The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 174 : Let's talk ( I )



Tania mulai berpikir sejenak. Sebenarnya dia tidak ingin menuruti permintaannya karena khawatir jika permintaan Danny akan merugikannya tapi ia tidak bisa mengambil resiko jika ia menolak karena Danny tidak bisa ditebak dalam pikirannya sendiri.


Ditambah lagi dengan tujuannya membohongi kedua orang tuanya adalah demi mengetahui sebuah kebenaran yang dicari Keira selama ini dan jika ternyata dugaannya benar bahwa kedua orang tuanya menyembunyikan sebuah fakta yang dicari-cari selama ini, bukankah berarti kedua orang tuanya tidak jujur terhadapnya selama ini?


Bahkan Keira akan merasa dibohongin oleh orang-orang disekitarnya jika ternyata benar bahwa mereka mengetahui siapa vampire yang dimaksud itu.


dan Sebagai wakil sang Alpha yaitu sang Beta, mau tidak mau ia harus berkorban demi kelancaran sebuah misi yang harus diselesaikan secepat mungkin.


"…Baiklah. apa keinginanmu, Daniel Nash?".Tanya Tania kalem tapi tatapannya menerawang ke depan. Tidak melihat kearah Danny.


"Aku akan mengatakannya tapi pertama-tama, apa kau lapar?". Tanya Danny.


"eh?".


Sementara itu di Phantom Cafe…


To Keira:


Maaf Keira, sepertinya aku bakalan datang terlambat ke Twins bells cafe karena ada sebuah urusan pekerjaan yang harus diselesaikan…


From :Silvana.


Bagus, aku sudah memberitahu Keira bahwa aku bakalan datang terlambat.


Semoga saja dia membaca pesanku. Setelah memakirkan sepeda motornya dan mengirim pesan kepada Keira, Silvana masuk kedalam dan memilih duduk di meja yang terletak di bagian outdoor karena di luar tidak terlalu banyak orang dan juga agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka nantinya.


"mikshake Strawberry satu". Ucapnya memesan ke waiters dan setelah pelayan itu mencatat pesanannya dan pergi, yang dia lakukan sekarang adalah menunggu dan untungnya tidak ada yang mengenalinya sebagai seorang model karena penyamarannya yang berupa memakai masker dan topi juga kacamata hitam.


di Cafe itu, Silvana menunggu Keitha datang hingga dia melihat seseorang yang dia kenal datang ke kafe tapi orang yang dia kenal itu bukanlah orang yang ditunggunya sama sekali.


Shit! Kenapa Tania berada disini?!. Silvana sungguh terkejut saat ia melihat Tania memasuki cafe yang sama dengannya dan ia melihatnya dari dinding dalam cafe yang terbuat dari kaca itu.


Aku Tidak bisa membiarkannya melihatku.


Bagaimana jika ia melihatku dengan Keitha?. Pikir Silvana dan langsung memakai kembali masker dan kacamatanya agar Tania tidak mengenalinya dan harapannya sekarang adalah semoga Tania tidak memilih meja di outdoor karena jika dia sampai memilih dulu di bagian Outdoor maka Tania bisa mencium keberadaan dirinya dan jika sampai Tania melihat Keitha maka Tania pasti akan bertanya-tanya pastinya.


Hm…yummy 🤤 Pikir Tania yang mengendus aroma makanan yang tercium olehnya dicafe itu. Yah setidaknya Tania sedang sibuk mencium aroma makanan yang telah keluar dari dapur dan dihidangkan.


"Ayo Tania?".Ajak Danny sambil menggaet lengan Tania.


"eh? kemana? bukannya disini masih ada beberapa meja kosong?".


"kita akan makan di meja VIP yang telah aku booking. Ayo".Tania mengikuti langkah Danny menuju ke ruangan VIP sehingga Silvana bernafas lega saat melihat kemana mereka tuju.


Fiuh…lega banget tapi kenapa Tania bisa bersama dengan Danny yah?.


"Halo Silva". Sapaan dari Keitha membuyarkan pemikiran Silvana terhada Tania dan Danny. Keitha menyapanya namun Silvana tidak membalas sapaannya sama sekali.


Tahu bahwa Silvana tidak akan balik menyapanya, Keitha memilih untuk duduk saja dan saat duduk seorang pelayan datang menghampiri meja mereka berdua.


"saya pesan Milkshake strawberry lagi satu dan Steak daging sapi satu dan kau tidak perlu bertanya kepadanya apa yang akan dia pesan bahwa dia tidak akan makan dan minum".Ucap Silvana sembari memberi sindiran buat Keitha mengingat vampire tidak makan dan minum layaknya seorang manusia Karena darah adalah satu-satunya yang menjadi makanan pokok dan minuman sekaligus untuk mereka.


sangat membuang-buang waktu untuk menyediakan seorang vampire makanan jika kenyataannya mereka tidak akan menyentuh makanan atau minuman yang biasa dimakan oleh manusia.


"ng, aku tidak pesan apa-apa karena sedang diet". Ucap Keitha mencoba untuk tidak membuat Sang pelayan bingung dengan maksud ucapan Silvana dan setelah sang pelayan mencatat pesanannya sang pelayan pun memilih pergi sehingga kedua orang itu bisa bicara.


"sebelum bicara, aku ingin makan siang dulu. Kau tidak keberatan'kan mengingat aku sudah menunggumu lama?".


"Terserah kau saja. Tapi tidak seharusnya kau berkata seperti itu kepada pelayan itu. Kau sengaja ingin mengungkapkan siapa aku kepada manusia itu?".


"tidak juga. Aku hanya tidak ingin koki yang memasak tidak kecewa karena kau tidak menyentuh makanan yang akan kau pesan dan dia buat susah payah.


Tapi aku akui kalian adalah bangsa yang malang Karena tidak bisa menikmati betapa lezatnya sebuah makanan".Ucap Silvana secara sinis.


"yah… sungguh aku merindukan saat-saat aku masih bisa menikmati makanan dan minuman yang aku mau…". Keitha tersenyum getir saat mengingat kenangannya sebagai manusia dulu dimana ia bisa makan dan minum apapun yang dia mau Tapi tidak bisa dia rasakan lagi saat menyadari bahwa dia sudah bukan manusia biasa lagi.


Inilah yang harus dibayar ketika takdir menjadikan dirinya sebagai seorang makhluk supernatural yang bisa hidup abadi namun tidak bisa menikmati sebuah hidangan yang bisa dimakan seperti bangsa Werewolf bahkan dia tidak menikmati sinar matahari yang dirasakannya seperti dahulu karena vampire akan terluka bahkan bisa musnah jika vampir sampai terkena sinar matahari.


Sehingga untuk sesaat, ia iri akan bangsa Werewolf karena bisa berjalan disiang hari bahkan bisa menikmati makanan apapun.


Sedangkan Silvana?


Ia mulai bertanya-tanya bagaimana bisa selama ini Keitha bisa bertahan hidup di bawah Sinar matahari mengingat selama ini ia, Keira dan Tania juga Guru Madoc tidak pernah menyadari bahwa Keitha adalah seorang vampire.


Jujur saja…


banyak sekali yang ingin aku tanyakan kepadanya. Ia tahu mengapa aku memilih meja di Outdoor karena iseng ingin melihatnya memohon agar aku mau duduk di dalam tapi anehnya dia tidak mengeluh ataupun memintaku agar memilih meja didalam saja Sama sekali.


melainkan, ia justru tidak memakai pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuhnya melainkan hanya kaos v neck dan jaket denim yang melekat ditubuhnya bukan Hoodie. Bahkan dia tidak memakai sarung tangan padahal Sinar matahari mengenai punggung tangan kirinya saat ini.


Bahkan ia tidak kesakitan atau muncul asap ditubuhnya seakan-akan tubuhnya seperti manusia yang bisa beradaptasi dengan sinar matahari.


Kalau kupikirkan lagi, dari awal kami mengenalnya, ia lebih sering berada dibawah sinar matahari dan dia tidak terjadi apa-apa terhadapnya.


Bagaimana bisa?.


Kecuali… apakah ia mengenakan sesuatu ditubuhnya yang bisa membuatnya bertahan hidup di bawah Sinar matahari?.


Jika iya, sudah pasti bukan tabir Surya karena tabir Surya tidak akan bertahan lama bahkan aku tidak mencium aroma tabir Surya ditubuhnya.


Pertanyaan sekarang, apa yang melindungi dirinya ini?. Pikir Silvana.


"dari raut wajahmu, kau pasti ingin bertanya beberapa hal yang ingin kau ketahui dari diriku.


yakin menunggu setelah kau menghabiskan makananmu?". Tebak Keitha.


"…yah. aku ingin bertanya padamu Sekarang ini juga".