The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 190 : Fun fair 1



"wah, aku tidak menyangka bahwa kau akan mengajakku memasuki wahana Rumah hantu duluan".Ucap Keira saat pertama kali mereka mencoba wahana yang pertama di dalam Altair Carnival yaitu rumah hantu.


"kenapa? takut?".Alex tersenyum meledek.


Takut? hah! yang benar saja. Mana mungkin aku bisa takut pada hantu-hantu bohongan dan makhluk supernatural bohong lainnya.


Yang ada pasti kau akan lari terbirit-birit saat mengetahui bahwa kau mengajak seorang gadis dari kelompok supernatural yaitu Werewolf kedalam rumah hantu.hihi.


Ah…aku jadi ingin tahu bagaimana reaksi Alex nanti saat tahu bahwa aku adalah seorang Werewolf?. Tebak Keira dalam pikirannya.


"takut?. Tentu saja tidak. Wajahmu saat kesal lebih menyeramkan daripada hantu tahu😛".Keira Balas meledek Alex.


"hei, candaanmu tidak lucu tahu😒".Alex sebal saat Keira meledek dirinya.


"hei, aku hanya bercanda 😁. Lagipula, ini masih sore tahu apalagi seharusnya kita mencoba wahana lain dulu sebelum ini".


"ah! benar juga. Tapi kita telanjur mengantri disini".Alex menyadari bahwa seharusnya mereka mencoba wahana lain dulu sebelum rumah hantu apalagi masuk kedalam rumah hantu tidak seru jika disiang hari bukan malam hari.


"tidak apa-apa hanya saja…".


"hanya saja apa?".Tanya Alex.


"hanya saja, jangan sampai pipis di celana ya jika ketakutan. hehehehe".Ejek Keira.


"hei". tidak lama kemudian mereka sudah memasuki rumah hantu itu. suara mistis dan mencengkam terdengar. ditambah lagi dengan ruangan yang gelap gulita bercahaya lampu merah buram dan sedikit kabut didalam wahana itu sehingga aura yang dirasakan bagi pengunjung yang masuk kedalam tempat itu terasa menyeramkan.


Alex menggenggam tangan Keira erat agar sama-sama tidak terpisah karena bukan mereka saja yang mengunjungi tempat itu.


Mereka memasuki lorong tempat itu. Rasa ketakutan merasuki para pengunjung ditambah dengan Beberapa hantu yang bermunculan secara mendadak baik hantunya lari melewati para pengunjung, hantunya mendadak muncul dilemari, didinding bahkan di WC dan tempat lainnya. Sudah pasti teriakan pengunjung dapat terdengar.


Sedangkan Keira?.


dia merasa biasa saja. Tidak ada rasa takut untuk dirinya karena dia sendiri sudah menakutkan bagi manusia jika manusia tahu ada Werewolf diantara mereka sebagai pengunjung.


dan Alex?.


dia sama saja.Bersikap biasa, tidak takut karena dia berfikir secara realistis bahwa hantu-hantu didalam rumah hantu semuanya palsu dan dia tahu mana ada hantu yang muncul di siang bolong.


Hanya saja, ia sedikit kecewa karena Keira tidak takut sama sekali padahal ia berharap agar Keira langsung menempel padanya saat merasa takut.


Hingga pada akhirnya, hanya mereka berdualah satu-satunya pengunjung yang tidak merasakan takut atau kaget didalam rumah hantu.


"rasanya…tidak seru yah😑".Kata Keira.


"yah…😑"


"Ayo kita ketempat yang lain".Ajak Keira dengan ekspresi wajahnya yang berubah menjadi semangat.


Alex mengikuti saja saat Keira mengajaknya ke beberapa tempat di Altair Carnival.


dari mereka berdua memasuki STAN Sovenir. Alex membelikan sebuah bando telinga Mickey mouse lalu mengenakannya kepada Keira.


Keira yang senang meminta Alex memfoto dirinya.


Awww…lucunya.Kagum Alex dalam batinnya saat memfoto Keira menggunakan bando itu lalu mereka berdua pun berfoto dengan cosplay Mickey mouse dan Minnie mouse.


Alex memang terasa kaku karena pertama kalinya berfoto bersama dengan Mickey dan Minnie tapi ia bahagia bisa befoto ditempat Itu terlebih lagi bersama dengan orang yang dia sayangi.


Alex melirik dan tersenyum melihat Keira yang tersenyum lebar dan ceria saat difoto layaknya anak kecil.


Kemudian mereka menikmati gulali yang mereka beli di STAN gulali sampai Keira melongo saat melihat Alex makan banyak gulali.


"hei, jangan kebanyakan. Nanti gigimu bisa berlubang lho".Keira mengingatkan bahwa terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula alias manis akan merusak gigi.


"jangan khawatir. Aku selalu menggosok gigi dan melakukan perawatan gigi di rumah sakit gigi terbaik 😁".


kemudian mereka lanjutkan menikmati bermain wahanaroller coaster dimana mereka beteriak bersama dengan para pengunjung yang juga menaiki roller coaster, lalu menaiki wahana viking, juga wahana lainnya yaitu double shot



...( Double shot)...


Bom bom cart, bahkan Alpine slide. Mereka berdua saling senang saat menaiki wahana-wahana tersebut seakan tidak ada beban didalam hati mereka.



...(Alpine slide)...


Beberapa saat kemudian…


"kau mau itu?".Tunjuk Alex ke arah mesin capit boneka dan Keira mengangguk tanda mau.


Setelah Alex membeli banyak koin, Alex mulai mencoba untuk mendapatkan sebuah boneka didalam mesin capit itu.


Awalnya mesin capit itu berhasil mengenai boneka kelinci itu tapi saat mesin pencapit itu naik, boneka itu malah lepas.


Alex terus dan terus berusaha mendapatkan setidaknya salah satu boneka yang didalam kotak kaca itu sampai-sampai tidak sadar ia telah melakukannya sebanyak tiga puluh kali tapi dalam tiga puluh kali itu, Alex tidak mendapatkan boneka satu pun sehingga ia sangat kesal.


Sedangkan Keira sama sekali tidak bisa ditebak ekspresinya saat melihat Alex berulang kali gagal melulu saat mencoba mendapatkan setidaknya salah satu boneka didalam mesin pencapit itu dan Alex sadar akan ekspresi wajah Keira yang bercampur aduk antara bosan, bete dan tidak berharap padanya ditambah lagi dengan saat seorang gadis membanggakan pacarnya yang telah berhasil mendapatkan banyak boneka dimesin pencapit juga.


Sudah pasti Alex menjadi semakin kesal melihat pasangan itu


"aku pasti akan mendapatkannya". Ucap Alex memberikan keyakinan bahwa dia akan berhasil.


"sudahlah Alex😅 ayo kita ke tempat lain saja".Ucap Keira merasa tidak enak terhadap Alex yang masih berusaha mendapatkan boneka dari mesin itu untuknya padahal dia tidak minta sama sekali.


"tidak. Aku pasti bisa". Ucap Alex berambisi.


duh, bagaimana caranya agar Alex berhenti ya?. Pikir Keira hingga akhirnya ia menemukan sebuah ide.


"tapi aku mau boneka yang besar". Seketika Alex berhenti memainkan alat itu saat Keira ingin boneka yang ukurannya besar, bukan boneka kecil yang didalamnya mesin pencapit boneka.


Alex menoleh ke arah Keira lalu Keira menunju ke arah STAN lempar bola dengan kaleng sasarannya dan Alex dapat melihat sebuah boneka Teddy bear putih besar yang ukurannya sebesar tinggi anak-anak yang berusia lima tahun.


"kau mau itu?". Keira mengangguk ya seperti anak kecil lalu Alex menggandeng tangan Keira dan mereka berjalan kearah STAN yang dimaksud.


"selamat datang selamat datang. Tiga bola tiga kali kesempatan untuk melempar bola baseball tepat di tumpukan kaleng sebagai sasarannya. Jika. Piramida kalengnya jatuh semua akan mendapatkan bonek Teddy bear besar ini.


Anda mau mencoba?". Kata si pemilik STAN itu menawarkan permainannya yaitu permainan menjatuhkan kaleng-kaleng yang ditumpuk sampai tiga tingkat.


"aku beli enam bola".Ujar Alex memberikan selembar uang besar kepada pemilik stan itu.


"Alex, boleh aku coba melempar sekali?. Aku ingin sekali mencobanya".


"kau mau mencobanya?". Tanya Alex.


"yup".


"ini bolanya tapi jangan nangis ya jika tidak kena".Canda Alex mengejek Keira. Keira mendengus kesal. Alex memberikan sebuah bola baseball itu.


Keira mulai ancang-ancang untuk melempar dan seketika ia pun mulai melempar bola baseball itu kearah kaleng-kaleng itu.


Seketika Baik Alex maupun sipemilik stan sama-sama melongo tidak percaya saat Keira melempar bola baseball itu tepat di kalender-kaleng itu.


Yah, Keira berhasil menumbangkan semua kaleng-kaleng itu dalam sekejap tapi bukan itu yang membuat Alex dan sipemilik stan terdiam tak percaya melainkan saat bola yang dilemparkan oleh Keira melesat tepat ke arah kaleng-kaleng itu, bola itu pun juga melesat langsung menembus tembok kayu belakang STAN itu dan Keira menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking terkejutnya karena ia mengeluarkan kekuatannya terlalu besar ke bola itu.


"… OOPS!😓".