The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 32 : I Am Here



"kyaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh!".


BRUUUK!


"....."


Gelap.... semuanya begitu gelap...


gelap sekali.....


apakah aku sudah mati....? aku tidak tahu.


jika iya..., ini sungguh menyedihkan.


Aku adalah seorang Werewolf...


Sang Alpha Utara...


Namun mengalami hal menyedihkan dimana aku terjebak di tempat ini...


dikejar sesuatu yang tidak aku ketahui...


bahkan aku tidak bisa menggunakan kemampuan atau kekuatanku di tempat ini.


oh Cio...


aku tidak marah padamu namun aku kecewa padamu karena kaulah yang membuatku berada di tempat terkutuk ini Jika saja kau tidak...


"Keira".


Huh...? ini aneh. Rasanya aku mendengar suara seseorang dan merasakan pipiku sedang ditepuk-tepuk. Mungkin hanya perasaanku saja.


"Keira,bangun".


Aneh sekali bukan... rasanya aku mendengar suara Alex. hahaha...ha? Alex? Alex!?.


"bangun, Keira!".


Keira tersentak bangun, dirinya menyadari bahwa dirinya berada disebuah tempat dan berkat sebuah cahaya dari glow stik, Keira dapat melihat dan menyadari bahwa dia berbaring di pelukan hangat dari orang yang dia cari hingga membuat dirinya membahayakan dirinya sendiri.


"Alex, ini benar-benar kau?".Tanya Keira yang merasa dirinya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"tentu saja aku, Keira. Siapa lagi?".


Ucap Alex sambil menempelkan kedua tangannya Keira kedua pipinya Alex. Seketika Keira menyadari bahwa dia telah berjumpa dengan Alex.


"Aleeex". Seketika Keira memeluk Alex dan menangis tanpa suara dalam pelukannya.Alex membalas pelukannya dan menghiburnya.


"cup cup cup. Jangan menangis Keira, aku ada disini bersamamu".


dengan lembut Alex menghapus air mata yang mengalir di kedua mata Keira sehingga gadis itu berhenti menangis.


"Alex, telapak tanganmu...". Keira Melihat goresan luka pada kedua telapak tangan Alex dan ia juga melihat ada darah kering di dahi sisi kanan wajah Alex.


"oh, hanya goresan kecil, kok. Ini karena aku berusaha untuk memanjat keluar dari sini".


"dimana kita, Alex?".


"kita berada di dalam sumur tua kurasa. untungnya sumur ini tidak ada air sehingga aku selamat walaupun terluka. Saudara sahabatmu itu mendorongku kemari".


"atas namanya aku meminta maaf,Alex...".


"kau tidak perlu meminta maaf kepadaku,Keira. Jangan mewakilkan dia untuk minta maaf. Aku maunya dia yang meminta maaf karena dia yang melakukannya".


"hm...baiklah. Selain itu, sudah berapa lama aku pingsan, Alex?".


"Mungkin selama sepuluh menit? waktu aku mencoba untuk memanjat lagi, aku mendengar suara yang menyeramkan dan aku juga mendengar suara teriakannmu namun aku tidak bisa melihat di permukaan karena tertutup kabut dan disini lumayan gelap hingga sesuatu menimpa badanku".


(Sebelumya....)


"aduh! apa yang menimpaku ini?". Setelah dia menyingkir dari sesuatu yang menimpanya, dalam kegelapan Alex mencoba mengetahui apa yang terjatuh tadi dengan meraba.


Tangan? apa yang menimpaku barusan adalah manusia?


Alex mengikuti perabaanya dari tangan yang dia pegang hingga ke bagian sesuatu yang terasa kenyal.


bagian atas tubuh orang ini terasa kenyal dan ... Jangan bilang kalau yang aku pegang tadi...!!!๐Ÿ˜ณ berarti orang ini seorang perempuan!!!?


dengan hati-hati dia memeriksa pakaian yang dikenakan orang yang dia duga seorang perempuan hingga dia memegang sesuatu di saku jaket yang dikenakan orang itu.


"dari panjangnya dan bentuknya, pasti glow stik". Alex menekan dan mengguncang stik itu sehingga cairan biru di dalamnya bercahaya.


"hah! aku ben....Keira!?". Alex terkejut saat cahaya yang bersinar dari stik itu memperlihatkan sosok perempuan yang tidak dia sangka. Segera dia memeluknya dan mencoba membangunkan Keira yang berada dalam dekapannya.


"Keira, apa yang terjadi padamu,Keira!? bangun Keira....".


(Sekarang.....)


"begitulah ceritanya".Alex menjelaskan apa yang terjadi padanya namun Alex tidak menceritakan keseluruhannya terutama saat Alex tidak sengaja meraba bagian dada Keira.


"waktu aku terjatuh dan menimpamu, kau tidak meraba bagian dadaku'kan?". ๐Ÿ˜’Keira bertanya kepada Alex dengan rasa curiga.


bagaimana bisa dia tahu? walaupun tidak sengaja, tetap saja pasti aku akan ditampar lagi olehnya.


"hei, yang benar saja. Aku tidak mungkin melakukannya tahu".๐Ÿ˜ณ๐Ÿ’ฆ


diam saja deh. Lagi di situasi yang mencekam begini masih saja mencari kesempatan untuk memukul orang. Cukup aku saja yang tahu.


"sekarang kau bisa menjelaskan sesuatu apa yang terjadi disini? dimana kita dan mengapa kau tidak menunjukkanku tempat seperti ini?".


Alex mendengarkan dengan cermat dan seksama saat Keira menjelaskan tentang tempat terlarang dimana mereka Sekarang baik saat siang dan malam. Mata kiri Alex terbelalak saat Keira bercerita bahwa ada makhluk menyeramkan yang memiliki tubuh yang hanya terdiri dari tulang seperti rangka manusia dengan mata menyala seperti bola api juga beberapa pohon yang bisa menangkap dan menangkap siapapun yang masuk ke tempat terlarang.


"begitulah, Alex. Suara yang kau dengar berasal dari makhluk itu dan tidak ada satupun yang bisa keluar dari sini hidup-hidup dan aku tidak tahu nama monster-monster itu".


Setidaknya Aku tidak bilang kalau werewolf dan vampire tidak bisa masuk di sini. Dia tidak akan percaya bahwa di dunia ini ia hidup dengan werewolf atau vampire tanpa dia sadari.


"aku tidak menyangka bahwa Cio mendorongku ke dalam sumur ini agar aku bisa dibunuh oleh monster-monster itu. aku mengira dia hanya ingin mengerjai ku dengan membiarkan ku disini semalam".


"Maaf,ya Alex. Tapi aku tidak mengerti mengapa dia tega melakukan ini kepadamu?".


itu karena dia tidak terima ada orang lain yang ada di hidupmu Keira. Seperti Elias dulu karena dia memiliki perasaan terhadapmu sejak lama dan aku mengetahuinya. Sehingga dia ingin menyingkirkanku.


"itu karena dia masih marah aku membeli Kapal pesiar yang dia pesan sudah lama".


maaf Keira. Aku terpaksa berbohong padamu. Aku masih bisa mengerti mengapa dia melakukannya. baginya, aku seperti orang ketiga Diantara Kalian. Mungkin Elias juga menyadarinya disana bahwa dia juga seperti orang ketiga dalam perasaanmu, Keira.


"tapi tidak seharusnya dia melakukan hal ini terhadapmu".


"tidak apa-apa. aku akan meminta penjelasan terhadap Cio. Selain itu, kau tahu tempat ini sangat berbahaya namun Mengapa kau nekat kemari?".


"Tentu saja aku mencarimu Alex. Aku... takut sesuatu terjadi padamu karena aku tidak memberitahumu akan tempat ini. Aku takut..."


"Jangan takut, Keira". Alex kembali memeluk Keira. Gadis itu dapat merasakan kehangatan yang mengalir dari tubuh Alex ke tubuhnya di tempat yang sangat dingin.


Jika saja kekuatan dan kemampuan ku bisa digunakan Disini... Mungkin kesempatan kita untuk selamat menjadi besar. Maaf Alex, aku tidak berguna...


Keira menyalahkan dirinya sendiri. Pertama kalinya dia merasa bahwa dirinya merasa tidak berguna padahal selama ini dia dikenal sebagai seorang putri dan Alpha yang sangat diandalkan bagi bangsanya berkat kekuatan dan kemampuannya selama ini dan sekarang, saat hanya kekuatan manusia biasa yang berlaku ditempat terlarang membuat dirinya merasa menjadi seseorang yang sangat lemah dan tidak dapat diandalkan sama sekali.


"Jangan takut, aku disini bersamamu sekarang. Aku akan melindungimu apapun yang akan terjadi. Tidak akan aku biarkan sesuatu menyakiti dirimu. Setidaknya kita beruntung berada di dalam sumur ini dan tertutup kabut diatas sehingga makhluk-makhluk disana tidak menyadari keberadaan kita".


"ya... namun tidak lama. Yang aku khawatirkan adalah hujan yang akan turun, Alex...".


Keira menatap ke langit yang berkabut. Suara gemuruh petir terdengar tanpa ia ketahui apakah bulan purnama tetap terlihat atau tidak karena kabut membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas membuatnya sangat khawatir. Baginya hujan deras atau gerimis sama-sama akan berbahaya baginya jika hujan turun dimalam bulan purnama.


" Jika hujan deras, kemungkinan besar kita akan tenggelam di sini. Aku berharap hujan turun hanya gerimis saja".


"namun bagiku, hujan deras maupun gerimis dapat membuatku terbunuh malam ini".


"huh? mengapa kau berkata seperti itu? apakah kau tidak memberi tahuku akan sesuatu?".


"itu....". Dengan cahaya glow stik ditangannya, Alex dapat melihat betapa cemas dan ketakutan tergambar jelas di wajahnya. Ia berharap agar Keira memberi penjelasan terhadap perkataannya barusan walaupun memaksa.


" beritahu aku Keira. Jangan merahasiakan apapun dariku. Kau bisa mempercayai,ku".


Keira menatapnya. Ia tidak tahu harus berkata apa padanya dan bingung apakah dia harus menjawab pertanyaan Alex atau tidak.


Rahasia ini hanya orang terdekatku yang tahu termasuk Elias karena rahasia ini merupakan salah satu bagian dari hidup dan mariku agar bangsa Vampire tidak akan menggunakan rahasia ini untuk menyingkirkanku karena aku tahu bahwa aku salah satu dari bangsa werewolf yang harus disingkirkan mengingat aku banyak membunuh orang-orang mereka. Mungkin aku akan mengatakannya karena aku tahu kemungkinan besar alias sembilan puluh sembilan persen kami tidak akan bisa selamat namun pertanyaanya adalah.... bisakah aku percaya padanya...?


"Al... aku membuat sebuah pengakuan karena kemungkinan besar kita tidak akan bisa selamat malam ini".


"Pengakuan...?".


"Aku punya rahasia yang hanya orang tuaku, saudaraku, sahabatku bahkan Elias yang tahu karena rahasia ini melindungiku dari siapapun yang ingin menyakitiku selama ini".


Alex menatap Keira. Perasaan kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran berkecamuk menjadi satu dalam dirinya. Ia tidak tahu haruskah ia mendengarkan atau memintanya untuk tidak mengatakan apa-apa demi keselamatan Keira saat menyadari bahwa apapun yang dikatakannya pasti sangat serius.


"Jika kau tidak mau mengatakannya, tidak apa-...".


"Tidak Alex. aku harus mengatakannya dan pertanyaanya, jika rasio keselamatan kita satu persen terjadi keajaiban, apakah aku bisa mempercayakan rahasiaku ini padamu dan tidak akan pernah membocorkannya?".


Tanya Keira.Mendengar pertanyaan Keira, dengan segenap hati Alex berlutut, menggenggam kedua tangan Keira dan menatap kedua matanya.


"Aku Alexander Adrian. disaksikan oleh langit, bulan dan sekitar alam ini, aku bersumpah... apapun yang terjadi aku akan menyimpan rahasiamu sampai kubawa dalam kematianku dan tidak akan pernah sedikitpun untuk memberitahukan rahasia yang akan kau katakan padaku kepada orang lain. Aku tidak akan pernah membicarakan rahasia ini pada orang lain. Biarlah langit menghukumku seketika itu juga jika aku melanggar sumpahku ini".Ucap Alex secara mantap dan tegas sehingga ucapannya membuat suara petir terdengar jelas dan kilatan petir terlihat jelas seakan langit telah mencatat sumpah yang diucapkannya. Hanya langit dan hatinya yang tahu Alex benar-benar mengucapkannya secara sungguh-sungguh.


"kau tidak perlu bersumpah seperti itu, Alex. Aku sudah cukup percaya walaupun bisa dibilang janji".


Alex tersenyum dan berdiri tanpa melepaskan genggaman tangannya kepada dua tangan Keira. Alex tahu bahwa ia hanya cukup berjanji karena dia tidak akan mengatakan kepada siapapun tanpa izin dari Keira atau Keira yang mengatakannya sendiri namun dia juga tahu bahwa Keira pasti tidak akan merasa tenang jika hanya janji karena janji adalah sesuatu yang ambigu.


"Janji bisa diucapkan dengan gampangnya pada setiap orang namun Janji tidak bisa menahan kepercayaan seseorang dengan sangat lama karena Janji bersifat ambigu. Sesuatu yang bisa dipertahankan namun bisa dipatahkan. bisa dipercayai namun bisa dikhianati. Kita tidak akan pernah tahu apakah orang yang berjanji kepada kita tidak akan berdusta atau tidak.".


Seperti ayahku itu. dia adalah seorang pendusta sejati. Sering berjanji namun lebih sering diingkarin. Tidak mengherankan jika kepercayaan kami padanya semakin jauh.


"sedangkan sumpah adalah sebuah pernyataan yang diucapkan secara resmi dan disaksikan kepada sekitarnya untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan seseorang dan berani hidup dalam penderitaan sebagai bentuk tanggung jawab jika pernyataannya tidak benar. Lebih baik aku bersumpah daripada janji karena aku selalu mengatakannya secara bersungguh-sungguh dan tidak pernah mengingkarinya ".


***wow, Alex. Siapa sangka aku akan mendengarkan penjelasan yang begitu mendalam Seperti ini darimu. Padahal aku yakin kau pasti akan menepatinya jika hanya janji saja yang kau ucapan. Aku tidak menyangka dan tidak tahu harus berkata apa mendengar sumpah dan penjelasan mendalam Seperti ini dari seorang manusia, lebih tepatnya seorang laki-laki. Jarang sekali manusia mengambil sebuah sumpah karena takut jika melanggarnya tapi kau berbeda. Seakan kau tidak ingin membuatku khawatir padahal aku hanya memberitahumu tentang efek hujan bulan purnama terhadapku. Manusia biasa yang mendengarnya akan menganggapnya sebuah alergi atau sebuah kebohongan.


Aku bersyukur kau bukan seorang vampir,Alex...


jika tidak, pasti rahasia kelemahanku ini akan menjadi kartu as dirimu karena bangsa Vampire sama sekali tidak pernah bisa dipercaya. tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menggunakan kartu as itu untuk menghabisiku***.


"Baiklah Alex. Aku akan mengatakannya dan aku berharap kau menganggapnya serius Alex".


"kau pernah melihatku bercanda Selama ini denganmu?".


"hm... siang tadi bukannya...".


"Jangan samakan dengan kejadian siang tadi!".


deg deg deg deg deg


"pelankan suaramu bodoh! kau mau mereka menemukan kita".Kata Keira yang langsung membekap mulut Alex saat ia merasakan jantungnya berdegup kencang. Alex merasa hal yang sama sehingga kedua orang yang berada di dalam sumur itu langsung diam dan menahan nafas. Bahkan, Alex langsung menyembunyikan glow stik itu di dalam jaketnya.


Graaaauuuuuh Graaaauuuuuh


satu atau dua monster itu berjalan didekat sumur tua. Kedua orang itu dapat melihat bayangan Mereka dari kabut. Mereka bersyukur kabut membuat mereka tidak terlihat namun mereka tidak tahu sampai kapan kabut akan melindungi mereka.


Alex melepas tangan Keira yang membekapnya lalu menariknya pelan untuk tetap di dekatnya dan yang mereka lakukan sekarang adalah Menunggu kedua makhluk itu pergi dan berharap mereka cepat pergi karena mereka tidak tahu berapa lamanya mereka akan terus menahan nafas.