The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 116 : Anger and Sad From Hearts



Malam yang begitu sepi yang hanya disinari oleh cahaya bintang menghiasi langit malam dengan bulan sabit yang ikut serta menemani para bintang.


Malam ini, seperti biasa para hewan golongan Nocturnal keluar dari persembunyian di hutan Sejak matahari telah tenggelam berganti dengan terbitnya sang bulan dan burung hantu bersuara menghiasi hutan yang terasa sunyi.


kesunyian juga dirasakan oleh orang yang berada di rumah Keira.


Tania dan Silvana yang awalnya tidak berniat untuk menginap pada awalnya di rumah Keira menjadi menginap atas ajakan Keira terlebih lagi Tania tidak mau melewatkan drama persaingan antar Alex dengan Leo karena baginya lebih menarik daripada drama pernikahan.


Malam ini di rumah Keira yang pada awalnya ramai saat makan malam menjadi sunyi saat jam dinding telah menunjukkan waktunya untuk tidur.


dikamar masing-masing ada Beberapa yang tidur seperti Silvana yang tidur cantik tanpa memimpikan apapun…


"😴".


Tania yang tidur dengan posisi kepala dibawah lantai kaki di atas sambil bermimpi menjadi karakter Kamen rider yang sedang melawan monster…


"Rasakan ini monster jelek! Flying Kick‼️".


Dion yang juga bermimpi sedang Makanan makanan di sebuah jamuan besar (Mungkin karena hobi masak mimpinya mungkin menjadi makanan).🤔


"nyam nyam nyam 🍰🍪🎂😋".


bahkan Leo yang tidur bersama dengan Myesha juga ikut bermimpi dalam tidurnya namun tidak tahu apakah mimpinya itu termasuk mimpi indah atau buruk baginya karena dalam mimpinya ia melihat Alex dan Keira menikah dan disaat semua orang bertepuk tangan menyambut kebahagiaan mereka, Leo malah menangis mewek.


Teng teng teng teng teng teng teng teng


"😭''.


sementara Alex dan Keira?.


mereka belum tidur karena belum merasa ngantuk terlebih lagi Alex, dia terjaga karena memikirkan sesuatu yang membuatnya terjaga hingga kemudian ponselnya berbunyi, ia melihat siapa yang menghubunginya malam-malam yang seketika membuat ekspresinya berubah menjadi dingin saat melihat nama si penelepon.


Cih! ini sudah keenam kalinya si kambing tua ini menghubungiku. Membuatku kesal saja. dengan perasaan kesal, mau tidak mau ia terpaksa untuk mengangkat telepon darinya.


''apa maumu?''. Tanya Alex bernada dingin saat mengangkat telepon dari Harold.


"tidak bisakah kau sesopan mungkin padaku. Kau harus ingat bahwa aku adalah ayahmu, jadi hormati aku sebagai ayahmu''.Ucap Harold Adrian yang berada di kediaman Adrian dan ia tidak suka dengan cara bicara putranya padanya.


Bagaimana bisa aku menghormatimu sebagai ayahmu?. Caramu memperlakukanku, Saudara-saudaraku, bahkan ibuku membuatmu tidak berhak untuk dihormati, jadi jangan harap aku bisa berbicara sesopan mungkin denganmu.Ucap Alex secara batin saat mengingat kembali pada masa kecilnya yang tidak bahagia.


Semua orang diluar sana merasa iri dengan dirinya yang hidup dengan kemewahan yang terbaik namun tidak seorangpun tahu selain Danny dan Noah betapa tidak bahagianya dirinya.


Jika diluar sana ia memperlihatkan bahwa ia beruntung karena telahir dari keluarga Adrian yang bahagia, sesungguhnya itu adalah sebuah kepalsuan.


Seperti pepatah yang mengatakan, buat apa hidup mewah dan bergelimang harta jika kau sendiri tidak bahagia di dalam hatimu?.


Seperti kata pepatah juga, uang bisa membeli segalanya namun uang tidak bisa membeli cinta dan kebahagiaan.


tidak apa-apa jika aku punya saudara yang menyebalkan Seperti Tania dan Cio karena sesungguhnya keluarga Rhyes adalah sebuah keluarga hangat yang sesungguhnya.


Alex kembali teringat saat ia berada di pulau Lamiya bersama dengan Hara dan Antonia. Ia sungguh bahagia, kasih sayang Antonia telah mengingatkannya pada kasih sayang ibunya Dylan sedangkan Hara telah membuatnya merasakan kenyamanan dan kehangatan seperti layaknya kasih sayang ayah kepada anaknya sesungguhnya.


"dimana kau sekarang?. Mengapa kau tidak pulang? kau tahu sendiri kan ayah sedang berada di rumah sekarang ini. Apakah kau masih saja bergaul dengan kedua anak itu?!".


"kedua anak itu punya nama. Memangnya kenapa jika aku berada dimana, bukan urusanmu untuk-".


"justru ini menjadi urusanku, Alex!. Kau harus ingat bahwa kau adalah seorang pewaris Fallen Group. Kau tidak bisa melakukan apapun sesuka hati sampai menimbulkan skandal. Tidakkah kau ingat yang pernah kau lakukan beberapa bulan yang lalu?!.


Sebagai ayahmu, aku mati-matian untuk membungkam para wartawan disana dan semua ini kulakukan demi Fallen Group, mengerti?!.


setidaknya Fallen Grouplah yang membuatmu tidak dipandang sebelah mata oleh dunia karena kecatatanmu itu jika tidak, siapa yang mau memandang seorang anak cacat sepertimu".


Alex terdiam mendengar ucapan Harold namun hatinya sakit saat Harold mengingatkannya akan kekurangannya.


Cacat…


Tentu saja aku ingat bahwa aku memiliki sebuah Cacat dimata namun…


apakah kau ingat bahwa kaulah Orang yang secara tidak langsung telah membuatku cacat ?.


''Kemanapun dan dimanapun aku berada tetap saja bukan urusanmu. Memang benar bahwa kenyataannya kau adalah ayahku namun kau harus ingat bahwa kau tidak mencerminkan seorang kasih sayang ayah kepada anaknya.


Aku tidak peduli lagipula aku ingin bersenang-senang dalam hidupku yang sepi dan menyedihkan karenamu''.


PIP


''deng- Halo?! Alex?! dasar, anak itu selalu saja melawanku''. Ucap Harold dengan marah saat Alex memutus pembicaraan mereka.


Sedangkan disisi lain, Alex sungguh sedih dan sakit saat berbicara dengan laki-laki yang membuatnya ada di dunia ini.


''Kambing tua, kau terus saja menyakiti hatiku… namun kau berkata seolah-olah Kaulah yang merasa tersakiti padahal kenyataannya, kaulah yang selalu menyakiti orang lain bukan tersakiti''.


Perasaan marah dan sedih berkecamuk menjadi satu di dalam hatinya, ia marah karena tahu bahwa dari awal Harold tidak menyadari perlakuannya terhadap keluarganya sendiri sungguh menyakitkan dan ia sedih karena hinaan Harold kepadanya padahal, jika saja waktu itu Harold tidak menyuruh para bodyguard suruhan Harold mengejar Dylan yang mencoba kabur dari kehidupan pernikahan yang tidak sehat sambil membawanya dan kedua saudara-saudaranya, mungkin kecelakaan tidak akan pernah terjadi dan ibunya pasti tidak akan pernah terbaring coma selama bertahun-tahun.


Karena perasaan dihatinya, ia pun bangkit dari tempat tidur lalu keluar dari kamar tamu untuk menemui orang yang bisa menenangkan hatinya yang marah dan sedih.


Sementara itu kamar Keira, Keira membuka sebuah lemari dan didalamnya terdapat potongan-potongan tulang yang berasal dari hewan buruannya. Ia tersenyum lalu mengambil sebuah tulang paha besar yang berasal dari rusa yang dia buru beberapa hari yang lalu.


Sambil mengemut-**** tulang, ia pun duduk bersandar di atas tempat tidur sambil membaca majalah kelas dewasa, pipinya menjadi merah saat membacanya sambil mengemut tulang itu di mulutnya hingga ia tidak fokus pada sistem pendengaran serigalanya Hingga tanpa disadari, Alex yang tidak mengetuk pintu kamarnya dahulu langsung masuk dan Keira terkejut saat melihat Alex masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Alex?


Ia terkejut dengan apa yang dia lihat.