The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 104 : The Orign Octopus I



Sementara di kediaman Keira sedang ada bumbu-bumbu persaingan antara Saudara dengan pacar, di kediaman Silvana terdapat bumbu-bumbu penasaran Noah yang melihat Si gurita Jantan milik Tania 🐙 mengetik sesuatu di Laptop Silvana dan kemudian gurita bernama Blop itu lansung menari lagu Macarena.


Yah, karena peliharaan Tania bisa membaca, sudah pasti bisa mengetik dan melihat sesuatu di komputer atau laptop hanya saja, mari berharap agar si gurita tidak menonton kelompok Blue film karena...


kasihan nanti otak suci sang gurita ternodai apalagi kasihan istrinya Plop.. wadidauh 😂


"Noah, kau sedang melihat apa?". Tanya Silvana yang menyadari bahwa Noah tidak menyentuh teh buatannya karena pandangan Noah sibuk melihat sesuatu.


"aku melihat gurita temanmu itu. Selain bisa bertahan lama di darat, tidak kusangka gurita itu selain bisa membaca, ia bisa mengetik laptop dan menari lagu... Macarena??".


"ya begitulah. Sungguh aneh tapi nyata'kan. Kau tidak akan menyangka bagaimana bisa Tania bertemu dengan gurita-gurita itu".


"kau tahu?".


"tentu saja aku tahu. Aku ada di sana waktu itu".


Silvana mulai mengingat-ingat bagaimana sahabatnya waktu itu bisa memelihara gurita yang dia beri nama Blop dan Plop


''hm, Cerita ini akan sangat panjang. Waktu itu kami baru berusia lima belas tahun, saat itu aku, Keira dan Tania sedang…".


(Alkisah setahun yang lalu…)


''ingat ya, satenya jangan ditusuk-tusuk". Ucap Tania kepada seorang pelayan cafe yang mencatat pesanannya yang memasang wajah keheranan dengan pesanan Tania.


"ng… baiklah"😓 Setelah mencatat pesanan ketiga gadis itu, pelayan itu pergi meninggalkan mereka bertiga sambil membawa catatan pesanan mereka.


''hei Tan, Kenapa kau memesan sate domba tapi tidak ditusuk-tusuk?".


"asal tahu saja Keira, ditusuk-tusuk itu sakit lho dan sakitnya itu seperti melihat mantan jalan sama dengan pasangannya".


lah. Kenapa kau tidak memesan steak saja jika kau merasa melihat sate itu sesakit melihat mantan??😧 Pikir Keira yang mendengar alasan yang tidak maksud diakal baginya.


"kau masih merindukan mantanmu yang kelima?".Tanya Keira saat Kata Mantan masuk dalam ucapan Tania.


"tidak. Aku tidak merindukan mereka. Seperti kata orang, buanglah mantan pada tempatnya. Buat apa memikirkan sesuatu yang sudah dibuang.


Laki-laki gampang banget mencari yang baru sedangkan perempuan bernangis-nangisan memikirkan cinta yang kandas.


Sebagai seorang perempuan, kita jangan mau kalah. Sebagai seorang perempuan harus bersenang-senang ria walaupun baru saja patah hati untuk menghibur hati. Lagipula, banyak laki-laki di dunia ini. Mungkin mereka memang bukan jodoh kita saat putus dan mungkin saja laki-laki yang dipilih sebagai kekasih bukanlah orang baik.


Misalnya, apa untungnya memiliki kekasih matre?. Yang ada uang jajan kita selama sebulan bakalan habis demi senangin si dia". Ucap Tania yang mengemukakan pendapatnya tentang mantan dengan perasaan senang karena dia masa bodoh dengan mantan.


Mungkin karena Tania sudah memiliki pengalaman dalam pahitnya cinta atau dia memang masa bodoh dengan mantan.


"lalu, kenapa kau masih menyimpan kelima foto mantanmu? . Bukankah berarti kau masih merindukan mereka?".🤔


"Keira, menyimpan foto mereka bukan berarti aku merindukan mereka. Aku menyimpan foto mereka sebagai penolak kesialan. Siapa tahu aku beruntung karena menggunakan foto mereka sebagai jimat penolak sial. Hahaha".


nah begini nih, jika yang satu merasakan pengalaman putus nyambung dan yang satu memiliki kekasih setia mengobrol. Orang yang tidak punya pengalaman sama cinta dikacangin. gerutu Silvana yang merasa diabaikan oleh kedua sahabatnya.


''pesananmu aneh banget Tania". Kata Silvana yang akhirnya bersuara Setelah mendengarkan percakapan kedua sahabatnya dan kesal diabaikan sama mereka hanya karena ia sendiri belum ada kisah cinta di dalam hidupnya.


"kau pun sama saja, kau memesan mie kuah Seafood tanpa kuah. Kenapa tidak memesan mie goreng seafood saja?".Ucap Tania yang menolak dianggap aneh sendiri.


"ah, benar juga".


"pelayan tadi sampai heran dengan pesanan kita". Kata Keira yang melihat wajah kebingungan pelayan tadi.


"benar tapi kau juga tidak kalah anehnya dengan pesananmu,Kei".


"lah, pesanan makananku kan normal-normal saja yaitu Steak daging, Tania."


"pesanan makananmu memang normal tapi minumannya? sejak kapan ada orang yang pesan smoothies mangga tanpa mangga?".


"ah…hehe."😅


Ketiga gadis itu tertawa bersama menertawakan pesanan mereka yang absurd itu hingga tidak lama kemudian pelayan lain membawakan pesanan mereka termasuk sate domba kari pesanan Tania dengan lidi sate disisihkan, mie kuah Seafood tanpa kuah pesanan Tania dan smoothies mangga tanpa mangga pesanan Keira.


Mereka bertiga menikmati pesanan makanan dan minuman mereka hingga Tatapan Tania tertuju pada tiga orang gadis manusia yang duduk dimeja seberang mereka yang di datangin oleh tiga orang laki-laki manusia yang berpakaian jas mahal.


"Hah? maksudmu??".Baik Keira maupun Silvana tidak mengerti maksud ucapan Tania.


"lihat di belakang kalian. Tiga gadis genit dengan tiga laki-laki kaya. Aku jamin hubungan mereka tidak akan bertahan lama".


"hei, jangan berkata be-".


"Tunggu dulu. Aku kan minta kau menceritakan tentang asal muasal gurita itu. Kenapa cerita yang kau katakan tidak sinkron?".Tanya Noah yang menghentikan cerita Silvana karena ia merasa cerita yang dibawakan oleh Silvana bukanlah cerita yang dia mau.


"oh. Tapi memang sinkron lho. Biar kusingkat saja cerita awalnya. Saat itu, Tania berkata…''.


(Alkisah setahun yang lalu… lagi?)


"hei, kalian tahu bahwa suatu kekayaan itu merupakan sesuatu hal yang tidak abadi. Walaupun kaya tujuh turunan, jika kekayaan tidak diolah dengan baik, dihambur-hamburkan, memilih pasangan tamak, dan angkuh, sudah pasti kekayaan itu akan menghilang juga.


Mungkin lebih baik jika seseorang yang kaya tapi pura-pura miskin di hadapan semua orang. Karena dengan kesederhanaan itu, mereka akan tahu siapa teman dan pasangan yang sejati dan siapa teman dan pasangan yang hanya memandang semua orang dengan kekayaan dan derajat yang dimiliki oleh orang itu".


"ooooh…" Baik Keira dan Silvana menyetujui dengan ucapan Tania yang ada benarnya juga.


"selain itu, seharusnya seorang perempuan itu tidak boleh menanyakan kekayaan dan asal laki-laki. Ia seharusnya bertanya…".


"bertanya apa, Tan?". Tanya Silvana yang penasaran sehingga sebuah senyuman jahat terukir di wajah Tania. Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan gadis itu.


"hihi, seharusnya kita bertanya kepada laki-laki, berapa ukuran zona terlarang mereka".


"ukuran zona terlarang? apa itu?". Tanya Keira dengan polosnya bertanya sehingga senyuman jahat Tania semakin terukir saja


"zona terlarang itu… hehe… adalah, hehe... p***".


PURFFFFT!!.


Keira dan Silvana terkejut mengetahui dari Tania bahwa yang dimaksud Tania adalah sesuatu yang berhubungan dengan bagian sensitif laki-laki yang dikenal dengan sebutan zona terlarang.


Mengetahui itu, membuat kedua gadis polos itu menyemburkan makanan mereka yang baru saja mereka kunyah.


"Aish, kalian jorok ah".😂 Ucap Tania dengan entengnya sedangkan Kedua gadis itu melotot tajam ke Tania karena berkatnya, kedua gadis itu Kehilangan selera makan mereka.


"Kau yang jorok Tania!. Bagaimana bisa kau berkata begitu pada saat makan!?".Keira merasa kesal pada Tania yang memasang wajah bodoh di depannya.


"yah!. Selain itu, perempuan mana yang akan bertanya hal begituan Kepada laki-laki?!!". Ucap Silvana menatap Kesal Tania.


"disini". Tania menunjuk dirinya sendiri yang membuat Keira dan Silvana bungkam.


''ng, apakah kau selalu bertanya tentang hal itu kepada setiap laki-laki?''.😧


''tentu saja Kei.😃 tidak hanya itu, aku juga bertanya kepada mereka apakah mereka sudah pernah melakukannya atau tidak?. Sudah berapa kali mereka melakukannya, yah semacam itulah".


DOEENG!.


''Kei, kau tahu'kan bahwa diantara kita bertiga, Tania yang paling banyak didekati laki-laki manusia tapi dari riwayat permantananya hanya sampai lima dan Tania belum ada laki-laki lain didekatnya sampai sekarang.


Mungkinkah dia benar-benar bertanya tentang apa yang dikatakannya kepada mereka,Kei?".Bisik Silvana


" kurasa benar deh. lihat saja mata Tania yang berbinar-binar itu. Tapi aku salut padanya, dia berani bertanya hal yang tabu itu kepada laki-laki. Aku saja tidak berani bertanya tentang hal itu kepada Elias walaupun aku penasaran". Bisik Keira yang membuat pipinya menjadi merah merona karenanya.


"aku ke kamar mandi dulu ya".


"aku ikut Tan".


Segera Tania dan Silvana bangkit dari kursinya lalu berjalan ke arah Toilet akan tetapi langkahnya terhenti saat di depannya terdapat sebuah akuarium yang berisi sepasang makhluk kecil yang dikenal memiliki tiga Jantung dan bertangan delapan sedang berenang lalu tatapan kedua makhluk itu bertemu dengan tatapan mata Tania yang takjub.


"Wah, Cumi-cumi?".


''ng… ini gurita Tania. Gurita".😅 Ucap Silvana yang meralat nama makhluk hidup yang sedang menatap Tania itu.


"Gurita?". Tanya Tania yang baru pertama kali bertemu makhluk hidup yang bernama gurita.: