The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 54 : A Snow Wolf



"Keiraaa! Keiraaa!!". Alex terus memanggil nama Keira. Laki-laki itu terus melangkah mencari keberadaan gadis itu hingga langkahnya membawanya ke dalam hutan.


Untunglah langit begitu cerah dengan bintang-bintang di langit sehingga membuat Alex cukup nampak melihat ke dalam hutan.


Akan tetapi, ia telah melanggar aturan yang berlaku di pulau Lamiya bahwa turis dilarang untuk keluar dimalam hari apalagi di bulan purnama.


Bukan tanpa alasan dibuat peraturan itu, peraturan itu dibuat agar nyawa para turis tidak terancam karena dimalam bulan purnama adalah malam perubahan werewolf yang berada diluar dari manusia bertransformasi menjadi serigala. Cahaya bulan purnama memberikan mereka kekuatan yang lebih besar sekaligus untuk memaksa mereka bertransformasi.


Alex, ia tidak tahu apa yang menunggunya tetapi nekat untuk keluar dimalam hari. Tidak ada yang tahu bagaimana caranya dia melewati penjagaan yang melarang manusia untuk keluar dari hotel sehingga ia keluar berjalan disekitar wilayah Hotel demi mencari Keira hingga langkahnya membawanya ke dalam hutan.


Keira, kau ada dimana?. Pikir Alex. Laki-laki itu merasa khawatir dan tidak tenang jika gadis itu tidak terlihat didepannya. Ia begitu protective terhadapnya padahal nama pacaran tidak ada dalam hubungan mereka. Ia terus memanggil namanya tanpa oa sadari bahwa dia telah menarik perhatian beberapa pasang mata berwarna kuning menyala yang terlihat di dalam kegelapan dan memantaunya sebagai calon mangsa.


"Kei-!!".


AOOOOWWWWW!! AOOOOWWWWW!!


Suara lolongan serigala menggema di malam itu. Lolongan yang membuat Alex menyadari bahwa dia tidak sendiri dalam hutan tanpa membawa apapun yang dapat melindungi dirinya sendiri.


Serigala! aku lupa bahwa aku berada di hutan sekarang. Tapi aku tidak bisa keluar dari sini Sekarang karena Firasatku yakin bahwa Keira berada disini. Aku bisa merasakan kehadirannya, aku harus menemukannya sebelum para serigala itu menemukannya.


Begitulah cinta, Disaat di tempat yang berbahaya, ia masih tidak memikirkan keamanan dan keselamatan dirinya sendiri melainkan memikirkan keamanan dan keselamatan orang yang dicintai.


Seperti Alex, ia keras kepala dan tidak memikirkan dirinya sendiri yang bisa terancam bahaya sewaktu-waktu di hutan yang tidak pernah ia masuki demi menemukan Keira yang bisa terancam bahaya. Ia khawatir hujan akan turun malam ini karena ia dapat melihat bulan purnama telah muncul.


Bersamaan itu, di sebuah bagian dalam hutan...


"Aaaargh!". Keira jatuh tertunduk dan menjerit saat transformasi dirinya dimulai.


Bulan purnama telah memacu Gen serigala dalam dirinya untuk bertransformasi dan ia tidak dapat melawan gejolak dalam dirinya.


Ia mulai melolong menyambut bulan purnama, matanya yang berwarna indigo berubah menjadi kuning menyala saat menatap bulan purnama. Urat-urat nadinya baik di kedua tangannya dan lehernya muncul dan terlihat begitu jelas dan Gigi taringnya telah terlihat.


Teriakkan Keira menggema dalam hutan sehingga Alex berbalik badan saat mendengarnya dan mengenali si pemilik suara.


"Keira!". Tanpa pikir panjang, Alex langsung belari menuju ke arah asal suara tanpa disadari bahwa makhluk yang memperhatikannya mengikutinya dalam bayangan kegelapan.


Alex terus belari dan belari menuju asal suara tetapi saat ia berada di tempat Keira berada, ia tidak menemukan gadis itu, melainkan hanya tongkatnya saja yang bersandar di sebuah pohon Pinus yang paling tinggi itu dengan bekas cakaran- cakaran di pohon yang paling tinggi itu.


"Ini cakaran bekas hewan dan ini tongkat siku milik Keira. Tapi dimana di-".


GRRRRR!!!.


Alex tidak menyelesaikan kalimatnya saat berbicara sendiri karena tiba-tiba saja ia mendengar suara geraman dari seekor binatang buas. Ia Tahu suara yang didengarnya berasal dari belakang tubuhnya. Itu berarti bahwa seekor binatang buas berada dibelakangnya.


Alex menoleh ke belakang secara perlahan. Benar saja, ia melihat tiga ekor serigala liar yang berada dihadapannya. Makhluk yang mengintai dan mengikutinya adalah ketiga serigala itu.


Sedikit rasa ketakutan berada dalam dirinya namun ia hati-hati dengan tidak membuat gerakan yang tiba-tiba dan Waspada terhadap serigala-serigala yang akan menerkam dirinya karena penglihatannya Hanya sebatas di mata kirinya.


Ketiga serigala itu memperhatikan Alex dan menunggu siapa yang akan menyeang Alex terlebih dahulu.


Hingga, serigala yang disisi kiri mulai belari dan melompat ke arahnya.


Beruntung Alex secara refleks mengambil tongkat Keira Sebelumnya sehingga saat ia terjatuh akibat dorongan serigala itu dan tertindih hewan itu, ia menghalangi Gigi-gigi taring tajam serigala itu untuk menerkamnya dengan tongkat jalan Keira itu.


Sial! Untunglah ada tongkat ini, jika tidak... serigala ini sudah pasti akan mencabik-cabikku. Tapi bagaimana dengan kedua serigala itu?. Aku tidak akan bisa melawan tiga ekor sekaligus. Keira... aku harus pergi kepadanya... Ucap Alex secara batin. Ia memikirkan Keira yang tidak tahu ada dimana dan lebih mengkhawatirkan keadaan Keira daripada dirinya sendiri yang berada dalam bahaya tanpa ada siapapun yang menolongnya.


Disaat Alex menahan serigala itu, salah satu dari dua serigala yang menonton mulai bergerak. hewan itu belari dan melompat ke arahnya dan Alex tidak bisa menghindar akan tetapi, entah darimana datangnya, tiba-tiba seekor serigala berbulu putih datang dan langsung melompat ke serigala yang akan menyerang Alex itu.


Huh!? serigala lain!. Alex terkejut saat melihat seekor serigala berbulu putih itu datang dan menyerang serigala itu dengan cakarnya sehingga serigala itu terlempar dan jatuh ditempat yang sama serigala itu berada.


Seketika Serigala lainnya termasuk serigala yang menindih tubuh Alex terkejut dengan kedatangan serigala itu sehingga serigala yang mencoba menerkam Alex menghentikan tindakannya dan berjalan mundur sehingga Alex bisa langsung berdiri.


Ia mundur beberapa langkah dengan memegang erat tongkat itu sebagai senjatanya namun... ia melihat sebuah keanehan dari datangnya serigala itu yang menatap tajam ke arah ketiga serigala itu.


Ini aneh... Serigala berbulu putih seperti salju ini, ukuran tubuhnya berbeda dengan ukuran ketiga serigala ini. . Dari ukuran tubuhnya yang besar sudah pasti bisa dapat ditunggangi oleh manusia.


Tapi, serigala jenis apa ini? dari warna bulunya yang seperti salju sudah pasti bukan jenis serigala biasa. Mengapa bisa disini?


dan juga, ketiga serigala ini rasanya ketakutan melihatnya.


Apa yang dipikirkan Alex memang benar. Ketiga serigala biasa itu terlihat ketakutan saat serigala berbulu putih itu menatap tajam kearah ketiga serigala itu sembari memamerkan gigi-gigi taringnya yang tajam. Apalagi saat salah satu serigala itu terluka gores saat serigala putih itu mencakarnya.


Dan tepat saat, bulan purnama mulai tertutup awan, serigala berbulu putih itu pergi belari meninggalkan Alex sendirian setelah serigala itu menatap Alex hanya sebentar.


Serigala berbulu putih seperti salju... dia menolongku... baru pertama kalinya aku melihat sendiri serigala itu. Darimana asalnya dia datang...?. Pikir Alex.


"Oh iya, aku masih harus mencari Keira". Alex melanjutkan pencariannya mencari Keira sedangkan serigala itu berhenti dan mulai bertransformasi kembali ke dalam wujud manusia.


Gen manusianya mulai menekan gen serigalanya. Gigi taringnya yang mencuat keluar mulai masuk dalam mulutnya, bola matanya yang berwarna kuning menyala berubah menjadi warna indigo.


Wajah Serigalanya mulai berubah menjadi wajah seorang gadis, bulu-bulunya menghilang berganti kulit manusia dengan pakaiannya masih melekat pada tubuhnya.


Serigala itu kembali bertransformasi menjadi manusia. Sebagai seorang gadis berusia enam belas tahun dengan rambut hitam panjang bergelombang dan matanya yang berwarna indigo.


"Sebaiknya aku menghampirinya sekarang".


Tidak lama kemudian...


"Alex!". Panggil Keira Setelah Melihat Alex. Alex berbalik dan belari menuju ke arah Keira yang berdiri dibelakangnya.


"Keira". Ia langsung memeluknya dengan erat dan Keira membalas pelukannya itu karena merasakan kenikmatan dan kenyamanan dalam pelukannya.


Tapi Alex langsung melepaskan pelukannya dengan cepat dan menatap Keira dengan marah.


"Kau dari mana saja!? kenapa kau berada dihutan ini, malam-malam begini!? Apa kau tidak tahu betapa berbahayanya hutan di malam hari!?".


"a~a~aku berjalan-jalan di sini untuk menatap bintang-bintang karena bintang-bintang dilangit terlihat lebih jelas dan indah dan aku terbiasa dengan hutan karena rumahku berada di dalam hutan. Kau tidak ingat?".


"aku ingat tapi ini bukan hutan tempat kau tinggal, bagaimana jika nanti Serigala-serigala atau hewan buas lainnya datang dan menyerangmu!?. apakah kau tidak memikirkan orang-orang yang menyayangimu!?". Alex memarahi gadis itu tetapi rasa kekhawatirannya bercampur didalamnya. Ia tidak sanggup untuk membayangkan jika sesuatu terjadi pada gadis itu.


"hei, jangan marah. Aku terbiasa jalan-jalan di sini dan aku tahu caraku agar aman dari hewan buas dan paman juga bibi tahu itu tetapi, Mengapa kau berada disini!? bagaimana bisa kau melanggar peraturan yang dibuat oleh paman!? bagaimana bisa kau lolos dari pengaw- Ump!!".


Cup!


"!!!😲".


"ssst! kau terlalu banyak bicara". Ucap Alex sembari mencium bibir Keira sekilas saat Keira berbalik marah padanya sehingga Keira langsung terkejut dan tidak menyelesaikan ucapannya dan wajahnya menjadi merah merona.


"kau jahat! kau memarahiku tapi kau seenaknya saja menciumku!". Ucap Keira yang seketika perasaannya menjadi campur aduk antara marah dan senang. Lalu Alex meraih pinggang Keira dan menariknya untuk lebih dekat dengannya sehingga tatapan mata mereka menjadi lebih dekat.


"aku marah karena khawatir padamu, Keira...


bagaimana jika sesuatu terjadi padamu? aku tidak bisa membayangkan perasaan jika sesuatu terjadi padamu dan aku takut membayangkannya". Ucap Alex merendahkan nada suaranya sembari mengelus pipi kanan gadis itu.


"...Alex... jangan khawatir... aku akan baik-baik saja. Berada di dekatmu membuatku merasa aman". Ucap Keira sembari memeluk Alex.


Alex terkejut saat Keira memeluknya lebih dahulu. Padahal, ia tahu Keira adalah orang yang tidak gampang untuk dipeluk. Tidak disangka namun ia senang dipeluk Keira sehingga ia membalas pelukannya itu tanpa ia teringat bahwa mereka berada di dalam hutan.


"mengapa kau tidak memakai tongkat?".


"bukankah aku sudah pernah bilang padamu waktu itu dihotel?".


"oh iya. Aku lupa. Tapi aku selamat dari Serigala yang ingin menerkamku itu berkat tongkat ini". Kata Alex sembari menunjukkan air liur yang menempel di tongkat itu yang berasal dari Serigala itu.


"Serigala!? kau tidak terluka!?" Tanya Keira yang terkejut lalu ia mengecek adanya luka atau tidak di kulit Alex. Padahal ia tahu bahwa tidak ada luka sama sekali pada tubuh Alex.


"untungnya tidak apalagi saat itu...".


Sebaiknya aku tidak mengatakan apa-apa tentang Serigala berbulu putih itu kepada Keira dulu. Aku harus memastikan sesuatu.


"saat itu apa?".


"tidak ada apa-apa".


"oh iya, saat kau menciumku tadi , aku merasakan sesuatu yang aneh".


"benarkah? mungkin tadi air liur Serigala itu mengenai wajahku saat ia akan menerkamku".


"hah! kalau begitu... yang aku rasakan tadi adalah... 🤢Hooeek!!".