The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 30 : Find Me



Cio sialan! aku tahu dia tidak menyukaiku dari awal karena aku mendekati Keira, tapi aku tidak menyangka dia akan berbuat senekat ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang?. Pikir Alex selagi dirinya mencoba naik ke atas dengan memanjat bagian sela-sela sumur kering yang dalam itu.


Kedua tangannya terus memegang bagian celah-celah itu akan tetapi, sekali lagi Alex kembali terpelet dan jatuh kedasar padahal dia sudah memanjat ditengah-tengah sumur itu hingga goresan luka segar timbul baik di tangan maupun dahi kepalanya dan bajunya menjadi kotor karena tanah di sumur itu.


"tolong!! tolong!!". Alex berdiri dan beteriak minta tolong dengan harapan seseorang mendengarnya dan segera menolongnya segera karena Alex tidak tahu sampai kapan dia akan bertahan di dalam sumur tanpa air itu ditambah lagi Langit mulai mendung pertanda hujan ditambah lagi sebentar lagi malam akan tiba.


apa yang akan terjadi padaku sekarang..?


aku tidak tahu apakah aku akan bertahan...


seandainya aku menolak diajak Cio kemari, mungkin aku tidak akan mengalami kejadian seperti ini.


(Flashback...)


"kita sudah sampai".Kata Cio menghentikan mobilnya. Kedua orang itu turun dari mobil tersebut.


dimana ini? kenapa dia membawaku kemari?.


Alex bertanya dalam dirinya sendiri. Dia berada di sebuah tempat yang kosong tanpa ada pohon yang tumbuh disekitarnya. Alex mengikuti langkah Cio yang ternyata berakhir di dekat sumur tua tanpa tali dan orang bisa terjatuh kedalam jika tidak melihat langkah kakinya di bawah. Kedua laki-laki itu berdiri di pinggir sumur yang dalam.


" Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku sekarang ? mengapa kita ada di sini? dimana kita?".


tanya Alex dengan rasa penasaran dan berbalik menatap Alex.Saat Cio menatapnya, Alex menyadari bahwa ada sesuatu dari matanya yang menatapnya dengan tatapan kebencian.


"kita berada di bukit hitam. Tidak seorangpun turis yang pernah kemari sebelumnya. dan aku membawamu kemari untuk membicarakan tentang Keira".


"Keira? apa yang ingin kau bicarakan?".


"aku hanya minta padamu untuk menjauhi Keira? kau bisa mendapatkan wanita lain yang kau inginkan tapi jangan Keira".


Ucap Cio secara tegas kepada Alex.


"kenapa? kenapa kau ingin aku menjauhi Keira?". Tanya Cio dengan tatapan matanya yang dingin.


"karena dia adalah perempuan yang dicintai oleh kakakku dan selamanya akan selalu begitu".


aku sudah menduga bahwa dia akan berkata begitu padaku tapi, mengapa aku merasakan ada yang tersembunyi dari kata-katanya ? Mengapa aku merasakan bahwa hanya sebagian kata-katanya yang berisi kebenaranan..?


" bagaimana aku menolak ?". Saat mendengar Jawaban Alex yang kemungkinan berisikan penolakan membuat Cio kesal namun ia berusaha untuk menahan dirinya sendiri.


"maka kau akan berurusan denganku, Alex".


" kau mengancammu!?".


Kini aku tahu mengapa dia membawaku kemari.


"jika ucapanku terasa ancaman bagi mu, maka jawabannya adalah ya".


Kedua laki-laki itu bertatapan langsung. rasa amarah terlihat di mata mereka. Alex mendengar ancaman Cio. walaupun begitu, dia tidak akan merasa gentar dan takut dengan ucapan Cio Karena demi cinta, dia rela melakukan apapun untuknya.


"aku tidak mau. Aku mencintainya, Rhyes. Aku tahu bahwa dia adalah tunangan kakakmu, tapi hadapilah kenyataannya. kakakmu sudah lama Tiada dan Keira sangat sedih, jika kau adalah teman Keira bukankah kau juga ingin melihat Keira bahagia ?".


"diamlah..."


" Jika kau memaksakan kehendakmu, bukankah kau egois? kau membiarkan sahabat saudaramu hidup penuh kesedihan dan kesepian di dunia ini?".


"cukup...Alex". Cio meminta Alex untuk menghentikan ucapannya nama Alex tidak mau berhenti karena dia benar.


"menurutmu kepada siapa yang akan dia bagi kesedihannya? siapa yang akan mengusap air matanya mengalir di pipinya!? siapa yang akan membuat dia tersenyum!? siapa yang akan mengisi kekosongan hidupnya dengan kebahagiaan? siapa..."


"Aku!! aku yang akan menghilangkan kesedihannya! aku yang akan membuat dia tersenyum dan mengisi kehidupannya dengan kebahagiaan karena aku.....!" Seketika Cio menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Ia menghentikan ucapannya yang terlanjur keluar dari mulutnya, sehingga membuat Alex menyadari bahwa ada sebuah kenyataan dari Cio yang kemungkinan besar tidak ada yang mengetahuinya.


"sekarang aku mengerti alasanmu memintaku untuk menjauhi Keira. Kau mempunyai perasaan untuknya dan dari melihat tingkah dan ucapanmu membuatku yakin bahwa tidak ada satupun yang tahu bahkan kakakmu sendiri'kan bahwa kau juga punya perasaan terhadap Keira".


"Jangan bercanda! bagaimana mungkin...".


"berhenti mengelak, Cio Rhyes! Akuilah bahwa kau juga punya perasaan terhadap tunangan kakakmu sendiri".


"kau benar! aku memang punya perasaan terhadap Keira! perasaanku tumbuh saat pertama kali berjumpa dengannya. sayangnya, Kakakku juga memiliki perasaan yang sama terhadap Keira dan Keira juga memiliki perasaan yang sama dengan kakakku. Untunglah tidak ada satu pun yang tahu akan perasaanku ini dan mengubur perasaanku karena aku menyayangi saudaraku dan Keira telah memilihnya".


"hingga Elias meninggal dan kau menggunakan kesempatan itu untuk mendapatkan hatinya'kan? selama ini Keira pasti mengira bahwa kau adalah sahabat yang baik ternyata anggapanya salah. Kau memanfaatkan kematian Elias dengan mendekati Keira dan sebagian dari dirimu bahagia akan kematian Elias! kau menghianatinya. Kau menari di atas kematiannya!".


"itu tidak benar! itu tidak benar!!". Merasa marah atas ucapan Alex yang merasa menghakiminya, karena tersulut emosi tanpa sengaja Cio mendorong Alex yang berdiri di tepi sumur tua itu .


"AAAAAAAHHH!!!!!". Alex terkejut dan berteriak. Ia melihat wajah Cio sebelum dia terjatuh dan ia merasakan kematian datang kepadanya karena Cio.


Astaga! apa yang aku lakukan!? Pikir Cio setelah emosi dalam dirinya kembali tenang. Dia tahu bahwa dirinya memang marah terhadap Alex namun dia tidak bermaksud untuk menghabisinya.Cio bergegas Melihat kebawah dan ternyata Alex masih hidup. dia berdiri setelah jatuh dan menatap Cio dengan amarah dalam hatinya karena apa yang dilakukan Cio terhadapnya. Laki-laki itu beruntung karena sumur tua itu sudah kering oleh Cio, sehingga dia tidak akan tenggelam walaupun Alex mengalami luka ringan karena dia jatuh ke sumur tua yang dalam.


"Alex,kau baik-baik saja ?".


"menurutmu, kau lihat aku baik-baik saja!? aku diambang hidup dan mati. Selamatkan aku!".


Cio merasa lega Alex selamat sehingga dia berlari dan mengambil tali di bagasi Jeep itu dan berlari menghampiri sumur itu.


"Ra...".


Tunggu, apa yang kau lakukan,Cio? kau ingin menolongnya? menolong orang yang ditakdirkan untuk bersama Keira dan membuat kesempatanmu mendapatkan hati Keira menjadi tidak mungkin lagi,bagimu?. Ingatlah, Jika dia mati, bukankah ramalan Moon goddess menjadi tidak mungkin? kau bisa mendapatkan hati Keira.


setelah Cio berfikir, Cio menatap wajah Alex sekali lagi. Ia berfikir jika Alex hidup, maka kesempatannya bersama Keira menjadi mustahil. memang yang dilakukan Cio terbilang jahat dan licik namun selama bertahun-tahun Cio telah mengorbankan perasaannya selama ini demi Elias sehingga ia merasa sudah saatnya dirinya yang akan membuat perasaan Keira terhadapnya tumbuh.


Segera dia mengurungkan niatnya untuk menolong Alex. dan membatalkan niatnya untuk mengulurkan tali tambang itu kepadanya.


Maaf Alex. Aku tidak bisa menolongmu dan aku yakin tidak akan ada siapapun tahu kau berada di sini. Aku tidak mau melakukan hal kejam seperti ini akan tetapi, ini salahmu sendiri hadir di antara kami.


Cio berdiri dan Alex menatapnya dengan tatapan memohon agar Cio berbaik hati menolongya namun Alex telah menyadari sesuatu dari melihat Cio yang membalikkan badannya dan pergi.


dia tidak bermaksud untuk membiarkanku mati disini'kan?.


"Cio! tolong aku Cio! kau benar-benar brengsek! Cio!!". Alex terus berteriak memanggil namanya dan mengumpatnya namun Cio tidak bergeming dan memilih pergi dengan Jeepnya menjauh tanpa menengok ke belakang setelah apa yang dia lakukan.


sebentar lagi bakalan turun hujan. Biarlah dia disana mati mati perlahan-lahan.


(Flashback end....)


"Sial! apa yang harus aku lakukan sekarang? seharusnya aku membawa ponselku dari tadi sebelum kemari".


ucap Alex sembari duduk menatap langit karena dirinya sendiri sudah lelah untuk memanjat ditambah lagi Langit sudah berganti malam dan Alex dapat melihat cahaya bulan purnama menerangi sekitarnya disertai dengan suara gemuruh terdengar pertanda hujan akan turun sebentar lagi


Aku mohon.... seseorang... tolonglah aku ...


Di ruang santai hotel...


"kau menelepon siapa?". tanya Noah setelah Silvana selesai berbicara dengan orang yang menelepon dirinya.


"kedua saudaraku.Sanse dan Dallas".


"huh? kukira kau anak tunggal".


"mereka berdua saudara tiriku dan mereka berdua bukan anak yang lahir dari rahim wanita itu".


"mereka anak kedua pelayan setia ibuku .Ayahku yang brengsek menyekap dua wanita yang malang itu dan menghamili mereka secara paksa hingga ibuku menyelamatkan mereka saat usia kandungan ibu dan kedua wanita itu sama-sama berusia dua bulan dan ibuku melarikan diri bersama mereka Sejak saat itu".


"ayahmu sungguh ********. Mau kubantu mencari mereka?"


Noah menawarkan diri untuk membantu Silvana namun Silvana menggelengkan kepalanya dan tersenyum padanya karena ia tahu sia-sia saja ia membantu karena Silvana berseta kedua saudaranya telah menyekap dan menyiksa mereka habis-habisan.


"terima kasih Noah tetapi tidak usah".


"kenapa? bukankah lebih baik mereka dipenjara untuk kejahatan mereka?".


penjara tidak akan pernah cukup untuk menebus kesalahan mereka. mereka harus mendapatkan balasan yang lebih buruk daripada penjara.Penderitaan ibuku,ibu Sanse dan ibu Dallas yang dialami karena perbuatan kejam mereka dan perlakuan kejam mereka kepada kami tidak akan cukup ditebus dengan memenjarakan mereka bahkan harus dibalas lebih buruk. Suatu anugerah seorang Werewolf mengigit kami bertiga waktu itu jika tidak,kami bertiga pasti sudah lama tiada sesuai harapan ayah dan wanita sialan itu.


"aku tidak bisa melihat ayahku dipenjara, Noah. Biarlah mereka menghilang tanpa ada kabar atau jejak mereka. Yang penting,kami bisa hidup tenang tanpa merasa terancam akan keberadaan mereka".


seperti pepatah mengatakan lain mulut, lain di hati. Maka perumpamaan itu sangat cocok dengan Silvana. Gadis itu berbohong seakan Dia peduli dengan ayah kandungnya, ibu tirinya, dan saudara tirinya yang kejam itu padahal dalam hatinya, Silvana sangat senang saat melihat orang-orang yang kejam terhadap dirinya hidup dalam penyiksaan yang dilakukannya. Bahkan, saudara tirinya yang meninggal akibat penyiksaanya itu tidak diperlakukan dengan layak. Hanya hukum alam yang tahu betapa tersiksanya tubuh tak bernyawa itu saat Sanse dan Dallas melempar salah satu saudara tiri itu ke kumpulan serigala liar untuk dimakan hewan-hewan karnivora itu dan yang tersisa dari mayat itu mereka hanya membuangya ke dalam jurang layaknya sampah.


"kau adalah gadis yang baik. Kau masih peduli dengan mereka walaupun mereka sudah sangat kejam terhadapmu dan Kedua saudaramu".


Noah memuji Silvana sambil mengelus rambutnya. Silvana tersenyum mendengarnya namun dalam hatinya dirinya bersalah karena bermuka dua dan berbohong terhadap Noah.


Aku bukan gadis baik seperti kau kira...


"Noah".


"ada apa Danny?". Tanya Noah menoleh kebelakang. Ia melihat Danny terlihat cemas akan sesuatu.


"apakah kau melihat Alex?".


"tidak. Aku tidak melihatnya seharian ini. Ada apa dengannya?".


"aku tidak bisa menemukannya".


"apakah kau sudah mengecek kamarnya?". Tanya Silvana.


"sudah. Pintu kamarnya dikunci. Aku meneleponnya tapi hanya nada deringnya di kamar. entah dia lagi tidur sehingga tidak mengangkat telepon ke atau Memangnya sedang tidak ada dan meninggalkan handphonenya?".


"mungkin sebaiknya kita ke kamarnya saja lagi.Mungkin saja dia masih tidur". Usul Silvana. Kedua laki-laki itu setuju dan berjalan menuju ke lift.Saat menunggu Lift itu turun menuju ke lantai dasar, Cio masuk kedalam hotel dan berpapasan dengan mereka bertiga. Seketika, Silvana mencium aroma yang familiar selain aroma tubuh Cio.


ini... bau Alex. Kenapa aroma tubuh Alex bisa melekat pada Cio?.


"ada apa, Sil?". Tanya Noah Melihat Silvana menoleh ke belakang seakan dia melihat sesuatu.


"oh, tidak ada apa-apa". Jawab Silvana ketika menoleh ke arah Noah.


Sementara itu di ruang keluarga...


"Selamat malam sem...". Cio berhenti mengucapkan salam saat ia melihat Hara, Antonia, Tania dan Keira menatapnya.sebuah tatapan intimidasi bercampur pertanyaan.


"a...ada apa ini? kenapa kalian menatapku begitu?".


"dimana dia?". Tanya Hara menghampiri Cio.


"dimana siapa, pa?".


"dimana Alex, Cio? apakah kau melakukan sesuatu terhadapnya? kami tahu kalau kau pergi bersamanya tadi.". Hara bertanya kepada putranya itu sambil menguncang-guncang kedua bahu Cio. Ia ingin meminta penjelasan terhadap Cio dan berharap ia tidak melakukan sesuatu terhadap Alex.


Huh? bagaimana papa bisa tahu bahwa aku pergi bersama Alex? bukankah aku pergi diam-diam dan menutup aroma tubuhnya?.


"darimana Kalian tahu kalau aku...".


"kau bisa menipu Indra penciuman yang lain tapi tidak dengan indera penciumanku,Cio. Aku bisa merasakannya".


"apa!?". Cio terkejut bahwa Keira menyadari bahwa dia menutupi jejak aroma tubuh Alex. Ia mengira bubuk yang disebarkannya disekitar Alex secara diam-diam tidak akan ada yang bisa menciumnya. Ia tidak menyangka bahwa Keira akan mengetahuinya.


Antonia berjalan menghampiri Cio dengan harapan ia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap manusia itu karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika putranya melakukan sesuatu yang tidak diduga-duga mereka.


"Cio, kami tahu bahwa kamu tidak menyukai manusia itu dari awal, akan tetapi mama berharap kamu tidak akan melakukan hal yang menyakitinya karena mama percaya padamu,nak".


"a.... Ayolah Mama, aku tidak mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya". ucap Cio yang terus saja menyangkal kenyataan bahwa dia memang menyakiti Alex.


"kalau begitu, Mengapa hanya kau yang kembali kemari sedangkan Alex Tadi pergi bersamamu?".


"aku tidak tahu kakak. Mungkin saja dia balik duluan".


BRAAK!


Semuanya diam. Suasananya menjadi hening seketika dan menatap asal suara saat bagian Keira memukul meja kayu itu dengan kuat hingga muncul banyak retakkan di sekitar meja yang dipukul olehnya lalu menatap tajam ke pada satu orang dengan amarah terlihat di kedua bola matanya.


" berhentilah berbohong, Cio! tidakkah Kau sadar dengan apa yang kau lakukan terhadap Alex!? kau membuat Alex menghilang sehingga Keira pergi mencarinya sekarang karena dia memiliki firasat bahwa kau melakukan sesuatu terhadapnya".


"benarkah itu, Ci...tapi tunggu dulu. Apakah kamu Keira??". tanya Hara ketika dia menyadari sesuatu dari kata-kata yang dilontarkan oleh Keira sehingga yang lain pun juga menyadari hal yang sama bahwa wa yang di depan mereka sekarang ini bukan Keira yang asli melainkan bagian diri Keira sehingga Cio pun terkejut karena secara tidak langsung dia membuat Keira dalam bahaya besar karena malam ini akan turun hujan tepat di bulan purnama.


"yah. Saat Keira merasakan sesuatu yang tidak beres saat mengunjungi kamar Alex, Keira menyadari bahwa Cio membawanya ke sebuah tempat dan dia memintaku untuk memberitahu kalian bahwa dia akan pergi mencari Alex".


"Astaga, Hara! kita harus mencarinya sekarang. Jika hujan sampai turun di bulan purnama ini, maka nyawa Keira bisa terancam. dia bisa mati". Antonia akan beranjak pergi akan tetapi Hara keburu mencegahnya


"Tenanglah Antonia. Kita ingin mencarinya tapi sayang tidak bisa sekarang karena ini masih malam bulan purnama dan kau tahu peraturannya mengingat ada dua manusia di hotel ini. Kita bisa mencelakakan mereka".


"tapi..."


"Jangan khawatir, Moon goddess pasti akan menjaganya".


"aku berharap dia akan baik-baik saja, Hara". Antonia mulai menangis dalam pelukan Hara dan berharap Keira akan baik-baik saja dan bukan hanya pasangan suami istri itu saja yang khawatir terhadap Keira, Tania juga Khawatir dan ia menghampiri dan memelototi Cio yang berdiri mematung dan khawatir bahwa Dia tidak menyangka Keira akan pergi keluar untuk mencari Alex.


" jika sampai terjadi sesuatu pada Keira, maka ini semua salahmu,Cio!".


Sementara itu...


Serigala berbulu putih itu berlari dan terus berlari didalam hutan melewati rintangan yang menghalanginya demi satu tujuan, mencari Alex sesegera mungkin.


dimana kau Alex? dimana....?


Serigala itu berhenti berlari dan kembali berubah menjadi Keira.Gadis itu melompat di atas pohon yang tinggi dari pohon ke pohon mencari keberadaannya setelah menyadari bahwa aroma tubuh Alex menghilang di tempat dia berubah menjadi manusia.


"aroma tubuhnya tidak tercium lagi. Ada satu cara untuk menemukannya". Sekali lagi ia melompat dari pohon dan mendarat tepat di atas tanah lalu dia pun mulai berlutut di atas tanah tempat ia berpijak dan menempelkan salah Satu telapak tangannya di tanah lalu ia menutup matanya dan mulai menggunakan kemampuannya luminous.


Saat menggunakan kemampuannya, Seketika disekitarnya berasa sangat gelap dan sunyi. Hanya sebuah kilatan cahaya dari tanah tempat ia meletakkan telapak tangannya yang terlihat. kilatan cahaya itu pergi menjalar mencari dan memperlihatkan apa yang dia cari. Kilatan cahayanya terus menerus menjalar disekitarnya sebuah gambar timbul di tempat yang tidak dia duga.


Huh?hutan bukit hitam?


Keira membuka matanya dan berdiri. Dia tidak menyangka bahwa Cio membawanya ke hutan bukit hitam.


" Cio... apa yang kau lakukan? kau membawanya ke bukit hitam, tempat terlarang bagi manusia dan bangsa kita.... Luminos hanya menunjukkan sampai di jalan masuk, tapi tidak sampai kedalam. Kau bisa membuat Alex terbunuh disana".


tapi aku tidak akan menyerah untuk menemukannya walaupun hidupku dalam bahaya karena disatu sisi hujan bulan purnama adalah kelemahanku dan hujan bisa turun seketika selama bulan purnama masih terlihat. Di sisi lain, saat memasuki hutan itu di malam hari, baik bangsa werewolf atau vampire tidak akan bisa menggunakan kemampuan atau kekuatan mereka layaknya manusia biasa sampai keluar dari hutan itu dan jarang ada yang kembali hidup karena makhluk hidup yang tinggal disana sangat mengerikan dan siap membunuh kami di malam hari.


Aku berharap, Alex baik-baik saja...