
Hari telah berganti, sang rembulan kembali menghilang berganti sang matahari menyambut pagi yang cerah dengan nuansa dinginnya musim gugur dan gugurnya para dedaunan.
dirumah Keira, Alex yang sudah rapi turun menuju kedapur, ia melihat Dion dan Silvana yang sudah berpakaian seragam sekolah SMA Fallen sedang berada di dapur untuk membuat sarapan.
''pagi''.
"oh, selamat pagi Alex". Balas Silvana menyapa Alex.
"Yang lain belum bangun?". Tanya Alex yang menyadari bahwa tidak ada siapapun berada di meja makan.
"mereka sudah bangun dan pasti sedang bersiap-siap sekarang sedangkan kak Leo, jangan khawatir. dia dan kak Myesha sudah pergi tadi pagi".
"oh".
Horeee. 😆 Teriak Alex dalam hati saat mendengar bahwa Leo sudah pergi namun ia menunjukkan ekspresi yang biasa saja agar tidak terlihat bahwa sesungguhnya ia sangat bahagia karena tidak ada yang akan mengganggunya bersama dengan Keira sekarang.
''kau mau kubuatkan sesuatu yang lain, Alex?''. Tanya Dion karena dia tidak tahu apakah makanan apa yang disukai oleh Alex dan tidak tahu apakah makanan buatannya itu cocok dengan selera Alex mengingat setiap hari Alex selalu makan makanan yang dimasak oleh koki-koki terbaik di kediaman Adrian.
"tidak usah Dion. Buatkan saja sarapan yang biasa kau masak tapi kalau boleh tahu, Keira biasanya sarapan apa?".
"hm, kalau pagi hari ia selalu makan pancake blackberry dari buah blackberry liar. Kau mau kubuatkan?".
Tanya Dion yang dijawab Alex dengan sebuah anggukan kepala karena Alex ingin sekali mencoba makanan yang disukai oleh Keira.
''kau mau kopi atau susu Alex?". Tanya Silvana sambil memegang teko berisi kopi yang baru saja matang.
"hm, kopi". Jawab Alex.
"oke".
"aku akan kekamar Keira dulu untuk melihat apakah dia sudah siap atau belum".Ucap Alex lalu ia pun pergi menuju ke arah kamar Keira dan saat melintasi ruang tamu, Alex dapat melihat foto-foto Elias masih terpajang di dinding dan perapian ruang tamu bahkan Alex masih ingat bahwa foto Elias masih terpajang di kamar Keira.
Hatinya sedih dan perih saat tahu Keira masih memajang foto-foto Elias namun ia tidak tega kepadanya untuk memintanya mencopot semua foto-foto itu karena dia tahu melupakan kekasih yang dicintai yang telah Tiada itu tidaklah mudah dan butuh waktu lama untuk sembuh dari rasa Kehilangan cinta itu sehingga Alex membiarkan Keira memajang foto-foto Elias sampai kesedihan di hati Keira menghilang dengan hadirnya cinta darinya untuk Keira.
Tok tok tok
''Keira". Panggil Alex.
"masuklah Alex".Alex membuka pintu kamar Keira dan ia pun melihat Keira sedang berdiri memakai dasi di hadapan cermin. Alex tersenyum melihatnya lalu ia berjalan menuju ke Keira lalu memeluknya dari belakang.
"selamat pagi". Bisik Alex secara lembut di telinga Keira sehingga membuat pipinya menjadi merah merona karenanya.
dasar. pagi-pagi ia sudah membuat jantungku menjadi tidak karuan saja. Ucap Keira dalam batinnya karena saat Alex memeluknya dan berbisik lembut padanya telah membuat jantungnya berdegup kencang.
Keira diam sedangkan Alex sangat menikmati saat memeluk Keira dari belakang dan mencium aroma wangi shampoo yang dipakai Keira pada rambutnya yang panjang dan bergelombang itu.
Ingin sekali Alex mencium pipi Keira namun ia urungkan saat tangan Keira menodongkan ujung kapak padanya walaupun Keira tidak melihat atau berbalik badan melihatnya.
'' Pagi-pagi jangan macam-macam". Ucap Keira dengan pipinya yang masih menjadi merah merona dan ia pun terpaksa menodongkan kapak mendekati ke leher Alex untuk mencegah agar Jantungnya semakin tidak karuan karena apa yang dilakukan oleh Alex bisa membuat jantungnya berdetak lebih cepat seperti genderang mau perang.
"hei, aku ini tidak bertindak macam-macam lho. Hanya ingin peluk cium saja lho". Gerutu Alex tanpa ada rasa takut dalam dirinya akan kapak itu.
dasar kakaknya itu!. Kenapa ia harus memberikan sebuah kapak sialan ini padanya?!. Alex merasa kesal dalam pikirannya karena kapak itu mengingat bagaimanapun ia tidak akan lupa saat kapak yang dipegang oleh Keira melayang hampir mengenai selangkangannya.
"selain itu, kalau kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu?. Sedangkan aku rela mati untukmu''. Ucap Alex mempererat pelukannya itu.
"jangan katakan kau rela mati untukku, Alex…
dulu Elias juga pernah mengatakan itu kepadaku dulu dan sekarang dia…". Keira tidak menyelesaikan kalimatnya namun Alex cukup tahu apa yang menjadi akhir kalimatnya itu dan ikut merasa sedih karena secara tidak disadari ia telah membuat Keira sedih dipagi hari.
Alex memutar tubuh Keira sehingga posisinya telah berhadapan dengan Alex dan Alex dapat melihat bola mata Indigonya berkaca-kaca walaupun Keira menundukkan kepalanya.
"jangan bersedih lagi Keira… aku sangat sedih ketika kau merasa sedih dan dapat merasakan kesedihanmu walaupun kau tidak mengatakannya".Ucap Alex lirih sambil mengelus pipi Keira dengan punggung tangannya.
"jika kau merasa sedih, jangan pendam sendiri… berbagilah kesedihan itu denganku. Utarakan juga apa yang membuatmu sedih kepadaku karena berbagi kesedihan akan mengurangi beban rasa sedih kita". Ucap Alex sambil memeluk Keira dalam dekapannya dan Keira membalas pelukannya itu sambil menikmati kenyamanan yang dia rasakan saat dipeluk oleh Alex karena Keira mengakui bahwa pelukan Alex sangat nyaman untuknya.
"hihi".😁
"ada sesuatu yang lucu❓". tanya Alex melepas pelukannya.
"kau tahu, siapa sangka orang yang memiliki sifat dingin ini ternyata mampu dalam berkata bijak. Kau yakin bahwa aku adalah gadis yang pertama kau pacari?". Tanya Keira saat menatap Alex dengan menampilkan senyum yang sangat indah bagi Alex.
"tentu saja. Kau adalah gadis pertama dan terakhir bagiku, Keira. Kau tidak percaya?".Tanya Alex.
"adu~duh, wajahmu menjadi merah nih yeh.'' 😂 Ucap Keira bernada meledek.
''kau nakal''. Ucap Alex dengan gemasnya mencubit pipi Keira lalu Keira membalas dengan mencubit pipi Alex.
Alex yang tidak mau kalah mencubit telinga Keira dan Keira juga membalas dengan yang dilakukan Alex dan intinya, mereka menyambut pagi hari dengan cubit-cubitan ala pasangan hingga pada akhirnya…
...PLAAAAAAK...
''Aoww!". Alex memegangi pipi kirinya yang terasa sakit akibat sebuah tamparan yang melayang dari Keira.
bagaimana tidak?.
saat Keira mencubit dada kanan Alex, Alex ikut-ikutan mencubit bagian dada Keira sehingga otomatis Keira terkejut dengan perbuatan Alex dan menamparnya.
beginilah akibatnya jika keterusan apalagi Alex mengira laki-laki dan perempuan itu sama padahal kenyataannya berbeda.
"jangan diulangi lagi, mengerti?".💢
"iya~a. Maaf". 😥
"dasar ".💨
disaat Alex merasa bete sambil mengelus pipinya yang sakit, Alex memperhatikan bahwa dasi Keira belum rapi sehingga ia pun tersenyum licik seakan mendapat sebuah kesempatan dalam kesempitan.
''hei, apa yang kau lakukan?". Tanya Keira saat Alex melepaskan dasinya yang baru saja Keira simpul sebelumnya.
"merapikan dasimu karena tidak rapi". Jawab Alex sambil tersenyum saat merapikan kembali dasi sekolah Keira.
Saat Alex memasangkan kembali dasinya dan merapikannya membuat jantung Keira kembali tidak karuan seakan-akan ingin sekali jantungnya melompat keluar dari tubuhnya karena yang dilakukan oleh Alex merupakan suatu hal yang romantis.
Sedangkan Alex?.
Jantungnya juga sama seperti yang dialami oleh Jantung Keira saat ini dan yang dilakukan Alex merupakan pertama kalinya dilakukan olehnya karena selama ini ia tidak pernah memakai dasinya sendiri melainkan selalu dipakaikan oleh tuan Jhon si kepala pelayan keluarga Adrian.
" gimana? sudah rapi'kan?". Tanya Alex membalikan kembali badan Keira menghadap ke cermin dan ia tersenyum puas saat jerih payahnya pertama kali memakaikan dasi ke seseorang telah berhasil.
"benar. Sudah rapi, terima kasih Alex".😄
Ucap Keira yang puas dengan hasilnya.
"oh yah, kenapa kau tidak memakai rok sekolah?". Tanya Alex yang menyadari bahwa bawahan pakaian Keira ternyata adalah celana panjang hitam jeans.
"oh, kau tahu sendiri'kan bahwa mengendarai sepeda motor sport terbilang ribet jika pakai rok jadi aku selalu berangkat ke sekolah Pakai celana panjang dan baru berganti rok jika sudah sampai di sekolah''.
"oh".
"Hem, sebenarnya kau bertanya begitu kepadaku karena penasaran atau ada hal yang lain?". Tanya Keira memicingkan matanya menatap langsung ke Alex karena saat Alex mempertanyakan mengapa dia tidak memakai rok membuat Keira curiga seolah-olah ia menebak apakah Alex berpikiran mesum atau tidak.
"hei, aku hanya penasaran saja lho".🙄💦
"Ehem!". Seseorang berdiri berdeham kepada Keira dan Alex sehingga mereka menoleh ke arah asal suara yang ternyata adalah Tania yang berdiri di depan pintu kamar Keira.
"Cie cie cie cie. Pagi-pagi sudah kasmaran nih yeh".Goda Tania
"hush, Tania".
''sarapan sudah siap dan Dion bertanya-tanya mengapa Alex lama sekali memanggil Keira jadi aku kemari dan tidak kusangka bahwa aku melihat pemandangan yang kurang sehat bagi mata di pagi hari, udah begitu tidak yang hot pula". Ucap Tania tersenyum mengejek ke Alex karena tingkat keromantisan Alex masih ditingkat pemula alias basa basi.
bagiku, melihatmu membuatku sakit mata tahu.💢 Ucap Alex yang kesal dalam batinnya saat mendengar celetukan Tania.
"ah, sarapan sudah siap ya? 😅💦 Ayo kita makan". Ajak Keira mengganti suasana karena suasana di pagi hari.
Tidak lama kemudian, mereka pun menikmati sarapan mereka tanpa ada yang berbicara dan saat selesai sarapan, Alex dengan lembutnya mengelap noda makanan yang menempel di sudut bibir Keira, Silvana membereskan peralatan makan mereka sambil membantu Dion mencuci piring.
Dan Tania?.
Ia ikut membantu Dion dan Silvana dengan caranya sendiri yaitu menjilati sisa-sisa makanan yang ada dipiring Mereka semua sampai bersih bahkan lebih bersih seperti belum pernah dipakai untuk makan sebelumnya. CK ck ck
dan tidak lama kemudian, mereka pergi dari rumah menuju ke sekolah dan Alex menang banyak pagi ini karena dibonceng motor oleh Keira sehingga ia langsung memeluk Keira dari belakang dengan eratnya.
Biarlah orang berkata apa padanya yang dibonceng oleh kekasihnya sendiri yang penting sudah pasti… menang banyak, Uhuy!.