The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 90 :Even Though You Are Weird and Annoying, I Still Love You ( l )



"Zzz😴…".


"Wah, dia sudah tidur. Tidak kusangka ia langsung tertidur setelah memfilosofikan cinta dan pernikahan novel. Untuk hal-hal seperti ini kau bersikap pintar, bahkan di pelajaran, nilaimu juga bagus tapi… kenapa kalau hal lain dia agak… hadeh…". Ucap Cio yang memandang Tania yang sedang tertidur dengan mulut menganga.


Tania Anista Rhyes… satu-satunya Saudara perempuanku sekaligus kembaranku.…


mengenai kembar…


semua orang tahu bahwa Saudara kembar itu memiliki kesamaan dan perbedaan.


Aku dan dia memiliki perbedaan salah satunya, sudah pasti gender dan tingkat kewarasan. Kalau aku, aku bersikap normal pastinya.


Sedangkan saudaraku Tania...


dia adalah kebalikannya dariku ini...h...


Setelah ia menyelimutinya, Cio keluar dari kamar menuju ke dapur untuk minum. dalam perjalanan ke dapur, Cio melihat Hara masih menangisi adegan sedih dari film Naruto di ruang keluarga. Sambil minum, ia melihat Hara menangis seperti layaknya seorang perempuan menangisi film Telenovela yang mengharukan dan menyedihkan.


"dasar papa. Sudah malam bukannya tidur malah menangisi film Naruto. dia ini enggak ingat umurnya itu".


Mengenai papa…


orang bilang, anak laki-laki itu Kesayangan ibunya kebanggaan ayahnya sedangkan anak perempuan itu Kesayangan ayahnya dan kebanggaan ibunya. Jadi, itulah mengapa anak laki-laki lebih mirip ibunya sedangkan sedangkan anak perempuan lebih mirip ayahnya.


yaah… aku rasa keanehan Saudariku Tania memang menurun dari ayah kami yang sedang menonton Naruto. ck ck ck 😑


Pikir Cio yang memasang wajah datar melihat ayahnya itu.


Aku jadi ingat kejadian tiga tahun lalu di pagi hari saat itu…


(Flashback…)


Tiga tahun yang lalu di kediaman Rhyes…


Apakah kamu melihat jembatan biru?


"lihat. Itu ada belakangmu, tinggal tengok saja kebelakang, tahu".


dimana?.


"dibelakangmu! huh, udah dibilang dibelakang" 💢


aku tidak melihatnya.


"ggrrr!💢💢💢".


"hei kakak, jangan marah-marah. Inikan hanya cartoon saja untuk usia lima tahun".


dan aku tidak habis pikir, Mengapa dia harus menonton Dora segala? dia lupa apa sudah berusia tiga belas tahun??.


"habis, aku kesal sama Doranya. Sudah dibilang dibelakang masih bertanya lagi huh!". Gerutu Tania kepada Cio sembari mempause kan Cartoon yang ditontonnya itu dengan remote.


Lah, memangnya film cartoon Seperti Dora bisa dengar apa?. Inikan cuma Cartoon tipe pendidikan untuk anak kecil. Wajar saja jika Dora bertanya.


Jika Cartoon bisa dengar, sudah lama aku bilang pada Mamoru bahwa Usagi itu adalah Sailor Moon. Haha…😌


"hei, apa yang sedang kau pikirkan?". Tanya Tania dengan matanya menatap tajam ke Cio saat mendapati Cio tersenyum-senyum sendiri.


"tidak ada. aku tidak sedang memikirkan apa-apa kok".😅


"hmmm…mencurigakan". Ucap Tania yang merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Cio sangat tidak sinkron dengan ekspresi wajahnya.


"pagi anak-anakku yang manis. Kalian sedang nonton apa?".


"kakak nih pa. Pagi-pagi nonton Cartoon itupun Dora pula lagi, macam tidak ada channel lain di tv padahal kita berlangganan tv cabel".


"ck ck ck. Asal tahu saja, nonton Cartoon itu lebih bermanfaat daripada nonton serial tv seperti sinetron misalnya. Udah tidak ada manfaatnya, endingnya kalau gampang ketebak, pasti menggantung".


"benarkah?. Bagaimana dengan film horror? apakah tidak bermanfaat?". Tanya Hara yang menyukai pendapat putri tunggalnya itu.


"nonton horor juga bermanfaat untuk sport jantung dan memberanikan diri".


"dan karena menonton film horrorlah kau selalu tidak berani mandi sendiri dan mandi bareng bersamaku selama ini. Hadeh…".Gerutu Cio yang teringat dengan film horror yang ditonton mereka saat berusia tujuh tahun yang menyebabkan Tania tidak berani mandi sendiri sehingga semenjak itu, ia dan Cio mandi bareng.


"hehe, apa boleh buat. Aku takut kalau hantunya muncul di dalam Wc saat sendirian di kamar mandi dan karena dia tidak munculh di wc jika dalam kamar mandi lebih dari satu orang.


"lah, kalau buang air, kenapa kau berani?".


"itu karena hantu milih-milih tempat yang bagus untuk muncul. jika ia muncul dalam wc sedangkan aku sedang BAB, para hantu pasti akan menertawakannya karena muncul tidak tengok situasi sehingga ia muncul di hadapan para hantu dengan kotoran diwajahnya".


DOENG


"Woaahh, kau pintar sekali, nak". Puji Hara sambil bertepuk tangan untuk Tania.


"aww, papa. Aku jadi malu. Hihi"😆


daripada memuji putrimu, seharusnya kau mengatakan padanya bahwa hantu itu tidak ada dan mengatakan bahwa film yang ditonton tidak nyata. Sehingga ia bisa mandi sendiri. Walaupun kami selalu bersama, bukan berarti mandi bareng juga kali.💢 Cio menggerutu dalam hatinya saat Hara memuji Tania dan Tania tersenyum malu karena pendapatnya.


Hara bergabung bersama dengan Tania dan Cio yang sedang menonton. Mereka pun melanjutkan tontonan mereka. Awalnya baik-baik saja, hingga tidak lama kemudian….


Wah lihat Boots. Ada batang pohon besar menghalangi jalan kita! ayo teman-teman, ikuti aku. Lompat!.


"Ng iya iya. Lompat". Hara dan Tania ikut perintah Dora yang menyuruh permisa untuk lompat.


Ya ampun. Kalian mau banget disuruh-suruh begitu oleh cartoon.😑


"lompat lompat lompat. Woi, kenapa Doranya tidak lompat?!".💢 Hara mulai emosi saat ia mengikuti perintah Dora tapi Dora masih belum lompat dari tadi.


"pa, papa tenang dulu💦". Tania mencoba menenangkan Hara yang sedang emosi karena cartoon untuk usia lima tahun sedangkan Cio hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


Mungkin film anak-anak kayaknya tidak cocok untuk ditonton orang dewasa deh. Pikir Cio yang melihat Hara mulai merasa emosi.


"Jika sekali lagi ia berkata lompat, papa akan-".


Lompat!


PRANG!


"oops!".


"papa, apa yang kau lakukan?!". Elias terkejut saat melihat Hara melempar tv itu keluar dari Jendela.


(Flashback end…)


Hari itu, mama dan kak Elias memarahi papa habis-habisan karena melemparkan tv ke jendela sehingga kaca jendela langsung pecah dibuat papa. Semenjak itu, papa dan Tania dilarang untuk menonton Dora untuk mencegah kejadian yang terulang kembali.


Ah… Dora, maafkanlah papaku yang idiot ini…


Setelah puas minum, Cio berjalan menuju ke kamarnya. dalam perjalanannya ke kamar, tatapan tertuju pada bingkai foto yang terpajang di dinding lorong. Tatapannya penuh dengan makna saat ia memandangi terus foto dirinya bersama dengan kedua kakaknya dan kedua orangtuanya saat ia berusia delapan tahun dalam camping keluarga .


"ah… foto waktu camping.aku jadi ingat dengan kejadian waktu itu…".


(Flashback…)


delapan tahun yang lalu…


"pa, ma. Kenapa sih kita tidak melesat saja sih? capek nih mendaki gunungnya". Gerutu Cio sambil merengut saat ia harus berjalan dan mendaki layaknya manusia biasa.


"ayolah sayang. Bukan cuma kita saja yang berkemah di wilayah ini. Lihatlah, beberapa manusia juga berkemah di wilayah ini. Kita tidak boleh menunjukkan kemampuan kita di depan mereka".


Ucap Antonia yang menunjukkan beberapa keluarga manusia ada yang mendaki di sekitar mereka dari jarak yang tidak dekat.


"mamamu benar. Lagipula lihatlah Tania. Dia tidak mengeluh sama sekali bukan?".


"tentu saja dia tidak mengeluh. Orang dia digendong sama kakak".💢


Cio merasa kesal saat melihat Saudari kembarnya digendong punggung oleh Elias.


"hei kakak. Kau tidak adil! gendong aku juga dong".


"hei, kau kan laki-laki lho. Masa minta gendong bersmaku".


"tahu nih Cio". Ucap Tania yang merasa mengganggu dirinya digendong.


" Hei kakak. aku ini adikmu jangan diskriminasi gender dong".


"iya-iya". Elias mengiyakan permintaan Cio yang mengambek karena ia menggendong Tania sehingga akhirnya ia menggendong Cio di punggung sedangkan Tania ia gendong didepan.


Yah… walaupun Elias harus menggendong kedua adiknya sembari mendaki, asalkan kedua adiknya senang dia pun juga senang.


Setelah mendaki gunung tapi tidak lewat lembah, akhirnya keluarga Rhyes tiba di tempat yang bagus untuk berkemah dimana mereka berada di tempat strategis dan terdapat mata air di tempat itu.


Keluarga itu mulai menyiapkan tempat untuk mereka berkemah. Elias dan Hara sedang memasang tenda, Antonia sedang mengambil air, mencuci bahan makanan dan menyiapkan bahan makanan sedangkan sikembar sedang mencari ranting kayu.


" Mama nanti mau masak apa untuk makan malam?."Tanya Cio saat ia dan Tania telah kembali membawa ranting-ranting kayu.


"mama mau buat kari daging"


"horeee!". mendengar Antonia akan memasak makanan kesukaan mereka, mereka Langsung menjadi girang sehingga mereka melempar ranting-ranting kayu yang mereka kumpulkan ke atas dan menari-nari saking senangnya sehingga ranting-ranting kayu yang mereka lempar ke atas langsung berbalik menimpuk mereka. Tapi mereka tidak peduli karena telanjur senang.


Hingga Setelah beberapa lama, tenda Dome mereka akhirnya telah selesai terpasang dan Antonia mulai mempersiapkan bahan makanan.


"biar aku saja yang mengupas kentangnya,ma".Ucap Elias dengan senang hati membantu Antonia memasak.


"terima kasih sayang. Kalau begitu, mama mengupas wortelnya" Ucap Antonia yang senang dibantu oleh putranya yang masih berusia sebelas tahun itu.


Sementara Elias dan Antonia sibuk mengurus bahan makanan, Hara sedang meletakkan ranting-ranting kayu untuk dibuat masak sekaligus api unggun.


"Tania, tolong korek apinya yang di tas papa".


"ini pa" Tania menyerahkan kotak korek api itu ke Hara namun terjadi masalah saat ia membukanya.


Astaga, Kosong?!. Aku lupa melihat isi kotak korek apinya. Jika Antonia tahu, bisa-bisa…


"Hara, apakah ap- astaga sayang. Kenapa kau tidak memeriksa isi korek apinya?!. Bagaimana caranya aku bisa memasak makan malam?!". Antonia mulai mengomeli keteledoran suaminya itu karena tidak memeriksa isi kotak korek api itu.


" Jangan khawatir sayang. Jika tidak ada korek api, kita bisa menyalakan korek api dengan cara kuno. hehe".


"memangnya kau bisa?". Tanya Antonia yang nadanya terlihat meragukan Hara.


"tentu saja. Walaupun aku sebagai perdana menteri dan menangani Aurora sehingga aku jarang ke hutan bukan berarti aku tidak tahu".


"hm, baiklah". Antonia pergi meninggalkannya bersama dengan Tania dan Cio untuk mempersiapkan bahan makanan untuk dimasak. Sementara itu Hara melakukan metode menyalahkan api cara yang paling kuno yaitu Hand Drill.


Hand Drill merupakan cara yang pertama kali ditemukan dalam membuat api dengan cara menggunakan kayu kering yang panjang cukup panjang berbentuk poros atau seperti anak panah dan papan kayu yang digunakan sebagai alasnya, lalu dengan memutar poros dengan telapak tangan.


"menurutmu papa akan berhasil?". Tanya Cio sambil menonton ayah mereka.


"hmmm… kurasa tidak".)))