The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 124 : Happy News and A Cold Lunch



"sayang, sebentar lagi kau akan memiliki adik lagi lho".


"…😑… adik? 🤔maksudnya?😕". Tania merasa bingung dengan kata Hara bahwa dia akan memiliki adik lagi.


"maksudnya papa adalah, mama sedang mengandung lagi lho. Adik kamu yang lain".😄 Antonia menjelaskan dengan perasaan bahagia menjelaskan bahwa Tania Anista Rhyes akan memiliki adik lagi.


Mereka berdua memberikan kabar bahagia ini terlebih dahulu kepada Tania mengingat ulahnya saat menggambar hingga mereka dipanggil untuk datang ke sekolah sehingga kepala sekolah menyarankan agar Tania dibawa kepada psikiater untuk diperiksa kepalanya dikarenakan hal yang tidak disangka-sangka oleh Tania.


Mereka berdua pun yakin bahwa Tania akan senang dengan berita yang mereka sampaikan kepada Tania dan membayangkan bahwa Tania sangat senang memiliki satu adik.


Hm… reaksi apa yang harus kubuat, yah?. 😑


Jujur saja, Selama ini karena punya adik yang usianya sama denganku dan selalu tumbuh besar bersama karena kembar jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya punya adik yang usianya lebih muda dariku…


tapi tunggu dulu, berapa bulan ya usia kandungan bisa dipastikan bahwa mama mengandung satu bayi atau lebih dari satu ya?.


hm… berapapun jumlah adikku nanti, semoga saja adik laki-laki karena kata orang, jika Saudara satu gender pakai baju yang sama pasti yang bakalan dipuji manis pasti si adik udah gitu kasihan juga jika sampai dadanya menurun dari mama mengingat dada mama… Tania memicingkan matanya ke arah dada Antonia namun seketika bibir Tania menjadi manyun karena menyadari sesuatu.


hah? sejak kapan dada mama naik peringkat menjadi berukuran ceri?!.😮


"nak, apakah kau sedang memikirkan sesuatu".


"yah, apakah pengaman papa bocor lagi?".😒


DOENG


Hara dan Antonia terdiam mendengar pertanyaan Tania yang sebenarnya hanya pertanyaan asal-asalan dari Tania saja untuk menutupi bahwa dia cemburu pada ukuran dada Antonia yang naik predikat sedangkan dadanya masih di predikat papan cucian.


"nak, sebenarnya pertanyaanmu itu tidak cocok jika kau yang mengatakannya nak".😌


Bagaimana anak ini bisa tahu bahwa pengamanku bocor lagi?!.😲


Aish, seharusnya aku mendengarkan Antonia untuk pakai yang baru jangan yang bekas tapi gejolak……😳 Pikir Hara yang tidak tahu darimana Tania bisa tahu apalagi ia menyadari bahwa seandainya saja ia memakai yang baru mungkin gak akan bocor yah tapi hasrat… mana bisa ditahan.😳


"ng… Nak kita bicarakan saja nanti dirumah ya bareng Cio. Kamu kan harus belajar 😅💦 Ayo Hara". Ucap Antonia yang tidak tahu harus berkata apa pada Tania sehingga setelah mereka mengecup pucuk kepala Tania Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan pergi secepat mungkin meninggalkan Tania yang berdiri di pakiran sambil melambaikan tangannya ke pada mereka yang telah pergi.


"hm, mungkin seharusnya aku tidak menanyakan hal itu tadi🤔. Entah mengapa aku malah memberikan respon menohok itu hanya karena cemburu melihat dada mama?".


Tania menyentuh bagian dadanya dan ia pun merasa murung karena dadanya yang mirip seperti papan cucian mengingat ia berusia enam belas tahun.


hm, setidaknya masih lebih baik daripada talenan. tapi…


''oh Mengapa dadaku masih belum ada perubahan jugaaaaaa!!!!!?". Tania beteriak sekeras mungkin menatap ke langit yang biru dengan matahari bersinar dan burung-burung yang terbang bermigrasi seakan ia kesal kepada sang pencipta bahwa ia telahir sebagai seorang Werewolf berdada mirip Cio alias rata.


"hei, syukuri apa yang ada dulu dong".


"kak Keitha?! sejak kapan?".Tania sangat terkejut melihat Keitha berada dibelakangnya tanpa ia sadari padahal sebagai seorang Werewolf, ia bisa merasakan kehadiran disekitarnya.


ini sangat aneh, seharusnya instingku sebagai seorang Werewolf bisa mendektesi saat ada makhluk hidup seperti manusia hewan ataupun musuh disekitarku tapi dia…


"ada apa Tania?''. pertanyaan Keitha kepada Tania membuyarkan pikiran Tania saat Tania menatapnya dengan tatapan mata yang Sulit untuk dijelaskan.


"ah tidak apa-apa kok kak.😃 Kakak disini sedang apa?". Tanya Tania secara basa-basi.


"oh kakak sedang mengambil sesuatu yang tertinggal di dalam mobil kaka".


"oh".


Sementara itu di kediaman keluarga Adrian…


di meja makan yang besar itu, Alex dan Harold sedang makan siang bersama dirumah dalam suasana yang dingin dan kaku terutama Alex yang sebenarnya tidak ingin makan siang bersama namun ia terpaksa harus makan siang bersama dengan orang yang paling dia benci selama ini karena orang itu akan kembali keluar negeri walaupun dia tidak mau sehingga ia memutuskan untuk cepat selesaikan makan siangnya karena lebih cepat ia selesai makan lebih cepat ia pergi meninggalkan ayahnya itu dan berharap agar ayahnya cepat kembali ke luar negeri hari ini.


"akhirnya kau pulang juga rupanya. Kau masih ingat bahwa kau punya rumah'kan?". Ucap Harold bernada sinis ke Alex sambil meminum kopinya.


sebenarnya aku tidak sudi untuk pulang makan siang bersamamu dirumah selama ada kau dirumah ini ,kambing tua. Jika saja kau tidak mengancam akan melepas alat penyambung kehidupan ibu sudah pasti aku tidak mau makan siang bersamamu. Ucap Alex dalam batinnya sambil menatap ayahnya dengan penuh rasa benci.


"hm, begitulah. jika tidak ada kau mungkin ini akan bisa dibilang rumah".


"dasar tidak sopan. Kau tahu siapa aku?!"


Pekik Harold yang tidak menyukai nada bicara Alex yang begitu sinis terhadapnya.


"aku tahu siapa kau. Kau adalah pria yang membuatku dan kedua saudaraku ada di dunia ini. Pria dingin yang membuat kami ada namun tidak pernah memberikan cinta dan kasih sayang di dalamnya". dengan tatapan mata yang dingin, Alex menjawab perkataan Harold dengan nada yang tercampur kebencian dengan dingin di dalamnya.


tidak hanya itu, kau juga merebut masa kecilku bersama dengan ibuku!. Andai saja aku bisa mengatakannya kepadamu namun tidak kuutarakan agar makan siang yang penuh dengan kepalsuan ini cepat selesai dan kau bisa secepatnya kembali ke luar negeri.


dan aku bisa bertemu dengan Keira secepat mungkin disekolah. Entah dimana dia sehingga aku tidak melihatnya?. Pikir Alex yang merasa marah dan benci kepada Harold namun merindukan sosok pujaan hatinya yang tidak ia temui dari jam istirahat, padahal Alex tidak tahu bahwa Keira pergi ke ruang kepala sekolah yang berakhir di perpustakaan untuk mencari sisilah mengapa milik laki-laki bisa dikatakan burung.


''kau seharusnya tahu bahwa di dunia bisnis, tidak mengenal cinta dan kasih sayang. Semua itu tidak berarti bagiku dan selain itu, bagaimana keadaanmu setiap hari? kau masih bergaul dengan mereka berdua?"


" tentu saja aku masih bersama dengan mereka. Mereka berdua adalah sahabatku dari kecil tentu saja aku selalu bersama dengan mereka".


"apakah kau tahu bahwa seorang pewaris Fallen Group tidak butuh teman bahkan tidak butuh cinta dari seorang wanita, kau mengerti?". Ucap Harold penuh penekanan.


DEG


Apa maksud dari ucapannya itu? apakah dia…