
Sebelas Tahun Kemudian.....
Pada Dini hari yang begitu gelap, begitu dingin dan sunyi. Angin berhembus di antara pepohonan cedar tua yang tinggi di hutan wilayah Utara. Sebentar lagi, matahari akan merayap naik melewati tebing dan memancarkan sinarnya ke dunia. Namun matahari yang akan segera terbit tidak mampu menghentikan pertarungan dua kubu makhluk supernatural.
Beberapa werewolf penjaga wilayah Utara melawan beberapa vampir-vampir liar yang memasuki wilayah bangsa Manusia serigala.
Awalnya yang dapat dimenangkan oleh prajurit werewolf namun kesempatan memenangkan pertarungan menjadi seimbang setelah sebagian prajurit penjaga perbatasan wilayah bangsa werewolf bagian Utara ada yang tewas dan mengalami luka berat akibat lawan mereka yang bertarung secara licik.
Mereka saling bertarung dan terus bertarung tanpa ada yang menyadari sesuatu melesat dengan cepat seperti angin ke tempat pertarungan.
Sebuah panah berwarna hitam melesat menembus jantung salah satu vampir hingga vampir itu tewas dan menjadi abu. Semua terdiam. Melihat warna khas panah itu membuat mereka tahu siapa pemilik anak panah yang menancap di pohon itu. Para vampir mulai takut karena tahu siapa dia sebaliknya, para prajurit werewolf merasakan kemenangan akan jatuh ke tangan bangsa werewolf karena sang pemimpin wilayah Utara telah datang.
Gadis itu melompat dari salah satu pohon cedar dan mendarat dengan baik di darat tepat di tengah-tengah ke dua kubu yang berlawanan.
para vampir liar mengamati Gadis dengan rambut hitam panjang bergelombang dengan tubuh yang mungil yang terbalut jins denim biru dan kaos putih berlengan pendek dengan rompi biru, sampai ke kakinya yang bersepatu bots hiking berwarna hitam itu. Gadis berusia Enam belas tahun itu adalah makhluk cantik dengan warna kulit putih, memiliki bibir penuh berwarna merah muda alami, hidung mancung dan mata berwarna indigo yang dapat berubah menjadi golden yang bersinar tajam. andai saja dia adalah vampir, maka dia adalah vampir yang paling cantik. Mereka terus melihat nya tanpa menyadari siapa dia sedangkan para prajurit werewolf menyadari sang Alpha wilayah Utara ada di hadapan mereka Bersorak memanggil namanya.
"Hidup putri Keira...!! hidup putri Keira!!"
para vampire menyadari bahwa dia adalah Keira, sang putri raja werewolf dan pemimpin wilayah Utara yang terkenal sangat kuat dan tidak kenal ampun terhadap bangsa vampir.
Keira melihat ke arah belakang,ia dapat melihat sebagian prajuritnya yang begiliran menjaga wilayahnya ada yang tewas dan terluka parah akibat para vampir yang melanggar perjanjian dengan memasuki perbatasan daerahnya.seketika Raut Wajahnya berubah menjadi marah dan tatapan nya memancarkan aura membunuh.
"Dasar vampir keparat !. beraninya kalian memasuki wilayah bangsa werewolf tanpa izin. Wilayah ku! Kalian berani nya mengacau,melukai dan membunuh prajurit ku! KALIAN HARUS MATI!!!".
Tak lama kemudian muncul dua gadis seusianya berdiri di kedua sisinya. Gadis berambut cokelat muda dikuncir ekor kuda yang berdiri di sisi kanan Keira bernama Tania, sang panglima bangsa werewolf wilayah Utara. dan di sisi sebaliknya, gadis berambut beige keriting sebahu itu bernama Silvana, sang jenderal werewolf wilayah Utara. Mereka berdua adalah kaki tangan Keira yang juga bertugas menjaga dan melindungi Keira. Bersama mereka bertiga tak terhindarkan dalam membantai musuh mereka.
"Ayo, kita habisin mereka. Kita tunjukkan bangsa siapa yang kuat".
"Tentu saja, Keira. kita habisin mereka".
Para vampir liar itu tahu batas kekuatan mereka tidak akan cukup kuat melawan ketiga manusia serigala yang paling kuat dan pemegang posisi penting di wilayah Utara. sudah cukup sulit melawan para prajurit apalagi harus melawan putri, panglima dan Jendral wilayah Utara. Namun mereka tidak mungkin lari dari pertarungan karena selain kehormatan juga tidak lama lagi matahari akan memancarkan sinarnya yang akan membuat mereka menjadi abu.
"Prajurit,serang mereka !". Perintah Silvana. Mereka bertarung satu sama lain. Beberapa vampir langsung melawan Keira, Tania dan Silvana. Keira melesat dan langsung merobek kepala salah satu vampir hingga terpisah dari tubuh nya dan menjadi abu dalam sekejap.
gadis itu terkenal tidak kenal ampun dalam membantai musuhnya. perlahan para Vampir-vampir itu mulai berjatuhan dan tanpa disadari hanya tinggal satu vampire yang masih hidup menunggu untuk dieksekusi Tania namun Silvana mencegah nya.
"Ada apa? mengapa kau menghentikanku membunuh nya Silvana ?".
"ada yang ingin Keira tanyakan padanya". Bisik Silvana.
"Bawa dia pada sang Alpha". perintah Tania.
kedua prajuritnya bertubuh tegap itu langsung melesat dan menyeret vampir itu tepat di bawah kaki Keira. Vampir itu berlutut dihadapannya dan sebuah perasaan takut terpancar di wajah vampir itu saat mata merahnya menatap mata Keira yang begitu dingin mengintimidasinya.
"Kau... bukanlah salah satu anak buah dari enam keluarga vampir kelas atas. Mereka juga'kan?"
"... Tidak.Kami hanya vampire biasa."
"Cih! aku berharap kalian perajurit dari keluarga Oerloom. lagi pula, kalau di pikir kan lagi, prajurit keluarga Vampire atas akan berfikir dua kali memasuki wilayah ini kalau tidak mau mati seperti mereka !".
"aku mohon, ya-ng mu-li-a. To--tolong jangan bunuh...ja...jangan...Bu...Nuh...aku...!".
Vampir itu merasakan kesakitan yang luar biasa saat ia merasakan kekuatan tangan Keira yang mencekik lehernya.
"Dia tidak membiarkan dia hidup waktu itu, jadi mengapa aku harus membiarkan kaum nya hidup ,hah!?".
Keira akan membunuhnya namun ia berfikir mungkin bagus ada vampire menyampaikan pesan yang secara tidak langsung akan sampai kepada keluarga Oerloom.sehingga dia pun melepaskan cengkraman tangan nya ke vampire itu dan mencengkeram kerah jubahnya.
"jika kau tidak ingin seperti teman-temanmu yang sudah kami habisin maka ingatlah kata-kataku, mengerti?"
"me...me...ngerti".
"bagus.bekoar -koarlah kau tentang apa yang kukatakan ini ke bangsamu agar Keluarga Oerloom dapat mendengarnya secara tidak langsung. katakan begini, Keluarga Oerloom, kalian telah membawa kabur orang yang merampas kebahagiaanku saat aku membuat ******** itu terluka parah tapi bukan berarti aku akan menyerah menemukan nya.aku tak akan menyerah dan memburu bangsa kalian satu persatu hingga aku akan semakin dekat untuk membunuhnya.Aku akan memberikan penyiksaan yang tak Terlupakan hingga ia akan memohon-mohon padaku untuk menghabisinya segera!".
setelah ia mengangguk, Keira memberi tanda pada prajuritnya untuk melepaskannya. vampir itu melesat dan secepatnya ia meninggalkan wilayah Keira sejauh mungkin.
"tolong berikan pengobatan terbaik untuk mereka yang terluka".
"baik yang mulia". Kata seorang dokter bangsa werewolf mengikuti perintahnya. Sementara beberapa prajurit membawa prajurit yang terluka, Beberapa prajurit membawa beberapa prajurit yang gugur untuk dimakamkan. Keira menatap jenazah-jenazah itu dengan sedih.
Andai saja aku datang lebih cepat... Andai saja kau masih di sini, Elias.....
"jangan sedih Keira, mereka gugur dengan terhormat,mereka adalah pejuang kita yang berani dan aku yakin mereka bangga melindungi wilayah bangsa kita". Hibur Silvana.
"yang dikatakan Silvana benar dan aku yakin bangsa vampire akan berfikir dua kali untuk melewati wilayah ini".
"kalian benar namun kita tidak boleh lengah karena mereka itu sangat licik dan tidak bisa dipercaya". Kata Keira namun pandangan nya memandang ke arah lain.Ia masih memikirkan kejadian setahun yang lalu itu.Ia tidak mau mengungkit nya dengan yang lain tetapi kedua sahabatnya itu tahu apa yang dipikirkannya. Keira menatap ke langit. ia melihat cahaya merah muda pucat pertanda matahari akan terbit.
"aku harus pulang.kuserahkan sisanya pada kalian".
Keira berlari melesat menuju tempat tinggalnya. Setelah dia pergi,sang panglima dan Jendral baru dapat berbicara mengenai sahabat mereka dari kecil itu.
"Kasihan Keira... sebelas tahun yang lalu dia harus pergi meninggalkan keluarganya dan juga kehilangan Elias tahun lalu di hari bahagia mereka,Tania". Silvana begitu prihatin dengan yang dialami Keira. Seharusnya sahabatnya bahagia namun Tragedi memisahkan mereka selamanya.
"kasih sayang yang mulia raja dan ratu juga pangeran mampu membuat Keira melupakan keluarga nya namun tidak dengan Elias, bahkan kita tidak bisa membuat Keira melupakan kesedihannya".
"luka yang dirasakan Keira Sulit disembuhkan.aku merindukan Keira yang dulu, Tania...".
"aku juga merindukannya, Silvana.Semua ini karena ******** Oerloom itu".
Tania mengingat apa yang dilakukan anggota keluarga Oerloom waktu itu juga membuat ia marah.
"kau juga rindu pada Elias'kan, Tania? mengingat ia salah satu saudara mu".
Kata Silvana sambil melempar pisau nya ke salah satu pohon cedar yang didekatnya.
"aku merindukan dia.Aku dan Cio kehilangannya namun aku harus kuat demi wilayah ini. Demi Keira.Aku sedih dan bersalah padanya jika saja aku bisa menolong Elias tepat pada waktunya....".
"jangan salahkan dirimu, Tania.Kami juga hampir kehilangan mu waktu itu.jika kau tiada juga Keira akan lebih sedih dan bersalah".
"mari berharap sesuatu akan mengembalikan Kebahagiaan Keira kita".