The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 42 : The Confrontation



"Alex, tolong turunkan aku di dekat situ". Ucap Keira sembari menunjuk ke arah yang dia maksud tepat saat satu langkah lagi mereka akan keluar dari bukit hitam.


"huh? kenapa?" Tanya Alex saat kaki kirinya hampir menginjak garis pembatas antara hutan bukit hitam.


"Ng.... aku ingin duduk disitu sebentar saja". Jawab Keira mencoba memberi sebuah alasan kepada Alex.


"tapi kita harus kembali ke hotel supaya paman dan bibi memanggil dokter untuk mengobati kakimu". Alex menolak keinginan Keira karena mengkhawatirkan keadaan Keira yang sedang terluka akibat perangkap beruang itu.


"ayolah, Alex..... aku mohon..... sebentar saja".Ucap Keira dengan nada memohon dan mata yang memelas kepadanya dengan harapan bahwa Alex akan luluh.


"baiklah tapi hanya sebentar saja,ya". Alex menuruti permintaan Keira. Mengapa Keira meminta Alex untuk menurunkannya di bawah tiang pembatas jalan keluar di hutan bukit hitam dikarenakan ia tahu bahwa kemampuan dan kekuatannya sebagai werewolf akan kembali dan penyembuhan dengan cepat adalah salah satu kemampuan Werewolf hanya saja saat gen werewolfnya akan menyembuhkan luka, akan timbul asap di bagian tubuh yang terluka sebentar dan Keira tidak mau Alex sampai melihat asap putih di kaki kanannya yang terluka. Akan timbul kecurigaan pastinya.


dengan hati-hati, Alex menurunkan Keira kali ini dengan baik sehingga Keira duduk dan bersandar pada tiang pembatas.


sekarang aku sudah duduk disini, sekarang bagaimana caranya untuk mengalihkan perhatian Alex dariku sekarang?.


Keira memandangi sekitar yang bisa ia gunakan untuk mengalihkan perhatian Alex hingga tatapannya tertuju pada sesuatu yang berasa di belakang Alex.


Aha! pancuran air minum.


"Alex, aku harus.... bisakah kau mengambilkan ku air....?". Ucap Keira dengan nada memelas seperti orang yang kehausan dan ia menunjukkan keran itu dan Alex menoleh ke belakang mengikuti arah tangan Keira.


"aku akan mengambilkan airnya sebentar,ya". Ucap Alex sembari berdiri dan membawa botol air yang telah kosong itu ke pancuran mata air itu. Setelah memastikan Alex sibuk mengisi air, dengan cepat Keira meluruskan kaki kanannya yang telah terluka itu keluar dari bukit hitam.


Benar saja, sebuah asap mengepul di sekeliling lukanya sebagai bentuk proses pemulihan lukanya. Tepat saat Alex membalikan badannya setelah mengisi air, secara bersamaan asap putih di sekitar luka yang terbalut robekan pakaian Alex langsung menghilang dan Keira tidak merasakan rasa sakit lagi. Saat Alex berjalan menghampirinya, Keira bangkit dari duduknya dengan pura-pura merasa sakit pada pergelangan kaki kanannya yang sebenarnya telah sembuh agar tidak muncul kecurigaan darinya.


"pelan-pelan, Keira". Ucap Alex sembari membantunya berdiri.


"Terima kasih, Alex". Keira menerima botol minum yang disodorkan oleh Alex dan meminumnya lalu ia memberikannya kembali pada Alex.


"minumlah. Kau pasti lelah dari tadi menggendongku terus".


"hei, tidak masalah bagiku". Alex minum dari botol yang diberikan oleh Keira hingga dia menyadari bahwa dia minum di spot yang sama tempat bekas bibir Keira berada.


oww... bukankah ini namanya ciuman yang tidak langsung? . Pikir Alex. dia sungguh senang memikirkannya.


"yuk kita pergi".Ucap Alex sambil mau mengangkat tubuh Keira tetapi Keira menolak.


"aku mau digendong belakang saja, ya".


''Kenapa?".


"aku.... malu dilihat mereka". Ucap Keira karena ia memikirkan reaksi orang-orang hotel ketika mereka melihat seorang putri Lestat digendong layaknya pengantin oleh manusia sedangkan Alex hanya tersenyum melihat pipinya yang menjadi merah merona.


"hihi. Baiklah".


Kali ini mereka telah keluar dari wilayah hutan bukit hitam dan saat Alex menggendong Keira di punggungnya, ia tidak mengetahui bahwa bola mata Keira telah berubah menjadi kuning menyala walaupun hanya sekilas tetapi sudah dapat diketahui bahwa Kemampuan dan kekuatan Keira telah kembali.


Syukurlah kau dan Alex kembali dengan selamat dari hutan itu. Ucap salah satu bagian dari dirinya sendiri setelah Keira kembali bisa berkomunikasi secara pikiran kepada bagian dari dirinya sendiri.


Yah... untunglah Mambayo menolong kami jika tidak...


Mereka sangat khawatir saat mengetahui bahwa kau dan Alex berada di tempat terkutuk itu. Apalagi saat hujan di bulan purnama, mereka sangat mengkhawatirkan itu namun tidak bisa berbuat apa-apa.


Jangan khawatir, aku mengerti mengapa mereka tidak bisa menolong kami walaupun ingin.


Tepat sekali dan Cio-


Jangan membicarakan tentang dia sekarang!. Aku ingin menanyakan alasan ia melakukan ini kepada Alex. Aku sangat kecewa dia melakukan perbuatan tak terpuji ini kepada seorang manusia.


... Kami mengerti. Kau sangat kecewa pada saudara Thania.


Di luar Hotel......


"Ah! itu mereka". Silvana begitu gembira melihat sahabatnya dan Alex telah kembali sehingga ia memberitahu Tania, Dion, Hara dan Anthonia yang sudah menunggu mereka. Noah dan Danny yang baru mengetahui dari Silvana bahwa Alex dan Keira tidak pulang semalaman dengan alasan yang dibuatnya yaitu terjebak di hutan telah menunggu mereka.


"Mereka menyambut kita, Keira". Kata Alex sambil melambaikan tangannya.


Mereka segera menghampiri Alex dan Keira saat mereka berdua telah sampai. Saat Keira turun dari gendongan Alex, Antonia segera memeluk mereka.


"Syukurlah kalian baik-baik saja sekarang". Kata Antonia melepaskan pelukannya lalu Thania, Silvana dan Dion memeluk Keira, begitu juga dengan Danny dan Noah memeluk Alex.


"wow Alex, semalaman dihutan membuatmu berantakan,ya". Kata Danny ketika melihat baju yang dikenakan Alex terlihat kotor dan sebagiannya robek padahal baju yang dikenakan Alex merupakan salah satu baju bermerek ternama dengan harga yang fantastis. Maklum saja, Sebagai anggota keluarga pemilik Fallen Group sudah pasti apa yang dikenakan Alex harus selalu saja mahal dan terbaik.


"tapi aku tetap tampan'kan?". Kata Alex sembari melepaskan diri dari pelukan kedua sahabatnya itu dengan berlagak menyombongkan diri.


"kami baik-baik saja bibi hanya saja Kaki Keira sedang terluka karena terkena jebakan beruang tadi pagi". Kata Alex sembari menghampiri Antonia dan menunjukkan letak luka Keira yang terbalut itu sehingga semua orang yang mengelilingi mereka terkejut melihat dan mengetahui apa yang dialami Keira.


"Jangan khawatir bibi, paman, Than, Silva... luka ini sudah sembuh. Tadi aku terluka di bukit hitam tetapi sekarang sudah sembuh saat keluar dari sana. Tapi, sebaiknya bepura-puralah di hadapan Alex, Danny dan Noah" Ucap Keira secara telepati kepada anggota werewolf sehingga mereka bisa lega dan bersyukur bahwa Keira baik-baik saja. Dan Dion? ia tidak khawatir karena dia yakin bahwa Keira akan baik-baik saja dan ia tahu itu.


"Kita harus mengobatimu, Keira".Kata Hara pura-pura panik dihadapan Alex, Danny dan Noah sehingga ia dan Antonia berseta Dion membawanya pergi dengan Keira masih bepura-pura jalan Secara tertatih-tatih.


"kemana dia akan dibawa?".


"Jangan khawatir, di hotel kami memiliki seorang dokter jika terjadi sesuatu pada tamu yang berkunjung ke pulau ini".


"lalu, dimana saudaramu?, aku mau bicara dengannya".


"eh? tumben kau mencari saudara Tania". Kata Danny ketika pertama kalinya semenjak dari Kapal hingga saat berlibur di pulau Lamiya. Ia tidak tahu sama sekali bahwa yang menyebabkan Alex mengalami bahaya semalaman adalah Cio sendiri.


"iya nih. Lebih dari itu, sebaiknya kau beristirahat Alex. Kau pasti lelah".Kata Noah.


"aku akan beristirahat setelah bertemu dengannya. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya". Kata Alex mengindahkan anjuran Noah karena dia memang ada urusan yang belum terselesaikan darinya.


"jika kau mau menemuinya, dia ada di kamarnya...".


di lantai 11 B....


Cio masih duduk termenung di sofa sembari memikirkan perbuatannya. Semalaman laki-laki itu tidak tidur karena dirinya sendiri tidak tenang dengan perbuatannya. Sahabat dan keluarga sangat marah dengan perbuatannya dan ia sungguh menyesal dengan perbuatannya yang mencoba mencelakai Alex sehingga dia siap jika Keira menghukumnya.


...!! bau ini...


Indra penciuman Cio mengendus sesuatu. Sebuah aroma yang sangat dia kenal dan dia pikirkan dari semalaman namun dia memaklumi tujuan si pemilik aroma itu kemari.


TOK TOK TOK


"Masuklah. Tidak dikunci". Kenop pintu berputar, pintu telah terbuka dan dihadapannya sekarang adalah Alex yang sekarang berdiri masuk ke dalam kamarnya sembari menutup pintu.


"kau lumayan berantakan". Ucap Cio tanpa ekspresi saat melihat pakaian Alex sobek sebagian.


"hm, begitulah. Aku rasa kau pasti tidak senang melihatku masih hidup setelah kau mendorongku jatuh ke dalam sumur di tempat tinggal makhluk- makhluk yang tidak disangka-sangka ada, bukan?". Ucap Alex seakan ia menyalakan Cio atas apa yang dialaminya dan ia menekan emosi yang ingin segera meledak.


"dari nada bicaramu, aku yakin kau sangat marah kepadaku dan ingin melampiaskan emosimu padaku". Ucap Cio seraya bangkit dari sofa sehingga mereka berdua saling berhadapan.


"hm, kau benar. Aku sangat marah namun aku marah padamu bukan gara-gara kau mendorongku jatuh ke dalam sumur itu".


BRAAAK!!.


Dengan kaki kirinya, Alex menendang kuat meja itu hingga terbalik sebagai bentuk pelampiasan terhadap kemarahannya dan mata kirinya memperlihatkan kemarahan di dalamnya.


"aku marah kepadamu karena Kau telah membuat jiwa Keira dalam bahaya! Jika saja kau tidak mendorongku dan meninggalkanku sendiri disumur itu, maka Keira tidak akan datang ke tempat berbahaya itu dan tidak akan bermandikan hujan di bulan purnama!!".


Cio terdiam mendengar ucapan Alex. Tuduhan yang dilontarkan kepadanya memang benar. Karena rasa cemburu, egois dan dengki pada dirinya sendiri membuat Keira hampir saja Kehilangan nyawa di tempat terlarang dimana kemampuan dan kekuatan mereka tidak akan bisa berfungsi apalagi saat hujan di bulan purnama.


" Ini semua salahmu! kau berkata padaku bahwa kau memiliki perasaan padanya tapi justru Kaulah alasan penyebab nyawa Keira hampir melayang!! jika kau sayang padanya, kau pasti tidak akan pernah membuat dia celaka dan Elias pasti akan melakukan hal yang sama denganku untuk membuat Keira aman dan aku yakin, Elias pasti sangat kecewa padamu!".


"..... kau benar, Alex.... kau benar. Gara-gara aku, dia hampir saja tiada tetapi bukankah itu lebih baik jika gadis yang disukai lebih baik tiada agar dia tidak bisa dimiliki oleh siapapun? dengan begitu, tidak akan ada yang memperebutkannya".


BUUUK!!.


Sebuah tinju dilayangkan Alex tepat di wajah Cio sehingga Cio jatuh terduduk di sofa sedangkan Alex meringis kesakitan terhadap tangan kanannya saat meninju wajah Cio tepat di pipi kanannya.


Auch! apa ini? mengapa kulitnya terasa keras sekali saat memukulnya? rasanya seperti meninju dinding. Pikir Alex namun ia menepis pikirannya tentang keanehan ini dan fokus dengan Cio tentang Keira.


" Jaga bicaramu, Cio Hamonangan Rhyes!!". Alex menunjuk wajah Cio dengan jarinya sebagai bentuk peringatan.


" jika kau memiliki perasaan terhadap Keira, kau tidak akan pernah berkata begini. Kau bisa berkata begitu tapi aku tidak bisa. Aku rasa cintamu padanya tidak besar sehingga kau dengan gampangnya mengatakan bahwa lebih baik jika gadis itu tiada".


"oh ya! lalu bagaimana denganmu? apakah cintamu padanya termasuk besar, hah!?".


______________________________________________


Nb: bagi yang penasaran, ini adalah visual Keira,ya. Akhirnya setelah pencarian panjang ada yang cocok juga dengannya ✌️



Bagi visual Alex?


mungkin akan memakan pencarian yang sangat panjang karena Alex sangat sulit mengingat ia memakai Eyepatch di mata kanannya.....😩