
Terima kasih untuk semuanya Elias…
Terima kasih untuk kebahagiaan yang telah kau berikan kepadaku selama ini…Terima kasih…
Selamanya kau adalah belahan jiwaku… Keira tersenyum tipis memandangi wajah sang kekasih di bingkai foto di atas meja itu.
Keira berdiri memandangi foto itu tanpa menyadari bahwa seseorang yang telah tiada itu telah memandanginya dari belakang dan tersenyum untuknya.
"Sudah saatnya kau harus melangkah maju keluar dari Kesedihan, Keira…
aku merestui hubunganmu dengannya".
Bola mata Keira membulat seketika saat mendengar sebuah ucapan dari seseorang yang dia kenal sejak lama.
"E…El…". Ucapan Keira terbata-bata. Ia tidak menyelesaikan kalimatnya saat air matanya mengalir ketika melihat sosok yang telah lama tiada telah berada dihadapannya.
Mata hazelnya menatap mata indigo gadis itu. Dirinya yang berpakaian serba putih baik jas, kemeja, celana dan sepatu serba putih tampak bersinar di sekeliling dirinya.
Sambil tersenyum, ia berjalan perlahan menghampiri gadis yang masih berdiri terpaku karena antara percaya atau tidak masih dirasakan oleh gadis itu saat melihat Elias berada dihadapannya.
"Elis… kaukah ini?". Tanya Keira yang merasa dirinya berhalusinasi.
Elias mengangguk dan kedua tangannya menghapus air mata Keira yang mengalir.
"Jangan menangis sayang… maafkan aku yang telah membuatmu banjir air mata saat kematianku…". Ucap Elias sedih. Saat itulah Keira memeluk Elias erat dan menumpahkan kesedihannya itu.
Elias memeluknya balik dan menenangkan gadis itu dalam tangisannya mengingat karena kepergiannya telah membuat Keira menjalani hidup penuh kesedihan walaupun disekitar Keira banyak yang menyayangi Keira.
Takdir mereka sungguh tidak adil, tapi mereka harus menjalani takdir yang telah ditentukan sejak dari lahir seperti makhluk hidup lainnya yang juga memiliki takdir hidup masing-masing.
"Kau… jahat… kenapa kau meninggalkanku…?. Kau tidak tahu betapa aku merindukanmu dalam tangisan yang aku lakukan untukmu… apakah kau tidak merindukanku…?".Ucap Keira setelah menghentikan tangisannya dan mulai memarahi Elias karena kerinduannya.
"…maafkan aku… sungguh aku tidak ingin berpisah darimu tapi hidupku sudah berakhir karena dia…
di atas sana, aku bersedih saat kau menangisi kepergian diriku… aku bersedih saat setelah kematianku, kau mengisi hari-hari dirimu dengan kesedihan dan kepedihan.
dimana Keiraku yang dulu selalu ceria dan bahagia?. Apakah kau melupakan bahwa kau masih memiliki orang-orang yang sayang padamu?. Apakah kau berpikir bahwa cuma aku yang sayang padamu?.
Orang tuaku, orang tuamu, saudara-saudaraku, saudara-saudaramu, dan lainnya juga sayang padamu, Kei. Mereka sangat sedih saat melihat dirimu bersedih karena diriku.
Aku sangat merindukan Keiraku yang ceria dulu… begitu juga dengan mereka…".Ucap Elias.
"… aku… merasa bersalah atas kematian yang telah kau Alami. Andai saja aku datang lebih cepat…".Ucap Keira merasa bersalah atas kejadian setahun yang lalu.
"ini bukanlah kesalahanmu sayang… kau tahu tidak ada yang menyalahkan dirimu atas kematianku. Jika yang disalahkan atas kematianku adalah orang yang telah mengambil kehidupanku sehingga aku…
Karena dia… aku tidak bisa lagi tidur ditempat ini… aku tidak bisa lagi membuatkan sandwich enak buatanku untukmu disetiap pagi…
aku tidak bisa lagi memakan masakan Dion.
aku tidak bisa lagi memakan masakan mama.
aku tidak bisa lagi merebut remote Tv dengan kedua adikku.
aku tidak bisa lagi latihan bersama dengan papa ataupun dengan kakakmu.
aku tidak bisa lagi bersama dengan kedua orang tuaku dan kedua adikku…
dan yang paling membuatku sedih adalah…
"Elias…".
"tapi… aku lega kesedihan keluargaku akan kehilangan diriku menghilang saat kebahagian datang kepada mereka saat mama sedang mengandung adik-adikku yang lucu dan aku yakin Tania dan Cio bisa menjadi kakak-kakak yang baik dan menjaga mereka dengan baik.
dan aku yakin yang merebut remote Tv pasti akan lebih banyak yang merebut sehingga papa dan mama akan geleng-geleng kepala.
Sungguh, aku bahagia menjadi kakak lagi walaupun aku tidak bisa menyambut kelahiran mereka nanti bahkan aku tidak bisa menggendong mereka untuk pertama kalinya ".Ucap Elias bahagia karena diatas sana dia tahu bahwa dia akan menjadi kakak lagi walaupun dia sedih karena tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa menggendong adik bayinya saat bayinya lahir nanti.
"Jangan khawatir Elias, mereka akan mengenal dirimu. Mereka akan tahu bahwa kau adalah kakak yang baik dan hebat. Aku akan ceritakan kepada mereka betapa hebatnya dirimu hingga mereka ingin menjadi dirimu". Ucap Keira sehingga Elias tersenyum mendengarnya.
"aku tahu mereka pasti akan bangga padaku. Selain itu, aku juga lega karena ada seseorang yang akan menjaga dirimu dengan baik menggantikan posisiku".
"… berarti… kau telah mengetahui tentang…".
"yah Keira. Aku tahu siapa itu Alex. Aku melihat semuanya diatas sana dan aku tahu bagaimana perasaannya kepada dirimu".
"apakah kau… bahagia dengan hubunganku dengannya?". Tanya Keira memastikan apakah Elias bahagia atau tidak ketika seseorang telah menggantikan posisi disampingnya.
"Aku bahagia sayang… dia adalah pasanganmu yang sesungguhnya. Aku bisa melihat betapa besarnya cintanya padamu. Bahkan cintanya itu sebesar cintaku padamu. Mungkin lebih".
Karena… aku tahu dia adalah laki-laki yang baik dan sangat cinta kepadamu seperti aku mencintaimu. Bahkan lebih… sehingga Moon Goddes menjadikannya sebagai pendamping hidupmu…bukan aku…
Aku bahagia… dia memang pantas sebagai penggantiku untuk menjagamu… karena itu… aku harap kalian berdua bisa bahagia bersama untuk selamanya… Ucap Elias dalam batinnya.
Ia tersenyum untuknya. Sehingga Keira tersenyum bahagia saat kekasihnya yang telah tiada itu telah merestui hubungannya dengan Alex.
"Lagipula, dia sudah minta izin kepadaku dimakamku dulu. Kau pasti ingat'kan?".
"yah… saat itu tidak kusangka dia datang di pemakaman dan meminta ijin kepadamu untuk bisa menjalin hubungan denganku.
Akan tetapi Elias…"
"yah?".
"apakah dia akan tetap mencintaiku saat ia tahu bahwa aku bukanlah seorang manusia seperti dirinya?". Tanya Keira yang ragu dan khawatir saat rahasia siapa dirinya terbongkar dihadapan Alex. Elias mendengarkan dan menggenggam kedua tangannya.
"Keira… dalam sebuah hubungan, tidak semuanya orang yang menjalani sebuah hubungan akan berjalan dengan mulus seperti kau dan aku.
Pasti diantara hubungan pasti ada rintangan yang harus dijalani seperti hubunganmu dengan Alex.
Mungkin kalian akan menjalani cobaan untuk mengetahui seberapa kuat ikatan cinta kalian.
Apalagi mengingat dia adalah seorang manusia
akan tetapi, aku yakin bahwa ikatan cinta kalian Sangat kuat. Mungkin kalian akan menghadapi rintangan tapi aku yakin bahwa kisah kalian akan berakhir indah suatu saat nanti.
Kisah cintaku denganmu telah berakhir dengan kematianku tapi kisah cintamu telah dimulai Keira.
Ingatlah bahwa kalian akan bahagia pada akhirnya dan saat kalian bahagia, maka ikatan cinta kalian akan menjadi kuat.
Aku… Elias Rhys telah merestui dan mendoakan hubungan kalian diatas sana agar kalian selalu bersama". Ucap Elias, kemudian angin berhembus kencang sehingga jendela kamar yang selama ini tidak dibuka telah terbuka sendiri dan perlahan Elias pun perlahan mundur dengan sendirinya.
"Elis… jangan pergi".Sedih Keira saat menyadari bahwa Elias akan pergi meninggalkan dirinya. Lagi.
"jangan bersedih Keira… aku akan selalu menjaga dirimu diatas sana".Ucap Elias tersenyum dan kemudian Elias pun telah menghilang bersamaan dengan angin malam yang telah berhenti berhembus.