
"dari Melihat ekspresimu, Sudah pasti kau tahu tentang bunga ini". Kata Alex yang tersenyum saat melihat raut wajah Keira.
"Tentu saja aku tahu bunga apa ini.Ini adalah bunga Baptisia australis, atau biasa kita kenal sebagai Blue wild Indigo. Tanaman ini merupakan tumbuhan berbunga dari keluarga tanaman Fabaceae".
"Wah, kau hebat juga karena tahu tentang hal mendetail tentang bunga ini". Alex merasa takjub saat Keira menjelaskan tentang tanaman Baptisia australis itu. Sedangkan ia baru mengetahui bahwa ada bunga seperti itu saat tidak sengaja dia melihat-lihat gambar pemandangan di internet.
"Tentu saja. Selain guru Madoc mengajariku tentang tanaman-tanaman, tinggal di hutan dari kecil membuatku mengetahui banyak hal tentang keindahan alam tersembunyi yang jarang diketahui orang. Tapi darimana kau tahu tentang tanaman ini?".
"Internet. Aku tidak sengaja menemukannya saat melihat-lihat tempat yang ingin aku lukis dan karena sangat menarik, aku meminta anak buahku yang mencari bunga ini".
"aku tidak menyangka bahwa anak buahmu dapat menemukan bunga ini. Ini adalah bunga kesukaanku... tanaman bunga ini dapat ditemukan tumbuh liar di perbatasan hutan, di sepanjang sungai atau di padang rumput terbuka. Aku sudah mencoba sampai tiga kali untuk menanam tanaman ini tapi..."
"tapi apa?".
"tapi... Selalu berakhir dengan kegagalan.
dikarenakan adanya kumbang parasit yang masuk kedalam biji polong, sehingga pembibitannya menjadi sulit dan benih yang layak sangat sedikit..."Ucap Keira dengan nada yang sedih.
"Kei...".
"tapi ini sungguh keajaiban, Alex. Bunga ini hanya muncul dimusim panas dan semi sedangkan sekarang memasuki musim gugur. Suatu keajaiban bunga ini tidak gugur atau rontok karena musim tumbuhnya berakhir. Terima kasih atas bunganya, Alex".
Ucap Keira memasang senyum di wajahnya. Alex diam, tapi menyimpan sesuatu dalam pikirannya.
"Ini pesanannya".
"terima kasih".Ucap Keira setelah nampan berisi pesanannya.
"Ini Alex, minumlah". Keira menyodorkan secup coklat panas itu ke Alex. Alex yang masih kedinginan menerima coklat panas dengan kedua tangannya agar kehangatan dari cup itu dapat menjalar kedua tangannya yang dingin. Ia meniup-niup uap panas minuman yang mengepul itu dan langsung meminumnya.
Kasihan Alex... ini salahku. Seandainya saja aku lebih cepat, mungkin Alex tidak akan mandi hujan seperti sekarang ini.
Keira merasa menyesal melihat kondisi Alex yang kedinginan dan tidak tahu apakah coklat panas yang diminum Alex cukup membuatnya hangat atau tidak.
Sehingga, tangan kanannya menggenggam tangan kirinya Alex untuk membagi kehangatan dari tubuhnya ke Alex. Alex langsung terkejut saat Keira mengenggam tangannya.
"Tanganmu... hangat? bagaimana bisa?".
"su...suhu badanku langsung naik jika cuacanya sedang dingin. Ini makanlah". Sembari memberikan sebuah alasan, Keira menyuapkan donat kentang yang hangat itu ke Alex. Melihat perlakuan Keira padanya, dengan senang hati Alex menerimanya.
ini sungguh menyenangkan saat ia menggenggam tanganku dan menyuapiku. Setidaknya hari ini tidak buruk juga. ( ^^)
"ah! hujannya sudah berhenti". Alex menoleh keluar saat Keira melihat hujan telah berhenti. Dan mereka pergi dari stan donat itu setelah memastikan bahwa hujan telah berhenti. Hanya saja, angin dingin malam masih menerpa Alex yang merasa dingin akibat pakaiannya yang basah.
"nah, hujan'kan sudah berhenti. sekarang aku bisa pulang, kalau begitu-".
"hei! kau ini jahat banget, sih. Datang terlambat, pulang cepat-cepat. Kau ini tidak kasihan padaku,yah?!".💢
Suara Alex meninggi saat mendengar Keira memutuskan untuk segera pulang padahal ia sudah menunggu lama Keira untuk datang. Bahkan dia sampai basah-basahan di bawah guyuran hujan.
"Hei, ini sudah malam lho.Kau tahu tinggalku dimana selain itu, Pikirkan dirimu juga, Alex. Kau juga harus cepat pulang karena pakaianmu sudah basah sekali. Kau bisa jatuh sakit nanti".
"aku belum mau pulang!. Kau bisa aku antar nanti".
Hadeh...dia ini bodoh atau kepala batu?. Dia tidak memikirkan kesehatannya apa?. Keira menggerutuh dalam pikirannya. Andai saja ia tahu bahwa Alex belum ingin pulang karena ingin lebih lama bersamanya. Alex tidak peduli dengan apapun sekarang karena ini kencan pertama mereka walaupun Keira hanya mengira mereka ketemu hanya pertemuan biasa.
"Jadi, kau mau apa?".
"ajak aku kesana". Ucap Alex menunjuk ke sebuah gedung yang ternyata cukup membuat Keira terkejut.
"Motel?!. Kau ini sudah gila,yah!".
"hei, aku menunjuk ke gedung yang itu untuk minum teh, bukan tempat kelas tiga itu". Ucap Alex yang merasa kesal.
"oh... ternyata yang itu...haha💦". Keira hanya tertawa hampa saat menyadari kekeliruannya karena yang ditunjukkan oleh Alex adalah sebuah bangunan besar berlantai sebelas dan diantara lantai itu, terdapat sebuah cafe mewah yang terkenal dengan makanan dan minuman yang enak.
Hehe, dia kira aku menunjuk ke tempat yang tidak sesuai dengan seleraku. Tidak mengherankan jika wajahnya menjadi merah karena salah. Ah... Jadi ingin sekali aku menggodanya.
"kau mengira aku menunjuk ke tempat itu,yah untuk menghangatkan tubuh dengan saling pel-".
...PLAAAK!!...
"Menurutku, tamparan di pipi lebih menghangatkan daripada saling peluk-meluk disana"💢
Cih! dasar mesum.💢 Pikir Keira.
Cih! padahal aku bercanda.💢 Gerutu Alex dalam batinnya sambil mengelus pipi kirinya yang merah akibat tamparan Keira.
Mungkin lebih baik Alex berpikir dahulu sebelum membuat lelucon pada gadis yang suka banget memukulnya. Ck ck ck.
Keira mengikuti langkah kaki Alex dari belakang. Ia tidak berani jalan disampingnya karena ia tahu bahwa Alex masih kesal padanya untuk tamparan di pipi. Mereka melangkah hingga akhirnya mereka berhenti di tempat gedung yang dimaksud Alex.
Langkah Keira berhenti mengikuti Alex saat seorang turis asing laki-laki menghadangnya.
"Maaf nona, apakah kau tahu dimana tempat ini?". Tanya turis itu sehingga Keira berfokus pada turis asing yang tersesat itu. Disaat Keira sedang menjelaskan, disaat itu Alex berhenti dan membalikkan badannya dan yang dia lihat adalah Keira sedang berbicara dengan turis itu.
Melihat gadis yang disukainya berbicara dengan laki-laki lain selain dirinya, otomatis kecemburuannya datang tak diundang.
Ia langsung menghampiri mereka.
"nah, lalu belok ki- hei! lepaskan tanganku, Alex!". pinta Keira yang terkejut saat Alex menarik tangan kanannya dan menariknya pergi meninggalkan turis asing yang masih kebingungan itu.
"hei, Alex!". Keira sangat kesal saat Alex menarik tangannya secara kasar namun tidak Alex hiraukan hingga mereka tiba di depan pintu lift. Saat pintu lift terbuka dan kosong, Alex menarik Keira masuk dan mendorongnya ke sudut lift.
"hei! dasar laki-laki kurang ajar! kau kasar sekali!".Bentak Keira kepada Alex menekan tombol lantai yang dituju.
"oh yah! bagaimana denganmu?! kau milikku, tapi kau malah suka berbicara dengan laki-laki. Seharusnya kau jaga sikapmu!".
"siapa yang tidak jaga sikap!? dan siapa bilang bahwa aku milikmu!?. Inilah perbedaan antara kau dengan Elias!. Eli, dia sangat baik, lembut dan tidak pernah bertindak kasar padaku. Sedangkan kau adalah kebalikannya".
Alex terdiam. Ucapan Keira yang membandingkan dirinya dengan kekasih Keira yang sudah lama tiada sungguh mengiris Hatinya. Hatinya sakit saat mendengar ucapan Keira yang sedang marah.
Mungkin inilah namanya Cemburu berarti kau cinta namun cemburu akan berakhir dengan ketidakbahagiaan dan sakit hati.
"kau memang benar. Aku adalah laki-laki yang tidak baik, tidak lembut dan kasar. Namun....., laki-laki itulah yang menyelamatkan hidupmu.
Laki-laki itulah yang selalu menunggumu di manapun walaupun hujan deras membasahiku.
Laki-laki itulah yang merasa tidak tenang jika kau ada.
Laki-laki itulah yang mencintaimu setulus hati.... dan laki-laki itu adalah aku...".
Ucap Alex dengan nada yang melunak. Keira terdiam, tidak berkata apa-apa melainkan ada rasa sedih saat Alex memunggunginya.
Sebaiknya kau minta maaf kepadanya .....
Apa?!. Seharusnya dia yang minta maaf kepadaku. Dia yang salah mengapa aku yang harus-.
Kami tahu itu. Tapi, tidakkah Kau yang berbesar hati untuk minta maaf terlebih dahulu?. Dia pasti sedih saat kau membandingkan dirinya dengan Elias. Laki-laki mana yang tidak sedih atau kecewa saat perempuan yang disukai membandingkan dirinya dengan cinta pertama siperempuan itu...
Ucapan salah satu dari dirinya membuat Keira berpikir bahwa tanpa sadar ia menyakiti perasaan orang yang selalu melakukan apapun untuknya.
Dengarlah, di dunia ini, ada sebagian laki-laki yang beruntung bisa menjadi cinta pertama seorang perempuan yang sebagian besarnya berakhir dengan pernikahan dan kebahagiaan
Sedangkan sebagiannya lagi, tidak beruntung bisa menjadi cinta pertama si perempuan.
Seperti yang dirasakan Alex, mereka tidak akan pernah bisa naik ke title itu dimana tidak ada perbandingan diantara mereka.
Sehingga, yang dilakukan laki-laki yang tidak beruntung harus mati-matian untuk menjadi cinta terakhir si perempuan sepanjang hidupnya dengan menghujani Cinta, kasih sayang bahkan segalanya kepada si perempuan sampai si perempuan akan berkata "Kaulah cinta terakhirku" dimana silaki-laki itulah pelabuhan terakhir si perempuan.
Wow Keira 3. Aku tidak menyangka bahwa kau bisa berkata secara melankolis begitu. Sebagai bagian dari diriku, Aku tidak tahu bahwa kau bisa-
oi, aku ini hanya meniru ucapan di film romantis doang.
Huh? kapan!?.
Hehehe. Ada deh. Sudah sana, minta maaf padanya.
Hmrp!!
Keira menghela nafasnya, lalu ia mendekati Alex yang berada di depannya.
"Alex... aku...".
...TEEET TEEET TEEET...
"!!eh, kenapa ini liftnya?!" Keira terkejut saat tiba-tiba lift yang mereka naiki tiba-tiba saja bergetar dan lampu lift tiba-tiba saja menjadi hidup mati terus menerus dan bukan hanya Keira saja yang merasakannya, Alex pun juga merasakannya dan menyadari sesuatu dari guncangan lift itu hingga ia berbalik badan dan langsung memeluk erat Keira.
BOOOOOMM!!!!!
Di Twinsbells....
"Eh?!".
"ada apa?". Tanya Tania ke bagian diri Keira.
"Ng... entahlah Tania. Aku merasakan sesuatu yang tidak beres tapi aku tidak tahu apa itu hingga Keira akan mengontak diriku secara telepati".
Aku harap kau baik-baik saja di sana, Kei.....