
''dasar kurang ajar. Bisa-bisanya ia membohongiku tentang ari-ari ayam itu💢 untung saja aku sempat menghubungi pak Jhon selain menanyakan apakah si kambing tua itu sudah kembali ke luar negeri atau belum, jika tidak…".Alex sibuk memaki sambil mengemudikan mobilnya dikarenakan karena hari ini ia merasa kekesalannya menumpuk dari ayahnya bahkan Tania yang mengerjai dirinya padahal ia tidak tahu bahwa Tania mengira selama ini organ ayam yang melilit hati adalah ari-ari ayam padahal namanya usus.
Intinya mereka salah paham.
Ah… untunglah Hara menolak mentah-mentah perjodohan antara Tania dengan Alex.
jika tidak, mungkin tidak akan ada kisah cinta antara Alex dengan Keira yang merupakan cinta beda dua dunia.
Melainkan kisah dimana Tania dan Alex yang berjudul : menikahi pewaris yang kejam.
dengan sinopsisnya : Karena kesalahpahaman yang disebabkan nama organ ayam, membuat Tania dibully Alex yang telah malu diperbuatnya dan menjadi bencana dalam hidupnya Tania saat kedua ayah mereka menjodohkan mereka dalam pernikahan.😱
atau judulnya mungkin: pernikahan amburadul dengan silaki- laki dingin dengan si gadis super polos.
Untungnya kisah itu tidak terjadi 😉. Lagipula jika melihat tingkat kepolosan, kebodohan dan kebandelan Tania Sudah pasti akan membuat Alex mati muda dalam tiga hari atau mati dimalam pernikahan karena dimakan Tania😁
"aish, seharusnya aku tahu bahwa hewan betelur tidak memiliki ari-ari lagi pula, manusia mana yang mau makan ari-ari hewan? selain itu, mengapa orang-orang mau makan sesuatu yang merupakan bagian dalam tubuh hewan yang seharusnya dibuang? mereka tidak takut kena penyakit apa?".Ucap Alex yang bertanya kepada dirinya sendiri dan merasa tidak mengerti mengapa orang-orang mau memakan organ-organ hewan seperti usus, hati atau semacamnya karena dia sendiri tidak pernah melihat atau merasakan namanya jeroan.
Maklum saja, telahir dari kalangan keluarga atas sudah pasti makanan yang dimakannya selalu dimakannya selalu mewah, berkualitas tinggi dan mahal. Sehingga ia tidak tahu apa dan bagaimana rasa makanan yang sangat digemari oleh kalangan masyarakat biasa.
''aish, mungkin sebaiknya aku tidak membeli makanan yang tidak pernah ku ketahui itu. Lagipula dia pasti mengerjai aku. Mana mungkin ia masih Menunggu di sekolah''.
Sementara itu di sekolah…
''Hm… kenapa aku masih disini ya? 😑 pulang saja deh". Ucap Tania kepada dirinya sendiri dan lupa dengan tujuannya masih menunggu disekolah yaitu menunggu Alex membawakan pesanannya.
Silvana sudah pergi duluan sehingga dia sendiri menunggu Seperti orang bodoh yang pada akhirnya ia lupa mengapa dirinya masih di sekolah.
Tania naik ke sepeda motornya namun ia urungkan untuk menyalakannya dan kembali turun dari sepeda motornya saat mencium aroma manusia yang mendekat.
Aish, mereka berdua ini lagi. Kapan manusia seperti mereka bisa sadar untuk tidak menggangguku?. Setelah perbuatanku kepada leader menor mereka, ckckck. Tania Menggerutuh dalam hatinya ketika ia tahu siapa yang akan datang menghampirinya.
Benar saja, ia melihat Rachel dan Violet datang menghampirinya dan ekspresi wajah mereka sudah pasti menunjukkan kemarahan di hadapan Tania.
''apa yang kalian inginkan sek-".
...PLAAAK....
Tanpa ragu-ragu, Violet langsung menampar pipi kiri Tania namun seketika Ia merasakan tangannya sakit setelah menamparnya.
''Awww!''.Violet meringis kesakitan di tangan kanannya sedangkan Tania tersenyum karena tidak merasakan rasa sakit apapun di pipi kirinya.
haha, itulah akibatnya memukul seorang Werewolf, manusia. Kalian tidak tahu baik pukulan maupun serangan tangan kosong kalian tidak membuat kami merasakan apapun melainkan kalianlah yang merasakannya.
''kau kenapa Vi?''. Tanya Rachel ketika melihat Violet meringis kesakitan ditambah lagi telapak tangannya mulai membiru.
''aku tidak tahu, Chel. Tanganku langsung sakit saat menamparnya. Rasanya seperti memukul sesuatu yang sangat keras seperti tembok atau pohon ''. Jawab Violet lalu Rachel melihat pipi kirinya Tania baik-baik saja. Tidak ada kemerahan ataupun bekas tangan Violet melainkan mulus dan licin seperti kulit bayi.
''tapi bagaimana bisa? pipi dia baik-baik saja tapi tanganmu?".Baik Rachel dan Violet sama-sama bingung bagaimana bisa pipi Tania masih mulus tanpa lecet sedikitpun sedangkan tangan Violet yang merasakan rasa sakit padahal yang dia pukul adalah pipi Tania.
''hehe, kalian pasti penasaran mengapa para pipiku yang lembut ini tetap mulus tanpa ada bekas tangan dan sakit. Untunglah dari dulu aku selalu melakukan senam wajah sehingga pipiku tidak merasakan rasa sakit apapun,hehe''.
Ucap Tania yang tersenyum jahat dan memberikan sebuah alasan lalu ia berjalan dengan santai kearah mereka berdua sedangkan Violet dan Rachel langsung berjalan mundur saat Tania berjalan mendekati mereka karena tubuh mereka berdua bisa merasakan rasa bahaya saat Tania mendekat sehingga mereka refleks mundur.
Melihat Kedua gadis itu berjalan mundur membuat Tania semakin tersenyum jahat karena bisa melihat raut wajah mereka berdua yang mendadak takut.
''wah wah wah, kenapa kalian mendadak takut? bukankah Violet tadi menamparku tanpa ragu-ragu?''.
Wah wah wah… ternyata aku bisa bertingkah laku seperti siswi jahat rupanya. Hehe. Ucap Tania di dalam pikirannya bahwasanya ia tidak menyangka bahwa ia bisa juga berperilaku seperti antagonis dari sebuah senyuman dan tatapan.
''ma- maafkan akuuuu😭. Ini ide Rachel, dia yang mengatakan bahwa kami harus membalas perbuatanmu kepada Britney". Ucap Violet sambil berurai air mata dan mengatupkan kedua tangannya untuk memohon ampun dan tidak lupa juga ia menyalahkan Rachel untuk idenya membalas Tania.
"apa?! kau menyalahkan aku!?". Rachel sungguh tidak menyangka bahwa Violet akan menjadikan dirinya sebagai seorang yang bersalah dihadapan Tania alias kambing hitam.
Setidaknya ia bisa tahu dalam persahabatan, tidak semuanya itu mengambil kesalahan bersama, pasti akan ada yang dijadikan kambing hitam sedangkan yang lain lari dari tanggungjawab yang seharusnya dilakukan bersama.
"dengar, memang aku yang memberi ide tapi kaulah yang mulai main tangan duluan, Vio!!". Rachel memekik dan menatap tajam Violet sehingga ia pun menarik Violet berdiri dan mendorongnya hingga jatuh saking tidak terima dengan ucapan Violet.
Violet tidak terima dengan perlakuan Rachel lalu ia bangkit dan mendorong Rachel walaupun sayang sekali Rachel tidak jatuh namun Rachel tidak terima saat Violet mendorongnya.
Wah wah wah… aku dikacangin nih…
Bahkan mereka berkelahi ala betina tidak ngajak- ngajak sama sekali.
hm…mungkin inilah salah satu bentuk dari sebuah persahabatan yang tidak sehat. Lebih baik aku pergi saja dari sini diam-diam. Pikir Tania yang membawa pelan dan diam-diam sepeda motornya saat itu sibuk berkelahi Ala betina dan saat berada di tempat yang jauh dari jarak mereka yang menyalakan mesin sepeda motor dan langsung pergi meninggalkan kedua garis yang sibuk berkelahi itu.
Sementara itu…
''ini aneh, aku tidak pernah melewati jalan ini sebelumnya namun mengapa aku kemari?''. Tanya Alex dengan perasaan yang bingung saat menyadari bahwa ya tidak pernah melewati suatu jalan Yang sepi dan sunyi Saat mengendarai mobil. dia bertanya kepada dirinya sendiri mengapa dia mengemudi di jalanan yang hanya bisa di lalui oleh satu kendaraan yang terdapat Sisi jurang yang tidak terlalu dalam di sisi kiri dan kanan.
disaat Alex bingung, mendadak Alex menghentikan mobilnya secara tiba-tiba saat melihat sesuatu tergeletak di depannya.
''i-ini!!".