The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 218 : About Emery



"Danny, kamu marah?".


"marah?".


"eh malah balik tanya, kenapa saat aku menyebut nama Emery, kenapa kau terlihat marah??".


"aish, bagaimana tidak, pasti dia yang telah membuatmu koma dulu'kan? ".


Pufffft


" kenapa kau terlihat ingin ketawa? aku serius marah, Tania''.


"habis, kau marah pada orang yang kurang tepat".


"huh".Danny menjadi Bingung dengan maksud ucapan Tania barusan.


"begini, kau pasti pernah mendengar kematian kakakku'kan?".


"yah. Aku mendengar bahwa dia akan bertunangan dengan seorang gadis yang baik namun acara itu menjadi bencana karena serangan vampir dan kakakkmu…". Danny tidak sanggup menyelesaikan kalimat yang terakhir. Saat melihat raut wajah Tania yang sedih karena mengingat kematian saudaranya membuat Danny tidak sanggup mengatakannya, apalagi Tania baru mengetahui Kematian Elias saat dia baru bangun dari tidur panjangnya.


Sungguh menyakitkan mengingat saat terbangun dari tidurnya yanga panjang, dirinya telah menyadari bahwa saudara yang dia miliki sekarang hanya Cio seorang.


Danny menggenggam tangan Tania, Tania kaget saat Danny menggenggam tangannya dengan kedua tangannya.


"kau bisa memelukku Tania, aku berharap rasa sedihmu bisa berkurang dan terlewati walaupun aku tidak bisa berjanji bahwa rasa sedih akan kehilangan akan hilang namun, aku yakin bahwa kau akan bertahan apalagi banyak yang menyayangi dirimu, Tania... ". Danny menghibur Tania, gadis itu tersenyum haru saat Danny menghibur dirinya.


"terimakasih… Daniel. Aku menghargainya". Pipi Danny menjadi merah merona saat melihat Tania tersenyum.


"mengenai gadis yang kau maksud, kau pasti tidak tahu siapa dia'kan?".


"sayangnya tidak".


"tapi kau pernah bahkan sering bertemu dengannya".


"eh? siapa dia??? ".


"gadis yang merupakan kekasih kakakku dulu adalah kekasih Alex".


"kekasih Alex… tunggu?! itu berarti… Keira???!!".


"yah. Mengenai Emery, kau sudah tahu bahwa dia adalah mantan Silvana. Saat penyerangan itu terjadi, aku mencegah Silvana betarung melawan Emery bahkan akulah yang melawan Emery sampai dia terluka parah dan aku hampir membunuhnya.


Akan tetapi, saudaranya yang sialan itu malah menyelamatkannya dan membuatku terluka parah sampai pada akhirnya, aku dan Emery Sama-sama mengalami koma". Tania menghela nafasnya lalu melanjutkan kalimatnya yang sempat terjeda.


"Tapi sekarang aku sudah membalas dendam ku pada orang yang membuatku koma, hihi".


"kau menghabisi saudaranya?".


"yup. Apa boleh buat, bangsa kami selalu bermusuhan dengan bangsa vampir. Jadi, tidak mengherankan keluarganya pasti akan membalas dendam padaku terutama ayahnya, ia pasti akan membalas dendam padaku karena aku telah menghabisi putranya".


"itu tidak akan pernah terjadi".Ucap Danny tegas.


"heh?".


"aku pasti akan melindungimu, tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu". Ucap Danny dengan tegasnya ia akan melindungi gadis itu. Tania yang mendengarnya hanya terperangah.


"mungkin lebih tepatnya, aku yang melindungimu, bodoh. Kau adalah manusia, melawan mereka yang makhluk supernatural sendiri sama saja mencari mati. Hanya bangsa werewolf seperti aku yang bisa karena kami jugalah makhluk supernatural".Tania mengingatkan pada Danny siapa yang akan dilawan dan siapa Danny.


"memangnya kenapa kalau aku manusia?". Danny menatap tajam Pada Tania lalu gadis itu kaget saat Danny mendekapnya dalam pelukannya.


"hei, le-".


"aku memang tahu bahwa aku adalah manusia, memangnya kenapa?. Kekuatan itu tidak bisa diukur berdasarkan siapa kita, tidak peduli baik manusia ataupun Werewolf.


Melawan seseorang tidak hanya memakai fisik tapi juga otak. Jika fisik aku tidak mampu makan aku akan memakai otak dengan menggunakan kelemahan mereka. Selain itu, aku ini tidak lemah tahu, mungkin kau tidak tahu aku pemegang sabuk hitam karate dan aku telah menjuarai 56 kejuaraan karate".Danny meyakinkan gadis itu dan menyombongkan kemampuan yang tidak diketahui oleh Tania. Ia melepaskan pelukannya pada Tania lalu memegang pipi gadis itu.


"Untuk itu, jangan khawatir panglima. Aku pasti akan menjagamu".


"aish, kau memang keras Kepala".


Tapi, untuk apa dia melindungiku? bukan berarti aku khawatir, hanya saja… Tania tidak tahu apa yang dipikirkannya sekarang, perasaannya menjadi aneh saat bersama dengan Danny. Ia tidak tahu apa namanya yang jelas, ia belum siap mengakuinya.


"…mungkin karena ketakutanku…".


"ketakutan?".


"Aku bukan takut Silvana tidak bisa melawannya, aku takut Silvana dibawa pergi olehnya.


Saat dulu Silvana bersama dengan orang itu, aku tidak setuju bukan karena dia vampir, tapi aku merasa ia memiliki sifat lain yang tidak dia tunjukkan pada Silvana".


"Sifat lain?".


"saat aku menatap matanya, aku bisa melihat cinta di matanya untuk Silvana namun selain itu, aku merasakan rasa obsesi yang kuat".


"huh?"


"mungkin menurutmu aneh yah. Saat itu mungkin hanya perasaanku saja sehingga aku tidak mengatakan apapun baik pada Silvana maupun Keira maupun siapapun.


Namun, sorot matanya saat kami bertatapan terlihat rasa menusuk, cemburu, rasan dingin yang mencekam. Seakan-akan tatapan matanya itu berkata beraninya berbicara pada Silvana. Dia milikku, jika dia menatap seseorang dan tersenyum seharusnya itu untukku.


Seakan-akan, ia merasa aku bukanlah teman Silvana tapi musuh yang mendekati sesuatu yang berharga baginya. dan semakin ia bersama dengan Silvana rasanya sangat menyesakkan.


waktu Silvana bersama dengan kami menjadi berkurang...


aku paham mengingat dia sudah memiliki pasanga tapi rasanya sungguh aneh jika saudaranya kehilangan waktu bersamanya.


Saat aku bertanya, Silvana mengatakan Emery ingin selalu bersamanya. Selalu begitu...


Mungkin aku cemburu karena Silvana lebih banyak menghabiskan waktu orang itu daripada kami yang sudah bersama dari kecil.


dan rasa ketidaknyamanku dengan Emery semakin besar. Aku merasa cintanya tidak sehat.


Hingga pada akhirnya… kejadian itu…


Saat aku melawannya, aku bertanya mengapa ia melakukan itu...


(Flashback…)


...Setahun yang lalu…...


"kenapa… kenapa kau melakukan ini!? mengapa kau turut andil dalam penyerangan ini?. Bukannkah kau mencintai Silvana?!".Tania meninggikan suaranya Sambil mencengkram kerah Emery, ia bertanya pada Emery yang telah terluka karenanya.


Emery menatap gadis itu. Ia memicingkan matanya dan tersenyum licik saat gadis itu meminta jawaban.


"… Silvana. Aku melakukan ini untuknya. Aku tidak tahan saat ia tersenyum pada kalian daripadaku. Aku!.


Dia milikku!. Tubuh, hati, jiwanya adalah milikku. Aku akan melakukan apapun untuknya walaupun aku harus meninggalkan keluargaku, bangsaku!".


Ck! dia sinting!!. Bagaimana bisa Silvana mencintai orang sinting seperti dia!? . Pikir Tania.


"jadi, kau berniat meninggalkan bangsamu huh. Setidaknya Silvana bisa tenang saat kau meninggalkannya".


"siapa bilang aku akan meninggalkannya?".Sebuah seringai kejam muncul diwajah Emery.Tania bergidik ngeri melihatnya.


"apa maksudmu?".


"jika aku pergi, maka dia harus ikut denganku. Jangan harap aku akan meninggalkannya, aku akan membawanya pergi dari kalian semua walaupun dia tidak mau".


"kau!!!. Bajing@n sialan!!!".


...BUUUGGH...


...( Flashback end... )...


"hal yang aku ingat, aku menghajarnya habis-habisan sebelum saudaranya menyerangku pada akhirnya".Ucap Tania lirih sembari mengarahkan pandangannya kepada Noah yang masih tidur dibalik tirai.


"Noah… aku berharap kau adalah pasangan sejati Silvana… aku minta maaf karena tidak berhasil menghabisi orang yang telah menghajarmu kemarin...


Tapi aku akan berjanji, selama kau mencintai Silva, aku akan berusaha melenyapkan orang yang menjadi penghalang hubungan kalian"Tania membungkukkan badannya dihadapan Tirai itu lalu melangkah pergi ke luar dengan Danny yang mengikuti dirinya pergi.


aku barusan dengar pembicaraan apaan?.