The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 197 :



...U i u aa jeng jeng wala wala beng beng......


...U ini u aa -...


...PIP...


Ugh! siapa sih yang sedang menelepon dihari minggu ini sih?. Malah tak bernama lagi. Gerutu Tania dalam batinnya karena ada telepon dari seseorang yang fix mengganggu tidur pulsanya di hari minggu jam tujuh pagi. Padahal Tania berniat untuk tidur seharian mengingat rutinitas hidupnya lumayan berat dari sekolah, membantu Dion, latihan, mengawasi wilayah Utara sebagai wakil sangat Alpha dengan segala tanggung jawab.


"Halo? 😑 siapa ini?. Awas saja jika menawarkan pinjaman Online". Dalam keadaan belum terbangun seluruhnya dari tidurnya, Tania yang matanya masih merem bertanya kepada seseorang yang telah mengganggu dirinya tidur pulas di pagi hari.


"Haha, siapa yang mau menawarkan pinjaman Online, Tania?. Ada-ada saja kamu ini". Jawab si penelepon.


Seketika Tania yang keadaannya masing setengah tidur kini benar-benar terbangun. Matanya langsung melek seketika ketika mengenali suara si penelepon dan ia pun tahu siapa dia.


"Danny?? kaukah ini?".


"yep. Siapa lagi laki-laki yang memiliki suara yang menenangkan yang menghubungi dirimu pagi-pagi?. Pastinya aku". Ucap Danny sambil menikmati secangkir kopi di pagi hari di teras. Masih mengenakan piayama, ia menikmati pagi hari dengan secangkir kopi yang dihidangkan oleh Butler untuknya dan membaca sebuah koran yang baru pagi ini.


^^^"kau sudah sarapan?". Tanya Danny.^^^


"kau menghubungiku pagi-pagi sampai tidur nyenyakku terganggu hanya untuk bertanya aku sudah sarapan?🤨.


Kau ini benar-benar. Selain itu, darimana kau tahu nomorku?". Gerutu Tania dan ia pun bertanya darimana Danny tahu nomor ponselnya sedangkan Tania yakin bahwa dia tidak memberikan nomor ponselnya sama sekali kepada manusia lainnya selain Dion.


^^^"Tahu darimana?. Tentu saja aku tahunya dari orang tuamu. Mengkhawatirkan anak mereka yang berada di tempat orang lain pastinya akan membuat mereka menitipkan ponsel milikmu padaku.^^^


^^^Otomatis, aku tahu nomormu dan memasukkan nomorku padamu. Yah, walaupun aku lupa mencantumkan namaku".Ucap Danny tersenyum mendengar gerutuan Tania.^^^


Ck, Dasar orang tua pengkhianat. Tania merasa kesal kepada kedua orang tuanya dalam batinnya padahal Hara dan Antonia tidak tahu menahu tentang apakah mereka boleh menitipkan ponsel miliknya kepada orang yang menurutnya sangat menyebalkan atau tidak.


Terlebih lagi, mereka juga tidak tahu bahwa dia hanya pura-pura amnesia.


"sekarang kau mau apa menghubungiku?".Tanyanya bete.


^^^"kau ada waktu kan?".^^^


"huh? untuk apa?🤔".


Yah, dia pasti lupa. Pikir Danny.


^^^"kau ini sedang apa sekarang?". Tanya Danny.^^^


"hmm…".


sekarang ini aku sedang menggaruk ketiak karena gatal. Tapi tak mungkin pula aku mengatakannya kepadanya.


"Sedang ti-".


Eee tunggu dulu. Aku tidak mungkin mengatakan padanya bahwa aku sedang tidak melakukan apa-apa padanya. Bisa-bisa dia akan mengajakku kencan apalagi aku sudah janji untuk menuruti permintaan anehnya itu walaupun aku tidak mau. Segera Tania tersadar maksud dari ucapan Danny sehingga ia pun mencoba mencari alasan untuk menolak permintaan Danny.


^^^"Halo? Tania, kau masih di sana?".^^^


"Oh, yah aku masih disini. Sekarang ini aku sedang war di ML sekarang ini". Jawab Tania bohong alias Mencari- cari alasan.


Apa? Dia tidak dengar dengan yang aku katakan ya?. Pikir Tania.


"hei, kan su-".


"Nanti aku top-up kan Diamonnya sampai 50 ribu diamond dan skin bagus yang kamu mau deh". Potong Danny dan langsung membujuknya dengan hadiah yang pasti tidak akan bisa ditolak oleh Tania.


"ok. Deal yah". Yah, Tania langsung mau setelah mendengar hadiah yang ditawarkan oleh Danny. Hehe, berniat menghindar tapi akhirnya terjebak karena iming-iming hadiah.


^^^"ok jam sepuluh ya. Aku akan menjemputmu".^^^


Ucap Danny dan setelah itu ia telah selesai menghubungi Tania.


"ehem".


"eh papa. Papa sejak kapan berdiri disitu?".Tanya Danny ketika menyadari bahwa Ayahnya Daslan telah memperhatikan dirinya menghubungi Tania dari jauh.


"Cie cie. Apakah kau sedang menghubungi dirinya?". Tanya Daslan sambil menggoda putra tunggalnya itu.


"siapa yang papa maksud?". Danny pura-pura tidak tahu siapa yang dimaksud oleh ayahnya.


"ayolah nak, siapa lagi kalau bukan putri manis yang merupakan putri Hara yang sempat memuji dada ibumu sayang".


"ih papa. Tentu saja papa tahu kalau aku menghubungi Tania. Siapa lagi".Jawab Danny dengan pipinya yang telah berubah menjadi merah muda.


"hahaha. Ah putra papa ini ternyata sudah besar. Waktu berlalu begitu cepat, akhirnya kau bisa menemukan gadis yang selalu kau bicarakan sejak kecil itu".


"hehehe. Menurut papa dan mama, bagaimana menurut kalian tentang Tania".


"yah, papa dan mama bisa melihat bahwa gadis itu sangat baik, manis, lucu, humoris lagi. dia pun juga anak yang jujur. Kami suka dengan anak itu menjadi pasanganmu walaupun dia bukanlah seorang manusia.


Apalagi setahun yang lalu kau sering mengunjungi dirinya saat dia- eh, apakah kau sudah mengatakan padanya bahwa kau sering mengunjunginya setahun yang lalu?".


"tidak. Dia tidak perlu tahu papa. Aku takut akan mengingatkannya bahwa dia koma dan kakaknya telah tiada, dia pasti akan sedih apalagi sebagai panglima merupakan sebuah tanggung jawab besar yang dipegangnya".Ucap Danny sedih.


"papa mengerti dan papa juga mama setuju untuk semua keputusanmu. Akan tetapi kau harus berhati-hati ya.


Kau tidak pernah tahu bahwa ada vampire disekitar kita baik kapan dan dimana terlebih lagi, Semenjak makhluk supernatural berbaur dengan manusia, dunia ini menjadi tempat yang tidak aman bagi kita yang merupakan hanya seorang manusia.


Kita tidak akan pernah tahu kapan kita menjadi mangsa dari bangsa vampire karena itu, Berhati-hatilah nak".


"aku tahu papa. Papa dan mama juga, aku selalu sekali membawa barang yang selalu kalian ingatkan untuk membawanya".


"bagus kalau begitu, barang itu akan melindungi kita dari makhluk penghisap darah itu".Ucap Dallas sambil memperhatikan bagian-bagian luar rumah yang telah tergantung beberapa bawang putih sebagai pencegahan bangsa vampire memasuki rumah mereka mengingat perusahaannya mendukung dan mensuplai persenjataan untuk bangsa werewolf melawan vampire. Tidak heran jika suatu hari nanti mereka akan diserang oleh bangsa vampire karena mendukung musuh mereka.


"selain itu, apakah kau akan baik-baik saja jika hubunganmu dengannya berakhir mengingat mereka mendapatkan pasangan sejatinya alias mate suatu hari nanti?."


"papa, tenang saja, aku pasti yang akan bersamanya untuk selamanya karena aku selalu berdoa untuk mendapatkan dirinya walaupun aku tidak tahu apakah aku adalah matenya atau tidak tapi aku tidak peduli karena hatiku untuknya lebih besar daripada orang lain.


dan pastinya akulah yang memenangkanya".