The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 97 : An Attack?.



Mereka berdua berpelukan. Saat Alex memeluk Keira, ia dapat mencium aroma wangi dari rambutnya yang panjang itu bergelombang.


''Wangi sakali. Shampo apa yang kau pakai?". Tanya Alex yang menikmati aroma wangi dari rambutnya Keira.


SYUUUNGG!.


"itu ra-!!". Keira tidak menyelesaikan kalimatnya saat ia melihat sesuatu melayang dan bersinar diterpa matahari dihadapannya.


Panah!?. Panah itu melesat dan menuju ke kami. Alex bisa terkena!.


dengan berfikir cepat Keira langsung melepaskan pelukannya lalu mendorong Alex sampai terjatuh. Alex terkejut dengan perlakuan Keira yang tiba-tiba saja mendorongnya jatuh ketanah sehingga long Coatnya menjadi kotor karena tanah.


"Keira kenapa Ka-". Alex terkejut sehingga tidak menyelesaikan kalimatnya saat ia merasa kesal dengan perlakuan Keira, ia terkejut saat sebuah panah hampir mengenai mata kiri Keira tapi beruntung Keira menangkap panah itu dengan tangannya secara cepat.


Alex langsung bangkit dan mengkhawatirkan Keira saat entah darimana panah itu berasal dan hampir mencelakakan dirinya. Ia akhirnya mengerti mengapa Keira mendorongnya.


"Kau baik-baik saja?!".


"aku baik-baik saja. Maaf karena- eh".


SYUUUNGG!!


''Keira, AW-".


GREP!


Sekali lagi, Keira langsung berhasil menangkap anak panah yang melesat padanya. Saat melihat ujungnya, Keira menyadari sesuatu.


Perak!. Aku menjadi sasaran mereka ternyata. Para vampir sialan!.


"Yang mulia! anda tidak apa-apa?!". Tiga prajurit werewolf itu belari menghampiri Keira dan Alex saat mereka mendengar teriakkan Alex.


''Prajurit! mereka menyerang! hati-hati dengan panah mereka!". Pekik Keira sembari menunjukkan ujung panah yang melesat kearahnya.


Aku harus membawa Alex jauh dari sini. Bisa sangat berbahaya untuknya.


''ikut aku, Alex''.Keira meraih tangan Alex dan mengajaknya lari sedangkan vampire-vampire yang diduga dalang atas panah-panah itu keluar dari persembunyian mereka saat prajurit werewolf mengetahui lokasi mereka.


"Berani-beraninya kalian mencoba untuk menyerang Alpha kami, prajurit keluarga Dasper!!". Ucap salah satu prajurit yang mengetahui dari mana ketiga vampire itu berasal sambil mengacungkan tombaknya kearah mereka yang diikuti oleh kedua prajurit werewolf lainnya.


Vampire 1: "Apa boleh buat, anak-anak raja kalian merupakan ancaman bangsa kami dan Alpha kalian adalah putri raja kalian jadi kami harus menyerangnya".


Vampire 2: "Kami diperintahkan oleh salah satu anak keluarga Dasper untuk menghabisinya diam-diam tapi tidak kami sangka dia berhasil mengetahui serangan kami dan mengelak!".


Vampire 3:" dan jangan pikir hanya kami bertiga yang berada di sini dan tidak akan kami biarkan bangsa rendahan seperti kalian untuk menolongnya".


"jangan pikir kami akan membiarkan kalian berhasil menjalankan tugas kalian, vampire-vampire Ke*arat!".


Terjadi pertarungan antara prajurit kedua bangsa dari makhluk supernatural itu. Mereka para prajurit keluarga Dasper bukan lawan yang lemah sehingga mereka membahayakan nyawa mereka dengan memasuki wilayah Utara tapi prajurit Werewolf bagian Utara untuk merupakan prajurit yang kuat sehingga mereka terus bertarung sembari kedua bangsa itu menunjukkan warna mata dan taring yang sesungguhnya.


"Beritahu yang lain juga Panglima dan Jendral!". Pekik salah satu prajurit menahan serangan vampire lain.


Prajurit werewolf lainnya itu langsung melolong panjang hingga lolongan itu terdengar oleh beberapa werewolf lainnya dan sampai terdengar oleh werewolf yang berada di rumah Silvana.


"!!!".


"!!!"


"!!!".


"ng… kalian bertiga kenapa?". Tanya Noah saat melihat Tania, Silvana dan Dallas langsung bangkit dari tempat duduk mereka setelah terdengar suara lolongan serigala. Sorotan mata mereka berubah menunjukkan kemarahan tapi mereka menutupinya karena ada seorang manusia yang berada dirumah Silvana yang tidak tahu apa-apa.


"Aku akan pergi!".


"tidak Silva. Aku dan Dallas yang akan pergi, kau disini menjaga dia". Ucap Tania yang melarang Silvana untuk pergi karena Tania masih teringat dengan Noah yang kebingungan dengan tingkah mereka.


"baiklah. Jaga dirimu, Dalls".


"kau juga Silva".


kedua orang itu pergi menghiraukan Noah yang bertanya-tanya dan ketika pintu depan tertutup, Tania dan Dallas menunjukkan warna bola mata golden dan taring mereka lalu mereka langsung pergi melesat bagaikan angin.


"mereka berdua kemana? kenapa ekspresi kalian tadi langsung berubah saat mendengar suara lolongan serigala? kenapa Tania meninggalkan guritanya disini? bisakah kau menjelaskan sesuatu padaku?". Tanya Noah yang mengharapkan Jawaban dari Silvana.


"ng… alasan lain mengapa kami mendirikan rumah dihutan Karena kami juga ingin melindungi satwa di hutan ini khususnya Serigala". Silvana memberikan alasan lain dan maksud akal sebagai jawaban Untuk pertanyaan Noah


"Serigala?".


"a… yah, Serigala. Kau tahu banyak manusia kejam dan serakah di dunia ini yang merusak hutan dan kehidupan di dalamnya. Tidak cukup mereka menebang pohon-pohon dihutan secara serakah, membuat sungai teracuni dengan limbah mereka yang berbahaya sehingga perbuatan mereka menghancurkan ekosistem flora dan fauna yang hidup di hutan, mereka juga hewan-hewan hanya untuk diambil bagian tubuh yang berharga bagi hewan-hewan yang tinggal di hutan demi uang dan memuaskan keserakahan manusia yang lain. Contohnya saja gajah, mereka dibunuh untuk diambil gadingnya. Mereka menyakiti hewan-hewan malang itu sehingga perbuatan mereka membuat beberapa hewan ada yang punah bahkan ada yang terancam punah. Seperti badak, hewan itu terancam punah''.


Aku harap kau percaya, Noah dengan alasan yang kubuat ini tapi memang kenyataannya begitu bukan? demi memuaskan keinginan dan hasrat kalian para manusia kaya, kalian bangsa manusia tega melakukan semua itu dengan berkhianat pada alam yang telah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk memberi kalian makan dan membuat kalian bisa bernafas di dunia ini .


Tidak mengherankan jika alam marah atas keserakahan kalian dengan banjir dan sebagainya.


"lalu hubungannya dengan Serigala apa?".


"Serigala memiliki bulu yang bagus dan indah sehingga manusia-manusia ingin menjadikan bulu-bulu mereka sebagai pakaian untuk musim dingin untuk orang seperti kalian atau semacamnya dan hutan ini terdapat banyak Serigala''.


Yah, walaupun Serigala yang dimaksud bisa kami sendiri sih.


''karena itulah tempat ini dijaga dan dilindungi oleh Aurora itu sendiri''.


Tapi sebenarnya, Kamilah yang menjaga tempat ini karena ini adalah wilayah kami. Aurora melindungi kami agar manusia tidak bermacam-macam di wilayah kami demi keselamatan manusia itu sendiri.


"benarkah?".


"Yup''.


"Tapi, bukankah Serigala sangat berbahaya jika kau disini?". Tanya Noah yang mengkhawatirkan keselamatan Silvana yang tinggal di hutan.


Silvana Tersenyum dan menggenggam kedua tangan Laki-laki itu untuk membuat laki-laki itu merasa tenang.


"mereka tidak akan berbahaya jika kita tidak berniat jahat kepada mereka atau sekitarnya. Jika mereka menyerang, itu bisa jadi karena mereka mencium manusia yang bersifat jahat dan kelaparan karena akibat manusia-manusia memburu hewan-hewan yang menjadi makanan Serigala dan hewan buas lainnya secara serakah.


Seperti manusia, hewan-hewan yang tinggal di alam juga butuh makan dan tempat untuk hidup dan tinggal. Mereka tidak akan mengganggu jika manusia tidak mengganggu mereka. Aku suka dengan hewan itu, jadi aku menjaga mereka karena…".


"karena?".


"Jika bukan karena Serigala-serigala itu, mungkin diriku dan kedua saudaraku sudah menjadi mayat sejak lama dan aku tidak akan berada dihadapanmu Sekarang yang selalu melihat dan menyentuhmu.


Disaat aku mengira bahwa cerita kehidupanku berakhir, Serigala-serigala itu menyelamatkan hidup kami dan memberi kisah ceritaku yang baru. Aku berhutang budi kepada makhluk seperti mereka". Ucap Silvana yang kalem karena mengingat sesosok werewolf menyelamatkannya dan juga menyelamatkan Sanse dan Dallas.


Werewolf itu telah mengambil kehidupanku sebagai manusia namun werewolf juga yang memberikan kehidupan baru untukku agar ia dapat melindungi diriku sendiri dan orang-orang yang dia sayangi dari kejamnya kehidupan ini walaupun kenyataannya, aku bukan manusia seperti dirimu lagi.


Tapi, aku bersyukur karena takdir memberikan sebuah kesempatan untuk diriku bisa hidup sebagai Silvana yang baru.


"Silvana… kau semakin membuatku kagum dengan kebaikanmu terhadap hewan-hewan itu. Kau adalah gadis yang sangat baik. Tidak mengherankan jika aku semakin sayang padamu".


"Terima kasih…".


"oh yah Tadi Mengapa ekspresi kalian berubah saat mendengar suara-".


"ng…itu karena lolongan serigala yang panjang menandakan adanya pemburu memasuki kawasan ini untuk memburu mereka sehingga Tania dan Dallas kesana untuk mencegah mereka bersama dengan para penjaga".💦 Ucap Silvana yang berbohong.


"begitu rupanya. dan satu hal lagi yang membuatku penasaran".


"apa itu?".


"Sejak kapan seekor gurita bisa membaca?".😧 Tanya Noah. Mereka berdua menoleh pada Blop yang duduk di sofa tunggal sambil membaca sebuah komik Naruto. Apalagi saat melihat gurita itu sekali-kali membalik halaman layaknya manusia yang sedang membaca membalikkan halaman bacaannya.


"Hihi. Ini karena didikanTania selama ini kepada gurita itu. Aku tidak menyangka bahwa ia bisa membuat gurita peliharaannya itu bisa membaca".


"Wah, walaupun dia aneh dan miliknya ehem… rata, tidak kusangka ia memiliki bakat mengajari seekor gurita".


"hihi, jika kau mengenal Tania lebih dalam, kau tidak akan menyangka bahwa diantara kami bertiga, dia yang luar biasa".😃