
sementara Keira bertanya-tanya tentang Twinsbells, sementara itu di Twinsbells, cafe itu benar-benar ramai sesuai dengan perkiraan Dion.
Efek samping dari beredarnya berita Keira dan Alex disekolah, sebagian besar murid-murid sekolah SMA Fallen datang ke Twinsbells.
Ada yang pesan bawa pulang, ada juga yang makan di Twinsbells sehingga tempat itu ramai dan untungnya sesuai janji Alex, ia akan mengirimkan beberapa orang untuk membantu Dion, dan kedua gadis itu selama Keira pergi bersamanya.
dan tidak disangka Alex mengirimkan lima model pakaian renang untuk menjadi pelayan sementara. Para Siswa atau pengunjung pria lainnya sangat bahagia melihat mereka dan Dion bahagia mendengar suara mesin kasir yang terus berbunyi.
"woaahh, Alex memang luar biasa,yah. Dion".Ucap Silvana saat Dion menghampirinya dari dapur ke mesin kasir.
"benar Silva. Mungkin jika kita membiarkan Alex membawa Keira pasti akan terus begini".
"tapi jangan terlalu sering. Kami membutuhkannya sebagai pemimpin wilayah Utara".
"aku tahu. Ngomong-ngomong, dimana Tania?
aku tidak melihat dia".
"oh, dia disitu. Sedang merengut, entah apa yang membuatnya begitu".
Tunjuk Silvana ke sudut cafe.
Di sudut itu, Tania berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada dan memasang ekspresi wajahnya yang sebal dan cemberut.
Melihat Tania begitu, Dion menghampirinya.
" Ada apa Tania? Mengapa wajahmu cemberut begitu?".
"siapa yang cemberut? aku enggak cemberut kok".
Bagaimana aku bisa mengatakannya padamu bahwa aku tidak suka dengan model-model yang dikirimkan Alex untuk membantu kita karena mereka memiliki boing-boing besar, sedangkan aku.....π
"jika kau tidak cemberut, Mengapa wajahmu terlihat masam begitu?".
"uhm...aku kangen Keira". Jawab Tania berbohong kepada Dion. Ia merasa malu jika Dion sampai tahu mengapa ia sampai cemberut seperti tomat benyek.
"oh, kangen Keira, yah".
Aku kira karena cemburu melihat dada model-model yang begitu montok itu.
tapi, bukankah kita selalu Bertemu dengannya setiap hari?.
"mengingat Keira... dia dan Alex sedang apa, yah sekarang?".
Sementara itu...
"tempat apa ini?". Tanya Keira saat ia turun bersama dengan Alex ditempat sebuah gedung bergaya clasic dan mewah dengan tulisan La Cinema.
"Bioskop".
"bioskop? ngapain?".
"yah nonton dong. Masa buat makan".
"aku tahu kegunaan bioskop. Yang aku tanyakan buat apa kau membawaku kemari?".
"kita nonton bareng".
"heh?!. Kenapa kau tidak nonton di rum-".
"ayo, ikut saja". Alex menggaet tangan Keira dan membawanya masuk sebelum Keira berbicara panjang lebar.
di dalam bioskop yang besar itu, Keira Melihat-lihat lima sampai enam judul film yang akan tayang siang ini di mading bioskop
tempat ia berada. Ada bermacam-macam genre dalam film-film yang akan diputar dari genre romantis, action atau komedi namun ia tidak tahu film bergenre apa yang akan dipilih oleh Alex.
"ada apa Keira? kau kelihatannya tidak senang. Apakah kau tidak menemukan film yang kau inginkan?".
"hm... sayangnya begitu".π
"kau ingin nonton film apa, Keira?".
Apakah yang bergenre romantis? sangat menyenangkan jika benar. Pikir Alex yang berharap dugaannya tepat apalagi dia sudah membooking sebuah kelas Premier di bioskop itu sebelum ia kemari. menonton film romantis di sebuah kelas Bioskop Premiere yang khusus tidakkah begitu indah?.
"Cartoon. Aku mau nonton film bergenre itu".
Huh?! cartoon?!. Yang benar saja, kenapa di hari pertama kalinya kencan sebagai pasangan, kau malah menonton film genre kartun itu?!. pikir Alex. Ia sungguh tidak mengira sama sekali bahwa Keira akan berharap menonton film genre Kartun walaupun ia pernah mendengar entah dari mana bahwa melihat film yang lucu seperti cartoon sangat menyehatkan psikis dan percintaan.
"sayang sekali genre yang kau cari itu belum ada karena ini hari bersekolah. Coba nanti kita datang lagi di hari libur sekolah, pasti akan ada film bergenre yang kau mau".
"Rahasia. Yang penting kau harus tahu bahwa aku telah mempersiapkannya untukmu. Nah, ayo ikut". Alex menggaet lengan Alex. Keira mengikuti langkahnya walaupun dia penasaran tapi sebuah pertanyaan terbesit di pikiran Keira saat ia menyadari bahwa Alex melewati tiga ruang studio kelas reguler yang sedang menayangkan film-film hari ini.
"Hei Alex. Kenapa kau melewati ruang itu?. Bukankah kita akan menonton film diantara di
tiga tempat itu?".
"maksudmu menonton film di kelas reguler? yang benar saja. Menonton film di kelas yang setara dengan orang-orang biasa bukanlah gayaku".
Hmrp! sombongnya.
"Jadi kau mau nonton filmnya di kelas apa?".
Alex tidak menjawab pertanyaan Keira sama sekali melainkan ia membawa Keira ke suatu tempat. Bahkan Keira mulai kesal saat Alex melewati stan makanan.
Aish. Alex ini membawaku kemana sih?!. Malah melewati stan makanan tanpa beli apa-apa lagi!. Padahal aku tidak makan apapun dari sekolah gara-gara dia.
"Woi, Alex!".
"kita sudah sampai". Ucap Alex yang akhirnya menghentikan langkahnya. Mereka berdua telah sampai di depan pintu yang besar dan berbingka emas. Keira melihat sebuah plakat berwarna emas di samping pintu itu dan terkejut saat membacanya.
Huh? Kelas premier Velvet?!. Ternyata dia mengajakku ke sini. tapi tunggu? Apa itu kelas Velvet?.
"Selamat datang tuan muda Alex. Kami berharap anda akan menyukai pelayanan kami". Ucap Seorang manager di La Cinema.
"yah selama pacarku senang akupun juga ikut senang. Bukan begitu'kan sayang?".
Dasar. dia ini memanglah benar-benar. Ucap Keira secara batin sehingga ia menatap Alex dengan wajah yang bete.
"wah, kalian memang pasangan yang serasi.Semoga nona muda menyukai pelayanan kami di La Cinema".
"Ng.. terima kasih tapi kalau boleh tahu Velvet ini kelas apa? dalam premier?".
"huh?. oh ini. Velvet adalah kelas premier yang tertinggi dan paling mewah disini, nona muda. anda pasti akan suka. Apalagi tuan muda Alex sudah memesan satu kelas ruang Velvet demi kenyamanan anda sehingga cuma anda berdua yang akan menonton di kelas ini".
"setidaknya kita akan bebas rebahan nanti".
Huh? rebahan? apa maksudnya?.
Keira dan Alex memasuki tempat itu dan betapa terkejutnya saat ia mengetahui isi kelas Velvet.
Huh! pantas saja mengapa Alex berkata kita akan bebas rebahan nanti. Apalagi..... astaga! berarti cuma aku dan Alex disini.
Keira panik dalam pikirannya saat melihat kelas Velvet yang ternyata berjejer kasur-kasur, bukannya sofa bioskop pada umumnya yang dia ketahui selama ini.
dan tidak mengherankan ia tidak tahu bahwa kelas Velvet menawarkan studio dengan kasur yang lengkap dengan bantal, guling, bahkan selimut. Sehingga kelas ini sekaligus menjadi yang tertinggi dan termewah dalam ruang premier.
"apa kau sudah gila?!. Aku tidak mau disini".
Keira akan beranjak pergi saat mengetahui isi ruang kelas velvet tapi Alex keburu mencegatnya dengan menarik tangannya.
"hei, lepaskan aku". Pinta Keira tapi Alex tidak mendengarkannya melainkan ia mengajak Keira ke salah satu kasur yang ada di tempat itu seakan dia pura-pura tidak mendengarkannya.
"nah, kurasa disini tempat yang cocok untuk kita nonton". Ucapnya lalu Alex mendorong pelan Keira di atas kasur yang telah dipilih oleh Alex.
"hei! ka-".
"ssssssstttt! diamlah dan jangan berisik. Ini bioskop dan kita tidak boleh berisik". Ucap Alex sembari menempelkan jari telunjuknya ke bibir Keira yang mungil dan mengedipkan mata kirinya dan..... tersenyum nakal.
Astaga... saat kakak pernah berkata bahwa laki-laki itu seperti Serigala aku tidak mengerti namun sekarang aku sudah mengerti maksudnya saat melihat wujud Serigala di hadapanku ini.
dia ini sungguh benar-benarπ΅π΅π΅
------------------------------------------------------------------------
NB:
hehehehe...di bioskop, cuma berdua di kelas premier, apa lagi suasana pencahayaan akan remang-remang saat film dimulai, ditambah
juga ada kasur didalamnya.
siapa yang tahu apa akan mereka lakukan dibalik kelas yang pintunya telah ditutup rapat itu, Siapa yang tahu?.
Mari berharap para pembaca tidak terbakar karena memikirkan apa yang akan mereka lakukan di dalam sana.
Hehehe πβοΈ