengambil nafas panjang kembali agar tidak sampai menitihkan air ."......Abang sangat merindukan Richard .Abang rindu dengan omelan Richard, saat Abang susah untuk di suruh makan .Kamu selalu mengingat Abang ,tapi Abang terkadang mengabaikan kamu .Maaf dik ."
Menghapus air matanya dengan cepat .Jovan menyungging senyum tipisnya ."Abang kesini tidak bawa apa-apa .Jika nanti Abang sudah lebih membaik ,Abang akan kembali lagi membawakan buket bunga untuk kamu ."
"Bunga mawar putih kesukaan kamu ,kamu dulu ingin beli itu kan .Tapi Abang larang ."Jovan dengan kekeh pelan nya teringat dengan kenangan masa lalu lucu bersama sang adik.
Mencium sekilas misan sang adik ."Abang akan selalu berdoa kepada Tuhan agar kamu selalu bahagia di sana .Abang pamit ,salam kuat untuk Richard dari Abang ."Kata Jovan yang tersenyum seduh .Ia teringat dengan kalimat ."Salam kuat untuk Richard ,dari Abang ." Kalimat yang selalu di ucapkan sang adik dalam senyum manis di raut wajah pucat selalu ia perlihatkan dengan tulus kepada abangnya .Jovan yang mengajarkan itu kepada adiknya ,dan sang adik selalu mengucapkan setiap bertemu atau ingin berpisah dengan sang Abang.
Jovan beranjak dari sana .Ia memilih menunggu Nathan di seberang jalan setapak ini .Tidak perlu waktu lama Nathan kembali lagi ke sini .Ia beranjak dari atas motor ,untuk berjalan menghampiri makam Richard .
Jovan yang memperhatikan itu ."Mau apa lu?".
"Gali kubur buat lu."Balas ketua Nathan yang tetap berjalan mendekati makam Richard."Mau berdoa ,Jov .Bentar, tunggu gue!."Nathan yang sudah berjongkok di samping makam Richard.
Nathan berjongkok di sana dengan kedua telapak tangan yang terangkat menghadap dirinya .Ia tundukkan perhatiannya di sana ,untuk berlanjut membaca beberapa doa untuk Almarhum Richard .
Sesaat setelah sedikit lama .Nathan beranjak dari sana ,untuk kembali menghampiri Jovan yang sudah terduduk di atas motor .
Jovan terduduk di sana dengan menahan nyeri yang sangat hebat mulai terasa di pergelangan kaki kirinya .Nathan sudah ada di dekat nya ."Sakit."
Masih terfokus mencari tempat nyaman untuk kakinya."Dikit ."Jovan tanpa menatap lawan bicaranya .
"Hem ."
"Bersiap ,gue antar ke rumah sakit ."Nathan yang langsung naik ke atas motor menyusul Jovan yang sudah duduk sembaring tadi di bonceng.
Di situasi nya yang seperti ini ."Tidak cari makan dulu?Gue lapar ."Ucap Jovan .
Nathan yang kini sudah menyetir motor nya untuk keluar dari jalanan pemakaman ini ."Buset lu ,kaki sakit masih sempat mikir isi perut."
"Merasakan kaki sakit juga butuh tenaga ,be***go."Saut ketus Jovan .
"Hem."Dehem Nathan .Sesaat setelah beberapa lama sama-sama terdiam sampai keluar area pemakaman ."Cari makan di mana , Jov?".
"Tau ,gue sudah lupa tempat makan-makan enak di mana berdiri ."Balas Jovan.
"Berdiri!?". Loading sejenak memikirkan kalimat ini .Lama loading ,akhirnya Nathan merespon ."Di mana tempat nya ,maksud lu?".
"Ya seperti demikian."
"Nyoba cafe Madu Merah, Kyu ."
"Itu bukan rumah makan!".
"Yang penting lumayan buat ganjal perut .Lagian lu juga belum boleh makan yang aneh-aneh ,be***go ."
"Yeh yeh gue nganut ."
"Pinter ."
Ponsel Jovan yang ada di dalam tasnya .Tiba-tiba berbunyi ,ia segera mengambil ponsel nya dan mengurungkan niatnya untuk merespon perkataan Nathan .
Tersambung.
*Kamu di mana ,Abang?".
*Masih di jalan ,ma .Saya sama Nathan mau cari makan bentar ."
"Hem ,kamu kembali saja .Jangan makan-makanan di luar dulu ,biar mama ambilkan makanan di rumah atau makanan dari rumah sakit ."
*Yah!! Ma ,sudah terlanjur jalan ."
*Bang!".Nada suara sedikit menggertak .
Jovan memang sering bertengkar dengan kedua orang tuanya .Namun untuk masalah melawan ,atau membuat mama nya bersedih .Pemuda ini selalu tidak dapat melakukan nya .Jadi sekejam apapun mama nya terkadang ,Jovan tetap akan menurut selama keinginan mama nya masih dalam batas kewajaran.
*Baiklah ,Jovan kembali ."
*Kamu mau makan apa?".
*Sup daging seperti biasa ,Ma ."
*Yasudah lekas kembali ke rumah sakit ."
*Ya ,ma ."
Panggilan berakhir .
Terfokus mematikan layar ponselnya dan masukkan kembali ke dalam tas ."Langsung ke rumah sakit saja ,Nat ."
"Beres!".Balas Nathan ."......Isi bensin bentar ,Jov ."Sambungnya .
"Wokeh!".Balas Jovan .
Keduanya sama-sama hening sampai di pom pengisian bahan bakar kendaraan .Nathan menurunkan Jovan di sisi keluar pengisi bahan bakar ini ,agar nanti Jovan tidak perlu jalan-jalan lagi menghindar dari pembeli yang tengah mengantri.
Selang beberapa waktu kemudian ,ia kembali lagi menghampiri Jovan .Jovan segera beranjak kembali naik ke atas motor Nathan .
Seperti di awal keduanya sama-sama hening ,tanpa membuka percakapan sedikit pun sepanjang perjalanan .
Mungkin baterai energi kedua nya sudah habis ,dan sudah saatnya untuk isi ulang .Atau bisa jadi karena ,cuaca di hari ini yang terlihat terlalu cerah .Sampai panas matahari menusuk sekali ke dalam kulit .
Bahkan Jovan yang sembaring tadi yang di bonceng Nathan .Sudah menutup sekujur tubuh dengan jaket yang ia bawa .Dan untuk kepala ,ia menutup rapat kaca helm ini ,agar terhindar dari panas yang membakar kulit ini .
+++++++++
Pukul 13.04 Siang .
Di tengah hari yang terik nan cerah ini .Kedua pemuda yang sudah ada di salah satu kamar rawat inap rumah sakit ini .Langsung membuka atasan pakaian nya masing-masing dan hanya menyisakan selembar kaos yang basa akan keringat .
Nathan awalnya ragu untuk membuat jaketnya karena ada mama Jovan di sini .Namun mama Jovan yang mengerti segera membuka suara dan menyuruh Nathan untuk membuka jaketnya .Mama Jovan juga langsung menyalahkan volume AC agar suhu ruangan sedikit lebih mending dan sejuk untuk kedua pemuda yang kepanasan ini .
"Hem."Membuang nafasnya dengan kasar ."Ini sebagai contoh ,jika kalian berdua tidak pernah olahraga ."Kata Tian .
Jovan yang sudah duduk di sova ,kini sudah terfokus melihat sang mama nya kini sudah duduk di sova dekat Nathan duduk ."Saya rajin olahraga ,Ma .Emang panasnya saja yang kurang ajar ."
Nathan ikut-ikutan menyahut ."Itu bukan karena panas ,tapi karena lu belum mandi beberapa hari ini ."
Menjinjing alisnya ."Kalau gitu lu juga belum mandi .Buktinya lu sama kayak gue ."Jovan memojokkan kalimat Nathan .
Nathan yang tersedak dengan kalimat nya sendiri."Wah Tante ,saya lapar ."Nathan mengalihkan pembicaraan dengan mengabaikan Jovan .
Kesal dengan Nathan."OH WEEWW ,tadi yang lapar itu gue ."Bentak kesal Jovan .
Nathan tanpa rasa bersalah menjulurkan lidahnya ,ingin membuat Jovan semakin kesal .
Menunjukkan Nathan layaknya seorang kecil yang mengadu kepada mamanya ."Ma!! Nathan!?".Jovan seakan yang paling tertindas di sini .
Membuka bekal makan yang ia bawa tadi ."Yasudah ini di makan ,jangan bertengkar keburu dingin tidak enak makanannya ."
"Tante tadi sempat masak buat saya?".Tanya Nathan melihat beberapa makan di atas meja di depannya ini .
Masih membuka-buka wadah makanan ."Iya ,tadi pulang sebentar buat masak .Dibantu sama bibi ,jadi cepat selesainya ,Nat."Kata Tian .
Keduanya mengangguk-angguk merespon perkataan Tian .
"Sudah lekas habiskan ,atau mandi dulu bersama?".
Memasang wajah panik syok ."We!?".
Tanpa melihat kedua pemuda ini ."Kalian dulu mandi ber....".
Mengangkat jari telunjuknya."Sstt!ma."Memberikan respon untuk berhenti.
Tersipu sedikit malu ."Itu masalah lalu Tante .Jangan di ungkit-ungkit ,aib kita itu .Dan untuk bak mandi kecil itu, saya harap tante menyimpannya di gudang".
Tante Tian terkekeh kecil ,sembaring beranjak pergi dari dari sana ."Saya akan pergi sebentar, kalian cepat makan ."Pamit Tian sebelum akhirnya berlalu pergi dari sana .
"Iya , Tante."Balas Nathan .Berbeda dengan Nathan ,Jovan hanya membalas dengan anggukan ringan .
++++++++++
+++++++++++++
Korsel
Pukul 17.29 Malam
Kembali ke Korea Selatan .Di mana Riska tinggal di salah satu daerah di sana .Hari ini .Ia sudah di perbolehkan pulang dan beristirahat di rumah .Istirahat di rumah ,tidak mungkin seperti nya .
Karena sesampainya di rumah ,tiba-tiba saja ia harus pergi keluar kembali .Di karena ,Baek Dae-hyun pamannya tidak kunjung bisa di hubungi .Ia juga baru saja mendapatkan kabar dari kantor kepolisian ,jika Hyun Jun-su baru saja berhasil kabur dari dalam penjaga .Mungkin saat dalam perjalanan ,beberapa anak buat Hyun Jun-su berhasil menghadap mobil ini .Dan berhasil membawa Hyun Jun-su terbebas dari sana .
Iya yang kini masih bersama Jen Xin-ki di ruang tamu ."Jun-su berhasil kabur dari penjara .Kita harus segera ke rumah Ajusshi, telfonnya tidak dapat di hubungi ."Kata Riska beranjak dari tempat duduknya .
Jen Xin-ki hanya mengangguk ringan, sembaring langsung berjalan mengikuti langkah Riska .
Di ambang pintu keluar .Riska hampir saja terjatuh ,jika saja Jen Xin-ki tidak menarik tangannya dan membawa tubuhnya kedalam pelukannya .Mungkin Riska akan benar-benar jatuh .
Masih dalam posisi merangkul Riska ."Nona ,Nona baik-baik saja?Apa lebih baik ,Nona istirahat saja .Biar saya dan beberapa rekan saya saja yang datang ke sana ."Kata nya .
Mencoba menghindar sedikit menjauh dari Jen Xin-ki .Riska yang masih memijat keningnya."Tidak ,tidak ,ayo kita berangkat sekarang."Riska yang tetap pada pendiriannya.
"Tap....". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Jen Xin-ki."......Ayo berangkat ,Xin-ki .Ajusshi membutuhkan bantuan."Kata Riska yang tidak dapat di bantah lagi .
Akhirnya ,Jen Xin-ki memilih mengalah dan tidak ingin melawan lagi. Ia memilih mengikuti perintah Riska ,untuk mengantar Riska ke kediaman rumah Baek Dae-hyun sekarang.
Di pertengahan jalan .Riska yang duduk di kursi tengah mobil ini ,masih setia tersandar dengan sesekali memijat pelipisnya ."Sial kenapa harus sakit disaat seperti!!". Batinnya membuang mukanya kesal .
Jen Xin-ki yang masih dapat melihat sekilas Riska dari kaca kecil di atas nya ."Nona beneran baik-baik saja?".
"Hem."Dehem Riska cuek .
".......Fokus saja dengan jalannya ,jangan terlalu perduli dengan saya ."Sambungnya .
Jen Xin-ki kembali terdiam ,ia tidak tahu harus berkata apa lagi .Yang jelas apa yang sudah menjadi keinginan Riska akan sulit untuk di bantah .Bahkan untuk orang kepercayaannya sendiri pun .
Sementara itu Riska sudah tidak memperdulikan Jen Xin-ki yang masih sesekali memperlihatkannya diam-diam .Riska memilih fokus dengan layar ponselnya yang terlihat di sana ada beberapa notifikasi Chat WhatsApp dari sang adik ,juga beberapa panggil tak terjawab .
Riska memainkan layar ponselnya kembali ,kini untuk melakukan panggilan telepon dengan sang adik .
Tersambung.
*Dik."
*Kak Riska ,kenapa sulit sekali di telfon?Kak Riska baik-baik saja kan?Tidak ada apa-apa kan?".
Tutur berutum pertanyaan Nathan di seberang sana untuk kakaknya di seberang sini .
Merasa tidak ada jawaban dari kakaknya .
*Kak!? ".Lanjutnya Nathan kembali .
*Saya baik-baik saja ,dik .Kakak juga sudah keluar dari rumah sakit .Kamu masih di Indonesia?".
*Masih ."
*Beneran tidak ada apa-apa?".
*Iya ,dik .Hanya ada kabar duka untuk paman Dae-hyun."
*Kabar duka apa, kak ?".
*Bibi Yo-min meninggal ,tadi malam ."
*H!? Ko bisa .Eh, maksud saya ,inalillahi'rojiun ."Nathan berbicara terbata-bata di seberang sana .
*Kalau gitu saya kembali ke sana ya ,kak?".Belum juga ada jawaban dari sang kakak ,Nathan berlanjut .*.....Pelisss kak ,nanti kalau sudah selesai saya langsung kembali ke Jepang lanjut sekolah yang benar .Peliss ya kak!". Mohon-mohon Nathan .
*Iya ,sudah boleh .Kamu pakek pesawat pribadi keluarga saja ."
*Eh ,naik pesawat biasa saja .Kemarin mas Panji sudah pesankan saya tiket ."
*Mau kesini tidak?".
*Ya mau-mau ,kak ."
*Kalau gitu pakek pesawat pribadi keluarga .Untuk mas Panji nanti kakak urus ."
*Baiklah ."
Panggilan di akhiri Riska sepihak .
Sesaat selesai mengakhiri panggilan telfon .Bersamaan dengan itu ,mobil ini sudah sampai di depan kediaman rumah Baek Dae-hyun .Rumah yang terlihat sangat sunyi ,mungkin masih terlalu sore untuk beberapa orang kembali pulang ke rumah.
Riska dan Jen Xin-ki yang sudah turun dari dalam mobil segera beranjak masuk ke dalam rumah Baek Dae-hyun .Dan betapa terkejutnya Riska ,saat melihat seisi dalam rumah Baek Dae-hyun .
++++++++