
setelah pertemuan ( insiden) itu, mereka berenam memutuskan untuk pulang dari hutan Maple dan makan malam di twins bell.
Mengenai ikan yang ditangkap Alex, ia serahkan pada Dion untuk diolah. Mengenai Dion, sebenarnya ia libur sehingga seharusnya Twins bell cafe tutup hari itu, namun karena Keira menghubungi dirinya karena Alex dan lainnya ingin makan malam di twins bell dengan Dion yang memasak membuatnya datang juga kesana dan pastinya ikut makan malam bersama dengan mereka.
Mengenai jamur yang dijanjikan ketiga Laki-laki kaya itu, mereka benar-benar melaksanakan janji mereka itu.
Baik Keira, Tania dan Silvana tidak bisa berkata apa-apa saat lima jenis jamur dengan berat masing-masing jenis jamur 300 kg telah diantar atas nama ketiga Laki-laki itu untuk mereka
yang terdiri jamur kancing putih, jamur portobello, jamur shiitake, jamur truffle, dan jamur tiram. Semuanya berkualitas baik bahkan ada yang diantar dari luar negeri secara kilat.
Sampai sebegitunya mereka khawatir jika para gadis berkeliaran di hutan yang jarang di masuki manusia hanya mencari jamur liar yang tumbuh disana. Yah selama ada uang semuanya bisa mereka berikan bukan?.
baik Keira dan Silvana tidak menyangka sama sekali padahal mencari jamur hanya kebohongan mereka saja sedangkan Tania yang tidak tahu apa-apa malah mendapat jamur juga.
Kenapa Danny membelikan Tania jamur? yah karena ia tidak enak jika kedua sahabat Tania dibelikan oleh pacarnya masing-masing sedangkan Tania enggak. Tania yang awalnya sempat menolak pemberian Danny pada akhirnya menerima pemberian Danny juga setelah melihat wajah melas Danny dengan mata puppynya apalagi ia merasa Danny terasa imut jika Danny seperti itu.
Setelah makan malam dan berbincang-bincang, mereka pada akhirnya pulang ke kediaman masing-masing kecuali Noah, ia memilih pulang ke kapal pribadinya.
di dalam kamar, Noah melepaskan long coat miliknya namun terhenti saat ia akan melemparnya ketika ia melihat sesuatu tergantung di bagian leher.
huh, label harga?. Bukankah long coat milikku sudah lama kubeli tiga minggu yang lalu?.
Aku sudah melepaskan label harganya saat itu tapi, kenapa…
Sebuah perasaan yang aneh terbesit dalam dirinya. Ia merasakan ada sesuatu yang ganjal sehingga untuk mengetahui kebenarannya, ia pun menghubungi seseorang.
Sementara itu…
'aku mencintaimu Emer… karena itulah, jangan khianati kepercayaan cintaku, ya'.
'Jangan khawatir sayang, aku tidak akan berkhianat. Cintaku memang hanya untukmu seseorang. Kau bisa percaya padaku.'
"Silvana…". Gumam Emery. Perlahan ia membuka kedua matanya. Saat dalam tidurnya, ia teringat akan percakapannya dengan Silvana ditempat tidur dengan selimut yang hanya menutupi tubuh mereka yang tidak mengenakan sehelai benang pun. Ia ingat pandangan wajah Silvana yang berada dalam pelukannya saat itu. Sebuah senyum bahagia bahwa ia berjanji untuk tidak akan menghancurkan kepercayaan Silvana.
Hingga pada akhirnya, ia tidak dapat melihat senyuman gadis itu lagi bahkan hubungannya hancur hingga yang didapatnya sekarang adalah kebencian Gadis itu terhadapnya.
Semua itu karena kepercayaan yang telah dia hancurkan hingga cintanyalah yang menjadi korban.
"ugh… dimana aku". Emery bertanya-tanya saat ia membuka mata, ia berada di sebuah kamar dan berbaring di tempat tidur yang asing.
Ia mencoba bangkit namun rasa sakit akibat serangan Silvana masih dapat dirasakannya hingga pada akhirnya ia pun memilih duduk sambil mengamati sekitarnya hingga bola mata kanannya melirik ke arah pintu kamar yang dibuka oleh seseorang.
"kau sudah bangun ternyata".
"kau yang membawaku kemari Olfe?".Tanya Emery saat Olfe Cobalt masuk kedalam kamar sambil membawakan sebuah nampan yang terdapat sesuatu di dalam sebuah gelas di ats nampan.
"sebenarnya anak buah yang ku tugaskan untuk mengikutimu telah menemukanmu didalam laut".Olfe menjelaskan saat ia duduk di pinggir tempat tidur.
"kau menyuruh anak buahmu apa?!. Berani sekali kau. Kau ingin memata-mataiku?!". Emery mencengkram kerah Olfe dengan emosi dalam nada bicaranya. Ia benar-benar tidak suka jika ada yang memata-matainya walaupun berasal dari keluarga atau teman sendiri.
"hei, aku melakukannya untuk menjaga dirimu bodoh. Kau beruntung aku menyuruh orang untuk mengikutimu. Seharusnya kau tahu untuk tidak bertindak bodoh dan sekarang lihatlah yang kau alami".Dengan secara kasar ia melepaskan cengkraman tangan Emery dari lehernya. Ia menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang menyedihkan namun kasihan.
Emery terdiam beberapa saat. Ia setidaknya harus bersyukur karena diselamatkan dari lautan terdalam.
"darimana kau mendapatkan ini?".
"Kau tahu kan bahwa keluargaku memiliki sebuah persediaan darah yang di donorkan manusia dalam kedok bank darah Cobalt.
Sungguh manusia bodoh bukan?. Mereka mengira mereka mendonorkan darah mereka untuk kaum mereka yang membutuhkan padahal kenyataannya, darah yang mereka berikan digunakan untuk makanan kita".Olfe
tertawa saat mengingat bodohnya bangsa manusi yang memgira selama ini mendonorkan darah untuk membantu manusia lainnya sedangkan kenyataannya tidak seperti itu.
"Setidaknya para manusia pendonor mendapatkan uang besar kan?".
"yah. Sebuah cara agar mereka datang lagi untuk mendonorkan darah bahkan para manusia golongan gembel pun rajin untuk mendonorkan darah mereka sehingga mati-matian untuk terus sehat demi uang mengingat Kamilah yang bisa membuat mereka hidup dan bisa makan disaat pemerintahpun tidak terlalu peduli dengan mereka".Ucap Olfe menyombongkan dirinya mengingat Keluarga Cobalt memiliki tiga cabang Bank Darah bernama Bank darah Cobalt di tiga belas wilayah, salah satunya di Altair.
Sebuah cara halus dan terorganisir untuk mendapatkan darah manusia daripada memburu mereka karena tidak setiap hari ada manusia yang sendirian berada di hutan atau di jalanan sepi saat malam hari ditambah lagi ada kekhawatiran jika sampai bangsa manusia menemukan jasad manusia dengan bekas gigitan di leher dan memposting nya di sosial media, mengingat jaman sekarang main viral, sekali ada berita seperti itu maka bangsa manusia akan heboh dan bangsa vampir akan terkuak di dunia.
Belum lagi musuh mereka, bangsa Werewolf yang suka menggagalkan mereka mendapatkan buruan mereka sehingga Kepala keluarga Cobalt yang sebelumnya membuka bank darah untuk menghidupi keluarganya dan juga vampir-vampir lain.
Sistem bank darah Cobalt, mereka akan buka di siang hari agar manusia bisa mendonorkan darah mereka tidak peduli golongan kaya atau miskin selama mereka sehat walaupun yang menjadi pendonor lebih banyak golongan miskin mengingat bank darah itu memberikan uang sebanyak satu setengah juta yang bisa membuat orang yang hidup dijalanan bertahan hidup.
Sehingga, tidak heran banyak manusia yang membutuhkan uang mendonorkan darah mereka di tempat itu daripada di tempat bank darah yang sesungguhnya ataupun di rumah sakit. Untuk pegawai yang bekerja disana, tentu saja mereka adalah vampir, pegawai keluarga Cobalt.
dan dimalam hari, jelas Vampire- vampirlah yang datang untuk membeli darah hasil donor manusia layaknya berbelanja di supermarket.
Emery meminum darah manusia dalam gelas itu dan berkat minum darah, tubuhnya yang telah terluka telah menghilang begitu juga dengan rasa sakit yang mendera di tubuhnya.
"jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang, Emer?".
"…".
"mungkin ada baiknya kau lupakan saja dia. Dia melupakanmu, dia membencimu apalagi dia berasal dari bangsa werewolf. Kau ingin aku menghabisinya?".
"jangan sentuh dia atau awas saja kau!".Ancam Emery.
"cih. Kau memang laki-laki yang menyedihkan, yah". Sinis Olfe.
"kau bisa menyakiti kedua sahabatnya itu tapi jangan sampai kau menyakiti Silvana, mengerti?".
lagipula…Ada yang ingin aku tanyakan kepadanya. Gumam Emery.
"baiklah. terserah kau saja tapi jangan salahkan aku jika yang lain ingin menghabisinya, dia jenderal wilayah Utara, keberadaannya juga merupakan ancaman bangsa kita.
"aku tahu. Selain itu, dimana aku?. Aku yakin ini bukan rumahmu, karena aku tidak merasakan keberadaan keluargamu".
"ini villa keluargaku, kau pikir aku akan membawamu kesana? ayah dan saudaraku akan tahu dan pastinya akan memberitahu apa yang telah terjadi padamu pada ayah dan saudaramu".
"syukurlah kau membawaku kemari.… Masalah Di keluargaku sudah berat. Kematian Saudaraku Samuel yang dibunuh oleh putri Hara…, saudaraku Aarav yang telah ditahan oleh Raja Werewolf…
Jika mereka sampai tahu…".
"mungkin lebih baik kau ikuti nasehat ayahmu, Emer. Berdiam dirilah sampai kau pulih. Sekarang ini, dikeluarga Dasper, cuma kaulah satu-satunya putra ayahmu yang tersisa".