The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 175 : Let's talk ( II )



)Nyam Nyam Nyam Nyam Nyam Nyam Nyam


Kraus Kraus Kraus Kraus Kraus Kraus Kraus


GLUK GLUKGLUK GLUK GLUK GLUK GLUK


Haup Haup


"😓"


"ehm....enak (^3^♪ 👍.Pelayan! tolong tambah lagi!".Titah Tania memesan makanan sehingga pelayan sibuk bolak-balik mengantarkan pesanannya sedangkan Danny kebingungan melihat Tania.


Bagaimana tidak?. Ini sudah porsi makanan yang ke 355 yang dipesan Tania sampai piring kotor tersusun tinggi dan miring seperti menara Pisa dan sejujurnya ia tidak menyangka bahwa seorang gadis seperti Tania bisa memiliki nafsu makan sebesar itu apalagi saat makan Tania makan seperti orang yang tidak pernah makan selama sebulan.


"Lho Dan, kau tidak makan?".Tanya Tania sambil mengunyah paha ayam sampai tulangnya sekaligus dan melihat Danny hanya makan sedikit karena Danny melihat Tania dari tadi makan.


"ah😅 aku lagi makan kok. Hanya saja…".


Bagaimana aku bisa mengatakan padamu bahwa jika kau makan beberapa piring lagi maka perutmu bakalan meledak.


Dia gak sadar perutnya udah membuncit seperti orang yang hamil sembilan bulan?. Ibunya yang hamil eh malah anaknya yang buncit perutnya deh. Ck Ck ck.


"hanya saja apa?". Tanya Tania lagi.


"hanya saja… ah, sepertinya makanan yang kau nikmati sangat enak yah sampai nambah lagi😅".


"hehehe tentu saja 😄".


"apakah masih ada tempat diperutmu untuk makan?". Tanya Danny sesopan mungkin tanpa ingin menyinggung perasaan Tania.


"tentu saja. Bentar lagi bakalan makanan penutup".


...GUBRAK!...


Sementara itu…


"yah, aku ingin bertanya padamu. Bagaimana bisa selama ini kau bisa bertahan hidup di bawah Sinar matahari?. apalagi mengingat sekarang ini kita duduk di bagian luar cafe".


"jadi kau penasaran dengan mengapa aku bisa bertahan dibawah sinar matahari mengingat kau kecewa aku tidak tersiksa disinar matahari selagi kita duduk disini?".


"yah bisa dibilang begitu".Silvana mengaku ada rasa kecewa dan rasa kecemasan saat menyadari bahwa selama ini Keitha bisa bertahan hidup di bawah Sinar matahari.


Karena baginya, jika vampire bisa bertahan hidup di bawah Sinar matahari, mungkin akan berbahaya bagi manusia yang berada disiang hari.


"aku akan mengatakannya kepadamu tapi tidak sekarang".


"hah? bukankah kau akan menjawab semua pertanyaanku?. Berarti kau bohong padaku".


"aku tidak berbohong padamu. Aku akan mengatakannya kepadamu tapi setelah kita sama-sama percaya satu sama lain karena aku tahu bahwa kau masih dalam tahap tidak percaya padaku.


Lagipula, harusnya kau tahu bahwa vampir bisa keluar disiang hari jika langit sedang berawan menutupi matahari atapun saat hujan.


Hanya musim panas saja mereka tidak bisa keluar disiang hari"


"kau pikir aku tidak tahu?. Aku tahu akan hal itu. kalau tidak, tidak mungkin Keira bakalan diserang oleh anak Dasper dan pasukannya. Jujur saja, Kalian benar-benar bangsa yang picik". Sindir Silvana.


"tidak semua bangsa Vampire itu ada yang picik.Jangan karena ada satu yang merusak maka kau menyalahkan semuanya". Keitha tidak senang saat mendengar sindiran Silvana.


"lagipula, jika aku picik dan brengsek, maka seharusnya dari awal aku tidak menolong sang Alpha kalian.


Apalagi dari awal aku tidak berniat jahat kepada kalian bahkan kepadanya".


"kenapa? kenapa kau menolong seseorang yang berasal dari bangsa musuhmu sendiri?.


Itu sangat mencurigakan apalagi mengingat dia seorang Alpha Utara dan saat itu merupakan suatu kesempatan yang mungkin tidak akan terjadi lagi.


Sebenarnya, apa tujuanmu?". Silvana mencoba menerka-nerka tujuan dari Keitha yang telah menolong Keira dari serangan Emery karena dia ingat akan kata seseorang yang mengatakan bahwa setiap kebaikan pasti ada tujuan maksud yang terselubung.


Apalagi mengingat permusuhan antara bangsa Vampire dan Werewolf yang berlangsung sangat lama sekali.


"untuk seseorang yang telah diangkat menjadi anak di keluarga Oerloom, kau pasti memiliki sebuah rencana yang busuk untuk kami terutama untuk sang Putri agar dia tidak bisa melukai saudara angkatmu, bukan?".Selidik Silvana dengan wajahnya yang serius.


Silvana menyunggingkan senyum jahatnya sekilas terhadap Keitha yang mendadak bungkam ketika ia telah membuka rahasia bahwa Keitha merupakan seorang vampire yang diangkat oleh Osmond Oerloom.


"Ini pesannya". Ucap sang pelayan sembari menyajikan hidangannya telah dipesan Silvana. dan setelah pelayan itu pergi, Silvana mulai sibuk memotong daging steak itu itu di tanpa menggubris Keitha yang berada di hadapannya itu dalam keadaan meminta jawaban dari Silvana.


"kau tahu, makanan di cafe ini sangat enak. sayang sekali kau tidak bisa merasakannya". ejek Silvana.


"cukup dengan basa-basinya. beritahu aku dari mana kau tahu tentang informasi itu!?".


"…😏. kau mau tahu? oke, akan aku beritahu. kau pasti sudah lama mendengar tentang kematian Samuel Dasper saat melawan Tania bukan?.


biar aku beritahu. di saat kematiannya, dia telah mengatakan kepada Tania tentang informasi yang ditemukan bahwa telah mengangkat seorang anak yang telah berubah menjadi vampir akibat perbuatan anaknya sendiri ditambah lagi anak malang itu menjadi yatim piatu karena anak sialan Osmond itu.


dia tidak mengatakan secara langsung tentang dirimu namun saat kau muncul dihadapanku dengan menunjukkan siapa dirimu membuat ku mulai mencari tahu.


Semenjak malam itu, tanpa diketahui orang-orang bahkan guru dan sahabatku sendiri, aku mulai mencari tahu Bahkan aku secara diam-diam tentang dirimu seperti dimulai dari arsip-arsip sekolahan yang berupa buku tahunan 55 sekolah SMA di Altair di perpustakaan terbesar di Altair".


"lalu?".


"harus aku akui, mencari informasi dirimu memang membutuhkan waktu yang pastinya tidak akan selesai dengan cepat karena aku tidak tahu sebenarnya apa yang aku cari dan mulai mencari nya dari mana.


tapi untungnya petugas perpustakaan itu adalah penggemarku sehingga dengan senang hati dia membantuku mencari informasi yang aku inginkan dari memilah-milah buku-buku tahunan yang Aku cari sekitar 2 sampai 3 tahun yang namun tidak aku temukan".


"kenapa kau mencarinya sampai ke sana?".


"karena vampir juga termasuk makhluk supernatural yang bisa hidup abadi tanpa menua sekalipun.


jadi, aku yakin dengan memiliki hidup abadi dan tidak menua seperti kami Kalian pasti bosan menjalani hidup tanpa sosialisasi dengan bangsa manusia sehingga pasti kalian bakalan iseng bolak-balik masuk sekolah SMA selama beberapa tahun yang setelah tamat kalian akan lanjut ke SMA yang lain lagi.


jadinya, pasti ada informasi tentang dirimu di antara buku buku tahunan itu.


tapi sayang, apa yang kucari tidak kutemukan di sana".


"jika kau tidak menemukan informasi yang kau cari dari diriku, bagaimana kau bisa tahu?".


Tanya Keitha.


"…karena aku menyadari bahwa seharusnya aku mencari informasi tentang dirimu di sekolah kita, SMA Fallen padahal dari situ aku bisa mengetahui sehingga aku diam-diam menyelinap ke ruangan pendidikan sekolah kita. Aku sungguh bodoh mengapa harus mencari tentang dirimu


Memang tidak mudah tapi aku berhasil mendapatkan arsip tentang dirimu dari nama belakangmu yang ternyata adalah Keitha Oerloom. Sudah jelas?". Ucap Silvana menjelaskan tentang informasi yang dia dapat.


dan respon Keitha?


Ia hanya tersenyum saja sehingga Silvana Penasaran mengapa Keitha hanya tersenyum setelah ia membuka identitas diri Keitha.


"mengapa responmu begitu?. Sejujurnya, apa tujuanmu hah? apakah kau ingin dekat dengan Keira untuk mencari kelemahannya dengan begitu tidak akan menghabisi saudara angkatmu itu?!".


"hm… disitulah salahnya dirimu dalam menganggap bahwa aku mencoba untuk dekat dengan Keira karena ingin mencari kelemahannya.


Melainkan, aku ingin agar Dia bisa menghabisi saudara angkatku itu. Aku benci terhadapnya bahkan keluarganya dan Mereka tidak tahu bahwa aku sangat benci dan dendam terhadap mereka khususnya dia… yang telah membuatku menjadi seperti ini". Keitha tersenyum getir dan sakit saat mengingat bagaimana orang yang telah menghabisi Elias telah merubah hidupnya yang dulu seorang manusia menjadi Sekarang.


Ia mengepalkan tangannya saat mengingat kejadian dua tahun yang lalu saat ia kehilangan keluarganya dan menjadi vampire karena orang itu.


Mata itu…


tatapan itu…


perasaan marah itu…


yah…aku juga pernah merasakannya dari sebelas tahun yang lalu. Bahkan sekarang aku masih merasakannya…


aku bisa tahu betapa bencinya ia kepada mereka karena aku juga merasakan hal yang sama terhadap keluarga ayahku itu. Batin Silvana, Ia merasa iba terhadap Keitha karena yang dirasakan oleh Keitha bukanlah suatu kebohongan.


Tapi, rasa penasaran dan ketidakpercayaan masih mengusik dirinya seakan ada sesuatu mengganjal atau terlewatkan.


"jadi… kau mendekati kami khususnya Keira dengan tujuan agar bisa membantumu untuk menghabisinya?".


"… yah. Tapi itu hanya tujuanku yang kedua. tujuanku yang utama hanya ingin bisa… aku dan dia bisa…".


"Senior Keitha, apa maksudmu? apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?".