My Salvador

My Salvador
Eps.47 Kedua Kalin



Osaka


Pukul ,07.59 , menjelang siang


Sabtu


Salah satu dari dua makhluk bumi betina ini mendengus-dengus kesal .Ia yang kini sedang terduduk tidak henti-hentinya banyak bergerak .Dari mulai bagun ,duduk lagi, bagun, duduk lagi ,begitu saja seterusnya.


Siapa lagi makhluk itu kalau bukan. Mika gadis bermodel rambut sebahu dengan warna rambut hitam lekat ini adalah perempuan yang sudah berada di ambang dengan emosi kepada ketiga anggotanya yang tidak kunjung datang.


Kalisa yang melihat tingkah kesal ,eh bukan tapi emosi Mika yang sudah di pucuk kepala ."Mika ,apa tidak sebaiknya kita melihat mereka ."


Oh ,Kalisa jangan memberi saran seperti itu .Akan hancur ketiga pemuda itu nanti .


"........ Sensei sudah menunggu kita di sana .Dari pada .......".Belum juga melanjutkan perkataannya Mika sudah lebih dulu memutuskan percakapan itu ."Ayo!".Ajaknya yang langsung beranjak pergi dari sana .


+++++++++


Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat .Dua makhluk resek ini sangat senang sekali walaupun belum semuanya terlepas .


Masih posisi yang sama ."Bantu kita Hiro ,lu senang sekali melihat kita menderita."Ucap Kenji yang kesal .


Hiroyuki yang kini berubah menatap serius ke arah dua makhluk resek di depannya."SIAPA SURUH KALIAN BERTENGKAR ?SIAPA SURUH KALIAN BANYAK TINGKAH?SIAPA?SIAPA?". Bentaknya.


Nada suara pelan nan lemas."Salah kita!".Balas mereka bersamaan .


Hiroyuki membuang nafasnya dengan kasar ,sembaring bergeser bergerak mendekati kedua makhluk resek di depannya ini .


Dengan setengah badan berdiri. Hiroyuki menutup kening Kenji ,sedangkan tangan satunya memegang leher Nathan .


Kenji yang merasa kurang nyaman,apa lagi di posisinya saat ini berucap ."Oi ,Oi ,Oi ,lu mau apa, Hiro?".


Masih dengan posisi yang sama,ia menjawab dengan santai ."Potong leher lu."


Berpaling menatap Hiroyuki."Ho!".Ujar Kenji melotot .


"Lu ,lu serius ,Yuki?".Nathan yang ikut terbawa suasana dengan jawaban mengerikan Hiroyuki.


Lagi-lagi membuang nafasnya dengan kasar."Ehemm, tidak ."


".......Gue mau coba tarik, kali saja bisa lepas ."Lanjutnya .


Hiroyuki mulai menarik leher Nathan kebelakang dan menahan tubuh Kenji dengan menekan keningnya .Alih-alih berhasil Nathan dan Kenji justru berteriak-teriak protes.


Masih di posisi yang sama."Aaaaawww ,sakit Yuki sakit baka ,sakit ,PATAH LEHER GUEEE!!". Merintih kesakitan Nathan .


Kenji yang lebih tersiksa lagi dengan keningnya yang tertekan kuat."Berhenti Hiro ,berhenti ,berhenti WOYYY ,berhenti .Lu ngerti kata berhenti TIDAK, Woyy , BERHENTI .Kepala gue mati rasa .Berhenti."Kenji yang hanya bisa mengerak-gerakan kakinya saja .


Semacam ikan lele yang kepala hilang lah ,posisi Kenji saat ini .


"Gomen'nasai ,gue salah kayaknya ."Hiroyuki menghentikan aktivitas tanpa memperlihatkan wajah rasa bersalah sedikitpun di sana .


Hiroyuki kembali berpikir cara lain ,ia tidak memperdulikan tatapan sorot mata tajam dari dua makhluk resek di depannya yang seakan ingin memakannya hidup-hidup.


Masih di posisi yang sama ,Nathan beralih menatap Kenji yang ada di bawahnya."Kecipir kering!".


Berpaling menatap malas ."Hem."


Masih menatap Kenji ."Gue harus segera ke kamar mandi ,gue mau buang air kecil ."Menangis seperti bayi .Lalu narik celana olahraga yang di kenakan Hiroyuki yang duduk tidak terlalu jauh darinya ."Yuki cepat, sumpah gue sudah enggak kuat ."Masang wajah lesung memohon .


Kenji yang sembaring tadi menyimak."Jangan pipis di sini, gue bunuh lu ."


".......Sampai iya, gue bunuh lu ,gue cincang ginjal lu."Lanjut menatap tajam ke arah Nathan yang memasang wajah gemoynya ."Gue tidak kuat!!!."


"Tahan dikit ,Nat .Gue masih berpikir ."Ucap Hiroyuki."Gimana kalau di gunting."Lanjutnya memasang wajah bersemangat menatap kedua pemuda di depannya.


Menatap kearah Hiroyuki."Nani!?".Balas mereka bersamaan.


"Gue akan gunting baju kalian ,biar bisa terpisah."Hiroyuki menjelaskan dengan singkat.


Nathan yang mengerti betul maksud Hiroyuki."Tudak ,baju gue bolong nanti nya .Dame, dame ."Tolaknya .


Kenji masih terdiam ,ia sedang memikirkan sesuatu. Di tengah perdebatan Hiroyuki dan Nathan .


"Kalau lu tidak mau ,lu mau kayak gini terus ."


"Tidak, pasti ada cara lainnya kan ,Yuki ."


"Tidak ada ,Nat .Hanya itu cara termudah dan tercepat."


"Hoy ,gue punya ide ."Saut Kenji yang akhirnya membuka suara .


"Apa!?".Tanya Hiroyuki menatap kesal .


"Coba lu pindah ke atas gue ,lu tarik gue .Bantu gue bangun .Atau gunting saja nanti baju belakang gue ,kalau tidak bisa."Kata Kenji.".....Cepat gue merasakan rambut kepala gue mulai kaku ."Sambungnya .


Hiroyuki mengangguk ringan ,dan langsung berpindah tempat .Ia berjongkok sembaring memegang bagian belakang bahu Kenji .Dan dengan posisi yang sama ,ia mendorong tubuh Kenji sekuat tenaga agar tubuh bagian belakang Kenji yang melekat di lantai terlepas .


Sedikit-demi sedikit yang di lakukan Hiroyuki berhasil .Dengan sedikit di bantu Nathan ,Kenji bisa berlahan-lahan bagun .


Sudah sedikit bagun ,Hiroyuki sedikit menurunkan telapak tangannya .Lalu kembali mendorong lebih kuat lagi .Di tengah-tengah itu juga terdengar suara sobekan kaos yang di kenakan Kenji .Namun ,baik Kenji atau Hiroyuki tidak menghiraukan itu .


Kini Kenji sudah berhasil terduduk ,namun ia tetap masih sama .Melekat dengan Nathan .


Kenji yang sudah di posisi duduk ."Di gunting saja ,Nat .Kalau tidak akan sulit di lepas ,kaos kita sama-sama sudah melekatkan kuat. Lem ini sudah kering ."Bujuknya kepada Nathan .


Belum juga ada jawaban dari Nathan ,suara gedoran pintu kamar Villa mereka terdengar sangat keras .Membuat ketiga pemuda di dalam langsung membulat manik hitam mereka dengan sempurna.


Masih dengan ekspresi sedikit panik ."Siapa itu?".Tanya Kenji .


Diluar kamar villa ,wanita yang tengah emosi tingkat dewa ini terus mengendong-gendong pintu di depannya dengan penuh tenaga yang super kuat .Bahkan wanita yang bersama dengan wanita emosi ini terus ,berkata ."Sudah Mika pelan-pelan ,mereka pasti sudah dengar ."Suara itu berasal dari wanita tersadar, yaitu Kalisa .


Dan wanita emosi tingkat dewa ini adalah Mika ."Gue emosi ,Alisa .Jadi sudah diam saja ."Balas Mika kembali melanjutkan aktivitas.


Tukkk........


Tuk.......


Tukkk......


Dengan mengendong-gendong pintu."Cepat keluar kalian ,CEPAT!!!!!".


Di dalam ,ketiga pemuda yang dapat mendengar dengan jelas ."Mati kalian ,Mika marah sekali."Ucap Hiroyuki.


"Nat ,Nat ,lu bisa berdiri kan?".Kenji yang jadi ikut panik sendiri .


"Bisa ,bisa ."Balas Nathan cepat .


"Ayo berdiri ,Nat .Kita masuk ke kamar mandi ."Ucap Kenji yang sudah sangat panik .


"Bagus itu ,kalian masuk saja ke kamar mandi ."Hiroyuki segera ikut membantu mereka berdua bangkit .


Setelah berhasil berdiri .Nathan dan Kenji bergegas berjalan masuk ke dalam kamar mandi .Dan sialnya lagi pintu masuk kamar mandi tidak muat kalau di masuki dua orang sekaligus . Hiroyuki, Nathan ,dan Kenji semakin panik sampai ketiga pemuda ini tidak bisa berpikir jernih lagi .


Di luar juga suara gedoran pintu semakin keras ,di tambah dengan ocehan Mika yang menggembung-gembung di luar .Membuat ke tiga pemuda ini semakin panik .


Nathan yang masih sedikit tenang berkata ."Coba jangan jalan sejajar gini ,coba lu jalan mundur Kenji."Ucapnya .


Iya ,awalnya tadi mereka berjalan sejajar yang jelas atau tentu saja tidak muat .Akhirnya setelah Kenji mencoba jalan mundur ,saat masuk ke dalam kamar mandi .Ternyata berhasil ,kedua pemuda ini berhasil masuk .


Hiroyuki menarik nafas panjang sebelum berjalan perlahan ke pintu depan kamar Villa yang masih tertutup (terkunci dari luar) .Ia buang nafasnya berlahan ,lalu ia buka slot pintu itu berlahan .Dan tiba-tiba.


Grubukkk............


Mika berhasil mendorong paksa pintu ini sampai terbuka lebar .Ia tatapan tajam kepada pemuda yang tengah tersungkur di lantai di depannya menatap syok .


Kalisa yang menyaksikan itu ."Astaga ."Ujarnya kaget .


Masih di posisi yang sama ."Lu kemana saja ,dimana teman lu ,DIMANA!?!?".Bentak Mika kepada Hiroyuki.


Hiroyuki yang di luar saja di buat bengong ,syok .Apalagi kedua pemuda ini yang tengah menguping di balik pintu kamar mandi .Tentu sudah berkeringat dingin .Nathan yang meringis menatap Kenji ."Serem ,sumpah .Gue makin kebelet."Beralih memasang wajah masam memucat .


Kenji juga takut mendengar suara Mika yang marah-marah dengan Hiroyuki di luar .Akan tetapi moodnya berusaha menjadi geli, di kala Nathan mengucapkan kalimat yang sama seperti tadi .


"Kenji ,sumpah gue tidak kuat."Wajah yang sudah memucat masam .


Dengan ekspresi terpaksa."Yasudah sana ,bodoh!".Balas Kenji yang lupa kalau dirinya masih melekat dengan Nathan .


Nathan yang mendapatkan jawaban itu langsung berlari kecil ke kloset WC duduk yang tersedia di sana .Kenji yang baru sadar langsung berujar."Woyy ,Woyy tunggu ,lu tahan saja."


Nathan terhenti di depan kloset WC duduk ,lalu berpaling menatap Kenji dengan gemoy memohon.


Lagi-lagi Kenji di buat kesal dengan tatapan mata Nathan kepadanya ."Pliss ,Kenji no ani ."Semakin gemoy memohon.


Berpaling menatap lain ."Yaya sana ,cepat. Tapi awas ,jangan sampai kena celana gue."Ucap Kenji tanpa menatap Nathan .


Nathan segera mengatur posisi nyamannya.Namun baru saja mulai ."Woy."Menyentil jidat Nathan cukup keras ."Kenapa lu juga buka celana gue ,Baka."Menatap tajam.


Ekspresi wajah gemoy ,seperti bayi yang keinginannya tidak berhasil di dapatkan."Celana lu melekat di celana gue ."Nada suara pelan.


Kenji membuang nafasnya dengan kasar ,lalu mencoba melepas sebagai celana yang melekat di celana panjang Nathan .Setelah berhasil ,tidak saling melekat lagi celananya dengan celana Nathan ."Sudah Cepat ,jangan sampai kena celana gue."Ucap Kenji langsung berpaling melihat ke arah lain .


Nathan menyungging senyum sumringah seperti bayi ,ia segera menuntaskan semuanya .


+++++


Di luar Hiroyuki masih terdiam menatap lekat raut wajah perempuan di depannya yang mengoceh-ngoceh memarahinya.


Tidak takut atau apa ,Hiroyuki justru menatap hangat perempuan di depannya yang bahkan memarahinya sampai menarik-narik kerah bajunya .Bahkan kerennya ,pipi mulus Hiroyuki sampai tertampar cukup keras .Pasti sangat panas bukan .Namun tidak membuat Hiroyuki membalas balik ataupun meringis kesakitan .


Kalisa yang awalnya hanya terdiam pun juga mulai merasa kasihan dengan Hiroyuki. Ia pun membuka suara dengan ragu-ragu."Mi-mika sudah ,Mika kasihan Hiro .Lebih baik kita kembali ke bawah saja bantu-bantu, Sensei."


Masih di posisi berdiri di atas tubuh Hiroyuki ,sembaring menarik kerah baju Hiroyuki."Ayo ,gue muak lihat muka ,bocah tengil ini ."


Hiroyuki menjinjing sebelah alihnya."Bocah tengil ,tapi ganteng kan ."


"Apa lu bilang!?".


"Ganteng ,emang lu tidak sadar dengan ketampanan gue."Hiroyuki yang kepedean tingkat dewa.


Berbicara tepat di depan muka Hiroyuki."Tidak ,muka seperti pantat rubah .Di bilang ganteng ,tidak!!".Mika langsung beranjak .Namun Hiroyuki dengan cepat menarik pergelangan tangan Mika ,sampai tubuhnya kehilangan keseimbangan .


Gruppp.......


Kalisa yang melihat keuwauan di depannya hanya bisa menepuk kedua pipinya ,dengan tersenyum tipis .


Mika yang jatuh di atas tubuh Hiroyuki ,hanya terdiam sembaring melotot matanya .Ia terdiam tidak menatap raut wajah Hiroyuki, karena wajahnya jatuh di atas dada bidang Hiroyuki.


Hiroyuki tersenyum tipis."Kata tidak ganteng ,tidak terima gue ganteng ,tapi senengnya kalau di posisi seperti ini ."Goda balik Hiroyuki.


Tanpa basah-basi dengan secepat kilat ,Mika segera bangkit .Ia segera beranjak menjauh dari Hiroyuki tanpa berpaling sedikit pun menatap raut wajah Hiroyuki.


Hiroyuki yang memperhatikan itu ,semakin tersenyum tipis.


Mika berpaling menatap Kalisa sedang ekspresi wajah yang sedikit memerah malu ."Cepat turun ,ajak kedua teman lu, Sensei Hajime menunggu di bawah ."


".....Alisa ayo ,turun ."Ajak Mika berlalu pergi lebih dulu .


Kalisa yang tertinggal langsung berlari kecil menyusul Mika yang sudah hampir jauh dari Villa .


Hiroyuki segera beranjak bangkit dari tempatnya duduk tadi .Sembaring teringat kejadian yang baru saja terjadi ,ia sesekali menyungging senyum manisnya .


Ia tutup kembali pintu kamar villa ini, ia segera berjalan mendekati pintu kamar mandi .


Setelah sudah terbuka ,Hiroyuki sudah mendapatkan Kenji tidak mengenakan kaos lagi."Kemana baju lu?".Tanyanya cepat .


Melirik malas ke Nathan ."Tuh!!".


Hiroyuki berpaling menatap Nathan yang menyungging senyum bayinya, seakan dia sini dia yang paling polos. Yang membuat Hiroyuki mengerutkan keningnya ,juga menahan tawanya .


Apa yang Hiroyuki lihat?


Hiroyuki melihat kaos milik Kenji yang tergantung di sana ,tergantung di kaos milik Nathan yang masih Nathan kenakan .


Terlihat lucu bukan ,karena kaos kerah milik Nathan bagian atas sudah melonggar melebar tidak biasa. Seakan kaosnya baru saja di masukin dua orang sekaligus ke dalam sana .Yasudah lah ,lanjut.


Sembaring tersenyum tipis."Ko bisa seperti ini, astaga sakit dada gue .Kalian benar-benar, diulangi lagi besok-besok .Oke ."Ucap Hiroyuki.


Masih di posisi yang sama dan masih di bentuk yang sama .Dan memasang wajah datar ."Hem ,sudah kalian keluar sana gue mau mandi .Rambut gue sudah kering ."Ucap Kenji .


Nathan yang ikut mengelus-elus rambut kepalanya."Eh tidak bisa ,gue juga harus cepat-cepat mandi .Rambut gue juga sudah kering."


Sebelum bertengkar lagi .Hiroyuki segera berkata cepat ."Stop!!".


"...........Kalian mandi bersama saja ."


Berpaling cepat menatap Hiroyuki."Nani!?".Jawab bersamaan.


"Mau gimana lagi ,kalau kalian mandi bergilir .Kalian mau kita di marahi, Sensei .Kita sudah terlambat turun ke bawah .Sensei pasti sudah sangat marah sekarang dengan kita yang tidak tanggung jawab dengan tugas ."Jelas Hiroyuki panjang lebar .


"Benar juga ,kita sudah terlambat."Ucap Kenji yang baru ingat kalau seharusnya mereka sudah ada di bawah ikut bantu-bantu.


Nathan berlari kecil keluar kamar mandi ,lalu kembali lagi ke dalam kamar mandi dengan membawa dua handuk miliknya dan Kenji.Ia lempar handuk itu ke Kenji ."Yasudah cepat mandi ."Tanpa memperdulikan tatapan mata dari dua pemuda yang tengah memperhatikannya .


"Ta.....".


"Baju lu jangan di lepas semua ,sisakan celana pendek lu .Gue juga tidak mau lihat lu mandi ,tapi gue juga lebih tidak mau kalau di marahi Sensei."Kata Nathan .


"Iya juga."Kenji menyadari ada benarnya juga perkataan Nathan .


Berpaling menatap Hiroyuki bersamaan."Lu keluar ,Hiro ,Yuki ."


Menatap bingung, sedikit lama loading akhirnya ia sadar dan berkata ."Oke ,Oke ,cepat kalian mandinya ,gue tunggu di luar ."Hiroyuki beranjak keluar dari dalam kamar mandi .


Setelah kepergian Hiroyuki .Kenji dan Nathan segera bersiap untuk mandi .Kedua pemuda ini sama-sama sibuk dengan cara mandi mereka masing-masing tanpa membuka suara sedikit pun .Boro-boro membuka suara ,saling menatap satu sama lain pun tidak mereka lakukan .Intinya mereka fokus dengan cara mandi mereka masing-masing.


++++++++


Pukul ,08.10 . Menjelang siang.


Sesaat kemudian kedua pemuda ini sudah memakan pakaian yang sama seperti yang di kenakan Hiroyuki .Baju olahraga .


Kenji menutup baju olahraga dengan sly lengan panjang bermotif kotak-kotak , seperti kemeja .Dan Nathan , menutup dengan jaket tipis berwarna hitam polos .


Sedangkan Hiroyuki yang sudah tahan dingin ,hanya mengenakan baju olahraga saja .


Setelah sudah siapa ,ketiga pemuda ini segera beranjak turun ,menuruni tangga yang ada di luar ,tangga taman .Untuk berjalan turun ke lapangan taman yang tersedia di bawah .