The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 219 : Secret and Violinist



Aku barusan dengar pembicaraan apaan?.


Noah membekap mulutnya sendiri. Ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Danny dan Tania.


Saat itu, Noah telah sadar namun saat itu ia mendengar percakapan antara Danny dan Tania. Mereka berdua tidak tahu bahwa Noah telah siuman sehingga tanpa mereka sadari, Noah telah mendengar semuanya.


Ia membekap mulutnya sendiri saking terkejutnya saat mendengar sesuatu yang tidak pernah dia sangka-sangka selama ini.


Tidak…


Tidak mungkin…


Aku pasti salah dengar.


Vampir?, Werewolf? itu makhluk seperti itu tidak mungkin ada. Tapi...


''Tentu saja aku akan mengha- tung-! tunggu dulu. Noah dihajar habis-habisan karena yang menghajar Noah adalah-''.


"yah. Mantan Silvana, namanya Emery Dasper. vampir yang berasal dari keluarga vampir kelas atas, yaitu Dasper". Sebuah penggalan percakapan antara Danny dan Tania telah melintas di dalam otaknya. Ia teringat akan percakapan mereka.


Jadi, yang aku alami benar-benar nyata, bukan mimpi. Aku ingat rasa sakit saat orang itu melemparku, dan aku tahu tidak mungkin orang biasa bisa melempar seseorang dengan begitu mudahnya dan orang itu adalah vampir??.


dan vampir itu adalah mantan Silvana?!. Aku tidak pernah tahu dia memiliki mantan dan mantannya adalah seorang vampir?!!. Vampir?!!!. Noah benar-benar terkejut saat mengetahui kebenaran itu. Noah mengubah posisinya menjadi posisi duduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"jika itu benar apakah Silvana tahu?".Noah bertanya pada dirinya sendiri. disaat bingung, ia teringat akan penggalan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Tania.


"yup. Apa boleh buat, bangsa kami selalu bermusuhan dengan bangsa vampir. Jadi, tidak mengherankan keluarganya pasti akan membalas dendam padaku terutama ayahnya, ia pasti akan membalas dendam padaku karena aku telah menghabisi putranya".


"mungkin lebih tepatnya, aku yang melindungimu, bodoh. Kau adalah manusia, melawan mereka yang makhluk supernatural sendiri sama saja mencari mati. Hanya bangsa werewolf seperti aku yang bisa karena kami jugalah makhluk supernatural".


"Werewolf...? Werewolf?!. Berarti Tania bukanlah Manusia?!. dan Danny tahu?! sejak kapan?. kenapa dia tidak mengatakan siapa Tan- tunggu, jika gadis itu benar-benar seorang werewolf, itu berarti Keira juga…. bahkan Silvana…". Noah menduga dan mengambil kesimpulan. Ia benar-benar terkejut saat mengetahui sebuah rahasia besar.


tidak…


tidak mungkin Jika Silvana Seorang werewolf.


Aku pernah melihat gadis itu saat masih kecil, ia menggigil kedinginan. Anak yang memiliki bekas luka, sudah pasti seorang manusia. Noah berusaha untuk menyangkal jika Silvana seorang werewolf.


akan tetapi, jika Silvana juga seorang Werewolf, berarti aku mencintai seseorang yang bukan manusia?.


dan Alex? apa dia tahu semua ini?.


Tidak tidak. Tidak ada gunanya jika aku berspekulasi tanpa mencari tahu. Aku harus mencari tahu sekarang.


Daniel... Sungguh, aku kecewa padamu. Kau sahabat kami dari kecil namun kau telah


merahasiakan semua ini.


Dan Silvana…


apa yang harus kulakukan terhadap hubungan kita jika dirimu ternyata adalah… Setetes Air mata telah menetes dari pelupuk matanya. Perasaan takut telah menghantui dirinya. Bukan perasaan takut karena ada makhluk supernatural disekolah dan ia menjalin kasih dengannya namun takut hubungannya akan sangat terpengaruh karena rahasia itu. Noah tidak tahu harus berbuat apa sekarang.


disisi lain…


"dadah ibu". Silver melambaikan tangannya pada Silvana saat perahu yang dinaiki Silvana membawa gadis itu pergi. Silvana membalas lambaian tangan juga hingga pada akhirnya Silvana tidak terlihat lagi saat memasuki kabut.


"bagaimana nak, senang hari ini?". Tanya nyonya panti saat berjalan bergandengan tangan dengan Silver. Silver mengangguk senang karena bisa bertemu lagi dengan ibunya untuk pertama kalinya.


"apakah kamu ingat pesan bibi nak? ".


"iya, bibi. Saat Silver sama ibu, Silver tidak boleh bertanya tentang ayah Silver'kan?. Silver tidak bertanya".


"bagus kalau begitu nak. Memang lebih baik jika kamu tidak mengungkit tentang ayahmu dihadapan ibumu, yah".


"baik bibi tapi kalau Silver boleh tahu, kenapa tidak boleh bertanya tentang ayah Silver pada ibu?".


"…karena hal itu akan membuat ibumu sedih, nak. Tunggulah sampai dirimu besar, yah maka Silver bisa bertanya sama ibu karena ibu masih belum siap".


"baik bibi. Silver tidak ingin membuat ibu sedih…".Ucap Silver meratapi sungai yang tenang tak beriak itu. dalam hatinya, anak itu penasaran dengan sosok yang disebut sebagai ayah, ia ingin tahu seperti apa ayahnya dan penasaran mengapa hanya ibunya yang datang, apa dibalik dirinya ditinggal jauh oleh orang yang seharusnya membesarkannya, mengapa ibunya akan sedih jika dia bertanya tentang ayahnya. dan mengapa ia disebut sebagai seorang wolfblood sedangkan ibunya adalah seorang werewolf, Semua pertanyaan itu dia simpan didalam hatinya, bertanya kapankah ia akan bertanya tentang semua itu.


Waktu tidak terasa telah berlalu dengan cepat, hari berganti menjadi siang. jam sekolah telah usai, murid-murid sekolah sudah pasti pulang atau pergi ke tempat tujuan lain, kecuali murid-murid yang mengikuti klub sekolah, mereka pastinya sedang melakukan kegiatan klub, begitu juga dengan Keira.


Gadis itu sibuk mengasah permainan biolanya di klub musik. Ia sendirian bersama dengan Keitha sedangkan Tania dan Dion pulang duluan ke Twins bell.


Keitha mendengarkan alunan musik yang digesek itu, Keira memainkannya sangat menghayati dan saat lagu yang dimainkan Keira selesai, Keitha bertepuk tangan untuknya.


"bagus sekali Keira".Puji Keitha.


"jujur saja, kamu memang memiliki bakat sebagai seorang violinist. Saat lulus nanti, kamu pasti bisa masuk di Universitas musik yang terbaik ,oh! atau kamu bisa mengikuti kompetisi violinist, Keira.


jika menang, namamu tidak akan hanya diakui saja oleh semua orang, bahkan kamu mendapatkan akses langsung masuk universitas musik terbaik di dunia musik".


"terimakasih Kak Keitha, tapi…" ekspresi Keira menjadi murung.


"tapi?".


"… aku tidak akan mengikuti kompetisi itu, bahkan… aku tidak akan melanjutkannya ke Universitas musik".


"kenapa?. Kamu punya bakat Keira. Apakah orang tuamu tidak Mendukung dirimu dalam bermain musik?".


"tidak.… justru sebaliknya, kedua orang tuaku dan kakakku tersayang selalu mendukungku apapun yang ingin aku lakukan. Sudah pasti mereka sangat setuju jika aku belajar di Universitas musik atau mengikuti kompetisi.


Melainkan merekalah yang menyarankan diriku untuk melakukan apa yang kak Keitha katakan hanya saja…". Keira tersenyum getir. Ia menundukkan kedua matanya kebawah.


"tapi kenapa?".


"…… Kata-kata orang itu tidak bisa kulupakan. Kata-katanya yang dia ucapkan sangat melukai hatiku.


orang itu… juga memiliki bakat dalam bermain biola. dia memiliki nama sebagai seorang violinist terkenal. Semua orang dalam dunia musik atau yang peyuka musik klasik pasti pernah mendengar namanya.


Aku suka saat ia memainkan biola diresital dan aku yang masih kecil ingin menjadi dirinya. Jadi, aku memintanya untuk membelikanku sebuah biola dan mengajariku namun orang itu menolak.


Aku sedih? iya.


aku patah semangat?. Tidak. Orang itu selalu pergi dan jarang di rumah, saat itu kesempatanku untuk belajar secara diam-diam dengan menggunakan biola miliknya, untungnya para pelayan yang bekerja disana saat itu baik hati tidak mengatakan apapun pada dia dan pasangan juga putranya dan mereka akan mengatakan padaku jika salah satu dari mereka atau mereka kembali.


Mengenai not-not, salah satu pelayan berbaik hati padaku bagaimana cara membaca not karena dia juga seorang pengajar musik walaupun murid dia miliki sangat sedikit, bahkan cuma tiga orang dengan bayaran yang murah dan tempat tinggal kumuh.


Mungkin karena saat orang-orang yang memiliki anak yang berbakat dalam musik, mereka pasti akan menggunakan guru musik terbaik dan punya nama dengan fasilitas terbaik walaupun banyak mengeluarkan banyak uang,


dibandingkan dengan orang yang tidak punya nama, bayaran murah dan fasilitas yang tidak bagus sehingga ia banting setir menjadi pelayan dirumah orang kaya untuk menyambung hidup.


Jika ditanya dia orang baik, sudah pasti kujawab ya. Dia mengajariku cara membaca not dan memainkan biola dengan baik.


Saat memainkannya pertama kali, dia dan para pelayan tersentuh dan menyukainya. dia juga berkata diusia yang sangat muda sudah memiliki bakat sebagai seorang violinist."


Kurasa darah seninya mengalir dalam darahku atau secara ototidak karena sering mendengarkannya bermain biola diresital. Ungkap Keira dalam hati. sedangkan Keitha, ia merasa sedih dan hatinya terasa sakit karena sebagai seorang kakak, ia tidak pernah tahu bahwa ibu mereka menolak permintaan adiknya bahkan harus belajar secara diam-diam. Ia sangat menyesal karena tidak tahu.


"saat itu sangat menyenangkan hingga suatu hari…".


(Flashback…)


Dua belas tahun yang lalu saat masih menjadi Keira Black...


"Apa yang sedang kau lakukan anak naka, sialanl!?".Mille meninggikan suaranya pada Keira kecil yang berusia empat tahun saat itu. Dia menjadi takut saat Mille memarahi dirinya. Saat itu, Mille sedang mendadak pulang dan belum sempat pelayan memperingatkan Keira akan Mille, Mille mendengarkan suara musik biola yang sangat bagus. Mille berlari memasuki asal suara yaitu kamarnya dimana ia meletakkan biolanya. Ia terkejut saat melihat Keira lah yang memainkan biolanya dan Keira terkejut saat tertangkap basah.


Reaksi Emily saat itu bukanlah senang atau bahagia melainkan marah dan tidak Terima.


Ia merampas biola itu secara kasar dari tangan Keira.


"apa yang kau lakukan, hah?!. Kau tahu tidak, biola ini merupakan biola mahal. Beraninya kau memainkannya". Maki Emily.


"ma-maaf i-ibu... Keira ingin menjadi seorang violinist seperti ibu…". Ucap Keira dengan nada bergetar dan mata yang berkaca-kaca seakan ia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


"menjadi apa katamu?. Violinist? huh!. Kau itu tidak punya bakat. Bagaimana bisa kau, anak ingusan bisa bermimpi menjadi seorang violinist terkenal seperti ibu?. Hentikan saja mimpi bodohmu itu dan keluar dari kamar ini.


Dan jangan pernah menyentuh biola ibu lagi atau ibu akan menghajarmu, paham?!".


Keira terdiam. Ia mengangguk sebagai bentuk Ia paham. Gadis itu keluar dalam perasaan berat. Sudah dimarahi, dimaki, di hina dan diancam, gadis itu mengurung diri dalam kamar dan menangis diam.


Hanya pelayan dan orang yang mengajarinya yang tahu betapa hancurnya hati anak malang itu.


... (Flashback end…)...


"saat aku mendengarnya... aku sangat sakit hati dan hancur. Bagaimana bisa ia mengatakan hal yang menyakitkan padaku…?". Keira sembari tersenyum miris ia benar-benar sedih saat mengingatnya sedangkan Keitha, air mata telah jatuh dari matanya membasahi pipinya.


"maaf ya, jika ceritaku telah membuatmu sedih...".Ucap Keira saat melihat Keitha menangis sehingga ia melepaskan kacamata karena terkena air matanya.


"tidak Keira… akulah yang seharusnya minta maaf karena aku tidak bersamamu saat itu".


"huh? apa?"