The Hot Blood Of Saga

The Hot Blood Of Saga
Chapter 210 :



"Ng… Keira".


"oh, Hai Silva. Bagaimana dengan Emery?".


"lupakan tentang Emery. Yang mau kutanyakan, mengapa Noah hanya memakai celana boxer???🤨".Tanya Silvana heran karena saat ia tiba, ia melihat Noah berbaring di bawah pohon tanpa pakaian sama sekali melainkan hanya ****** ***** pendek laki-laki yang melekat menutupi bagian privat Noah.


Sedangkan Keira?


pipi gadis itu bersemu merah sambil memegang pakaian Noah.


"apa boleh buat😅, lukanya sudah ku sembuhkan namun jika dia sadar, mungkin akan jadi pertanyaan mengapa bajunya bisa ada yang robek dan bernoda tanah dan darah.


Dan pastinya kita tidak mungkin mengatakan bahwa seorang vampire yang cemburu buta menghajarnya mati-matian karena telah menjalin kasih dengan mantannya, bukan?".Jawab Keira lalu ia menyerahkan pakaian Noah yang dia lucuti ke Silvana.


"Sudah yah. Aku mau kembali dulu ke tubuh asli ku ".


"tunggu, bagaimana dengan Noah. Udaranya dingin lho. Masa dia gak pakai apa-apa". Ucap Silvana dengan pipinya yang juga bersemu merah karena melihat Tubuh Noah yang beroti sobek kesukaan perempuan dan sejujurnya ia tidak ingin ditinggal sendirian bersama dengan Noah.


"Jangan khawatir 😁, aku sudah menghubungi Tania untuk kemari untuk membeli pakaian yang sama dengan yang dikenakan Noah.


Aku sudah mengirim lokasi dan foto pakaian Noah. Kalau begitu sudah dulu ya, bye👋 😄".


"Tung-!".Keira telah menghilang menjadi kepulan asap saat Silvana belum menyelesaikan kalimatnya.


Meninggalkan Silvana yang dalam keadaan bengong dan wajah yang memerah.


Masalahnya, kenapa kau harus menyuruh Tania?😩


Jika dia melihat ini, pikirannya pasti aneh-aneh. Gumam Silvana.


..."Keira… JANGAN TINGGALKAN AKU DONG!😫"....


Sementara itu…


" Keira, wajahmu kenapa? ". Tanya Alex saat melihat pipi Keira yang memerah seperti kepiting rebus.


" Ah! tidak ada apa-apa kok. Haha😅. ".Ucap Keira sambil mengipas-ngipasi wajahnya dengan tangannya dikarenakan apa yang dia lihat melalui dirinya yang lain membuatnya seperti itu. Apalagi mengingat saat ia melucuti pakaian Noah membuat dirinya seperti orang mesum


"Oh ya, teringat nya kau bersama siapa tadi kemari? ".


"oh, aku bersama dengan Silvana tadi dan kami berpencar mencari jamur".


Sementara itu…


Tania datang membawa sebuah godybag berisikan sebuah pakaian yang dikenakan Noah.


Untunglah ia bersama dengan Danny jadi tidak sulit ia mencari toko dimana Noah membeli pakaian bermerek nya karena Danny pernah belanja bersama Noah di toko itu.


Saat mereka berdua tiba, Tania dan Danny terdiam saat melihat Noah terbaring hanya pakai boxer dan Silvana memegang pakaian Noah dengan wajah yang memerah.


Sedangkan Silvana, ia juga terdiam dan semakin merah diwajahnya karena tidak menyangka bahwa Danny ikut juga.


Pastinya timbul pertanyaan mengapa Tania bisa bersama dengan Danny dalam pikirannya.


Ketiga orang itu terdiam tanpa teringat bahwa orang yang sedang tidak berpakaian itu bisa mati kedinginan karena cuaca yang dingin.


Hingga Tania berkata…


"Silva, apakah kau tahu bahwa Hotel milik Danny sedang ada diskon 30% di musim ini lho. Kau bisa mengajak Noah main-main🔞 disana daripada disini".


"Siapa yang main-main Tania?!. Kau salah paham! aku tidak melakukan apa-apa dengannya tahu💢😫".Silvana membela dirinya karena ia tahu pasti Tania akan mengatakan hal itu mengingat Tania polos juga memasang tampang bodoh.


"yah, padahal kesempatan lho. Apalagi Badannya wow, six pack lagi".Gerutu Tania yang mengharapkan ada adegan panas antara Silvana dan Noah.


"kau pikir aku ini gadis macam apa, huh❓😒".Silvana betul-betul bete dengan pemikiran Tania yang jauh kesana dengan tampang bodohnya.


"Sudah-sudah😅. Lebih baik Noah dipakaikan pakaiannya sekarang".Ucap Danny yang memikirkan keadaan Noah yang hanya pakai Boxer.


Kemudian, Danny memakaikan Celana panjang baru ke Noah dan tidak lupa memakaikan kaos kaki dan sepatu Noah sedangkan Silvana memakaikan pakaian atasan Noah dari kemeja, sweater dan jaket long coat yang baru dan Tania membuang pakaian Noah yang rusak dan bernoda darah ke tempat yang jauh yaitu di laut tepi jurang. Tania tidak tahu jika Emery telah jatuh ke laut setelah melawan Silvana.


"Apakah Noah baik-baik saja?".Tanya Danny yang memikirkan keadaan sahabatnya itu. Jika dia tidak sedang Jalan-jalan (berkencan) dengan Tania saat itu, mungkin ia tidak akan tahu bahwa Noah diserang oleh vampir.


"Jangan khawatir, ia akan baik-baik saja. Keira sudah menyembuhkan luka nya".Jawaban Silvana membuat Danny lega sebagian karena mengetahui Noah tidak apa-apa.


"tapi, sebelumnya apakah lukanya parah?".


"…yah".


"aku tidak menyangka bahwa vampir keluar di musim seperti ini".


"mereka pasti akan keluar selama matahari terus tertutup oleh awan dan musim kali ini membuat sang matahari tertutup oleh awan ".


"lalu, bagaimana dengan Alex? apakah dia baik-baik saja??".


"jangan khawatir… dia aman bersama dengan Keira".


"syukurlah kalau begitu. Aku juga senang vampir yang menyerang Noah sudah mati. Kau telah membunuhnya'kan?. Apakah yang menyerang Noah vampir liar?". Silvana terdiam saat Danny bertanya apakah ia telah membunuh vampir yang menyerang Noah atau belum.


Ia sendiri tidak yakin jika Emery sudah mati atau belum. Ia juga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Danny bahwa yang menyerang Noah adalah mantan kekasihnya sendiri.


"Ung…". Kedua orang itu teralihkan ke Noah saat laki-laki yang sudah mengenakan pakaian itu perlahan membuka kedua matanya.


dan yang dilihatnya pertama kali adalah Silvana dan Danny.


"Silvana… Danny…".


Noah ingin bertanya sesuatu namun ia urungkan saat mendengar suara isak tangis Silvana.


"Silva…".Noah mengelus punggung Silvana dan menepuk pelan belakang kepala Silvana. Sungguh, ia merasa sangat nyaman dan hangat saat Silvana memeluknya .


"cup cup.… jangan menangis sayang… aku disini…". Ucap Noah menenangkan Silvana yang menangis sesunggukan.


Silvana melepaskan pelukannya untuk melihat Wajah Noah. Noah menghapus air mata yang membasahi pipi Silvana dengan kedua tangan nya. Silvana membiarkan Noah menghapus air matanya itu. Ia sungguh bersyukur karena Noah baik-baik saja.


Tidak lama kemudian ia membantu Noah untuk duduk, tepat saat itu Tania telah tiba entah darimana sehingga membuat Noah kaget.


"kok kaget?".Tanya Tania.


"bagaimana bisa kau mendadak muncul? aku tidak melihatmu tadi".


"ng…💦"


"oh, dia tadi sudah disini bersama kami saat menemukanmu tapi tadi ia ke semak-semak belakang karena mau ngepup ". Tania langsung melotot ke Danny saat Danny memberikan alasan seperti itu ke Noah.


"terus, kenapa kalian berdua ada disini?".Tanya Noah. Ia ingat bahwa Danny mengajak Tania Jalan-jalan.


"yah, aku mendadak ingin berjumpa dengan kalian jadi aku mengajak Tania eh malah kami menemukanmu disini".Jawab Danny setengah berbohong. Sedangkan Noah, entah mengapa ia merasa ada yang tidak benar hingga kemudian ia teringat akan insiden yang dialaminya.


"dengar, aku tadi diserang oleh orang yang tidak dikenal. Ia aneh, ia sangat kuat sehingga ia melemparku dengan gampangnya sampai menyakiti-".Tiba-tiba Noah berhenti bicara, ia tidak menyelesaikan Kata-katanya karena ia menyadari bahwa ia tidak merasakan rasa sakit ditubuhnya baik punggung ataupun perutnya.


Noah mulai meraba dirinya, ia juga mendapati tidak ada darahnya yang melekat ditubuhnya bahkan noda darah di pakaiannya juga bekas robekan tidak ada sama sekali.


Ini aneh.… beberapa saat yang lalu ada orang misterius menculik dan menyerangku namun…kenapa aku tidak merasakan apa-apa? aku yakin aku… selain itu, kenapa aku ditempat ini? bukankah aku diserang di bangunan kosong?. Pikir Noah.


"ada apa Noah?".


"…tidak ada apa-apa, Silva".


Mungkinkah aku bermimpi??. Tapi kenapa rasanya nyata?. Pikir Noah meragukan dirinya sendiri.


"kenapa aku disini?. bukankah aku tidak jauh dari tempat aku memancing dengan Alex?".


"en-entalah Noah. Mungkin kau sedang Jalan-jalan dan tidak sengaja kau terpeleset dan terbentur sesuatu. Saat aku menemukanmu, kau sudah tidak sadar disini".Silvana berbohong pada Noah. Ia tidak ingin Noah mengingat apa yang telah terjadi padanya.


Kalau benar, kenapa belakang kepalaku tidak merasakan sakit?.


"lalu, kenapa kau disini? mengapa kau menangis?".Kali ini Noah bertanya pada Silvana.


"aku mencari jamur bersama dengan Keira. Kami berpencar mencari jamur, dan saat aku kemari, aku menemukanmu seperti ini dan kenapa aku menangis, itu karena aku khawatir akan dirimu…


aku khawatir jika kau telah diserang oleh hewan buas…". Kali ini Silvana telah mempersiapkan Kata-kata alasan jika Noah mempertanyakan keberadaan dirinya sekarang ini.


Untunglah ia dan Keira membahas alasan yang tepat jika baik Alex atau Noah bertanya tentang keberadaan mereka agar jika salah satunya bertanya, mereka akan mendapatkan jawaban yang sama. Jika tidak sinkron, mungkin akan jadi permasalahan seperti kecurigaan yang tumbuh.


"Oooi".Mereka berempat mengarahkan pandangan mereka ke asal suara. Mereka melihat Alex melambaikan tangannya ke arah mereka dan ia tidak sendiri karena Keira telah disampingnya.


Mereka berdua berjalan menghampiri mereka dengan Alex menggenggam tangan Keira.


"Kau dari mana saja Noah?. Kau membuatku khawatir".


"maaf Alex, sepertinya aku Jalan-jalan dan tersesat".


"aish, Berhati-hatilah lain kali. Jangan lupa membawa ponselmu".Alex menyerahkan ponsel milik Noah kembali kepada pemiliknya.


"Kau berjumpa dengan Keira?". Tanya Noah menyadari bersama dengan siapa Alex.


"yah. Aku bertemu dengan Keira saat ia mencari jamur lalu kami pergi mencarimu".


Jadi benar Silvana pergi mencari jamur bersama dengan Keira.


"Keira, apakah kau telah menemukan jamurnya?".Tanya Silvana basa basi walaupun dia sendiri tahu bahwa mencari jamur sebuah kebohongan belaka.


"ah!, aku lupa mencarinya karena membantu Alex mencari Noah".Jawab Keira padahal mencari jamur jugalah kebohongan.


"yah aku tidak menemukannya. Kurasa tahun ini, jamur-jamurnya pandai bersembunyi".Ucap Silvana.


Huh? jamur?. Bukannya Silvana tidak suka jamur?. pikir Tania. Ia tidak tahu mencari jamur hanya alasan saja.


"hei, lupakan saja mencari jamur. Kau tahu'kan mencari sendirian di hutan itu berbahaya?".


"hei, kau lupa rumahku di dalam hutan? selain itu, bukankah sudah kubilang bahwa aku pergi mencari jamur bersama dengan Silvana?". Keira tidak suka dengan keluhan Alex.


"hei, aku khawatir padamu Keira. Disana ada saudaramu yang akan menjagamu. disini, walaupun kau bersama dengan Silvana, jika tidak ada laki-laki yang menjaga bukankah akan berbahaya?. Bagaimana jika ada hewan buas?".


"tapi-".


"tidak Keira. untuk jamur, aku akan membelikannya banyak untukmu dan lain kali, aku akan menemani dirimu, mengerti".Keira hanya bisa cemberut saat Alex dengan tegas melarangnya pergi ke hutan seorang diri.


"yang dikatakan Alex benar. Silvana, jangan pergi sendirian disini. Aku akan memberikanmu banyak jamur".Ucap Noah setuju dengan Alex.


"huh?".


aku'kan tidak suka jamur. Gumam Silvana dalam hati.


"kau juga Tania. Aku akan membeli banyak jamur untukmu jadi jangan berkeliaran di hutan sendiri".Kali ini Danny ikut-ikutan.


"huh? apa? kok aku juga?? aku'kan gak ikut-ikutan?!". Sebal Tania mendengarnya.