The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 144 : Night Kiss



sebuah kamar tamu…


"nona, saya bantu melepaskan pakaiannya,yah". Ucap salah satu pelayan Alex menawarkan bantuannya.


"Ng, tidak perlu. saya bisa sendiri kok". Ucap Keira menolak secara halus karena dia merasa sungkan jika ada orang lain membantunya melepaskan pakaiannya ditambah lagi dengan dirinya sendiri selalu mengurus dirinya sendiri secara mandiri tanpa merepotkan para pelayan saat masih tinggal di istana.


"tapi nona… tuan muda bisa marah jika kami tidak…".


"jangan khawatir, aku yang akan memarahinya jika dia memarahi kalian". Ucap Keira sambil mengedipkan sebelah matanya sehingga dua dari tiga pelayan itu sedikit bernafas lega apalagi mereka dapat melihat bahwa gadis yang dibawa oleh Alex merupakan gadis yang baik dari melihat senyumannya.


"nona, bak mandinya sudah siap". Ucap pelayan ketiga menghampiri dan membungkuk kepadanya.


"terima kasih". Ucap Keira sambil tersenyum lalu ia masuk ke dalam kamar mandi yang telah disiapkan untuknya.


Pelayan satu : "kalian lihat itu, nona itu sangat manis dan baik seperti nyonya Dylan yah".Ucap salah satu pelayan yang teringat akan kemiripan sifat Keira dengan ibu Alex.


pelayan 3 : "yah, kau benar sekali. dia memang baik namun aku khawatir dengan nona itu, bagaimana jika dia akan berakhir seperti nyonya Dylan mengingat tuan Harold…".


pelayan 2 : "aku yakin bahwa nona itu tidak akan mengalami nasib yang sama dengan nyonya. Kalian lihat sendiri'kan bagaimana perlakuan tuan muda kepada nona itu?.


terlihat sekali bahwa tuan muda sayang kepada nona itu. Sudah pasti nona itu akan hidup bahagia Dengan tuan muda".


Pelayan satu : "semoga saja begitu, apalagi siapa yang akan menyangka bahwa tuan muda telah memiliki seseorang yang berarti baginya untuk pertama kalinya. Apalagi ini kali kedua nona itu kerumah ini walaupun dia kemari secara tidak biasa".


Memang benar sih kata mereka…


pertama kali ke rumah ini saat aku diculik dari sekolah dibawa kemari dan sekarang aku dirumah ini setelah paksaan dan kalah dari Alex.Ucap Keira dalam batinnya ketika mendengarkan percakapan antara ketiga pelayan itu sambil berendam di bathtub apalagi dia bisa mendengarnya dengan kemampuan pendengaran Serigalanya.


Ia menikmati berendam di bathtub yang telah tercampur dengan sabun cair beraroma lavender sambil memandangi langit-langit Kamar mandi yang besar itu dengan pikiran yang berkelumat didalam otaknya.


Saat dia memelukku…


Saat dia menghapus air mataku…


Saat dia mencium keningku…


aku tidak tahu bagaimana mengekspresikan apa yang dia lakukan kepadaku.…


Mengapa hatiku ini terasa ingin melompat keluar dari tubuh ini saat Alex memelukku, menghapus air mataku, menciumku…?


aku jadi bertanya-tanya kepada diriku sendiri apakah aku telah memberikan separuh hatiku lagi kepadanya tanpa aku sadari?.


Selain itu…


bagaimana bisa dia menemukan diriku saat itu sungguh aku tidak tahu, namun saat dia menemukanku, aku merasa bahwa dia dapat melindungiku dan tidak akan membiarkan siapapun untuk melukai atau menyiksaku.


Aku sangat tidak mengerti mengapa aku sampai berpikir begitu tentangnya. Ucap Keira dalam batinnya.


Malam hari telah tiba, Keira memilih untuk tidak makan malam ini dengan memberikan alasan bahwa ia kelelahan dan mengantuk sehingga Alex tidak akan memaksanya untuk makan malam bersamanya namun Keira hanya berbaring saja sambil memandangi langit-langit Kamar dan mendengarkan sebuah lagu kesukaannya dari ponselnya yang terhubung dengan headset miliknya.


Keira suka mendengarkan musik yang bergenre folktronika, synth-pop dan Alternatif pop seperti lagu yang dia dengarkan sekarang ini.


🎶Go row the boat, to safer grounds


But don't you know, we're stronger now


My heart still beats, and my skin still feels


My lungs still breathe, my mind still fears


But we're running out of time


Oh, all the echoes in my mind cry


There's blood on your lies


The sky's open wide


There is nowhere for you to hide


The hunter's moon is shining


I'm running with the wolves tonight


I'm running with the wolves


I'm running with the wolves tonight


I'm running with the wolves


I'm running with the


Trick or treat, what would it be?


I walk alone, I'm everything


My ears can hear and my mouth can speak


My spirit talks, I know my soul believes


I'm running with the wolves tonight


I'm running with the wolves


I'm running with the wolves tonight


I'm running with the wolves


I'm running with the wolves tonight


I'm running with the wolves


A gift, curse


They track and hurt


Say can you dream


In nightmares seems


A million voices, silent screams


Where hope is left so incomplete


I'm running with the…


I'm running with the wolves


I'm running with the…


I'm running with the…


I'm running with the…


I'm running with the wolves


I'm running with the wolves tonight


I'm running with the wolves


I'm running wi-🎶


TOK TOK TOK


''masuklah Alex". Ucap Keira sambil mempausekan musiknya.


"huh? bagaimana kau bisa tahu bahwa aku yang mengetuk pintu?". Tanya Alex saat masuk kedalam kamar Keira setelah Keira menyilahkan ya masuk.


hm, tidak mungkin aku akan mengatakan bahwa aku bisa mencium keberadaanmu, Alex.


''Tebakan saja kok. Lagipula aku yakin kau akan kemari".Jawab Keira berbohong.


"oh. Kau sedang mendengarkan apa?". Tanya Alex sambil duduk di tepi tempat tidur sehingga ia berhadapan melihat Keira yang sedang mendengarkan musik dari handset yang terpasang di kedua telinganya.


"Running with the wolves, aku baru saja selesai mendengarkannya".Ucap Keira setengah berbohong karena sebenarnya lagu itu tinggal sedikit lagi baru habis karena Alex datang sehingga ia tidak mendengarkan semuanya.


''oh…".ucap Alex kemudian tangan kanannya mulai menyentuh mengelus pipi Keira sehingga pipi Keira mulai berubah menjadi merah merona sehingga Alex tersenyum dan merasa gemas saat melihat pipi Keira.


sedangkan Keira?.


tidak hanya pipinya yang menjadi merah merona, jantungnya berdegup kencang saat Alex mengelus pipinya padahal yang dilakukan Alex hanya mengelus pipinya saja.


oh Jantung… mengapa reaksimu seperti ingin melompat keluar dari tubuh ini saat Alex hanya mengelus pipiku saja?. Lemah banget. Rutuk Keira dalam batinnya.


"maaf, Keira…".


"eh?".


"maafkan aku karena aku, kau menjadi terluka". Ucap Alex lirih saat ia teringat bagaimana keadaan Keira saat ia menemukannya siang itu.


"mengapa kau meminta maaf kepadaku Alex?. Apa yang aku alami ini bukan karena kamu😕".


"namun kau tidak akan pergi jika bukan karena aku mungkin… semua ini karena kecemburuanku".


"cemburu? kau cemburu dengan guruku?". Tanya Keira setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"tentu saja aku cemburu. Aku bahkan berpikir untuk menghajar setiap laki-laki yang mendekati dirimu.


Karena aku menyukaimu. sangat menyukaimu, Keira". Ucap Alex membuat Keira terdiam. Pipinya menjadi merah merona saat mendengarnya hingga pipinya semakin memerah saat wajah Alex mulai begitu dekat dengannya dan tidak terasa bibir mereka telah bersentuhan.


Alex mencium bibirnya secara lembut dan dalam. Keira tidak memikirkan apa-apa lagi saat merasakan ciuman dari Alex karena perasaanya yang bahagia sehingga ia membalas ciuman itu.


Alex bahagia saat ciumannya dibalas sehingga ia mendekap Keira dalam pelukannya dan Keira membalas pelukannya juga hingga ciuman itu menjadi sebuah ciuman lapar.


Mereka berdua terus saling ******* bibir dan secara lembut Alex membaringkan kepala Keira ke bantal sambil terus melanjutkan ciuman mereka.


aah… malam indah untuk mereka berdua.


Mereka berdua terus berciuman hingga akhirnya mereka berdua berhenti secara perlahan untuk mendapatkan udara karena ciuman lapar itu telah membuat mereka kekurangan udara untuk bernafas.


"wajahmu memerah seperti tomat". Ejek Keira.


"wajahmu juga memerah". Balas Alex mengejek. Mereka berdua tersenyum, apalagi mata Alex tertuju melihat bibir Keira berubah warna menjadi merah karena perbuatannya.


Ia menjadi ingin lebih dari ciuman yang dilakukannya sebagai seorang laki-laki namun dia sadar bahwa dia harus bersabar dalam menahan hasratnya sampai Keira menginginkannya juga Apalagi dia teringat akan tamu bulanan Keira.


"ng…aku…aku akan balik kekamarku. Istirahat yah". Ucap Alex beranjak bangkit dari tempat tidur.


"tunggu Alex". Ucap Keira memegang tangan Alex untuk mencegahnya pergi. Alex menoleh dengan perasaan jantungnya yang berdegup kencang saat Keira mencegatnya pergi.


"ya?".


"uhm… maukah kau memelukku tidur malam ini sampai aku tertidur?. Aku susah tidur jika berada di tempat yang asing bagiku". Ucap Keira mengalihkan pandangannya jauh dari Alex karena tidak sanggup untuk melihat ekspresi wajah Alex saat ia meminta untuk ditemani oleh Alex karena ia masih malu untuk memandangnya.


"uhm… tentu saja". Ucap Alex dengan pipinya yang menjadi merah merona karena mendengar permintaan Keira.


malam itu, Alex berbaring bersama dengan Keira sambil memeluk gadis itu.


"tidurlah. Aku akan menemanimu"Ucap Alex seraya mengelus rambut Keira yang dibalas dengan sebuah anggukan kepala Keira dan memeluk Alex karena merasakan kenyamanan dan kehangatan Alex.