
Di kediaman Adrian...
"Tuan muda, apakah ini bunga yang anda maksud?".Tanya Jhon si kepala pelayan sembari menunjukkan bunga yang dipegang oleh salah satu pelayan rumah itu untuk memastikan bunga yang diminta oleh Alex kepada anak buahnya benar-benar bunga yang dicari.
Alex yang sedang berada di kamar ibunya Sekarang ini berjalan menghampiri bunga yang berada di dalam vas mewah berisi air agar tetap segar. Alex memperhatikan baik-baik bunga itu hingga sebuah senyuman terukir di wajahnya.
"ini benar bunganya, pak Jhon. Kirimkan bunga ini ke toko bunga langganan keluarga Adrian dan beritahu mereka untuk merangkainya dengan baik dan padukan bunga ini dengan bunga Pansies dan Aster yang sewarna dengan bunga ini. Dan Pastikan bunga ini tetap segar sampai aku menyerahkannya".
"baik tuan muda. Akan segera dikerjakan".
"bagus. Aku tidak ingin ada kesalahan".
"baik tuan muda". Setelah mendengar perintah Alex, si kepala pelayan itu pergi keluar dari kamar Dylan berseta pelayan yang memegang bunga itu mengikuti Jhon. Setelah pintu kamar kembali tertutup, Alex menghampiri tempat tidur ibunya.
"Cie cie cie. Untuk siapa itu?". Tanya seorang perempuan berusia dua tahun lebih tua darinya yang sedang menggoda Alex itu.
"Tentu saja untuk calon adik iparmu dimasa depan nanti, kakakku Alexa". Kata Alex menjawab pertanyaan perempuan itu yang bernama Alexa, kakak kedua Alex dan satu-satunya anak perempuan di keluarga Adrian.
Alexandra Adrian atau biasa dipanggil Alexa. Seorang kakak perempuan yang menyayangiku dan aku juga menyayanginya. Ia memiliki wajah yang cantik dan tubuh indah yang menurun dari ibu kami. Tidak hanya kecantikan saja yang dimilikinya, ia juga memiliki hati yang baik dan Otak yang cerdas sehingga di usia muda ia selalu mengalami percepatan kelas dan menyandang gelar S1 di jurusan bisnis dengan cepat diusianya yang muda.
Tapi, dengan cepat juga masa depannya ditentukan atau lebih tepatnya... direnggut. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 pupus di tengah jalan saat ayah kami menjodohkannya dengan lelaki pilihannya demi mendapatkan bisnis perhotelan yang dimiliki oleh lelaki pilihan ayahku karena laki-laki itu memiliki enam perhotelan ternama.
Secara paksa ia menikahkan putrinya demi bisnis kepada seorang laki-laki berusia empat tahun lebih tua darinya demi memperbesar kerajaan bisnis Fallen Group.
Kakakku yang malang menerima kenyataan itu dengan berat hati karena selain keinginannya yang kandas, cintanya pun juga kandas karena ayahku tidak menyukai lelaki pilihan kakakku yang miskin.
Ia Tinggal di luar negeri sekarang bersama dengan suaminya dan memutuskan hubungan dengan ayah karena beraninya menjadikan dirinya pertukaran dengan bisnis suaminya sekarang.
Tapi tidak memutuskan hubungannya denganku dan kakakku Alfa. Ia sering datang untuk melihat ibu dan aku selama ayah tidak kembali dari luar negeri kerumah.
Mengenai hubungannya dengan suaminya?.
Suaminya begitu baik terhadapnya. Kemungkinan besar ia mencintai kakakku.
Setidaknya tuhan masih berbaik hati memberi kebahagiaan kepadanya dengan memberikan orang yang memiliki perasaan kepada kakakku walaupun kakakku tidak membalas perasaannya.
"hei, apa yang kau pikirkan, Alex?".
"hm... tidak ada".
"tadi kau bilang untuk calon adik iparku? Oh Alex. Apakah kau...".
"yah. Aku jatuh cinta kakakku sayang". Mendengar pengakuan Alex, sebuah senyuman sumringah terukir di wajah Alexa, ia bahagia sekali mendengar adik kecilnya jatuh cinta kepada seorang gadis.
Bagaimana tidak? ia tahu Alex sangat dingin pada orang lain, apalagi dengan gadis. Sehingga Semua perempuan sulit menyentuh hatinya yang beku dan takut Alex akan tumbuh menjadi Harold ke dua.
"Woah, siapa gadis yang telah menyentuh hati beku adik kecilku ini? tunjukkan padaku". Tanyanya dengan rasa penasaran yang luar biasa.
"tunjukkan padaku juga". Ucap seorang laki-laki yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah urusan dengan alam.
"eh, kakak. Kau juga mendengar percakapan kami, kak Alfa?".
"tentu saja. Aku bisa mendengar suaramu yang girang sekali saat aku mendengar kata calon... begitulah". Kata seorang laki-laki bernama Alfa.
"hehe. Akan aku ceritakan, kakak". Kata Alexa dengan gembiranya.
Alfa Adrian. Kakak laki-lakiku yang berusia tiga tahun lebih tua dariku. Ia anak tertua di keluarga Adrian.
Jika kakakku Alfa dan Alexa disandingkan, mereka terlihat seperti anak kembar karena kemiripan mereka padahal mereka bukanlah anak kembar.
Ia juga memiliki kepintaran yang sama dengan Alexa dan nasib yang sama dengan Alexa yaitu, korban perjodohan.
Kakakku Alfa di jodohkan dengan putri pemilik departemen store ternama.
Alfa juga bersikap baik kepadanya karena dia mengingatkan akan ibu kami dan kakakku tidak mau istrinya yang baik itu mengalami nasib yang sama dengan ibu kami yang koma selama bertahun-tahun.
Hubungan rumah tangga mereka baik-baik saja walaupun tidak dilandasi cinta melainkan sahabat.
Hingga... ia Kehilangan istrinya dua lalu yang lalu setelah melahirkan putrinya.
Kakakku Alfa sedih dan berkabung namun...
lain dengan ayah kami.Ia tidak peduli dan ingin menjodohkannya dengan wanita pilihannya demi mendapatkan bisnis lain.
Kali ini Alfa menolak perintah ayah itu karena dia tidak mau lagi menjadi barang pertukaran ayah, apalagi ia adalah seorang ayah tunggal sekarang. Bagi kakakku, putrinya yang berarti sekarang.
dan reaksi ayahkami... ia marah atas pembangkangan anak tertuanya itu. Sehingga, ia tidak menjadikan kakakku menjadi pewaris Fallen Group karena selain membangkang, ayah juga merasa kakak tidak kompeten dan bibit yang jelek.
Padahal, kakakku mengurus perusahaan kami di luar negeri dengan baik. Semua itu untuk ia jadikan alasan menyingkirkan kakakku sebagai pewaris karena dia tahu Alfa dan Alexa, saudaraku sangat melawan ketiraninya dan bisa menyingkirkannya dari tahta kerajaan bisnis Fallen Group.
Sehingga... akulah yang menjadi pewaris Fallen Group. Karena kedua saudaraku menyayangiku sehingga mereka tidak mungkin untuk melawanku dan aku... sesungguhnya...aku sangat lemah dari dalam.
Ucap Alex dalam batinnya saat melihat kedua saudaranya bersama yang tertawa dengan menyimpan luka di dalamnya.
"hei Alex, apakah kau punya fotonya?". Tanya Alfa yang penasaran dan bahagia Secara bersamaan.
Alex mengeluarkan smartphone dari saku celananya, lalu dari galeri, ia menunjukkan foto Keira dia foto diam-diam saat Keira sedang tidur Waktu di pulau Lamiya.
"woaahh... dia sangat manis". Puji Alexa.
"namanya Keira Rosalie Retizen. dia anak baru di sekolah. Beda setahun dariku, ia bekerja paruh waktu di cafe keluarganya bernama Twinsbell.". Alex menjelaskan siapa Keira kepada Alfa dan Alexa.
"gadis bernama Keira ini, orangnya seperti apa?". Tanya Alfa.
"dia... aku bingung bagaimana menceritakannya. Dia itu bisa dibilang seseorang yang periang... ramah... bahkan unik sehingga banyak orang-orang sayang padanya. Walaupun sikapnya sering berubah menjadi preman setiap waktu. Dia adalah gadis yang pertama kali melawanku".
"kau pasti suka menganggunya". Alexa menebak apa yang dilakukan Alex saat Alex mengatakan bahwa Keira adalah orang yang pertama kali seorang Alex.
"begitulah. Aku suka menganggunya tapi, setiap bersamanya aku merasakan perasaan yang sangat nyaman dan hangat. Setiap bersamanya aku dapat melihat hal-hal baru yang tidak diketahui.
Saat ia senang, aku juga merasakannya. Saat ia sedih, hatiku terasa sakit dan perih. sehingga, yang ingin aku lakukan adalah membuat dia tidak bersedih dan selalu bahagia". Ucapan Alex membuat kedua saudaranya yang mendengarnya merasa tersentuh dan terbesit dalam pikiran mereka ingin melihat Keira secara langsung.
"lalu, bagaimana hubunganmu dengannya?a apakah kalian-".
"Tidak juga, ka Alexa. Aku dan dia tidak menyandang. title pacar namun anehnya, kami terasa dekat seakan benang takdir mengikat kami. Aku akui aku yang mengejar-ngejar dia dengan Melakukan apapun agar ia memperhatikan diriku hingga akhirnya ia memperhatikanku".
Aku tahu penghalang terbesarku adalah ia masih memikirkan kekasih lamanya yang telah tiada namun aku tahu dengan apa yang kulakukan suatu saat, ia akan merasakan perasaan yang sama denganku.
"wah, apakah kau mendengarkannya ibu? anak ibu yang paling bungsu benar-benar jatuh cinta ibu". Kata Alfa yang memberikan kabar baik pada Dylan yang sedang koma. Ia tahu walaupun sedang koma, seorang yang sedang koma masih dapat mendengarkan.
"oh ya, bunga yang kau minta Carikan itu sangat lain dari yang lain. Mengapa kau mau memberikannya bunga itu?". Alexa sangat penasaran dengan bunga yang di bawa oleh kepala pelayan mereka beberapa saat yang lalu.
"itu. karena dia adalah seorang gadis yang menyukai alam dan juga ia tinggal dihutan. Bunga ini Secara alami dapat ditemukan tumbuh liar di perbatasan hutan, di sepanjang sungai atau di padang rumput terbuka.
Selain itu, warna bunganya sewarna dengan warna bola matanya yang langka...".
bola matanya itu, seakan memberi kesan pada laut yang dalam atau gelapnya langit di tengah malam saat menatapnya. Ucap Alex secara batin saat ia teringat pertama kali saat ia menatap mata Keira.
"dan aku minta bunga itu disandingkan dengan bunga aster dan Pansies yang bewarna sama dengannya karena warna itu adalah simbol dari sebuah ketulusan
sehingga dapat memberikan pesan untuk mendengarkan perasaan hati seseorang".
Agar ia dapat mendengar perasaan hatiku yang tulus ini...