The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 223 :



Saat main boom-boom car, Leo yang asyik serudukan mobilnya ke mobil Keira sedangkan Alex tidak bisa karena keduluan Leo sehingga ia merasa bete dan wajahnya merengut.


Saat naik roller coaster, Leo duduk bersama dengan Keira sedangkan Alex hanya bisa mengalah duduk di belakang itupun terpaksa sama tante tante girang berdada besar.


Tante itu menatap Alex dengan tatapan mata yang menggoda sedangkan Alex merasa jijik.


Saat naik kapal Viking, terpaksa Alex yang malang mengalah duduk di belakang Keira dan untungnya kali ini yang duduk disampingnya adalah seorang laki-laki namun sayangnya laki-laki itu ternyata seorang banci.


Hal itu terlihat saat laki-laki itu menatap Alex dengan tatapan mata yang menggoda sehingga Alex bergidik ngeri.


Intinya, setiap mereka bertiga menaiki wahana, hanya Leo dan Keira yang menikmatinya sedangkan Alex sendiri bagaikan ngengat yang tidak dianggap.


Perasaan Alex sekarang campur aduk.


Cemburu, bete, jengkel, semua menjadi satu karena dia tidak punya waktu berdua dengan Keira karena Leo hingga ia pun penasaran bagaimana tunangan Keira dulu bisa bertahan dengan orang seperti Leo.


Kasihan Alex...


Aku tahu dia pasti tidak nyaman sekarang saat ini. Dalam hati, Keira memikirkan perasaan Alex sekarang. Tanpa kedua laki-laki itu sadari, Keira mencuri pandang terhadap Alex.


Keira dapat melihat berapa Alex sangat tidak nyaman karena Leo apalagi sepanjang mereka menaiki wahana, ia tidak melihat ekspresi bahagia Alex seperti dulu saat mereka naik wahana-wahana bersama-sama pertama kali.


Kasihan Alex… aku harus melakukan sesuatu. Pikir Keira.


"ada apa Keira?".Tanya Leo saat Keira mendadak berhenti.


"kakak, aku harus. Bisakah kakak membelikan Keira es teh lemon disana?".Keira menunjukkan sebuah Stan minuman pada Leo dan distan itu antriannya lumayan panjang.


"biar aku-".


"tidak. Aku maunya kakakku saja yang beli".Tolak Keira saat Alex mengajukan dirinya untuk membeli minuman.


"Boleh ya kak". dengan mata melas, Keira meminta Leo membelikannya minuman dan pastinya Leo mengangguk senang memenuhi permintaan Keira apalagi ia senang saat ia tidak mau Alex yang membelikannya minum.


"tunggu disini ya".


"ok kakak".Leo beranjak pergi ke tempat Stan yang dituju lalu, saat Leo pergi membeli minuman, saat itulah Keira menarik tangan Alex dan membawanya pergi.


"eh???".


"selagi kakakku pergi beli minum, bukankah ini kesempatan kita untuk bersenang-senang bukan".Ucap Keira mengajak Alex pergi tanpa melihat Alex. Mendengarnya, Alex merasa senang. Sebuah senyuman terbentuk diwajahnya.


"Kalau begitu, mari kita bersenang-senang".Ucap Alex sembari menggenggam erat tangan Keira lalu, Bersama-sama mereka menikmati wahana dan permainan dengan bahagia. Terlebih lagi Alex, ia sangat menikmatinya kali ini sehingga Keira tersenyum puas melihat Alex yang begitu senang.


"bagaimana dengan kakakmu? aku yakin dia bakalan sadar bahwa kita menghilang dan pastinya mencari kita".Ucap Alex.


"oh, jangan khawatir mengenai dia. Aku sudah mengaturnya dan pasti sekarang sudah ada yang menjemputnya sekarang".


(Sementara itu…)


"sialan, dimana dia bawa Keira?. Seharusnya aku tidak membiarkannya bersama dengan Keira". Leo kesal saat ketika habis mengantri dan mendapatkan minuman yang dipesan oleh Keira, ternyata Alex dan Keira sudah tidak ada ditempat.


Leo sangat kesal jika memikirkan Alex bersama dengan Keira sehingga ia berniat untuk menemukan mereka namun, belum sempat ia pergi,mendadak Leo bergedik merinding. Leo mencium keberadaan seseorang yang dikenalnya dapat merasakan hawa gelap dibelakangnya yang berasal dari orang yang sama sehingga ia terdiam dan membatu di tempat, hingga saat ia menoleh kebelakang…


Begitulah Myesha, jika ia marah terhadap sesuatu, dia akan seperti itu pada seseorang.


Leo mencintai Myesha namun takut jika gadis itu marah karena nyalinya langsung ciut jika Myesha marah kepadanya.


Myesha juga mencintai Leo tapi ia paling sayang pada Keira layaknya adiknya sendiri.


Ia tahu siscon Leo pada Keira sehingga khawatir jika siscon Leo mengganggu hubungan Keira dengan pasangannya sehingga saat Keira memberitahunya melalui pesan, ia langsung ke Altair land seperti sekarang ini. Melototi Leo yang telah mengganggu hubungan Keira dan Alex.


"Urusanku sudah selesai lebih cepat. Selain itu, kenapa kau berada di tempat Keira dan pacarnya


berkencan? kau ingin mengatakan sesuatu, sayang?".Tanya Myesha sembari memelototi Leo dan memberikan hawa seram pada Leo.


"ng…i-itu💦".


"kau pasti mengganggu mereka bukan?. Ayo pulang, jangan ganggu mereka".


"ta-tapi-tapi".


"kau tidak mau menuruti permintaanku, Leo?".Myesha semakin memelototi Leo sampai bola mata Myesha hampir keluar saking melototnya.


"ayo!".


"A-aduh".Leo pasrah saat Myesha membawanya pergi sambil menjewer telinganya. Leo merasa sakit saat dijewer.


"kau tahu darimana aku disini?".


"aku bertanya pada Keira lalu Keira memberitahu bahwa kau bersama mereka. Kau nakal".


disaat Leo dibawa Pergi, sementara itu Alex dan Keira sedang menikmati coklat panas di sebuah cafe.


"Keira".


"ya?".


"apakah kau merasa nyaman dengan perlakuan kakakkmu? maksudku mengingat dia…".


"sayangnya terlalu berlebihan bagimu yah?. Kuakui dia memang berlebihan tapi bukan berarti aku tidak suka.


Maksudku, tidak semua adik perempuan didunia ini mendapat kakak laki-laki yang menyayangi adik perempuannya.


Aku bersyukur karena punya seorang kakak laki-laki yang Menyanyangiku, menjagaku dari dunia yang kejam ini.


Memang berlebihan, namun aku tahu betapa Khawatirnya dia terhadapku apalagi tidak ada yang bisa menjagaku semenjak aku kehilangan Elias dan Ia khawatir aku dipermainkan mengingat sulit mendapatkan seorang laki-laki yang sangat setia jaman sekarang


Setidaknya aku bahagia punya seorang kakak yang sangat menyayangi dan khawatir terhadapku. Sangat berbeda dengan dia…".


"dia? dia siapa?".Tanya Alex penasaran.


"Ah! lupakan saja kata yang terakhir itu. Intinya, kakakku mungkin akan berhenti khawatir jika aku mendapatkan pasangan yang setia dan menjagaku".


"kalau begitu, aku akan membuktikan pada kakakmu bahwa aku bisa dipercaya. Lagipula aku sangat menyayangimu, aku tidak akan membiarkan siapapun yang menjadi penghalang cinta kita" Sambil mengelus punggung tangan Keira di atas meja, Alex meyakinkan Keira akan perasaannya yang tulus walaupun dia tidak mengetahui seberapa besar penghalang mereka untuk bersama terutama mereka berdua berasal dari alam yang berbeda