My Salvador

My Salvador
Eps.220



Masih di Seoul


"Hello."Sapa Jovan kepada Nathan dengan ekspresi wajah julid .


Sett.... Brukk..... Menendang pantat Jovan. Sampai tubuh Jovan sedikit terdorong ke depan."Huahhh.....Ruang meeting di ke arah sana be***go."Ucap Nathan.


Dan hal itu membuat kedua CEO muda ini menjadi pusat perhatian para karyawan Salvador.


"Ayolah kalian berdua."


Membungkuk hormat pada Kenji bersamaan."Baik Tuan."Nathan dan Jovan berlalu pergi ke ruang meeting.


"Untung sabar."Batin Kenji berucap.


++++++


"Nathan."Seru Kenji masuk ke dalam ruang kerja pribadi Nathan .


"Ketuk pintu bang****sat."


"Lupa."Balas enteng Kenji ."Di luar ada tamu, pria katanya sudah ada janji sama ku."


Nathan yang sudah mengetahui itu siapa."Suruh masuk."


"Lu kenal?".


"Kalau gue tidak kenal bakal gue usir kayak lu."


"Okay."Kenji berlalu meninggalkan ruang kerja pribadi Nathan.


"Anak itu nyuruh gue bersikap dewasa-dewasa padahal dirinya juga kekanak-kanakan."Gumam Nathan kembali fokus pada layar laptop nya.


Next....


"Mau apa ingin bertemu dengan ku?".Tanya Nathan dingin kepada Ezawa.


Ezawa yang sudah fokus pada lawan bicaranya."Saya memang bukan orang kaya raya seperti mu. Saya hanya seorang pengusaha biasa."


"CK."Nathan menatap dingin ."Lu seorang mafia. Dan lu bilang hanya seorang pengusaha biasa."Kata Nathan.


"Gue tidak akan membiarkan kak Riska menikah dengan lu, yang hanya akan membahayakan hidup nya."


Ezawa menyungging senyum tipis miring."Sudah ku duga kau pasti sudah mengetahui semuanya. Tanpa harus aku katakan."


"Riska sudah tau jika aku seorang mafia ."Kata Ezawa sedikit menurunkan pandangan matanya."Dan karena itu aku berhenti menjadi mafia dan memilih fokus dengan usaha lainnya."


"Kakak mu memberiku sesuatu yang tidak bisa aku dapatkan dari wanita lain .Dia wanita yang sangat baik, walaupun terkadang dia sangat menyeramkan."Ezawa menyungging senyum manis mengingat awal pertemuan nya dengan Riska beberapa tahun kemarin."Hanya itu alasan sederhana agar bisa selalu melindungi nya ."


"Aku juga berterima kasih."


"Karena kamu Riska menjadi wanita yang sangat tangguh seperti sekarang......Dan satu hal lagi, apapun yang di lakukan kakak mu beberapa tahun kemarin. Percayalah itu demi masa depan kamu."


Tertawa kecil Nathan berkata."Hahh.....kenapa jadi sad ending?".


Tersenyum tipis."Saya ingin mentraktir makan siang. Kamu mau."


"Iya ,jika boleh ajak orang lain."


Tanpa berpikir panjang Ezawa langsung mengiyakan saja.


Next.....


Mulut yang masih sibuk mengunyah makanan."Kakak juga tidak ikut makan. Atau kami habiskan saja makanannya ."Jovan dengan ucapan tidak manusiawi nya ."Oh saya ingin pesan lagi."


Belum juga menjawab Kenji sudah menimpali."Makanan sangat enak-enak, lain kali traktir lagi kak ."


Manggut-manggut di susul menelan Saliva paksa .


Next....


Perut sudah kenyang .Ketiga pemuda ini berlalu meninggalkan restoran yang di ikuti oleh Ezawa yang berjalan beriringan dengan Nathan.


"Aku pergi dulu ."Kata Ezawa.


"Thanks traktiran nya ."


Menyinggung senyum paksa karena tekor banyak ."Iya."


Ezawa berlalu pergi berlawanan arah dengan dua tiga pemuda ini.


"Nat ."Panggil Jovan .


"Hem?".


"Berikan Restu saja Nat .Dia seperti bisa menjaga kak Riska dengan baik ."


"Tidak semudah itu."


"Keras kepala sulit untuk di beri pencerahan."


Menyipitkan mata."Tidak anjing."


+++++++


+++++++++++


Satu Minggu kemudian.


"Dik."Panggil Riska yang baru keluar dari dalam Liv rumah .


Nathan menghentikan langkah kakinya. Berpaling menunggu kakak perempuan mendekati dirinya.


"Apakah benar jika kamu sudah merestui hubungan kakak dan Ezawa?".


"Hem...... setelah berpikir panjang.....Ezawa memang pria yang baik untuk kakak ."


Tiba-tiba saja Riska yang sangat bahagia memeluk Nathan ."Terima kasih ."


Sedikit kaget ,namun akhirnya Nathan membalas pelukan kakak perempuan nya."Walaupun gitu saya tetap akan memantau Ezawa."


Sudah tidak memeluk adiknya lagi."Kakak juga kenapa tidak bilang jika Ezawa dulunya seorang mafia."Kata Nathan.


"Pada akhirnya kamu tau juga tanpa kakak katakan ."


"Hem."Melihat jam tangan nya ."Terlambat!".Nathan langsung berlalu pergi berangkat kerja .


"Hati-hati di jalan."


Next.....