The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 156 : I'ts Not What You Think



"karena itulah kau bepura-pura hilang ingatan?". Duga Cio.


"yah. Jujur saja, ide konyol ini mendadak melintas di kepalaku saat bola itu mengenai ker-eh maksudnya kepala".


bilang saja kerangmu kenapa sih?. Toh aku juga merasakannya 😒 Pikir Cio yang merasa Tania tetap berbohong tentang anggota tubuh mana yang terkena bola.


"terimakasih kepadamu, Danny. Jika bukan gara-gara dirimu, aku tidak akan memikirkan ide ini karena jika aku tidak mengingat sesuatu, papaku akan merasa lega dan menjadi lengah sehingga aku akan mengetahui apa yang disembunyikan oleh papa dan guru".


"eng…sama-sama?😓?".


Ucap Danny walaupun dia tidak mengerti mengapa Tania harus berterima kasih kepadanya padahal siapa yang menendang bola sepak hingga memantul ke pohon sampai pada akhirnya mengenai sang kerang sudah pasti adalah si pemilik kerang sendiri.


Keesokan harinya…


Matahari telah terbit. Sinarnya menyusup melalui jendela kamar. Perlahan Keira mulai terbangun dari tidurnya saat dirinya merasa terusik dengan sinar mentari pagi.


Ung… sudah pagi…Ucap Keira dalam batinnya sambil mengucek salah satu matanya dan menguap.


Hm, ternyata sudah pagi. Tapi kok rasanya…Pikir Keira saat Indra penciumannya menangkap sesuatu hingga ia melirik kesebelasannya dan terkejut saat ia melihat sang kepala pelayan dan tiga pelayan lainnya berdiri memberi homat menunduk kepadanya.


waduh…!! Mengetahui ada manusia lainnya dilamarnya, sontak saja membuat Keira terbangun dan berada posisi masih duduk ditempat tidur karena saat ingin bangkit, Alex yang tidur memeluknya dari semalam telah mencegahnya untuk bangkit dengan masih memeluk sebagian dirinya.


"selamat pagi, nona muda".Ucap Sang kepala pelayan yang tersenyum dan bersikap sebiasa mungkin layaknya kepala pelayan pada umumnya walaupun rasa penasarannya ingin sekali tahu sejauh apa hubungan antara tuan mudanya dengan seorang gadis bernama Keira selama ini hingga mereka tidur bareng dan berasumsi bahwa mereka telah melakukannya karena melihat bibir Keira yang memerah bahkan para pelayan pun juga bepikiran sama sehingga mereka diam-diam tersenyum sedangkan pipi Keira menjadi merah merona karena malu akibat Sadar bahwa dia tidur bersama dengan Alex walaupun yang mereka lakukan hanyalah peluk-memeluk doang.


"ah…se-selamat pagi😓💦". Ucap Keira kikuk kearah pak Jhon dan pelayan sambil menepuk-nepuk pipi Alex tanpa melirik ke Arah Alex agar Alex bisa terbangun.


"Ng Keira… jangan memukul pipiku Dong". Gerutu Alex saat terpaksa bangun saat Keira menepuk pipinya secara kasar.


Keira berbalik dan melotot kearah Alex dengan pipinya yang memerah karena Alex tidak membaca situasi hingga ia melihat Tuan Jhon dan pelayan telah berada di kamar.


"apakah perintahku sudah dilaksanakan?".Tanya Alex kepada Tn.Jhon dengan biasa saja sambil merangkul pinggang Keira dan meletakkan dagunya tepat dibahu Keira.


"kau ini tidak lihat situasi ya?!". Pekik Keira kesal dengan berbicara tanpa membuka bibirnya dan bersuara kecil agar Alex yang mendengarnya.


Alex yang mendengar kekesalan Keira justru tersenyum dan menghiraukannya melainkan ia tetap mengarahkan pandangannya ke arah Pelayan-pelayan itu lalu Keira mengarahkan pandangannya ke arah mereka dan ia melihat sesuatu yang mereka bawa seperti Jaket kulit hitam, celana jeans hitam, sepatu sekolah model boots yang biasa dipakai Keira bersekolah, bahkan satu set seragam sekolah hingga Keira telah menyadari sesuatu.


"apakah yang kalian bawa adalah milikku yang semalam aku pakai atau tidak ? karena aku melihat yang kalian bawa itu baru". Tanya Keira yang ragu bahwa pakaian yang dikenakannya semalam adalah miliknya karena ia bisa melihat bahwa pakaian-pakaian itu masih baru karena ia tidak merasakan aroma tubuhnya di pakaian yang dibawa oleh para pelayan melainkan ia hanya mencium aroma baru dari barang-barang itu.


"Pakaian, dan sepatu yang anda kenakan semalam telah diganti dengan yang baru atas perintah tuan muda Alex, nona". Jawab Tn. Jhon tersenyum.


"a-apa?. Lalu dimana-".


"yang kau kenakan semalam telah aku perintahkan untuk dibuang jadi kau tidak usah memikirkan barang-barang lamamu lagi" Jawab Alex.


"kau apa?!". Keira melotot tajam ke arah Alex. Alex yang dipelototi marah oleh Keira melepaskan rangkulannya dan mengangkat dagunya dari bahu Keira sehingga ia bisa menatap Keira tanpa rasa bersalah karena telah membuang barang-barang yang dikenakan Keira semalam.


"kau! kau sudah menyeretku kemari untuk masalah kecil yang aku alami dan sekarang kau telah membuang barang-barangku seenak jidatmu?. Kenapa kau harus membuang barang-barangku tanpa minta izin dariku?". Ucap Keira kesal lalu ia memukul kepala Alex. Tn. Jhon dan pelayan tersenyum karena melihat pertama kalinya ada seorang perempuan yang bukan Alexa telah berani memukul seorang Alex dan itu adalah kejadian yang sangat langkah bagi mereka.


"hei, aku'kan Sudah menggantinya dengan yang baru lagipula, yang kau kenakan semalam telah rusak, dan ada noda darah tahu. Kau pikir, yang kau kenakan semalam bisa dikenakan lagi?".


"kau ini benar-benar". Keira benar-benar kesal dengan ulah Alex sedangkan Alex hanya tersenyum lalu mulai membisikkan sesuatu di telinganya.


"daripada marah-marah karena bawaan PMS, sebaiknya kau segera kekamar mandi dan mandi karena ada sesuatu yang berwarna merah di seprai lho".


huh? merah di… Bola mata Keira turun kebawah untuk melihat yang dimaksud Alex dan seketika Wajahnya menjadi merah seperti tomat saat menyadari bahwa dia telah tembus dan sudah pasti warnanya terlihat jelas di seprai satin yang putih itu.


aaaaaaaaaaaa…mati aku!. Teriak Keira dalam batinnya lalu Alex dengan tersenyum mengenakan jubah tidurnya yang berada di lantai Kepada Keira. Keira yang tidak tahu harus berkata apa karena malu langsung bangkit melompati Alex dan berlari ke dalam kamar mandi.


oh, dia sangat menggemaskan saat wajahnya seperti itu. Batin Alex lalu ia melirik kearah Tn.Jhon dan para pelayannya namun entah mengapa dia melihat ada tatapan kengerian di mata mereka.


mengapa mereka melihatku seperti itu seolah-olah aku ini seseorang yang… eh tunggu dulu.Bola matanya melirik kearah seprai dan ia teringat akan noda darah yang seukuran dengan bokong Keira sehingga wajahnya juga ikut merah seperti tomat karena kepala pelayan dan pelayannya telah melihat noda merah itu sehingga ia berasumsi bahwa para pelayannya berpikir bahwa dia telah melakukannya secara kasar dan Sadis terhadap Keira padahal kenyataannya mereka tidak melakukan apa-apa dan noda itu ada karena bulan datang menghampiri Keira.


"astaga tuan muda, saya tidak menyangka bahwa anda seorang masochist". Ucap Tn. Jhon tidak menyangka sama sekali dengan tuan mudanya ternyata memiliki melainkan seperti itu.


eh? apa maksudnya dia ini?😧 Pikir Alex karena dia tidak tahu arti kata yang dimaksud oleh kepala pelayannya.


" selama ini saya tahu bahwa anda adalah seseorang yang suka marah dan benci, suka mengeluh tapi, saya tidak menyangka bahwa anda melakukannya dengan metode seperti itu apalagi anda melakukannya dengan gadis sebaik dan sepolos nona Keira. Astaga". Ucap Tn. Jhon yang sangat tidak menyangka.


"tu-tunggu dulu. Ini tidak seperti yang kau pikirkan🙄💦".Ucap Alex karena akhirnya tahu maksud dari kata-kata Tn. Jhon.


"lalu ini?". Tanya sang kepala pelayan sambil menunjuk ke seprai itu.


andai saja aku bisa bilang kalau ini hasil dari bulan datang Keira tapi…


ah, aku tidak bisa mengatakannya kepadanya.


Kasian juga Keira jika mereka sampai tahu.


"i…itu… itu karena pertama kalinya, membuatku menjadi brutal. Tapi aku tidak punya kelainan seperti itu, lagipula dia tidak kukasari kok.


lain kali…aku tidak akan seperti ini". Ucapnya bohong sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain karena dia tidak sanggup untuk melihat wajah para pelayannya yang berpikir bahwa yang dipikiran mereka ternyata benar.


wah, mereka pasti berpikiran yang tidak-tidak. Mereka pasti berpikiran bahwa aku sangat buas sampai kerangnya jebol parah padahal yang aku lakukan hanyalah peluk dan cium saja kok.😓


lagipula jika seandainya aku melakukannya dengan Keira, aku pasti akan melakukannya secara lembut dan itu jika… Wajah Alex kembali memerah memikirkannya sehingga salah paham semakin besar antara dia dengan kepala pelayannya.


"ingat kalian, jangan sampai apa yang kalian dengar bocor dan diketahui oleh orang lain bahkan sama dia.


Aku akan memecat kalian jika kalian sampai mengingat atau mengatakannya. Simpanlah yang kalian dengar itu. Mengerti?". Ancam Alex dengan ekspresi wajahnya yang dingin yang dibalas mereka dengan anggukan dan menunduk hormat kepadanya sebagai bentuk bahwa mereka mengerti dan mematuhinya.