The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 123 : Bird? or...



"pe##s?!" pekik Keira dan Silvana secara bersamaan dan saling memandang satu sama lain saking tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan dari suara Hara. Terlebih lagi, wajah mereka berdua menjadi merah karena mendengar nama bagian tubuh yang merupakan milik kaum laki-laki sejak dulu alias reproduksi.


Yah… Tania menggambarkan burung namun bukan burung biasa, melainkan digambarnya sesuatu yang terlihat dari jauh seperti sebuah tiang berdiri tegap dengan gundukan semak-semak dibawahnya tapi jika diperhatikan lebih dekat dapat diketahui bahwa yang digambarkannya adalah milik laki-laki yang dikenal dengan sebutan zona terlarang dan gundukkan semak-semak itu, yah… hehe.


"Pe##s?!!"


"Ssst!". Kedua gadis itu langsung menutup mulutnya Dion yang telah meninggikan volume suaranya karena mendengar apa yang dikatakan oleh Keira dan Silvana mengingat ada beberapa murid SMA Fallen yang berjalan melewati mereka dan saat Dion menyebutkan nama yang merupakan barang miliknya yang dibalik celananya itu.


Sementara itu…


"n-na-nak, kau yang menggambar i-ini?". Tanya Antonia yang tidak menyangka sama sekali.


"yup. Guru menyuruh untuk menggambar burung jadi aku menggambar burung".


"tapi itu yang dimaksud oleh gurumu adalah hewan yang bisa terbang dan punya sayap. dan ini bukan burung 🐦 tapi… tap-tapi…. aaa".Ucapan Antonia terbata-bata bahkan ia tidak sanggup untuk menyelesaikan ucapannya itu karena dia sangat malu mengatakannya dihadapan guru dan kepala sekolah.


''tapi apa?".


"Hara, jelaskan padanya". Antonia mengalihkan penjelasan kepada suaminya agar putrinya mengerti mengingat suaminya merupakan laki-laki


"ee~m… begini Tania wahai putriku yang super polos. pengertian burung itu sangat berbeda. Burung adalah hewan yang bisa terbang karena memiliki sayap sedangkan burung yang kau gambar ini-".


"Ya yah, Tania tahu kok. Yang Tania gambar ini merupakan sebuah alat yang digunakan untuk coblos mencoblos zona nyaman dan kalau gol, maka bayi bakalan lahir seperti papa rajin main coblos mencoblos sama mama hingga kami lahir yah walaupun aku dan Cio tercipta tidak sengaja sih".😒 Ucap Tania memotong penjelasan Hara sambil memberikan tatapan mata sinis terhadap Ayah ibunya karena teringat dengan ucapan Hara sepuluh tahun yang lalu.


(Flashback…)


sepuluh tahun yang lalu di kediaman Rhyes…


''mama mama! aku dan Cio bisa ada di dunia ini bagaimana sih ma?''. Tanya Tania dengan polosnya sehingga Antonia dan Hara Langsung terbatuk-batuk karena pertanyaanya.


''ng… itu…"😅💦 Antonia Sangat bingung bagaimana caranya untuk menjelaskannya kepada putrinya itu sehingga ia melirik ke Hara yang disebelahnya untuk mencari solusi cara menjelaskan tentang bagaimana caranya Tania dan Cio bisa ada di dunia ini.


"serahkan saja kepadaku".😉👍 Ucap Hara sambil mengedipkan sebelah matanya.


"nah papa yang akan menjawab pertanyaanmu sayang". Kata Antonia.


"jadi darimana pa?"😃


"begini wahai putriku yang super polos, waktu itu mama dan papa lagi sedang asyik melakukan coblos mencoblos di tempat tidur tapi ternyata ****** yang papa pakai rupanya bocor jadi kalian lahir deh".😄 Ucap Hara dengan jujurnya mengatakan semua itu kepada anak yang berusia enam tahun.


😨 (Ekspresi Antonia).


"Hara! Mengapa kau mengatakan hal begituan kepada putri kita, dasar bodoh!?. Papa bodoooooh!".


BLEETAAK


BLEETAAK BLETAK


(Flashback end…)


" ketidaksengajaan juga berkah lho, nak".🙄🙄 Kata Hara dan Antonia yang menghindari tatapan mata dari Tania dengan pipi yang berubah menjadi merah merona karena mendengar kata-kata yang terucap dari Mulut putri mereka bahkan pipi kepala dan sang guru menjadi merah mendengar Tania yang mengungkapkan bahwa Hara rajin main begiuan dengan Antonia.


"lagipula, kenapa pe##s disebut orang-orang dengan sebutan burung padahal itu gak bisa terbang atau ngepakkan sayapnya bahkan punya sayap?". Tanya Tania dengan rasa penasaran mengingat ia adalah seorang gadis yang polos dan membingungkan.


"iya juga ya. Kenapa disebut orang-orang sebagai burung?".


"kenapa kau bertanya begituan kepadaku? mana aku tahu. Kau kan laki-laki, kalian para laki-laki pastinya tahu'kan?!". Antonia mendengus kesal karena ia tidak habis pikir dengan Hara yang bertanya hal begituan kepadanya.


"hehe 😅 ng kepala sekolah tahu enggak?". Tanya Hara kepada kepala sekolah yang dijawab dengan mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya.


Sementara itu…


"hei, kenapa wajah kalian berdua menjadi merah? apa yang kalian dengarkan?". Tanya Dion Ketika melihat wajah Keira dan Silvana menjadi merah seperti tomat.


"ng… tidak ada apa-apa". Jawab Tania dan Silvana secara serempak.


jika Dion ditanya mengapa zona terlarang disebut sebagai burung, ia pasti tidak tahu. Hadeh… Pikir Keira dan Silvana secara bersamaan.


"hei kalian mau kemana?". Tanya Dion saat Keira dan Silvana sama-sama memutuskan untuk pergi namun tidak dijawab mereka dan ia juga tidak tahu bahwa mereka berdua tidak sanggupgup untuk mendengarnya lagi sehingga mereka memilih meninggalkan tempat itu dan mau tidak mau Dion mengikuti mereka pergi.


Beberapa saat kemudian, Tania, Hara dan Antonia keluar dari ruang kepala sekolah namun mereka diam tidak mengatakan apapun melainkan suami istri itu mengikuti Tania yang tenang tanpa ada beban sedangkan mereka sendiri tidak tahu harus berkata apa terutama siapa yang berhak disalahkan?. Guru kesenian yang tidak menjelaskan secara detail mengenai objek apa yang harus digambar kepada muridnya?. Atau sang orang tua yang bingung menjelaskan tentang nama lain dari zona terlarang dan zona nyaman.


Mereka berjalan dan berjalan hingga akhirnya mereka sampai di tempat pasangan Rhyes memakirkan mobil di pakiran mobil.


"oh ya Tania, mama dan papa mau memberitahukan sesuatu lho".


"oh, apa itu?". Tanya Tania saat mendengar bahwa Hara akan memberikan sebuah kabar untuknya.


Baik Hara dan Antonia saling pandang satu sama lain dan tersenyum lalu memandangi putri tunggal mereka yang berusia enam belas tahun itu dan ingin sekali mengatakan bahwa sebentar lagi ia akan memiliki adik lagi dan Cio, Saudara kembarnya akan menjadi seorang kakak dan ia tidak akan menjadi anak bungsu lagi.


Sebenarnya apa sih yang akan dibicarakan oleh papa mama?.😑 Tersenyum-senyum sendiri begini?.😐 Apakah karena masalah gambar tadi dan ceramah kepala sekolah membuat mereka hilang akal?.😓


Pikir Tania yang melihat Kedua orang tuanya tersenyum senyum sendiri.


Sementara itu di perpustakaan SMA Fallen…


''apa kau sudah menemukannya, Sil?". Bisik Keira menanyakan kepada Silvana apakah ia sudah menemukan sesuatu yang mereka cari di dalam buku.


"sayangnya belum". Jawab Silvana berbisik sambil menutup buku yang dia buka dan cari sebelumnya yang bertemakan tentang burung


''hm, ayo kita cari lagi. Kita pasti bisa menemukan Mengapa itu disebut dengan burung''.