The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 44 : Love it's Like A Bicycle



"hei, Cio. kau masih mendengarkanku?".


Tanya Alex saat menyadari bahwa Cio terlihat tidak mendengarkan ucapannya.


"eh? tentu saja aku mendengarkan".


dan aku masih ingat dengan ucapan kakak waktu itu. Aku sungguh tidak menyangka bahwa manusia ini akan mengatakan hal sama dengan yang kau ucapkan waktu itu.


"aku ingin bertanya padamu. Apa kau punya alasan mengapa kau jatuh cinta padanya? kau pasti punya. Mengingat, dia cantik, manis lalu-".


"aku tidak menjadikan kecantikan dan kemanisannya menjadi patokan aku jatuh cinta padanya. Aku sungguh tidak tahu kenapa. Awal pertemuanku dengannya bisa terbilang buruk. Aku sempat membullynya disekolah hingga suatu hari saat dia membantingku membuatku menyadari sesuatu..."


heh? bantingan? apakah ia mengalami gegar otak,ya hingga dia merasa bahwa dirinya jatuh cinta dengan Keira??


"hei, sebaiknya setelah liburan dan kembali ke Altair, sebaiknya kau periksakan ke rumah sakit".


"hei. kepalaku baik-baik saja tahu. Kau pikir kepalaku bermasalah!?"


"yah habis...".


"makanya dengarkan aku dulu".


"ya yah".


"saat ia membantingku, kebetulan kepalaku tidak sampai terbentur ke lantai akan tetapi saat ia membantingku, aku menyadari sesuatu dan pertanyaan yang berada dalam diriku terjawab sudah".


hm... memangnya kau menyadari apaan?


"selama aku mengganggu hidupnya di sekolah, ada sesuatu yang bergetar di dalam hatiku. Awalnya aku tidak menyadarinya apalagi entah mengapa rasanya aku begitu cemburu jika melihatnya bersama dengan lelaki lain walaupun bukan urusanku. Hingga bantingan itu telah membuatku menyadari bahwa selama ini aku masih memiliki hati dan pertama kalinya aku menyadari bahwa aku memiliki perasaan padanya. Cinta memang terbilang aneh. datang tanpa ada yang tahu dan jatuh cinta kepada orang yang tidak diduga-duga. Semua terasa mengalir begitu saja walaupun halangnku adalah masa lalu Keira yang tidak bisa melupakan tunangannya".Ucap Alex sembari tersenyum tulus.


"kau bilang kau baru menyadari bahwa selama ini kau Memiliki hati, apa itu berarti selama ini kau..".


"benar. Aku tidak tahu apa dan bagaimana itu cinta. Dari kecil melihat bagaimana kehidupan pernikahan orang tuaku yang tidak bahagia dan tidak merasakan cinta dan kasih sayang dari seorang ayah membuatku hidup sebagai orang yang sangat dingin dan arogan. Bisa dibilang aku bisa menjadi seperti ayahku, mengutamakan kekuasaan dan harta daripada hangatnya sebuah keluarga... walaupun yang dilakukan Keira sangat kecil, tanpa dia sadari bahwa dia telah membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupanku. Hingga saat Keira hadir dalam hidupku membuatku menyadari bahwa aku sangat bersyukur bahwa aku berbeda dengan ayahku dan aku menyadari betapa spesialnya dirinya".


Cio tertegun mendengar ucapan Alex. Keira memang seorang gadis yang spesial dari gadis manapun. Mungkin memang benar kata orang bahwa seorang lelaki dapat menemukan gadis yang tepat dari keunikan gadis itu tersendiri dan kespesialan yang tidak diketahui gadis namun dapat dilihat lelaki sehingga benang kasih dapat terhubung diantara mereka.


Kini aku mengerti mengapa kau jatuh cinta padanya, kakak... kau menemukan sebuah keunikan yang membuat Keira begitu spesial bagi dirimu sehingga kau bisa mencintainya tanpa syarat...


Berbeda denganku... aku hanya melihat Keira dari fisik hingga. aku menyadari bahwa yang membuatku jatuh cinta padanya karena segi fisik dan statusnya.


aku sungguh malu terhadap manusia ini dan terhadapmu kakak... aku tidak seperti kalian, menilai dari luar sedangkan kalian menilai dari dalam... aku benar-benar lelaki yang menyedihkan...


"apakah dia sangat spesial bagimu?"


"spesial? benar. Keira sangat spesial dari gadis manapun seakan aku melihat keunikan yang terdapat di dalam dirinya yang tidak dia ketahui dan dari keunikannya tersendiri itu membuatku mencintainya dan aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya karena cinta itu diibaratkan seperti sepeda".


"sepeda? kenapa kau mengibaratkan cinta seperti sepeda?".


"cinta diibaratkan sepeda karena seperti sepeda, aku membutuhkan waktu lama untuk berlatih, namun ketika aku sudah bisa menaikinya, maka aku harus bisa melewati semua halangan walaupun hanya dengan dua roda. Seperti itulah aku akan berusaha untuk mendapatkan hatinya dan saat aku mendapatkannya, aku akan terus mempertahankannya walaupun rintangan melanda".


Sepertinya sudah cukup untuk dia dengar... aku harap dia akan memikirkannya karena aku telah mengakui bahwa Alex terbukti cocok sebagai Mate...Ucap Cio sembari tersenyum. Tatapannya tertuju pada pintu kamarnya yang ternyata dibalik pintu, Keira mendengar percakapannya dengan Alex dan Cio saat Cio bertanya kepada Alex apa yang membuat Keira menjadi segalanya. Sebuah timing yang tepat Keira akan mendengar ucapan Alex yang begitu dalam tanpa ada yang menyadari bahwa Cio telah merencanakan sesuatu sejak Alex ia merasakan kehadiran Keira menuju ke kamarnya.


Alex... Jujur saja aku... tidak menyangka bahwa kau akan mengatakan semua itu terhadapku... ucapan dalammu yang begitu bermakna, aku tidak tahu bahwa ternyata kau begitu tulus terhadapku... Ucap Keira dalam batin. Matanya mulai berkaca-kaca saat dia mendengar semuanya dari balik pintu.


apakah Kami sudah pernah mengatakannya padamu bahwa dia begitu tulus mencintaimu...?


yah...kalian benar-benar telah mengatakannya


kalau begitu, apa yang ditunggu? terimalah dia...


Untuk sementara, Jangan kau pikirkan tentang itu. Kalian jalani saja dulu hingga takdir yang akan menentukan apakah Alex akan tetap mencintaimu Walaupun dia mengetahui rahasia ini suatu hari nanti karena bukan kita yang akan mengetahui akhir kisah cerita ini. Entah berakhir bahagia atau tidak tak ada yang tahu secara pasti. Kita sebagai makhluk hidup hanya menjalaninya saja.


"aku Cio Haemongan Rhyes, meminta maaf atas apa yang aku lakukan terhadapmu dan aku mendukungmu untuk mengejar dirinya".


Saat Cio memberikan dukungan kepada Alex, Alex begitu senang dengan ucapan Cio.


"Cio...".


"dengar Alex, aku memang tidak bisa berteman denganmu namun aku mempercayaimu bahwa kau bersungguh-sungguh dengannya. Aku mendukungmu namun jangan sakiti hatinya. Hatinya begitu rapuh seperti kaca jika sampai tersakiti".


Dan kali ini aku akan benar-benar melupakan perasaanku ini untuk selamanya karena aku tahu bahwa aku bukanlah orang yang tepat.


"terima kasih karena telah mempercayaiku. Jangan khawatir, aku akan menjaga hatinya". Ucap Alex mendengarnya.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu terdengar. Alex berjalan untuk membuka pintu dan terkejut saat melihat Keira berdiri dihadapannya dengan memakai tongkat siku dan pergelangan kaki kanannya yang telah dirawat dan diperban.


"Keira? kau kemari?".


"benar. Aku terkejut kau disini juga. Apa yang kalian bicarakan?". Tanya Keira. Ia berpura-pura baru saja datang agar Alex tidak tahu bahwa dia telah mendengarkan percakapan dua laki-laki itu.Cukup Cio saja yang tahu kehadirannya.


"Ng... aku memaafkan perbuatan Cio. Aku tahu bahwa dia tidak bermaksud melakukannya. Lalu kau, sedang apa kemari?".


"oh, aku kemari karena aku sedang ingin melakukan sesuatu terhadapnya". Ucap Keira tanpa melihat wajah Alex yang berada di sampingnya dan berjalan melewati Alex hingga ia berada di hadapan Cio.


"aku tahu bahwa kesalahanku tidak akan dimaafkan walaupun aku menyesal dan meminta maaf, namun aku sudah siap dengan hukuman yang akan kau berikan". Ucap sembari menundukkan kepalanya sebagai bentuk penyesalan. Keira terdiam beberapa saat hingga kemudian ia akan melayangkan sebuah tamparan ke arah Cio.


"jangan, Keira!". Dengan sigap Alex langsung memegang tangan kanannya Keira yang hampir saja memukul pipi kanan Cio yang berjarak tinggal satu senti.


"apa yang kau lakukan, Alex!?". Tanya Keira sembari menoleh ke arah Alex yang sedang menahan tangan kanannya.


"biarkanlah dia menghukumku Alex. aku mene--".


"yang benar saja, Cio!. Aku tahu kau bersalah tapi aku tidak bisa melihat dan membiarkan Keira menghukum temannya sendiri yang sudah menyesal dan meminta maaf padanya".


hah? apa?? yang kudengar ini tidak salah'kan???. Pikir Keira yang tidak menyangka bahwa Alex akan membela seseorang yang sudah melakukan hal buruk padanya padahal ia ingat sekali bahwa waktu itu dia tidak mau memaafkan Dion yang tidak sengaja mengotori Long Coat Alex dengan Coffe saat itu walaupun Dion sudah minta maaf dan berniat untuk mengganti baju yang dikotori oleh Dion.


"apakah kau masih waras, Alex? aku tidak menyangka bahwa kau akan memaafkannya atas apa yang diperbuatnya padamu. Kau tahu'kan tentang istilah jika meminta maaf itu gampang, buat apa ada hukum dan polisi? ".


"aku tahu istilah itu tapi jangan lupa Keira, memaafkan seseorang bisa merasakan kehidupan yang lebih bahagia dan menjadi teladan hidup. Aku tahu kau marah padanya, aku juga marah namun jika kita tidak memaafkan seseorang yang menyesal dan sudah minta maaf akan menimbulkan beban dihati?. ayolah Keira, aku tahu bahwa dia adalah temanmu yang baik hati dari kecil dan ia tidak bermaksud melakukannya hingga membuatmu kecewa tetapi apakah kau akan membiarkan pertemanan kalian bertahun-tahun lamanya menjadi renggang...?". Ucap Alex memberikan penjelasan dengan makna dalam kepadanya.


Woaahh, apakah aku sedang bermimpi? aku tidak menyangka bahwa makna dalam itu berasal dari orang yang dingin dan tidak mau menerima maaf segampang itu. Orang pernah bilang bahwa seseorang tidak akan berubah secepat itu jika bukan karena ada faktornya. Faktor apa yang membuat dia ini berubah?. Pikir Keira yang masih tidak menyadari bahwa Cinta adalah faktor yang menyebabkan seorang pewaris Fallen Group itu berubah.


"lalu? bagaimana dengan Dion? kau pasti ingat dengan kejadian di sekolah saat Dion tidak sengaja membuat Long Coatmu kotor'kan!?". Tanya Keira dengan nada tinggi sembari menarik lengan kanannya yang telah di pegang oleh Alex.


Kau masih kesal ternyata setelah yang pernah kulakukan terhadap saudaranya itu. Sehingga Kau melawanku dan aku memberikan death card padamu sebagai bentuk hukuman untukmu...


"aku tahu bahwa yang aku lakukan waktu itu memang salah dan aku sangat menyesal hingga aku meminta maaf kepadamu, Keira. Aku akan meminta maaf kepada saudaramu juga atas kesalahanku".


Keira menghela nafasnya dan berpikir sejenak karena sebagai seorang Alpha, Keira harus berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan hingga akhirnya sebuah senyuman tipis terukir diwajah Keira.


" Seperti Alex yang menjadi korban memasakanmu, Cio. Aku Keira Rosalie Retizen juga memaafkanmu karena mengingat persahabatan kita dan aku tahu bahwa kau tidak bermaksud melakukannya"


"terima kasih, Keira". Ucap Cio dengan senangnya bahwa sang putri raja telah memaafkannya.


"Jangan berterima kasih kepadaku Cio, bukankah kita teman...? seorang teman harus memaafkan teman yang telah menyesal dan semua ini berkat Alex dengan kata-katanya yang bermakna dalam sehingga aku menyadari bahwa sebuah kesalahan berhak diberikan kesempatan untuk dimaafkan".