
Keira terbangun di atas tempat tidurnya, merasakan tidurnya nyenyak sekali. beberapa jam yang lalu dia teringat akan kesedihan yang melingkupinya dan mencurahkan semua kesedihannya yang terpendam dengan memeluk Alex yang juga menenangkan dan menghiburnya.
Cahaya matahari petang menerangi kamar tidurnya. Keira sadar bahwa dirinya telah tidur selama berjam-jam. Keira mengamati sekilas ke sekitar ruangan mencari sosok yang dia cari hingga dia mendapati Alex tertidur di sofa di pojok ruangan.
haruskah aku memberitahu Alex bahwa aku mencoba memberi Alex kesempatan? hm,... tidak.Aku rasa aku harus bermain susah didapat. Aku tidak harus memberi Alex kesempatan dengan gampang. Aku harus melihat sejauh mana Alex mengejar-ngejarku.
Keira bangun dari tempat tidur dan meletakkan kakinya yang masih memakai kaos kaki ke lantai, ia berjalan pelan menghampiri Alex yang sedang tidur di atas sofa Hitam. Keira berlutut dan menatapnya yang sedang tidur.
Saat dia sedang tidur, aku menyadari bahwa dia begitu tampan.
Saat mengamati wajah Alex, tatapannya tertuju pada sebuah penutup mata hitam dengan batu turmalin biru di tengahnya ukiran dipinggirannya. Sebuah rasa penasaran terbesit dalam pikiran Keira. tangan kanannya mencoba untuk membukanya akan tetapi saat tangan kanannya akan meraih penutup mata itu, tangan kiri Alex menangkap tangan Keira duluan. Keira terkejut. kelopak mata Alex langsung terbuka dan pandangannya bertemu dengan pandangan mata Keira.
"apa yang ingin kau lakukan?".
"aku ingin membangunkanmu tentunya. Sekarang sudah sore". Jawab Keira sambil melepaskan tangannya. Keira memberi alasan yang lain kepada Alex. Ia tidak ingin Alex tahu bahwa dirinya ingin melihat mata kanannya yang ditutup penutup mata itu.
Alex menengadahkan kepalanya dan melihat langit mulai berubah menjadi warna oranye.
"Sebaiknya kau kembali ke kamarmu,Alex".
"kau benar. Sebaiknya aku mandi,aku kembali ke dalam kamarku,ya".
Kata Alex sambil berdiri dan merenggangkan badannya.
"oh iya, bibi Antonia dan paman Hara mengundangmu untuk makan malam bersama kami semua.Jangan lupa".
"hm, baiklah.Bagaimana dengan Danny dan Noah?".
"Jangan khawatir.Mereka sudah diberitahu,kok.Ingat, Jangan lupa".
"tenang saja.Aku pasti akan datang karena, kau pasti juga ada di sana".Kata Alex. Kemudian, Ia pergi keluar dari kamar Keira dan masuk kedalam kamarnya. di dalam kamarnya, Alex merasa senang saat memikirkan dirinya berada di kamar Keira.Hasil yang sepadan dengan bahaya yang dialaminya, dia bisa memeluk tubuhnya, mencium aroma shampoo di rambutnya dan wajahnya yang manis saat tertidur pulas dalam pelukannya.
Jam tujuh lewat lima belas malam, Keira meninggalkan kamarnya bersama Keira yang juga keluar dari kamarnya secara kebetulan.Mereka berdua turun ke lantai bawah menggunakan Lift hingga akhirnya mereka tiba ditempat mereka makan malam bersama sahabat dengan Suami istri Rhyes, Sikembar Rhyes ,Silvana , Dion , Danny dan Noah.
Malam ini mereka semua menikmati ayam goreng pedas,ayam stew, daging panggang, Kentang tumbuk lezat dan bola-bola nasi goreng kesukaan Keira yang telah dimasak oleh Nyonya Rhyes dan Dion yang membantunya. Selama makan malam, baik Hara dan Antonia begitu ramah bahkan mereka berdua sangat hangat dan memperhatikan Alex sehingga perlakuan mereka terhadap Alex membuat Cio menjadi cemburu.
"mau tambah lagi, dagingnya,Alex?".
"tidak bibi.Sudah cukup kok".Kata Alex menolak dengan sopan karena dia merasa porsinya cukup banyak dipiringnya sekarang ini walaupun rasanya sungguh lezat hingga tatapannya tertuju pada Keira yang duduk berseberangan dengannya disebelah Dion sedang menikmati makanan entah mengapa Alex merasa penasaran.
"Ng... makanan apa yang dimakan Keira?".
Alex bertanya kepada Silvana secara berbisik yang secara kebetulan Silvana duduk diantaranya dan Noah.
"oh, bola-bola nasi goreng.Keira suka makan itu sehingga Dion seringkali membuatkanya untuknya. Karena Keira juga datang, bibi membuat makanan itu khusus untuk Keira".
ooh.Jadi makanan itu salah satu makanan kesukaan Mungkin aku harus mencoba membuatnya suatu hari nanti.
Malam ini mereka semua menikmati makan malam yang terasa nikmat dari yang lain terutama Trinity khususnya Alex.Ia dapat merasakan keharmonisan dan kehangatan yang tidak pernah ia rasakan selama ini setiap makan malam dirumah dimana ada tata beradap makan yang harus dipatuhi secara dingin dan kaku mengingat dirinya termasuk golongan keluarga kaya. Sedangkan Keluarga Rhyes, walaupun juga berasal dari golongan yang sama, Alex dapat melihat keceriaan di wajah mereka dan pasangan Rhyes hanya tertawa saat Tania dan Cio rebutan potongan ayam goreng pedas yang terakhir di piring sehingga siapapun yang melihat tertawa
Aura yang hangat, canda tawa, keharmonisan, terlihat disini.Rasanya sungguh nyaman makan bersama mereka seperti keluarga yang sesungguhnya.Berbeda sekali denganku....
saat makan bersama, hanya merasa aura yang dingin, dia jarang menanyakan kabar anak-anaknya bahkan yang paling banyak dibicarakan hanya bisnis dan perusahaan. Melihat kedua saudara ini perang rebutan makanan membuatku teringat saat usia Empat tahu...
Aku tidak lupa saat aku dan kakak Alfa saling merebut potongan kue labu buatan ibu. Kak Alexa dan ibu tertawa melihat kami sedangkan dia... dia memarahi kami dan mengatakan bahwa kami tidak beretika juga menyalahkan ibu yang dikiranya tidak becus mendidik kami hanya karena melihat kami seperti itu.... padahal, buatan ibu sungguh enak daripada buatan koki dirumah.
Sesaat, Alex teringat bagaimana ibunya membelanya dan saudaranya saat ayahnya memarahi mereka dan menyebutnya sebagai istri yang tidak becus.Ibunya tetap tersenyum untuknya dan kedua saudaranya walaupun di dalam hati ibunya menyimpan luka.
(Flashback...)
Delapan tahun yang lalu...
"Harold... mereka hanya anak-anak. Wajar Melihat anak-anak suka rebutan makanan.Ini sangat lucu melihat mereka".
Ucap Dylan karena dia berpikir biasa saja Melihat tingkah laku anak-anak mereka.Tapi tidak dengan Harold, ia menganggapnya tidak beretika.
"Kau pikir ini lucu!? mereka bukanlah anak-anak biasa, mereka anak-anak yang menyandang nama Adrian, nama keluarga ku yang menguasai Fallen Group! sebagai bagian dari Adrian, seharusnya mereka menunjukkan kelas mereka yang lebih baik dari yang lain. Seharusnya dari awal aku tidak mempercayakanmu mengasuh mereka".
Harold menyalahkan Dylan, istrinya sendiri dan ia tidak peduli ketiga anaknya mendengarnya karena baginya dia sudah benar tanpa memikirkan perasaan yang mendengarnya.
"tapi aku ibu mereka.Mengapa kau seperti ini hanya karena hal sepele seperti ini?".
"kau memang ibu mereka bertiga tetapi kau adalah ibu yang tidak becus mengasuh mereka! dan kau bisa menganggapnya hal yang sepele tapi tidak denganku!".
PRANG !
Dylan dan anak-anaknya terkejut saat Harold melempar piring keramik yang terdapat sebuah potongan bolu labu buatan Dylan yang belum disentuh oleh Harold sama sekali.
"Sebaiknya kau tidak usah membuat kue lagi. Jangankan mencicipinya, melihatnya saja sudah terlihat menjijikkan".
(Flashback end...)
ibu...dia tetap tersenyum untuk kami padahal... ketiga anakmu ini tahu bahwa dirimu saat itu sangat sedih dan terluka di dalam hatimu yang begitu rapuh...
Alex teringat akan kejadian itu.Semenjak itu, Dylan tidak pernah lagi membuat kue untuk mereka bahkan Alex tidak pernah lagi mengingat bagaimana rasanya kue Labu kesukaannya yang selalu dibuat Dylan.
*Alex, ibu janji kita berempat akan mendapatkan hidup yang baru... Jauh dari pria itu, tidak ada lagi nama Adrian yang membelenggu hidup kita. Kita akan mendapatkan hidup yang bahagia sebagaimana keluarga bahagia semestinya.
Kata-kata ibu masih terngiang-ngiang ditelinaku namun kenyataannya tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Betapa beruntungnya Cio Hamonangan Rhyes yang menyebalkan ini. Dia memiliki ayah dan ibu Yang Sayang kepadanya.
ayahnya Hara sangat baik dan penyayang dan ibunya Anthonia sangat hangat dan lembut seperti ibu.
Andai saja ayahku Seperti paman Hara.... mungkin kami akan hidup seperti mereka. Keluarga yang memiliki cinta dan kasih sayang yang berlimpah*...
"Nah, semuanya sudah menikmati makan malam ini yang bibi buat.Bagaimana rasanya?".
"Lezaaaat".Jawab Keira, Tania, Silvana, Dion, Cio Alex, Danny dan Noah yang mengejutkan memuji masakan buatan Anthonia secara serempak.
"Mereka benar istriku sayang.Rasanya sungguh lezat sekali".Hara menggenggam tangan kanan Antonia yang berada di atas meja dan memujinya.
"oh kalian.Bibi harap lambung kalian masih memiliki tempat untuk makanan penutup yang bibi buat ini". Kata Antonia yang merasa senang dengan pujian mereka. Dia bangkit dan pergi menuju ke bagian dapur sedangkan mereka yang duduk di meja menunggu makanan pencuci mulut itu dengan antusias kecuali Alex, dia merasa memandang kosong disekitarnya. Keira memperhatikannya tanpa diketahui olehnya.
Mengapa wajahnya terlihat murung? Apakah dia memikirkan ibunya yang disana...?
Tidak lama kemudian, Antonia datang bersama dengan seorang pelayan yang membawa troli dengan sebuah kue besar dan beberapa piring kecil di atasnya.
"Semuanya, kuenya sudah datang".Kata Antonia.Alex menoleh untuk melihat kue apa yang dimaksud dan Alex terkejut melihat saat penutup makanan itu dibuka ternyata kue itu adalah kue yang sudah lama dia rindukan.
Bolu Labu!
"ini kue kesukaan Ketiga anak gadis manis yang ada di ruangan ini. atas permintaan mereka, Bibi membuat ini dan bibi berharap para anak laki-laki diruangan ini juga menyukainya" .
Bibi Antonia mulai memotong bolu itu menjadi beberapa bagian sedangkan pelayan itu membantunya menata kue-kue yang sudah dipotong diatas piring porselen putih. Kemudian, Antonia dan pelayan itu membaginya kepada mereka satu persatu.
"ini,Alex. Bibi harap kamu menyukainya". Kata Antonia yang sedang meletakkan potongan bolu yang di atas piring itu di atas meja dihadapan Alex.
"terima kasih,bibi". Alex memperhatikan mereka memakan bolu itu.Danny dan Noah kelihatan menikmatinya begitu juga dengan yang lain. Alex mulai memotong bagian kue itu dengan garpu dan mulai mencicipinya. Saat potongngan kue itu masuk ke dalam mulutnya, Alex terkejut bukan main saat merasakannya dalam mulutnya.
! Rasa ini!! Ini pas Seperti buatan ibu! rasa yang telah kurindukan selama ini. Sudah lama sekali... aku tidak menyangka bahwa aku akan kembali merasakan kenikmatan kue ini lagi.
Alex menikmatinya dengan sangat lahap.Ia terus meminta tambah yang membuat Hara dan Antonia senang juga Keira, gadis itu merasakan bahwa terdapat sebuah ingatan di kepala Alex tentang bolu labu karena Alex makan kue itu dengan mata berkaca-kaca dan hanya dia yang melihatnya.
Matanya berkaca-kaca... saat bibi menunjukkan bolu labu buatannya, ekspresinya berubah. Mungkinkah dia memiliki sebuah kenangan dengan bolu labu atau hanya pendapatku saja saat melihat wajahnya.
"Selamat malam,Keira".
"Selamat malam juga,Sil".
kedua orang itu berjalan menuju kamar mereka masing-masing hingga sebuah tangan dari Alex memegang pergelangan tangan Keira membuat Keira menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang melihat Alex.
"ada apa?".
"kau juga suka bolu labu?".
"Tentu saja. Bukankah Bibi tadi sudah mengatakannya?".
"aku tahu tapi aku hanya penasaran saja".
"oh... aku tahu kau juga menyukai bolu labu tadi".
"dari mana kau tahu?".
"gampang ditebak. Kau sangat makan dengan lahap tadi bolunya dan juga aku melihatmu makan dengan mata berkaca-kaca. Apakah ada yang khusus Mengapa kau menyukai bolu labu?".
"...aku akan mengatakannya tapi kita bicara dikamarku saja".
"huh? mengapa aku harus ke dalam kamarmu,Alex? kau bisa mengatakannya besok pagi".
"Aku tahu tetapi Entah Mengapa rasanya sungguh sedih mengingatnya dan aku harus membicarakannya kepada orang yang aku percaya dan kau lah orang yang kupercayai, Keira.Maukah?".
"Ng....".
Tidak lama kemudian...
Alex menutup pintu kamarnya sedangkan Keira duduk di sebuah sofa dan menunggu.
Apa yang aku lakukan disini !? tidak seharusnya aku mengiyakan Alex untuk masuk ke dalam kamar ini walaupun dulu ini kamar Elias, sekarang aku tidak dapat merasakan aroma tubuh Elias di ruangan ini. sekarang... aku hanya merasakan aroma tubuh Alex saja.
Keira melepaskan jaket putihnya dan meletakkannya di atas sofa sehingga terlihat kaos berlengan pendek bewarna tosca melekat di tubuhnya.
Sedangkan Alex, dia melepaskan jaket panjangnya dan meletakkannya di dalam lemari dan siapa sangka Alex melepas kemeja lengan panjang putih bergaris sehingga Keira bisa melihat tubuh atas Alex yang atletis dari Melihat punggungnya.
"hei hei hei ! apa yang kau lakukan!?".Keira terkejut melihat Alex membuka bajunya.
"ganti baju.Mengapa kau kelihatan terkejut dan marah?".
Alex bertanya tanpa dia sadari bahwa apa yang dilakukannya adalah jawabannya.
"kau tidak sadar bahwa kau membuka bajumu di depan seorang gadis!? seharusnya kau melakukannya di kamar mandi".
yah, apalagi melihat tubuhnya yang bagus dan menggairahkan,bukan. Perkataan salah satu dari dalam dirinya sendiri membuat Keira kaget karena pikiran mereka yang bisa dibilang semi kotor dan membuat wajah Keira menjadi merah merona.
Hush! diam saja deh. Jangan berfikir seperti itu.
"aku hanya mengganti baju saja bukan sama buka celananya.Selain itu, Mengapa wajahmu menjadi merah?".
oh! apa yang harus aku jawab!?? aha!
"wajahku jadi merah karena kepanasan tahu. kau tidak menyalakan AC nya duluan sebelum masuk". Keira memberi sebuah alasan saat menyadari bahwa lampu Ac di kamar Alex mati sehingga dia menyadari bahwa Alex mematikan AC itu dan bertingkah seperti orang yang sedang kepanasan dengan mengipas-ngipas kan wajahnya dengan tangannya.
"Ah!aku lupa". mendengar Keira yang menggerutu karena merasa kepanasan, Alex menekan tombol on di remote AC itu sehingga AC itu kembali menyala.
"Jangan khawatir, sebentar lagi bakalan dingin".
"hm, bagus"
fiuh.... untunglah.
setelah mengambil jubah tidurnya nya, Alex menendang pintu lemari itu hingga tertutup dan memakainya kemudian dia duduk bersebelahan dengan Keira.
"sekarang cepat katakan".
aku tidak habis pikir Mengapa hanya gara-gara bolu labu aku harus mau masuk ke dalam kamar ini. Seharusnya aku menolak saja.
Keira menyesali apa yang terjadi tetapi sudah terlambat, ia sudah berada di kamar Alex sekarang.
"aku akan mengatakannya.Kue itu mengingatkan aku akan kenangan masa kecilku dengan ibuku".
"benarkah?"
Jadi aku benar ternyata.
"Waktu kecil, ibu pertama kali membuat sebuah kue yang dibuat dari labu.Saat mencobanya rasanya sungguh enak dan membuat ketagihan karena buatan dari cinta ibu sehingga rasanya menjadi nikmat. aku dan kedua kakakku sangat menikmati bolu itu hingga tanpa sadar gue itu adalah kue yang pertama dan terakhir yang dibuat oleh ibuku".
"terakhir? kenapa?".
"... waktu itu, kami bertindak tidak beretika di mata ayahku yang menganggap kami sebagai anak yang barbar daripada anak yang berkelas".
"memangnya kalian melakukan apa?".
"merebut bolu labu yang terakhir saking enaknya".
"huh?".
"kau tidak menyangka kan? di mata para ayah yang lain rasanya biasa saja yang melihat anak-anak mereka bertingkah seperti itu karena mereka menghargai masakan buatan Ibu mereka yang dibuat dengan cinta mereka sedangkan ayahku... dia sebaliknya".
"apa yang dilakukan ayahmu?".
"dia sangat marah lalu dia marah dan menyalahkan ibuku. tahu apa yang dikatakannya Pada Ibuku?".
"Alex...". Keira memandang Alex. saat tangannya menyentuh pundaknya Dia merasakan tubuh Alex yang bergetar. dia mencoba menahan rasa sedihnya agar tidak terlihat oleh Keira akan tetapi Keira menyadarinya.
"Jika kau tidak sanggup mengatakannya, sebaiknya tidak...".
"dia mengatakan bahwa Ibuku adalah wanita yang tidak becus dalam mengasuh kami.Dia bahkan melempar piring berisi kue miliknya itu di depan ibuku tanpa mencicipinya sedikitpun".
"kejamnya.... dan ibumu, bagaimana?".
"ibu... dia tersenyum seakan dia baik-baik saja akan tetapi aku tahu dalam hatinya sangat terluka mendengarnya.Ia adalah seorang ibu dan istri yang baik namun ayahku memandangnya dengan sebelah mata".
Keira terdiam mendengarnya. dia tidak tahu harus mengatakan apa yang bisa menghibur hatinya. Dari luar Alex memang laki-laki yang kuat dingin dan menyebalkan akan tetapi dibaliknya dia sangat rapuh dan merasakan lebih banyak kesedihan dan kepedihan dalam ibu dan memiliki cinta dan kasih sayang terhadap ibunya yang menjadi panutan dalam hidupnya.
"Saat melihat orang tua sahabatmu, aku iri terhadap mereka. mereka memiliki kaya akan kasih sayang dari ayah mereka dan cinta yang berlimpah dari ibu mereka. aku memang memiliki cinta ibuku yang berlimpah namun Aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahku".
Alex.... kau hampir mirip denganku namun berbeda nasib. dari dulu aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah Tristan dan cinta dari ibu Emily. Hingga takdirku berubah 180 derajat saat aku tahu bahwa aku adalah seorang Werewolf dan memiliki ayah dan ibu sebelumnya yang ternyata raja dan ratu werewolf. Ayah Lestat memberiku kasih sayang berlimpah dan Lyora memberiku cinta yang tak terbatas. mungkin inilah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang orang tua yang sesungguhnya. Hidupku sebagai manusia biasa...
Perlahan air mata Alex mulai berlinang. Melihat Alex yang sedang sedih membuat dada Keira terasa sesak.
"Jangan menangis,Alex". Tangan kanannya menghapus air mata yang berlinang di pelupuk mata Alex. Sentuhan tangan Keira ke wajahnya membuatkanya menjadi tenang.
Seketika Alex menyandarkan kepalanya di bahu Keira. Keira terkejut tetapi ia membiarkannya bersandar padanya.
Kau menghiburku dan menggunakan bahumu sebagai sandaranku untuk menangis. Sekarang, biarlah bahuku menjadi sandaran untuk kesedihanmu.
"aku mengira bahwa aku tidak akan pernah merasakan kue buatan Ibuku lagi.Ternyata aku salah, saat mencicipi bolu labu buatan nyonya Rhyes, aku dapat merasakan rasa bolu labu yang pernah di buat oleh ibuku dulu.Aku sangat gembira".
Perlahan Alex kembali tersenyum saat mengingat makan malam barusan.Lalu ia menatap wajah Keira.
"dari dekat kau memang sangat cantik.walaupun galak".
"hei".
"aku sungguh senang bisa kemari karena aku bisa merasakan hangatnya sebuah keluarga".
Keira menatap Alex dan sungguh senang melihat kebahagiaan terpancar di wajahnya Alex dan berharap ada kebahagiaan untuknya.
Sungguh aneh bukan... saat kau merasa sedih, dadaku terasa sesak akan tetapi saat dirimu sedang senang aku juga merasakan kesenangan itu seakan sebuah beban di hidupku menjadi ringan. Mungkin memang benar memberimu sebuah kesempatan mendapatkan hatiku tetapi tidak akan semudah mendapatkan hatiku ,Alex. Kita akan lihat takdir akan membawa kita kemana pada akhirnya....