The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 91 : Even though you are weird and annoying, I still love you (II)



Satu jam berlalu…


dua jam berlalu…


tiga jam berlalu…


berlalu… berlalu… dan berlalu. Akan tetapi…


sampai sekarang Hara masih belum juga berhasil menyalahkan api padahal waktu sudah mulai petang bahkan si kembar yang sedang asyik menikmati camilan keripik mereka yang keenam sambil menonton ayah mereka sedang membuat api dengan teknik kuno sudah bosan menontonnya.


Cio yang masih lapar dan bosan menghampiri Antonia saat Antonia dan Elias selesai membersihkan, memotong dan menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak, yaitu kari daging.🍛


"mama lapar nih". Rengek Cio.


"Sabar ya sayang. Sebentar lagi papa akan berhasil menyalahkan apinya". Ucap Antonia lalu ia dan ketiga anaknya menghampiri Hara yang bersusah payah menyalahkan api dengan teknik handrill mengingat teknik menyalahkan api secara kuno ini memiliki kelemahan yaitu nguras energi dan lama banget bisa nyala.


"Papa, sudah nyala atau belum apinya?. Sudah waktunya mama untuk masak dan sikembar sudah lapar". Ucap Elias yang melihat Cio dan Tania merengek minta makan.


"sabar ya sayang. Papa masih mencoba untuk menyalakan apinya".😅💦


Hara mencoba dan terus mencoba untuk menyalahkan api namun hasilnya tetap nihil hingga pada akhirnya malam telah tiba.


Burung hantu keluar mencari mangsa, hewan-hewan golongan nocturnal keluar dari persembunyian mereka dan langit malam telah bermunculan bintang-bintang di langit dengan bulan sabit menemani mereka tapi Hara masih saja belum bisa menyalakan api hingga disekitar mereka terasa gelap.


" duh gelapnya. Sayang, aku ambil lentera camping kita dulu ya" Ucap Antonia sambil pergi menuju ke tenda untuk mengambil lentera.


"huh gelap". Kata Tania sehingga ia merogoh saku celananya lalu mengeluarkan sesuatu untuk menerangi sekitar mereka sekarang dan Hara bisa berkonsentrasi pada kayu-kayu itu.


CKLESS🔥


"ah terang. Terima kasih sa- EITS?! TUNGGU DULU!". Enam pasang mata mengarahkan pandangan mata mereka ke sesuatu yang dipegang Tania sekarang ini untuk menerangi sekitar mereka.


"Tania, bukankah yang kau pegang itu adalah pemantik?".


"benar sekali kakak. Ini adalah pemantik".


Jawab Tania dengan polosnya yang tidak menyadari bahwa dia membawa sesuatu yang seharusnya digunakan oleh Hara dari awal untuk menyalakan api.


"Se-sejak kapan kau memiliki pemantik ini??!"💢 Tanya Hara yang sudah merasa emosi sampai ke ubun-ubun kepalanya.


Bagaimana tidak?. Berjam-jam ia mencoba untuk Nyalakan Api dengan teknik kuno tetapi hasilnya nihil sedangkan Tania tidak mengatakan dari awal bahwa ia membawa pemantik yang bisa mempermudah Hara dari awal sebagai pengganti korek api.


"Sejak awal. Kemarin, aku membelinya untuk ulang tahun Mambayo pekan depan".Ucap Tania sambil menunjukkan pemantik mewah yang terbuat dari platinum dengan hiasan emas.


"apakah kau tahu kegunaan pemantik itu sayang..."💢 Tanya Hara yang benar-benar kesal setelah berjam-jam mencoba menyalakan api.


"tentu saja aku tahu.😃 ini gunanya untuk menyalahkan-- oops".😮Tania menyadari bahwa dia tidak mengatakan apa-apa dari awal bahwa ia membawa pemantik untuk menyalakan api selain korek api sehingga ia bisa melihat kekesalan di wajah ayahnya yang benar-benar marah padanya.


"Sekarang kau tahu kegunaannya'kan?!".😤


"eh… hehe".😅 Tania menyerahkan pemantik itu kepada Elias tanpa mengucapkan sepatah kata pun lalu ia mundur beberapa langkah dan kemudian…


"maafkan akuuuuu!!!" Ucap Tania sembari belari melesat untuk menghindari amukan ayahnya.


SYUUUNGG!!


"woi, jangan kabur anak tengik. Kembalikan waktu papa yang terbuang!''.💢


SYUUUNGG!!


"wah. Sudah menyala apinya. lho, kemana papa dan Tania, Eli?". Tanya Antonia saat menyadari suami dan putrinya tidak kelihatan.


"Ceritanya panjang ma". Jawab Elias sembari meletakkan panci besar itu ke atas kayu-kayu yang telah menyala dalam bara api.


Cio tertawa geli mengingat kejadian delapan tahun yang lalu itu.


Ia kembali teringat saat Hara berhasil menangkap Tania dan menjewer telinganya tapi berkat Elias, Hara tidak terlalu marah pada Tania yah walaupun… Tania tidak menunjukkan Tampang yang bersalah karena telah membuat Hara harus mati-matian untuk menyalakan api.


kenangan yang indah dan takkan pernah bisa terlupakan oleh waktu seakan seperti baru kemarin saja kami bersenang-senang.


dan seperti kemarin saja kau tidak ada disisi kami untuk menjaga dan melindungi kami sebagai kakak tertua kami…


Ucap Cio dalam batin. Tidak lama kemudian, setetes air mata dari matanya jatuh ke foto yang dipegang oleh Cio di tepat bagian Elias.


Kakak… aku merindukanmu.…


Bahkan Tania lebih merindukan sosok dirimu,kak. Kau adalah kakak laki-laki ideal dan penyayang bagi adik perempuan di dunia ini.


Aku tahu walaupun dia jarang sekali mengungkit dirimu, aku yakin bahwa dia sangat rindu dan sangat Kehilangan dirimu. Seorang kakak laki-laki yang baik dan penyayang juga suka memanjakan adik perempuannya selama dia bahagia sehingga ia sangat sayang kepadamu dan Kehilanganmu membuatnya menyadari bahwa dia sudah tidak ada lagi kakak laki-laki yang baik, penyayang, dan menyukai kekonyolannya yang dia perbuat.


Ketiadaanmu di dunia ini menjadi luka bagiku dan orang-orang yang sangat menyayangimu dan mengagumimu.


Bahkan Keira…


Apakah kau bisa melihat dan mendengar tangisan gadis yang kau cintai itu di dunia yang berbeda…?


Ketiadaanmu telah menghancurkan perasaan dan impiannya untuk bahagia denganmu…


Ketiadaanmu telah membuat mama dan papa sangat bersedih saat mengubur dirimu yang telah pergi lebih dulu…


tapi aku tahu bahwa kenyataannya bukan salahmu yang membuat kami sangat bersedih dan bukan keinginanmu yang ingin pergi meninggalkan semua orang yang kau cintai…


semua ini adalah salah vampire itu!.


Aku tidak akan pernah melupakan malam yang menyakitkan itu saat penyerangan bangsa kalian, Mama dan papa telah Kehilangan putra tertua mereka…


Keira Kehilangan cintanya…


bahkan aku dan Tania Kehilangan Seorang kakak tertua…


Ia telah merenggut kehidupan Elias Rhyes kakakku tersayang dari kehidupan kami sehingga Keira kekasihmu bersumpah untuk menghabisinya…


Aku juga akan membalas kematianmu kakak.


Akan kami pastikan perjuanganmu dan kematianmu tidak sia-sia.


Cio kembali ke dalam kamar. Ia melihat Tania sedang bermimpi yang aneh-aneh dalam mimpinya karena dia dapat melihat Tania terus memoncongkan bibirnya seperti orang yang ingin berciuman.


Ya ampun kakak. Kau ini mimpi apaan???. 😧


pikir Cio saat melihat Tania sedang memajukan bibirnya yang kemudian tersenyum mesum.


Ia duduk di pinggir tempat tidurnya lalu tersenyum saat melihat Tania yang sedang tidur dan bermimpi aneh.


Walaupun aku Kehilangan kakak laki-laki, aku masih bersyukur masih memiliki kakak perempuan disampingku.


Saat malam itu, aku hampir saja Kehilangan dua orang kakak yang berarti dalam hidupku. Aku ingat saat kau berada diantara hidup dan mati tetapi sungguh keajaiban bahwa kau akhirnya berhasil bertahan dan tetap disampingku...


Sambil menyeka air matanya, Cio berbaring di samping Tania lalu memeluknya erat seakan ia takut Kehilangan seorang saudara lagi. Terutama Saudara kembarnya.


Kembaranku Tania…


kau adalah kakakku yang konyol, bodoh dan aneh. Bahkan kau mengganggu dan menyebalkan terutama saat kau sering memakai celana dalamku.


Tapi…walaupun kau konyol, aneh dan menyebalkan, aku tetap menyayangimu, kakak…