
"jadi yang mulia, apa keputusanmu?".
"hm, kalau kupikirkan lagi, aku ingin menemui putraku Dion terlebih dahulu".
"termasuk juga yang mulia putri?".
"buat apa?". Jawab Lestat dengan memasang wajah datar dan memutar bola matanya kearah lain tapi Pipinya berubah menjadi merah merona sehingga Hara tersenyum geli saat melihat ekspresi ucapan dan wajahnya sangat berbeda.
Mengenai hubungan antara Keira dan Lestat?.
Mungkin tidak terlihat seperti ayah dan anak yang harmonis bahkan orang lain yang tidak mengenal mereka akan berpikir bahwa mereka memiliki hubungan yang buruk.
tetapi bagi yang mengenal mereka berdua, mereka tahu bahwa Keira dan Lestat saling menyayangi dan sangat dekat sebagai anak dan ayah tapi mereka tidak mau mengakuinya. Terutama Lestat yang malu mengakui bahwa dirinya lebih menyayangi putrinya dibandingkan dengan istri dan putranya sendiri.
Bahkan Keira juga malu mengakui bahwa dirinya lebih menyayangi ayahnya dibandingkan dengan ibu dan saudaranya sendiri.
intinya, mereka ini sangat gengsi. entah siapa yang duluan gengsi siapa yang menurunkan.
dalam hubungan ayah dan anak, Bisa dibilang bahwa mereka tidak perlu menunjukkan betapa dekatnya mereka dihadapan orang lain karena hati yang berbicara bahwa mereka saling menyayangi. Mungkin karena gengsi Lestat tidak bisa mengatakannya begitu juga dengan Keira yang menurun dari Lestat apalagi Keira lebih mirip dengan Lestat dibandingkan dengan Lyora.
Seperti saat Keira telahir kedunia pertama kalinya dengan nama Lily. Si Lily yang masih bayi selalu menangis keras saat malam hari dan Lestat, seorang raja yang tidak pernah menunjukkan perasaannya kepada orang lain selain istrinya dan sibuk dengan kerajaan menggendongnya dari buaian lalu menyanyikannya lagu tidur sambil memeluk sibayi dan ajaibnya, Lily yang tidak bisa ditenangkan oleh Lyora dan Leo pun terkejut dan takjub saat Lestat dengan gampangnya berhasil menenangkan dan membuat Lily tertawa.
...(Flashback…)...
"Lihat dia, putri kita sungguh jelek saat tertawa". Ucapnya tersenyum mengejek tapi sesungguhnya ia tidak sungguh-sungguh mengatakan bahwa Lily jelek, melainkan ia hanya ingin menggodanya.
dan Lily kecil merasa mengerti godaan Lestat langsung manyun saat Lestat mengejeknya.
"aish, jangan begitu sayang 😅. Bagaimanapun dia mirip sekali denganmu, lho. Setidaknya kali ini ada anak kita yang mirip denganmu". Ucap Lyora saat tersenyum melihat tingkah laku Lestat.
"jika adik kecilku jelek, berarti Daddy juga jelek dong". Ejek Leo.
"…💢".
...BLEETAAK...
...(Flashback end…)...
Saat Lily Mulai tumbuh kembang dari tengkurap, merangkak bahkan berjalan, Lestatlah yang lebih memperhatikan dibandingkan dengan Lyora dan Leo yang sangat gemas dengan kelucuan Lily bahkan Lily walaupun masih balita sudah pandai mengejek ayahnya dengan menjulurkan lidahnya kepadanya.
Lestat tidak mau kalah juga ikut mengejeknya dan Lyora tersenyum geli melihat tingkah laku suami dan putrinya yang lebih mirip dengan adik kakak dibandingkan dengan ayah dan anak.
bakan saat Lily berusia lima tahun, saat itu datang ke singgasana tapi menunggu karena rapat sidang istana dan kemudian …
...(Flashback…)...
"kenapa kamu tidak datang cepat saat dipanggil?". Gerutu Lestat sambil menggendongnya.
"cenapa Daddy aja yang cidak datang?. kwan Daddy yang ingin ketemu aq". Balas Lily sambil menjulurkan lidahnya sehingga Lestat kesal sedangkan Lyora dan Leo juga Hara yang melihatnya tertawa diam-diam tanpa suara.
"…kamu nakal. Uda jelek, nakal lagi". Ejek Lestat padahal ia tidak sungguh-sungguh mengatakan bahwa Lily jelek karena dasarnya Lily anak yang cantik dan menggemaskan.
"lah, Lily jelek'kan nurun dary Daddy. Nakal Lily dari Daddy". Balas Lily dengan gaya bicaranya ala balita dan Lestat terdiam sebentar sambil memikirkan sesuatu karena asal ia ingin mengejek Lily, pasti Lily akan membalasnya dengan mengatakan bahwa semua yang dia katakan menurun darinya.
"kamu adalah putriku yang sangat cantik". Puji Lestat dengan harapan Lily akan mengatakan bahwa kecantikannya nurun dari dirinya yang tampan.
"centu saja Lily memang cantik. Kan nurun dari Mommy". Ucap Lilly menyombongkan dirinya di depan Lestat karena Lily tidak bodoh dan terperangkap dalam ucapan ayahnya.
"…💢 sayang, putri kita nakal". Lestat merajuk sedangkan Lily tertawa melihat ayahnya kalah darinya.
Tapi tawa Lily merupakan tawanya yang terakhir kali karena Lily telah terbunuh ketika berwujud serigala oleh seorang pemburuh dari bangsa manusia. ( lebih jelas di chapter prolog)
malangnya, jantungnya diambil oleh manusia itu. Bangsa Werewolf Sangat berduka atas kejadian itu begitu juga dengan Lyora dan Leo yang sedih dan marah karena Lily telah dibunuh oleh manusia.
Tapi yang paling sedih dan marah adalah Lestat. Ia sangat terpukul dengan kepergian putri kecilnya itu bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berada disana disaat putrinya membutuhkannya dan juga ia tidak terima dengan kepergian putri kecilnya itu sehingga ia membuat sebuah kutukan agar putrinya bisa telahir kembali dimana kutukannya, sang istri pembunuh putrinya akan mengandung putrinya tapi tidak telahir sebagai putri mereka karena putri mereka sudah tiada saat kutukan itu terjadi dan menjadi putrinya yang berada di dalam rahim istri sang pembunuh putrinya itu dan pasangan manusia itu tidak lebih hanya sebagai orang tua pengganti, tidak menjadi orang tua kandung.
dan setelah itu lahirnya putri pasangan Lestat dan Lyora kembali di rahim manusia dengan nama baru yaitu Keira.
Saat Keira telahir kembali, Lestat dan Lyora ingin segera merebut kembali putri mereka dari manusia itu tapi Hara mencegah mereka karena saat Keira lahir, ia masih sebagai manusia biasa dan harus menunggu sampai lima tahun karena akan sangat berbahaya jika Keira kecil dibawa sekarang terutama dari bangsa Vampire yang pasti tidak akan tinggal diam jika mereka tahu bahwa Putri Lestat dan Lyora telah kembali dari kematian.
Lima tahun menunggu terasa sangat lama bagi keluarga itu khususnya Lestat, ia menugaskan James Madoc untuk menjaga dan mengawasi putrinya dari jauh. dari hasil pengamatan Madoc, Lestat sangat benci terhadap Tristan si ayah manusia Keira karena baik Tristan dan istrinya tidak menyayangi putrinya bahkan kasil sayang mereka tidak dibagi rata seperti mereka menyayangi putra mereka, putrinya tidak mendapatkan perhatian bahkan kasih sayang dari mereka.
Hingga ia berjanji bahwa saat putrinya kembali, ia akan memberikan kasih sayang yang berlimpah lebih dari sebelumnya untuk putrinya walaupun tentu saja mereka berdua tidak berubah. Masih gengsi mengaku bahwa mereka saling menyayangi dan bertingkah layaknya anak-anak. Setidaknya kebahagiaan keluarga Retizen telah kembali sedia kala sejak Keira telah bersama dengan mereka.
Sementara itu…
Hm, mengapa aku jadi kepikiran Daddy yah?.
aku rasa aku merindukan kedua orangtuaku terutama pada ayahku tersayang yang selalu aku lawani. Hihi😁
dia adalah seorang ayah yang sangat menyebalkan dan suka mengataiku jelek tapi… dialah yang paling aku sayangi. Pikir Keira yang sedang teringat Lestat