My Salvador

My Salvador
Eps.62 Sedikit membaik.



Seoul


Pukul ,20.09 malam


Rabu .


Selepas kepergian adiknya .Riska langsung berusaha bangun untuk mendudukkan tubuhnya .Baek Dae-hyun yang melihat itu langsung berjalan mendekat untuk ikut membantu.


Di rasa sudah terduduk dengan benar .Riska memulai percakapan ."Ajusshi duduk dulu ,banyak yang ingin saya tanyakan pada Ajusshi".Riska mempersilakan paman nya untuk duduk terlebih dahulu.


Baek Dae-hyun mengangguk ringan ,sembaring berjalan ke sisi lain brankar untuk duduk di kursi kecil yang tersedia di dekat brankar tidur rumah sakit .


Melihat paman nya yang sudah terduduk ."Ajusshi jangan pernah bilang sama adik saya ,kalau saya memiliki sakit trauma ."Manik yang terfokus melihat lawan bicaranya.


Baek Dae-hyun hanya merespon dengan anggukan ringan .


"Selama saya koma ,apa saja yang terjadi dan apa yang di lakukan oleh Hyun Jun-su ?".Riska yang mulai mengambil nada suara seriusnya .


Baek Dae-hyun iku mengambil suasana keseriusan."Tuan muda mengambil alih menjalan perusahaan ,iya juga berhasil menghentikan rencana jahat Jun-su ."Jelas singkat nya.


".......Saya juga sangat berterima kasih kepada adik ,Nona .Berkatnya istri saya selamat dari kekejaman Jun-su ." Sambungnya .


Manik yang kini terfokus menatap lawan bicaranya."Nathan menghentikan rencana jahat Jun-su!?".Ucap Riska sedikit tidak percaya ,karena selama ia mengenal adiknya .Adik nya itu adalah seorang pemuda yang bandel ,manja ,banyak tingkah .Dan pernah membuat dirinya sering di panggil walikelas adik nya ke sekolah SMP nya dulu berkali-kali ,karena terlalu banyak tingkah .


Jadi saat mendengar ini ,Riska sedikit heran sekaligus bangga karena adiknya sudah tumbuh menjadi pemuda yang lebih bertanggung jawab.


"Benar ,Nona .Tuan muda sendiri yang turun tangan .Akan tetapi....".Ucap Baek Dae-hyun terputus .Ia terdiam harus melanjutkan kalimatnya bagaimana.


Riska yang menyadari itu semakin terfokus dengan pembicaraan nya. "Tetapi apa ,Ajusshi?".


"Saya baru saja mendapatkan kabar ,jika Jun-su berhasil kabur sebelum masuk ke dalam penjara .Mobil polisi yang di gunakan mengantar Jun-su ke penjara mengalami kecelakaan diperjalanan .Kedua polisi mengalami luka-luka yang sekarang masih di rawat di rumah sakit ini .Namun Jun-su menghilangkan ,iya tidak ada di tempat kejadian ."Jelas Baek Dae-hyun .


"Nathan sudah tau soal ini?".


"Belum ,Nona ."


"Jangan beritahu adik saya .Dan untuk istri dan putri kamu bawah saja mereka ke rumah ,suruh istri dan putri tinggal di rumah saya .Saya tidak mau mengambil resiko lagi ."Riska berucap dengan tegas .


"Baik ,Nona .Terimakasih sudah mengijinkan keluarga kecil saya berlindung di rumah ,Nona ."


"Santai saja ,Ajusshi."Riska tersenyum tipis ."Untuk Jun-su kamu sebarkan saja foto nya ,agar muda menangkapnya ."Kembali serius .


"Saya sudah melakukan ,Nona .Tinggal menunggu informasi selanjutnya saja ."Kata Baek Dae-hyun."Oh iya ,Nona ."


"Iya!?".


"Nyonya Jun-su meninggal .Jun-su sendiri yang membunuh istrinya ."Baek Dae-hyun berekspresi wajah iba ,jika menginginkan keadaan jazad istri Jun-su yang di abaikan oleh suaminya sendiri ,sungguh miris .Suami yang dinikahinya bertahun-tahun justru tega melakukan ini kepada nya .


"Besok saya akan meminta ijin kepada dokter untuk datang ke tempat pemakaman .Ajusshi temani saya nanti ."


Anggukan ringan dengan disusul ."Iya ,Nona .Besok saya akan menemani Nona ."


"Kalau begitu ,Ajusshi pulang saja sekarang .Ajak istri dan putri Ajusshi kembali ke rumah saya ."Kata Riska .".....Saya baik-baik saja ,sendiri di sini ."Sambungannya.


Menyungging senyum ramahnya."Pergi saja , Ajusshi. Keselamatan keluarga Ajusshi lebih penting sekarang."Riska mencoba menyakinkan Paman Dae-hyun yang masih ragu ,jika harus meninggalkan Riska sendirian di kamar rawat inap ini .


"Ajusshi."Seru Riska menyadari lamunan Baek Dae-hyun.


Bernafas mengalah ."Baiklah ,Nona .Saya akan pergi ."Baek Dae-hyun beranjak dari tempat duduknya .


"Hem ,Ajusshi."


"........ Sekalian suruh bik Yong-see untuk menyiapkan pakaian saya ,untuk besok saya pergi ke pemakaman .Saya meminta antar kan kesini atau besok saja ,jika sudah terlalu malam."Sambung Riska .


Baek Dae-hyun mengangguk ringan ,sembaring beranjak pergi meninggalkan kamar rawat inap ini.


Selepas kepergian ,paman nya .Kini Riska seorang diri di dalam kamar rawat inap ini .Ia pegang kepala yang sedikit terasa pusing ini ."Semoga saja ,Nathan tidak curiga dengan sakit ini .Saya benar-benar tidak ingin adik saya mengetahui penyakit trauma ini ."Gumam Riska tertunduk lesung meratapi perjalan hidup pahitnya.


Tanpa ia rasa air mata nya ikut mengalir menemani kesedihan nya .Ia ingat apa yang dia lakukan saat pertama kali bangun tadi ,ia ingat jelas .Namun ia juga tidak tahu harus berkata apa .


Saat itu tubuh nya seperti tidak terkendali ,emosinya mengalir begitu saja .Tak ingin terlalu larut dalam kesedihan .Riska mengambil nafas panjang dan menghembuskan nafas itu berlahan .Dengan berkata ."Bersyukurlah Riska kamu bisa bertahan sampai sejauh ini ,kamu kuat dan kamu cukup sempurna di mata Tuhan mu .Semangat ada adik mu yang harus kamu jaga."Disusul senyum hangatnya.


++++++++++


Pukul ,21.25 Malam .


Pemuda dengan jaket hitam polos ,celana panjang warna krim ini berjalan berlahan menurut anak tangga rumahnya . Mungkin ada Liv yang memudahkan waktunya untuk sampai di bawah .Namun mood pemuda ini sedang baik yang membuat nya lebih bersemangat untuk berjalan kaki dengan langkah semangat tentunya.



Tangga bercabang dua rumah nya ia turun dengan ekspresi wajah yang tidak henti-hentinya tersenyum manis .Pemuda ini berjalan menuju kulkas rumah untuk mengambil salad buah ,seingat pemuda ini kemarin saat ia membuka isi dalam kulkas rumah nya ada salad buah .


Dan benar saja dugaan pemuda ini ,kulkasnya menyimpan satu kotak salad buah .Pemuda ini ambil kotak itu .Di kala ingin menutup pintu kulkas kembali ."ASTAGA BIBIK!".Kaget Nathan yang tiba-tiba mendapati bibi Yong-see sudah berdiri tidak terlalu jauh tempat membuka kulkas .


Tanpa rasa bersalah."Ada apa ,Tuan Nathan?".


Menaruh salah buah di atas meja ,yang tersedia di dapur ini ."Bi Yong-see bikin kaget, muncul tiba-tiba seperti hantu ."Ucapnya tanpa melihat lawan bicaranya.


Bi Yong-see yang mendengar itu justru terkekeh pelan .


Masih diposisi yang sama ."Bi ada tas kecil buat wadah ini ,kak Riska mau salad buah Bi ."


"Ada ,nak eh .Tuan muda ."Bi Yong-see sedikit gugup dengan salah pengucapannya.


"Panggil terserah bibi saja ,lagian saya juga kurang nyaman di panggil tuan muda ,tuan muda .Seperti apa saja gitu ,aneh!".Oceh Nathan dengan mengerut-ngerutkan keningnya.


Bi Yong-see kembali terkekeh pelan ."Yasudah nak Nathan,bibi ambilkan dulu tas kecil nya ."Bi Yong-see beranjak pergi ke sisi lain dapur .


Ia kembali mendekati Nathan dengan membawa tas kertas yang tidak terlalu besar .Bik Yong-see berikan tas kertas itu kepada Nathan .


Nathan segera menerima tas itu untuk memasukan salad buah ini ke dalam sana .Selesai dengan itu ,Nathan langsung berpamitan .Akan tetapi Bi Yong-see menghentikan langkahnya sejenak .


Nathan kembali berbalik menatap lawan bicaranya."Nona Riska sudah baikan ,tidak terjadi apa-apa kan ,Nak Nathan? Nak Nathan tadi juga sempat pinggang ,nak Xin-ki yang mengendong nak Nathan ke atas sova .Bibi langsung panggil dokter ,kata dokter nak Nathan kelelahan .Nak Nathan belum makan? Ja...". Memotong perkataan Bi Yong-see."Saya baik-baik saja Bik ,kakak juga sudah baikan ."Menyungging senyum ramahnya.


"Nak Nathan jangan lupa makan ya,biar tidak pinggang lagi ."Ingat Bi Yong-see menatap manik hitam lekat pemuda ini yang terlihat berbinar cerah kembali .


Nathan menyungging senyum ramahnya ,sembaring mengangguk ringan .Lalu di susul dengan berkata ."Saya harus pergi bik ,permisi ."Nathan beranjak berlalu pergi meninggalkan dapur rumah nya ini.


+++++++++


Pemuda ini berjalan ke ruangan depan rumahnya .Ruangan depan yang terlihat sederhana ,namun megah .



Di sinilah.Pemuda ini langsung membuka pintu besar ini untuk segera beranjak keluar .Dan bergegas melanjutkan perjalanan kembali ke rumah sakit .


"Pak antar saya ke rumah sakit ."Ucap Nathan kepada supir pribadi rumah nya .


Supir itu mengangguk ringan .Ia segera menyusul majikan nya untuk masuk ke dalam mobil .Di rasa Nathan sudah duduk dengan baik di dalam mobil .Supir ini mulai tancap gas meninggalkan halaman depan rumah ini .


Sesaat setelah kepergian mobil yang di naiki Nathan .Mobil KIA Sorento warna putih milik Baek Dae-hyun sampai di gerbang depan rumah besar ini .Penjaga rumah yang melihat itu langsung membukakan pintu gerbang yang tertutup ini.


Mobil KIA Sorento warna putih ini berhenti di dalam pekarangan rumah mewah besar bak istana ini .Keluar dari dalam mobil keluarga kecil Baek Dae-hyun.


"Appa kita beneran tidak papa menginap di sini lagi?".Tanya Chul-hyun yang masih ragu juga tidak enak tinggal di rumah yang bukan miliknya.


"Tidak papa Nak ,ini juga demi keselamatan kalian .Appa tidak ingin kalian terluka ,kalian ada sesuatu yang sangat berharga untuk ,Appa ."Baek Dae-hyun merangkul bahu kedua orang tersayang nya ini .


Menatap wajah suaminya ."Sampaikan terima ku kepada Nona Riska. Dia adalah perempuan yang sangat baik ,sayang ."Kata Yo-min kepada sang suami.


Baek Dae-hyun mengangguk ringan sembaring menyungging senyum hangatnya .Ia mengajak sang istri dan sang anak masuk ke dalam rumah .


Di depan pintu ,selepas menekan tombol bel rumah .Sesosok wanita setengah paru baya membuka pintu besar ini .


"Malam ,tuan ."


"Malam ,Bi Yong-see ."Balas Baek Dae-hyun tersenyum ramah .Begitu juga yang di lakukan sang istri dan sang putri ."Nona Riska mengijinkan keluarga saya untuk tinggal di sini sementara waktu sampai keadaan kembali membaik ."Kata Baek Dae-hyun menjelaskan tujuan kesini kepada Bi Yong-see pembantu rumah ini .


"Oh ,silakan mari saya antar ke kamar peristirahatan ."Bi Yong-see dengan ramah mempersilakan masuk .


Mata yang kini terfokus menatap istrinya ."Kamu dan Chul-hyun langsung masuk dan istirahat .Saya akan langsung kembali ke rumah sakit ."Kata nya kepada sang istri .


Membalas tatapan mata sang suami ."Kamu tidak istirahat dulu?".


"Iya sejenak ."Berpaling melihat Bi Yong-see."Bi Nona Riska meminta untuk di bawakan pakaian ganti untuk nya pergi ke pemakaman besok ."


"Baik, Tuan .Saya akan mempersiapkan ,setelah mengantar Nyonya dan Nona muda masuk ."Bi Yong-see tersenyum ramah .


Menatap lawan bicaranya."Tidak perlu Bi ,bibi siapakah saja pakaian ganti Nona Riska .Biar saya sama putri saya masuk sendiri ke kamar lama yang kemarin kami tempati ."Ucapnya panjang lebar .


"Baiklah kalau begitu ,saya permisi ."Bi Yong-see beranjak berlalu pergi masuk ke dalam membiarkan pintu ini tetap terbuka .


+++++++++++


Pukul. 23.38 Malam .


Jam 11 malam .Nathan baru sampai di rumah sakit dimana kakak nya di rawat .Dengan langkah kaki jengkal nya pemuda ini berjalan cepat masuk ke dalam gedung rumah sakit ini .


Di dalam liv pemuda ini tidak perlu menunggu lama ,karena beberapa menit kemudian akhirnya ia sampai di lantai atas kamar rawat kakak nya berada .


Ia kembali berjalan melewati lorong rumah sakit ini ,sampai langkah terhenti di kamar rawat inap nomer 08 milik kakak nya .Ia buka kamar rawat inap itu berlahan .


Serasa sudah sedikit terbuka lebar .Pemuda ini melangkah pelan masuk ke dalam kamar rawat inap ini .Takut membangunkan kakak nya yang sudah tertidur pulas .


Di posisi yang masih sama ,tidur dengan posisi miring kearah jendela tertutup gorden rumah sakit ."Sudah dapat ,Dik?".Tanya nya .


"Eh!?".Nathan yang sedikit kaget mendengar respon suara kakak nya .Berjalan lebih mendekat ."Kak Riska kebangun ya?".


Riska yang kini terfokus melihat manik hitam lekat adik nya ."Saya belum tidur ."Balasnya .


Menaruh kantung , berisikan salad buah tadi di atas meja dekat brankar tidur kakak nya .Sebelum ia dudukkan pantatnya di atas kursi ini .


Masih di posisi yang sama ."Bawa salad buah nya ."


"Hem."Sembaring mengangguk ringan.


Masih terfokus melihat manik hitam lekat adiknya."Kamu makan saja ,dik .Kakak capek mau istirahat dulu ."Ucap Riska membalikan posisi badannya membelakangi adiknya .


Nathan hanya mengangguk ringan saja .Tanpa membalas dengan perkataan.


Di posisi tanpa melihat lawan bicaranya."Makan dik jangan sampai tidak ."Ujar Riska .


"Iya ,iya kak ,ini Nathan makan ."Balas Nathan beranjak mengambil kantung tadi .


Walaupun saat ini ia tidak napsu makan ,namun perut nya merespon lain .Perutnya sudah sangat perih sekali ,mau tidak mau ia harus memakan sesuatu saat ini .


Di rasa ia ingat jika sejak tadi pagi ,ia belum memakan apapun . Mungkin itu juga yang membuatnya pingsan tadi .


Kini Nathan berpindah tempat duduk di sova ,untuk memakan salad buah dingin ini .Ia memakan salad ini sembaring mendengar musik di ponsel melalui handset yang sudah menyumbat kedua lubang telinganya.


+++++++++++


Pukul ,23.59 Malam


Baek Dae-hyun sampai di rumah sakit ini untuk memberikan pakaian ganti tadi .Di karena Riska sudah tidur dan pemuda ini juga sudah mampus terduduk di atas sova .Baek Dae-hyun pun memutus untuk menaruh tas ini di atas meja .Sebelum akhirnya ia beranjak keluar ruangan kembali .


Baek Dae-hyun memutuskan untuk beristirahat di luar kamar rawat inap Riska .Toh kursi di luar juga sangat nyaman untuk di tempatkan .Atau ia juga bisa tidur di ruang tunggu lobi rumah sakit .


Di sana juga ada kursi panjang teralis besi dengan busa .Tempat yang biasa di gunakan oleh beberapa orang yang menemani keluarga yang sakit untuk beristirahat sejenak di kursi ini.