
Di Twinsbells...
"Cie cie cie, Keira".
"hey Dion, berhenti menggodaku". Gerutu Keira saat ia masuk kedalam, Dion yang memperhatikan dari kaca menggodanya.
"aish, jangan mengomel saja dong. Nanti cantikmu bisa hilang nanti". Goda Dion sambil mendudukkan Keira di salah satu kursi.
"kemana semua orang? kok cuma dirimu yang kulihat disini, Dion?".Tanya Keira Ketika menyadari keadaan cafe sekarang sudah kosong. Tidak ada siapapun dicafe.
melainkan hanya Dion yang sedang mengambilkannya seporsi steak bone T mentah dari freezer lalu menyodorkannya kepada Keira bersama dengan segelas air lemon.
"itu karena aku menutup cepat karena banyak bahan makanan kita sudah habis hari ini sehingga yang tersisa hanyalah enam porsi steak bone T di freezer dan aku sudah menghubungi pemasok bahan makanan langganan kita untuk memasok bahan makanan besok disini".
"hm, pantas saja. Itu berarti bahwa hari ini sungguh ramai yah".
"Tentu saja. Semenjak Alex mengumumkan bahwa kalian berpacaran, banyak murid-murid dari SMA Fallen untuk makan bahkan saat Alex mendatangkan model-model renang, untuk membantu disini, semakin banyak yang datang berkunjung. Berkat Alex, banyak orang-orang yang menyukai masakan buatanku, Keira". ucap Dion dengan bahagianya. saat melihat kebahagiaan terpancar di wajah Dion, membuat Keira ikut bahagia juga untuknya.
Melihat dirimu yang bahagia membuatku ikut bahagia juga. Semua berkat Alex. Tidak kusangka efeknya akan berdampak positif terhadap cafe ini sehingga Dion senangnya bukan main.
"oh yah. ngomong-ngomong mengenai Alex, dia mengajakmu kencan ke mana? kalian berdua sedang ngapain saja?".
Tanya Dion dengan nada penasaran selagi Keira sedang mengiris potongan daging mentahnya dengan pisau dan garpu lalu mengunyahnya.
Keira yang sedang mengunyah terdiam mendengar pertanyaan Dion yang penasaran dengan kepergiannya bersama dengan Alex yang bisa disebut dengan kencan.
Dan Melihat tatapan Dion yang berbinar-binar sudah pasti Dion membayangkan hal yang bagus dalam kencannya bersama dengan Alex.
Bagaimana caranya Aku mengatakan ini kepadamu Dion saat kau menatapku dengan tatapan berbinar-binar begitu?.
Aku menduga kalau kencan kami sesuai dengan expetasi yang kau bayangkan, padahal kenyataannya tidak begitu.
"Kei, kok enggak dijawab pertanyaanku? jawab dong". Dion mulai merasa gusar layaknya perempuan yang kepo dengan kehidupan perempuan lainnya untuk dijadikan bahan gosip Kepada perempuan lainnya.
"Ng... Alex mengajakku pergi nonton film di La Cinema."
"wow. Judul film apa dan Film bergenre apa yang kalian tonton?".
"nyam-nyam!. Kami disana menonton dua jenis film yang satu bergenre horror bernama ginger snap".
"wah, aku dengar film itu adalah film horror yang bagus. Bagaimana jalan ceritanya?".
"Ng...itu...".
sebenarnya aku banyak tidak tahu jalan ceritanya apalagi endingnya karena film itu menyeramkan. Dion pasti akan menertawaiku karena aku takut film yang menampilkan Werewolf padahal aku sendiri adalah werewolf.
"Ng...itu film yang menyeramkan dan selain itu, aku lupa. hehe".💦
"kalau yang kedua apa?".
"yang kedua bergenre romantis namanya Titanic kalau tidak salah".
"Titanic?!. Woah, itu film yang bagus lho. Film itu merupakan film bergenre romantis epik yang sangat cocok untuk ditonton bersama dengan pasangan. Film itu menguras air mata saat melihat cinta dalam tragedi".
" kau tahu tentang film itu?".
" Tentu saja aku tahu. Aku kan sudah bilang film itu menguras air mata saat melihat kisah cinta dalam sebuah tragedi. Bahkan aku ingat dengan kata mutiaranya yang paling terkenal dalam film itu 'tiada sesuatu pun di bumi yang sanggup memisahkan mereka'.".
"dari mendengarmu menceritakan tentang film itu, kau pasti sudah pernah menonton film itu'kan?".
"ah, ya. Aku pernah menonton film itu bersama dengan Tania tapi baru saja film itu mulai, anak itu malah tidur".
"lalu?. Bukankah kau juga menonton film itu? mengapa aku merasa bahwa kau tidak tahu film itu?".
gimana mau menonton film yang kau maksudkan itu?. Aku tidak tahu lagi kelanjutan film itu gara-gara... Pipi Keira kembali memerah karena memikirkan ulahnya dengan Alex di toilet. Ia mencoba melupakan kejadian itu tapi terima kasih untuk Dion, karena menyinggung film romantis membuatnya teringat di toilet bioskop.
"ah... tentu saja aku tahu tentang film itu. Kau pikir aku ini seperti Tania? aku hanya penasaran sejauh mana pengetahuanmu terhadap film itu. Haha😅".
Sebenarnya Aku tidak terlalu tahu banyak tentang film seperti apa yang terjadi pada Jack dan Rose. supaya Dion tidak terlalu banyak bertanya.
"begitu rupanya. lalu disana, kelas premier apa yang menjadi tempat kalian nonton?. karena dia berasal dari keluarga kelas atas sudah pasti ia akan memilih kelas premier untuk menonton?. Kalau yang premiere, dia akan memilih kelas apa?".
"eng, kau benar. Mana mau Orang seperti dia memilih kelas reguler untuk menonton. dia memilih kelas Ve-ah! maksudku gold. dia memilih kelas gold". ucap Keira setengah berbohong.
fiuh... Hampir aja aku menyebutkan kelas velvet. Anak ini pasti akan berpikiran macam-macam jika sampai tahu.
"yaaah... Aku kira dia bakalan memilih kelas Velvet. Orang seperti Alex pasti bakalan lebih memilih kelas Velvet daripada gold karena Velvet kelas yang paling tinggi dan paling mewah dalam bioskop mengingat di Velvet bukannya bangku yang disediakan melainkan tempat tidur yang disediakan oleh bioskop. aku Sempat berpikir jika mungkin Alex akan memilih kelas velvet lalu membooking tempat itu agar ia bisa berdua-duaan denganmu. Siapa tahu kalian bisa mesra-mesraan".
"uhuk-uhuk!!". ucapan Dion langsung membuat Keira tersedak tulang di tenggorokannya karena mendengar ucapan yang itu yang 99% adalah kebenaran yang dialami bersama Alex.
Dion yang tidak Bau apa dan mengapa dengan Keira langsung memberikannya minuman dan menepuk pelan punggungnya untuk membantunya dan bantuannya berhasil. Gadis itu tidak tersedak lagi tapi matanya melotot tajam kearah Dion.
" kau ini Dion. ucapanmu telah membuatku keselek tahu".
"yah maaf, Keira. Aku hanya penasaran saja".
"huh. dasar, kau ini. oh yah ah, di mana Silvana sekarang?".
" katanya dia kembali ke hutan untuk patroli. tumben sekali kau mencari dia jika kau perlu sesuatu. biasanya kau mengandalkan Tania".
" Hari ini aku tidak tega mengusik Tania sekarang karena besok adalah acara memperingati hari kematian Elias. Ia pasti sibuk sekarang dengan paman dan bibi juga Cio". ucap Keira yang bernada lirih karena menahan rasa kesedihannya mengingat besok adalah hari Elias telah terbunuh di tangan seorang vampir yang dia benci dan menjadi alasannya untuk membunuh vampir itu.
Menyebutkan namanya saja sudah cukup membuat Keira sangat sedih apalgi jika ia datang untuk memperingati hari kematian Elias. Apakah hatinya bisa bertahan dari kesedihan yang membendungnya?.
Dion tahu Keira sangat bersedih dan merasa menyesal karena ucapannya secara tidak langsung telah menyebabkan kesedihan untuk gadis malang itu.
" Maafkan aku Kei, aku tidak bermaksud untuk-".
" tidak apa-apa, Dion. aku akan menghubungi Silvana bahwa besok Alex akan datang ke pelabuhan untuk menemuinya karena Alex ingin datang kerumah kita".
"hah?! Alex besok akan ke rumah kita?!. Mengapa? apakah kau tidak memberitahukannya bahwa besok adalah...".
"tidak... aku tidak memberitahu tahu Alex melainkan aku hanya mengatakan bahwa besok aku ada urusan penting. Lagipula, dia pasti akan tetap nekat datang kerumah Seperti waktu itu. dan Selain itu, tanpa mengatakan apa-apa kepadaku aku bisa tahu bahwa ada sesuatu yang membuatnya merasa sedih sehingga ia ingin kerumahku sebagai tempat pelariannya".
Sementara itu..…
^^^Jam : 16:50^^^
^^^From: Kambing tua^^^
Alex, besok ayah akan pulang.
ayah harap besok kau berada dirumah layaknya anak yang baik.
dan ayah harap kau berhenti untuk berteman dengan kedua temanmu itu.
kau adalah seorang pewaris Fallen Group, kau tidak perlu ada teman disekitarmu. Kau camkan itu!.
Alex membaca pesan yang berasal dari ponselnya itu. ia menatap kesal di bait terakhir smz yang berasal dari Harold itu yang memintanya untuk menjauhi Danny dan Noah.
Cih! sudah membuat hidupku begitu kesepian, kau juga tega membuatku untuk tidak memiliki teman?!. Kau pikir aku akan menuruti perintahmu layaknya anak berbakti kepada orang tua? jangan harap aku menurutimu, ayah. Orang tua sepertimu tidak pantas memiliki anak yang berbakti kepadamu. Tidak pantas!.