My Salvador

My Salvador
Eps.143 Next....



Osaka


Pukul. 06.20 Pagi


Sabtu


Selimut tebal yang terbuka cepat."TERLAMBAT!!!!".Sesosok pemuda dengan celana pendek Adidas nya buru-buru turun dari ranjang tempat tidur tanpa sempat merapikan tempat tidur rutinitas nya sehari-hari .


Dengan setengah sadar .Pemuda ini langsung melesat masuk ke dalam kamar mandi untuk bebersih diri .


5Menit mungkin sudah cukup lama untuk waktu mandi seorang kesiangan .Badan yang masih basah kuyup dengan selembar handuk yang menutupi separuh badannya .Pemuda ini bergegas menata pakaian seragam sekolah .


Selang beberapa waktu kemudian .Ia yang sudah mengenakan seragam sekolah dengan baik bergegas menuruni anak tangga rumah nya dengan cepat .Tapp...Tapp....Tapp...


Baru muncul dari dapur."WOY! NATHAN."Panggil Jovan dengan suara berat nya .


Sibuk mengenakan kaos kaki ."Apa bego?Kenapa lu tidak bangunkan gue o'on."


"Makan dulu baru berangkat."Nada suara yang membuat Nathan langsung berpaling cepat ke arah sumber suara ."Kakak!".


Riska yang berdiri tidak terlalu jauh dari Jovan ."Ayo sarapan dulu sekarang masih jam setengah 7 .Masuk kelas kamu jam 8 ,masih ada waktu untuk sarapan sedikit."Ucap Riska .


Nathan menghembuskan nafas kasarnya. Jovan yang berjalan mendekat ke arahnya ."Sarapan sono ,gue akan keluarkan sepeda lu .Kan katanya kemarin gue yang antar ."


"Dahlah."Nathan yang pasrah akhirnya pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi .


Di meja makan .Nathan terburu-buru menghabiskan sarapan .Mulut yang penuh makanan pun ia berkata."Kak Riska kapa...hukkhukhukk....".Nathan tersedak dengan makanan yang tengah ia kunyah .


Riska bergegas bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil segelas air putih untuk adiknya .


Nathan langsung menerima pemberian air putih kakaknya .Ia langsung menegak habis air putih segelas besar itu .


Riska yang mengelus lembut punggung adiknya."Kalau makan jangan sambil bicara ,bahaya ."


"Ya, maaf."Nathan mengatur nafasnya berlahan sebelum melanjutkan aktivitas makan-makan nya .


Riska yang melanjutkan membereskan beberapa wadah kotor di wastafel ."Kakak pulang tadi pagi ,jam 5 .Kakak pikiran yang bukakan pintu bakal kamu ,terlalu senang kakak sampai peluk Jovan ."


Mengebrak meja makan cukup kuat."WHAT?".


Masih mencuci wadah kotor."Kamu kenapa?Jovan kan adik kakak juga. Kakak juga senang Jovan ada di sini."


Mulai ngedumel."Adik!Dia adik, terus gue adik Jovan ,no, no, bisa jadi buaya kelas kakap gue punya kakak seperti .Lewat cantik dikit embat ,cantik dikit embat ,kakak gue saja mo di embat, wak jedar, jebor ."


Riska yang sudah menenteng tas ransel Nathan dengan satu tangan nya ."Sudah selesai?Kalau sudah cepat berangkat dik sudah siang."Ucap Riska .


Membulat kedua manik polosnya."Waaaw....".Langsung bangkit mengambil tas ransel sekolah dari kakaknya .Lalu mencium punggung tangan kakaknya ."Berangkat". Berjalan keluar dapur berpapasan dengan Jovan yang hendak ke dapur."Ayo."


Melihat Jovan ."Jovan ikut tidak kesasar nanti?".


"Lihat yang bening-bening dulu kak."Jovan dengan senyum buaya nya .


"Lah."


Menarik paksa pergelangan tangan Jovan."Yokk!!".


Riska yang masih memperhatikan kepergian dua pemuda ini ."Adik sudah dewasa ayah. Dia sangat mirip dengan mu."Riska menyungging senyum rapuh.


++++++


Sepeda angin Nathan mulai meluncur melewati jalanan beraspal yang tak terlalu lebar ini .Angin pagi yang sangat ramah lingkungan untuk menyambut pagi yang cerah ,langit biru dengan beberapa awan putih yang berhias di sana .


Surai rambut yang bertebaran .Merasakan hembusan angin dari kecepatan melaju sepeda yang cepat ."Waaaw..enak juga di bonceng."Nathan senyum berseri-seri .



Masih fokus mengayunkan medal sepeda angin."Jangan Wau, wau, CK .Lihat jalannya lu tidak terlambat?".


"Iya, o'on."Fokus yang kembali melihat jalanan depan ."BELOK!".Teriak Nathan .


Reflek Jovan langsung membelokan setirnya sangat tajam di tikungan miring .


Tidak takut jatuh .Nathan yang berpegang erat pada boncengan sepeda ."Wooww."Bibir tersenyum lebar ,surai rambut yang bertebaran tertempa angin.


Sementara Jovan yang melakukan itu dengan refleks."Weew!".


"Lurus Jov ,di depan ada tikungan lagi lu diam dulu menyeberang ."


Mempercepat mengayunkan medal sepeda."Yoy!!".


+++++++


Di sisi lain .Kenji masih ada di parkiran sepeda sekolah ."Ayo Kenji ,lu nunggu siapa?".Tanya Mika kepada Kenji .


"Nathan."


"Dia tidak sekolah mungkin."Kata Mika berlalu setelah selesai memarkir sepeda angin dengan benar ."Gue duluan."


Berhenti mendadak di depan gerbang sekolah ."Pak, pak, pak!".Nathan yang langsung loncat turun untuk menghentikan penjaga gerbang ini menutup gerbang .


"Ayo cepat."Satpam penjaga gerbang yang mempersilakan Nathan untuk segera masuk .


Fokus pada Jovan ."Gue duluan nanti pulang gue chat ."Langsung melengos masuk ke dalam pekarangan sekolah .


"Yoy."


"Arigato, pak ."Tersenyum hangat kepada penjaga gerbang.


Satpam penjaga gerbang mengangguk ringan di barengi dengan tersenyum ramah."Sama-sama."


++++++


Melihat gebang yang sudah tertutup rapat kembali. Jovan memutar arah sepeda nya kembali ke arah jalan tadi .Namun kali ini ia mengayunkan medal sepeda nya sedikit lebih santai dari yang tadi yang seperti roket .


Nathan yang sudah di dalam pekarangan sekolah berlari cepat untuk masuk ke dalam gedung sekolah."WOY!".Suara yang tidak asing gendang telinga Nathan dengarkan . Membuat langkah kakinya terhenti .


Fokus pada Kenji yang tengah berjalan santai menghampiri diri nya ."Kenapa masih di luar?" .


"Nungguin lu o'on."


"Oh!". Melengos melanjutkan perjalanan.


+++++


Kembali ke Jovan yang masih mengayunkan medal sepeda angin nya dengan santai menyusuri jalanan pesepeda di depannya ini .


Sett.....Ia mengerem laju sepeda nya .Jovan berali merogoh kantong celana panjangnya .Untuk mengambil gawai miliknya.Tertera nada sambung telfon dari Kak Riska di sana .


...Tersambung...


*Hallo Kak!Ada apa?".Tanya Jovan di seberang sini.


*Mau ikut belanja beli oleh-oleh, saya mau belikan mama kamu beberapa barang."


*Mau."Semangat Jovan di seberang sini.


*Saya tunggu di rumah."


*Otw kak."


Panggilan di akhir Riska sepihak dari seberang sini .


Setelah selesai mematikan layar ponselnya .Jovan mulai mengayunkan medal sepeda angin kembali dengan kecepatan yang sangat cepat tentunya .


++++


Di tempat Riska .Perempuan yang sudah rapi dengan dress santainya ini tengah menenteng tas sling bag santai yang berukuran tidak terlalu besar ,berjalan santai ke pintu depan rumah .


Riska keluar dengan membawa kunci mobil untuk pergi membeli beberapa barang .Ia yang sudah tiba di luar pergi ke garasi mobil untuk mengeluarkan mobil pribadi keluarga nya.


Selesai mengeluarkan mobil dari dalam garasi .Riska tidak langsung berlalu pergi ,ia menunggu kedatangan Jovan dengan memanasi mesin mobil .


Tidak perduli menunggu lama karena setelah itu Jovan sampai di kediaman rumah Nathan. Riska yang menyadari kedatangan Jovan .Membuka kaca mobil ."Saya keluarkan mobilnya dulu nanti tutup gebang nya ."Kata Riska yang sudah duduk benar di kursi pengemudi mobil.


Jovan yang masih memegang setir sepeda .Mengangguk ringan membalas ucapan Riska .


Riska mengeluarkan mobil ini dari pekarangan rumah ke jalanan beraspal depan rumah .Sementara Jovan memarkir sepeda nya di samping rumah sebelum akhirnya beralih menyusul Riska masuk ke dalam mobil setelah menutup gerbang rumah.


Mobil mulai melaju dengan kecepatan normal meninggalkan pekarangan rumah.


Posisi duduk Jovan duduk di samping Riska yang fokus mengemudikan mobil .Jovan duduk dengan tenang sembaring memainkan ponselnya. Sebelum akhirnya ia matikan layar ponselnya dan ia simpan kembali ke dalam saku celana panjangnya.


"Kak Riska mau beli oleh-oleh emang mau kembali ke Indo?".


Riska yang masih fokus menyetir mobil."Iya, kamu mau ikut atau di sini ?".


"Iya ikut kak, masak saya di tinggal kan. Nathan ikut kan?".


"Ikut!".


"Tapi....".


Memotong ucapan Jovan ."Nanti kalau mau kembali lagi ke sini untuk lanjut liburan ,kamu jangan bawa barang terlalu banyak .Kembali ke sini nanti barengan sama Nathan ."


"Kak Riska tidak ikut balik?".


"Saya langsung ke AS ada dinas kerja ."


"Oh!".


Masih fokus menyetir mobil."Gimana kabar nya Yudha dan Kevin?".